Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
58. Masa Lalu Dokter Andrew


Siapakah sebenarnya dokter Andrew? Kenapa dia harus bersedih ketika dia melihat Siska dan Farel bersama?


Mari sejenak kita melihat ke belakang tentang kehidupan dokter Andrew beberapa tahun yang lalu.


Flash back on


" Siska, kan Om sudah bilang, kamu jangan ceroboh! Lihat apa yang terjadi padamu sekarang? Apakah ini sakit sayang?" tanya ayahnya Andrew yang terlihat sangat khawatir ketika melihat seorang gadis tanggung berusia 12 tahun yang sedang menangis di depan rumahnya.


" Maaf Om, tadi aku hanya ingin bermain saja dengan kucing punya Om, Eh siapa yang tahu, dia malah lari jadinya aku kepleset deh." ucap Siska sambil meringis memamerkan giginya.


Ayahnya Andrew hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat gadis tanggung itu yang seperti tidak merasakan kesakitan walaupun darah yang bercucuran di tangan maupun kakinya.


" Ya sudah, ayo masuk rumah, biar Om obatin dulu." ujar ayahnya Andrew sambil memapah tubuh Siska yang kelihatan kesakitan.


" Om Apakah Andrew belum kembali dari rumah sakit?" tanya Siska saat dirinya sudah mulai diberikan pertolongan pertama oleh ayahnya Andrew yang merupakan direktur sebuah rumah sakit tempat Andrew bekerja.


" Andrew itu pulangnya malam, kalau jam segini dia masih sibuk dengan operasi para pasiennya. Kenapa? Kau menanyakan tentang Andrew? Apa kau rindu sama dia, hmmm?" tanya Om Steward kepada Siska yang sedang meringis kesakitan.


Stewart adalah sahabat ayahnya Siska kebetulan tahun itu Siska mengunjungi keluarga Steward untuk berlibur sekolahnya.


" Om kalau suatu saat aku menikah dengan Andrew. Apakah Om akan setuju?" tanya Siska dengan wajah polos tak berdosanya.


Stewart malah tertawa terbahak-bahak mendengarkan pertanyaan Siska yang menurutnya sangat lucu. Kenapa terasa lucu? Bagaimana mungkin seorang laki-laki dewasa seperti Andrew akan menikah dengan anak kecil seperti Siska yang baru berusia 12 tahun sementara Andrew sudah menjadi dokter sekarang.


Nanti bukannya di nikahan, yang ada orang tuanya Siska pasti akan marah kepada Andrew yang dikira akan melecehkan putrinya.


Melihat Stewerd yang tertawa membuat Siska menjadi manyun patah hati seketika.


" Kenapa kok malah tertawa begitu Om? Emangnya apa yang lucu? Apakah salah kalau aku ingin menikah dengan Andrew?" tanya Siska kecil.


Stewerd menggelengkan kepalanya masih tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan gadis kecil itu.


" Yah, nanti kalau kau sudah dewasa. Aku pasti akan menikah denganmu. Mulai sekarang kau banyaklah belajar. Biar kau juga nanti menjadi seorang dokter seperti itu!" jawab Andrew.


Tiba-tiba saja dari arah pintu Andrew dengan senyum khasnya menjawab pertanyaan Siska sehingga membuat Siska sangat bahagia dan langsung menghambur kepelukan Andrew tanpa memperdulikan luka yang ada di tangan dan kakinya.


" Oh, oh.. hati-hati Siska! kau masih saja ceroboh! Apa yang kau lakukan ini, hmmm? Kau tidak memperdulikan dirimu sendiri! Dasar gadis nakal!" ucap Andrew sambil mengacak rambut Siska yang masih betah di dalam pelukannya.


Stewarts tersenyum melihat interaksi kedua Insan remaja yang beda usia tersebut.


Stewart tahu kalau Siska sejak dulu memang menyukai putranya sejak Siska berusia 9 tahun. Akan tetapi dia tidak pernah terlalu menanggapinya karena baginya itu hanyalah cinta monyet seorang anak kecil yang kelak pasti akan dilupakan oleh Siska ketika dia telah dewasa dan menemukan laki-laki pujaan hatinya sendiri.


