
Adrian yang saat ini berada di Indonesia bersama dengan Steven tampak sedang merundingkan sesuatu yang sangat penting di antara mereka berdua.
" Perusahaan Abian yang berada di Amerika sudah dijual oleh Amora. Kemungkinan sangat besar sekali bahwa perusahaan Handoyo group akan mengalami ketimpangan. Karena dana yang dicuri oleh Abian bukanlah main-main besarnya. Akan tetapi ternyata perusahaan itu sudah dicuri juga oleh Amora yang sekarang entah ada di mana. Kelihatan nya kita harus berusaha untuk membantu Farel bisa lewat dari krisis ini! Aku tidak tega kalau sampai nanti Siska menjadi Murung dan kepikiran tentang suaminya!" ucap Steven.
Steven memberitahukan semuanya kepada Adrian agar kakaknya mengetahui apa yang saat ini sedang terjadi kepada Farel yang sedang mengalami musibah besar karena perbuatan Abian.
Terlihat Adrian yang sedang memikirkan apa yang dikatakan oleh adiknya tentang perusahaan Handoyo.
" Perusahaan Papa yang ada di Bandung saat ini sedang membutuhkan bantuan kita juga. Kau tahu kan sejak Papa meninggal banyak para pencuri yang mulai menunjukkan aksinya." ucap Adran mulai resah juga.
Terlihat Adrian dan Steven yang berpikir keras untuk menyelamatkan dua perusahaan yang menjadi tanggung jawab mereka sejak ayah mereka meninggal.
Ayah mereka memang meminta kepada Adrian dan Steven sebelum meninggal untuk selalu mendampingi Siska dalam mengurus perusahaan Handoyo group yang ada di Jakarta.
Adrian sebenarnya ingin sekali kembali ke Bandung udah mulai fokus dengan perusahaan milik ayahnya di sana akan tetapi tanggung jawab itu terasa sangat berat karena merupakan wasiat terakhir dari ayahnya sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir.
" Steven aku akan ke Bandung untuk mengurus perusahaan Ayah. Aku harus menyelesaikan masalah di sana. Rasanya pikiranku tidak tenang sampai bisa mendapatkan kembali dana yang dicuri oleh para pencuri biadab itu!" ucap Adrian kepada Steven.
Steven sangat tahu bahwa kakaknya sangat merasa bertanggung jawab dengan perusahaan ayahnya yang sudah meninggal.
" Baiklah kakak bisa fokus untuk di Bandung dan menyelesaikan masalah di sana. Aku akan berusaha untuk membantu perusahaan di sini. Karena bagaimanapun aku juga tidak bisa untuk meninggalkan Siska begitu saja. Apalagi sekarang perusahaan Farel juga sedang benar-benar sedang bermasalah. 200 Milyar itu benar-benar uang yang tidak sedikit dan Pasti akan sangat sulit untuk Farel bisa menanganinya!" ucap Steven.
Setelah menemukan kesepakatan Adrian pun bersiap-siap untuk pergi ke Bandung. Menyelesaikan tugasnya sebagai anak dari sang ayah yang sudah ditinggalkan warisan dan tanggung jawab untuk me manage perusahaan yang sudah dibangun oleh ayahnya dengan susah payah.
" Hati-hati lah Kak. Salam untuk mama!" ucap Steven.
Dengan perasaan kalut karena rasa tanggung jawab pada perusahaan ayahnya, Adrian kemudian meninggalkan Jakarta. Adrian benar-benar tidak mampu kalau harus memikirkan dua perusahaan dalam satu waktu. Dia ingin fokus untuk menyelamatkan perusahaan ayahnya yang ada di Bandung yang saat ini sementara ditangani oleh ibunya yang tampaknya tidak terlalu mengerti tentang manajemen perusahaan.
" Adrian Kenapa kau tiba-tiba pulang? Bukankah kau bertugas untuk mengendalikan perusahaan prayoga group yang ada di Jakarta?" tanya ibunya Adrian pada putranya.
Mendengar pertanyaan dari ibunya membuat Adrian menjadi bingung.
" Mah Adrian berada di Jakarta bukan untuk mengendalikan perusahaan Siska, akan tetapi membantu Siska memanage perusahaan itu sesuai dengan wasiat dari papa!" ucap Adrian masih kepada ibunya tentang keberadaan dirinya di sana.
Wanita paruh baya Itu tampak menatap sinis kepada putranya.
