
Farel yang saat ini sudah benar-benar marah kepada Abian yang ternyata telah berani membangun perusahaan begitu megah dengan menggunakan keuangan Handoyo group yang telah dia curi secara diam-diam.
" Aku tidak menyangka kalau b******* itu berani sekali untuk mencuri pada keluarganya sendiri!" Uca Farel ketika dia berjalan memasuki ruangan Abian.
Farel tidak mengacuhkan security yang melarang dia untuk masuk ke dalam ruangan Abian yang sedang bermesraan dengan sekretaris seksinya.
" Dasar manusia b******* di mana-mana kau selalu menjadi sampah!" umpat Farel yang benar-benar marah melihat kelakuan sepupunya yang benar-benar minus dan tanpa akhlak.
Bagaimana mungkin Abian melakukan hal seperti itu di kantor pada jam kerja bersama dengan sekretarisnya sementara yang Farel dengar bahwa Abian sudah menikah dengan Amora.
Melihat kehadiran Farel di kantornya, Abian benar-benar terkejut tidak percaya bahwa keberadaannya bisa ditemukan oleh sepupunya.
" Farel Bagaimana kau bisa menemukan aku di sini?" tanya Abian dengan begitu gugup sambil memerintahkan sekretarisnya untuk meninggalkan mereka.
Farel tampak memperhatikan isi ruangan Abian yang begitu lux dan mewah sekali.
" Apakah kau tidak malu? Ketika kau telah mencuri dan menggunakan uang karyawan Handoyo group untuk bermewah-mewahan di sini? Apakah kau tahu bahwa perbuatanmu ini benar-benar telah merugikan banyak sekali para karyawan yang sudah bekerja siang malam untuk keluarga mereka?" tanya Farel yang benar-benar sudah naik pitam dengan kelakuan sepupunya yang benar-benar tidak punya etika sama sekali.
Abian yang tidak mengerti. Bagaimana caranya Farel bisa menemukan keberadaan dirinya hanya bisa menatap Farel dengan tajam dan tidak percaya.
" Kau memang benar-benar luar biasa Farel. Aku sudah berputar-putar untuk mengecoh kamu. Tetapi kau masih bisa menemukanku di sini?" tanya Abian sambil tersenyum sinis kepada Farel.
Alex yang merasa muak sekali kepada Abian dia langsung maju di hadapan untuk menonjok wajah Abian yang benar-benar sudah membuatnya sakit perut sejak tadi.
" Sangat mudah untuk menangkap tikus got seperti kamu yang suka mencuri hak orang lain hanya untuk kesenanganmu pribadi! Hey Bung! Apa kau tidak malu untuk hidup bermewah-mewahan di sini, di atas air mata para karyawan dari perusahaan Handoyo grup yang sudah beberapa bulan tidak menerima gajinya gara-gara perbuatanmu?" tanya Alex yang merasa kesal luar biasa kepada Abian.
Abian tampak tertawa sinis mendengarkan perkataan dari Alex yang hanya berstatus sebagai asisten dari sepupunya.
" Minggir kau aku tidak punya urusan denganmu!" ucap Abian dengan sengit menatap Alex yang dianggap rendah hanya karena berstatus sebagai asisten dari perusahaan Handoyo Group milik keluarganya.
Seandainya Abian tahu posisi Alex di dalam perusahaan Handoyo yang sebenarnya. Dia pasti tidak akan berani mengatakan itu kepada Alex.
Sekarang posisi Alex adalah sebagai pemilik saham nomor 3 setelah Farel dan Siska. Hal itu terjadi karena perbuatan Abian yang sudah melepas saham-sahamnya ke pasar bebas yang akhirnya dibeli oleh Alex dengan menggunakan uang pribadinya dari hasil perusahaan milik ayahnya yang sudah meninggal sangat lama.
Akan tetapi Alex yang tidak memiliki minat untuk melanjutkan perusahaan ayahnya dia memilih untuk mempercayakan Manajemen Perusahaan ayahnya kepada manajemen profesional yang membutuhkan pekerjaan untuk keluarga mereka.