" Kamu tidak usah bodoh ya Adrian! Untuk apa kau membantu Siska huh? Kau harus mengendalikan perusahaan itu dan merebut dari Siska gadis urakan itu agar perusahaan menjadi milikmu!" ucapannya benar-benar membuat Adrian sangat mual dan membenci ibunya yang dinilai telah mengotori pikirannya yang murni dan tidak pernah berniat jahat terhadap siapapun termasuk kepada Siska keponakannya yang dia sayangi.
Apalagi ada Aaron yang sangat dia sayangi. Adrian benar-benar tidak akan pernah mau melakukan tindakan khianata yang seperti itu.
" Mama tidak usah gila dengan memerintahkanku untuk melakukan hal bodoh seperti itu!" ucap Adrian yang sangat marah kepada ibunya.
Adrian yang benar-benar marah kepada ibunya dia pun langsung meninggalkan Ibunya dan pergi menuju kamarnya.
" Mama gila!" ucap Adrian benar-benar tidak menyangka kalau ibunya akan mengatakan hal-hal gila seperti itu.
" Aku tidak akan pernah menghianati amanah yang diberikan oleh Papah kepadaku. Apapun yang terjadi aku hanya akan membantu Siska dan tidak lebih dari itu! Sekarang aku pulang ke Bandung agar kembali menyelamatkan perusahaan Papa yang sedang dirongrong oleh para maling yang sedang berusaha menghancurkan perusahaan yang susah payah di bangun oleh ayahku!" ucap Adrian bermonolog dengan dirinya sendiri ketika dia sudah berada di dalam kamarnya.
Adrian benar-benar sangat kecewa terhadap ibunya yang sudah menghembuskan sifat jahat kepada dirinya.
" Maafkan aku mah Bukannya aku tidak ingin menjadi anak yang berbakti padamu tetapi aku tidak mau menghianati prinsip hidupku hanya untuk membuatmu bahagia dengan sebuah Kejahatan yang tidak terhormat! Aku sudah di amanahi oleh Papa untuk membantu Siska mengelola perusahaan Prayoga grup dan itu pasti akan aku lakukan!" monolog Adrian merasa sedih.
terlihat Adrian yang sedang berpikir apa yang sebenarnya terjadi kepada ibunya. Kenapa tiba-tiba Ibunya memiliki pemikiran jahat seperti itu terhadap Siska.
Karena merasa lelah Adrian pun kemudian tidur di dalam kamarnya dan Adrian sudah melupakan apa yang dikatakan oleh ibunya tadi yang sedang membujuk dirinya agar mau merebut perusahaan milik Siska dari keponakannya.
Indrana yang biasa di panggil Rana, langsung mendatangi mention kediaman Prayoga begitu mendengar bahwa kekasihnya sedang berada di Bandung.
" Tante Apa benar kalau Adrian sedang ada di sini?" tanya nya dengan sumringah.
" Iya benar Adrian sedang tidur di kamarnya karena baru saja sampai dari Jakarta!" ucap Stevanie yang tersenyum melihat Indrana yang sangat bahagia sekali.
Karena Steven dan Adrian yang harus menetap di Jakarta dalam rangka tugas mereka memenuhi wasiat dari ayahnya sehingga mereka harus menjalani LDR.
Rana langsung masuk ke kamar Adrian dengan bahagia.
" Sayang kau udah pulang ko ga kabarin aku sih? Kan aku rindu dengan kamu!" ucap Rana yang langsung naik ke ranjang dan berbaring di samping Adrian yang masih lelap dalam tidurnya.
" Ih kamu mah kayak gitu sayang. Kau pulang ke Bandung bukannya mencari aku malah tidur!" ucap Rana protes merasa kesal melihat Adrian yang hanya tidur dan tidak mau bangun untuk menyambut kedatangannya.
" Sayang, bangun dong ah!!" ucap Rana yang yang mulai menggoncangkan tubuh Adrian yang sedang lelah setengah melakukan perjalanan jakarta-bandung sejak tadi malam.
Adrian sengaja menggunakan mobilnya sendiri tanpa sopir. Hal itu agar memudahkan mobilitasnya selama berada di Bandung.
Karena merasa kesal dengan Adrian yang ga merespon apapun yang dia katakan akhirnya Indrana merasa marah pada Adrian.
" Aku harus kasih hukuman sama kamu!" Indrana lalu naik ke atas tubuh Adrian dan bersiap untuk jahilin Adrian.
" Aku akan buat kamu minta ampun sama aku!" ucap Indrana dengan penuh percaya diri dan amarah di hatinya.
Akan tetapi Indrana menggagalkan niatnya setelah melihat Adrian yang membuka matanya." Apa yang kau lakukan? Turun ih! Berat tahu!" protes Adrian merasa kesel pada gadis itu yang sangat hobi membuat dirinya marah dengan kelakua absurd nya.