" Asal kau tahu Abian! Alex adalah pemegang saham nomor 3 di Perusahaan kita! Jadi uang yang kau curi dari perusahaan sama saja dengan kau mencuri uangnya juga!" ucap Farel yang membuat Abian seketika melotot sempurna tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Farel.
Akan tetapi Abian dia sudah mengenal karakter Farel yang tidak pernah berbohong untuk hal-hal seperti itu mau tidak mau dia pun percaya dengan Farel.
" Cepat kau serahkan uang yang sudah kau curi dari perusahaan kami. Agar kami bisa memberikan hak para karyawan yang sudah kau curi!" ucap Alex yang benar-benar sudah kehabisan akal sehat dan juga kesabarannya dalam menghadapi manusia seperti Abian yang sangat serakah dan tidak mempedulikan kesulitan orang lain.
Farel benar-benar marah melihat Abian yang tampaknya tidak menggubris apapun yang dia katakan.
Untuk menghadapi manusia seperti Abian, memang tidak bisa menggunakan kesabaran. Harus dengan kekuatan dan juga rasa takut untuk menekannya.
" Kalau kau tidak juga memberikan uang itu pada kami, maka kami akan segera melaporkanmu sebagai pencuri dan akan kami pastikan kantor mewahmu ini akan segera dilelang dan kau akan kehilangan segalanya!" ucap Farel yang sudah bersiap dengan ponselnya.
" Oh ya, aku juga sudah bersiap untuk mengirimkan kembali Amora ke dalam penjara. Karena aku tidak pernah merasa mencabut tuntutanku atas tuduhan Amora sebagai pembunuh ibuku!" Abian benar-benar terkejut mendengarkan penuturan tersebut.
Abian terlihat hendak melarikan diri akan tetapi Alex yang sudah bersiaga sejak tadi tidak membiarkan hal itu terjadi.
Alex langsung meringkus Abian dan menyandranya dengan begitu elegan.
" Kalian benar-benar tamu yang paling tidak sopan! Bagaimana mungkin kalian datang ke perusahaanku hanya untuk menyakitiku?" tanya Abian dengan suara gemetar.
Farel sampai terbelak mendengarkan perkataan Abian yang seperti sebuah dagelan yang teramat lucu untuk dia dengarkan.
" Kami akan bersikap sopan kepada orang yang memang layak untuk dihargai. Manusia sampah sepertimu layak untuk masuk ke dalam penjara!" Uca Farel sambil mentoyor kepala Abian yang benar-benar sudah membuatnya naik darah sejak kemarin.
Farel selama ini adalah orang yang sangat sabar dan tidak banyak yang membuat dia bisa marah tetapi masalah Abian benar-benar sudah menguras kesabaran Farel sampai akarnya.
" Kau bahkan tidak memperdulikan ayahmu yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit gara-gara stroke karena kamu yang sudah kabur begitu saja dari tanggung jawabmu setelah kau mencuri uang 200 miliar dari perusahaan kami. Apa kau tahu Abian? Bahwa adikmu Axel, bahkan sampai menjual kediaman keluarga kalian hanya untuk menalangi uang yang sudah kau curi. Sekarang keluarga besarmu semuanya hidup di apartemen kecil Axel. Semua itu adalah untuk menutupi kejahatan kamu Ya sudah benar-benar mengecewakan seluruh keluarga Handoyo yang telah memberikan kepercayaan kepadamu untuk mengelola keuangan perusahaan kita!" ucap Farel yang begitu kesal luar biasa kepada sepupunya yang sepertinya tidak merasa bersalah sama sekali dengan perbuatan jahatnya.
Terlihat Abian yang malah tersenyum sinis kepada Farel. Seperti yang mencemooh semua kata-katanya.
" Orang seperti kamu. Apakah masih memperdulikan keluargamu yang lain huh? Bukankah hanya kamu yang boleh mengambil uang milik keluarga Handoyo?" tanya Abian dengan begitu lancangnya kepada Farel yang bertato sebagai CEO Handoyo Group.