" Ayo Andrew! Kau selesaikan lah mengobati luka-luka Siska, nanti kalau infeksi jadinya kasihan kan?" tanya stewarts yang langsung di angguki oleh Andrew yang sedang mengelus rambut Siska dengan sayang.


Andrew kemudian menggenggam telapak tangan Siska dan memintanya untuk duduk di hadapannya agar dia bisa mengobati luka Siska yang ada di tangan dan kakinya.


" Ih, Ya ampun, Siska sayang. Apa yang telah kau lakukan, hmmm? Kenapa begini banyak luka di tangan dan kakimu?" tanya Andrew sambil menggelengkan kepalanya.


Mukannya menjawab Siska malah mencium Andrew, sehingga membuat Andrew menjadi geleng-geleng kepala melihat kelakuan absurd bocah kecil itu yang sangat berani mengekspresikan perasaannya.


" Aku cinta sama Andrew!" ucap Siska dengan wajah sumringahnya.


" Ya, Andrew juga cinta sama Siska! Udah diam dulu disitu! Jangan banyak bergerak Siska! Biar aku membersihkan dulu lukamu ini. Nanti kalau infeksi kau sendiri yang rugi!" ucap Andrew sambil tetap fokus untuk membersihkan luka-luka Siska dan mulai mengobatinya dengan begitu telaten.


Stewart Kemudian datang lagi dan menyuruh mereka untuk makan siang.


" Kalau sudah selesai. Ayo kita makan siang Siska. Cepatlah! Sebentar lagi orang tuamu datang untuk menjemputmu. Karena sekolahmu sebentar lagi akan segera masuk, masa liburanmu sudah selesai!" ucap Stewart sambil tersenyum kepada Siska yang sejak tadi terus saja menatap putranya dengan perasaan penuh cinta.


Setelah selesai mengobati Siska, Andrew kemudian menggenggam telapak tangan Siska untuk menuju ke ruang makan.


" Makanlah yang banyak Siska! Biar kau cepat besar hmmm? Jangan sampai nanti keburu Andrew menikah dengan perempuan lain gara-gara kau yang tidak besar-besar!" ucap Steward Sambil tertawa menggoda Siska yang sekarang cemberut dan misuh-misuh mendengar omongannya.


" Sudah Pah. Biarkan dia makan dulu! Kasihan dia. Jangan menggodanya terus!" ucap Andrew sambil fokus dengan makanannya.


Setelah mereka selesai makan malam, kedua orang tua Siska pun datang untuk menjemput Putri mereka kembali ke Indonesia.


" Maaf ya Steward. Kalau putriku Siska selalu merepotkanmu setiap kali liburan!" ucap ayahnya Siska sambil mengacak rambut putrinya yang sedang meringis kepadanya.


Andrew pergi ke dalam kamarnya mencari kotak hadiah yang sudah dipersiapkan untuk Siska sebelum dia kembali ke Indonesia.


" Tidak apa-apa. Kami senang kok dengan kehadiran Siska di sini. Dia membuat rumah kami menjadi ramai dan tidak selalu sepi lagi!" ucap Stewarts mengulas senyum kepada Siska yang masih berada dalam pelukan ayahnya.


Tidak lama kemudian Andrew datang dengan membawa sebuah kotak hadiah yang diserahkan kepada Siska.


" Bukalah nanti kalau kau sudah sampai di rumahmu!" ucap Andrew ketika dia menyerahkan kotak itu kepada Siska yang merasa senang sekali mendapat hadiah darinya.


" Apakah kalian sudah makan malam?" tanya Stewart kepada kedua orang tuanya Siska yang baru saja pulang dari bandara.


" Kami tadi sudah makan di perjalanan. Kami sudah rindu dengan Siska yang sudah sebulan ini tinggal disini dengan kalian!" ucap ayahnya Siska sambil menatap putrinya yang masih tersenyum karena bahagia mendapat kado dari Andrew.


Siska memang biasa menghabiskan liburannya di kediaman Steward karena dia senang bermain di sana di karena kan adanya Andrew yang menjadi idolanya sejak dia berusia 9 tahun.


Memang terdengar sangat konyol bukan? Bagaimana mungkin seorang anak 9 tahun bisa naksir dengan Andrew yang sudah menjadi seorang dokter bedah?


Setelah berbasa-basi sebentar. Mereka pun kemudian langsung berangkat kembali ke bandara. Karena besok Siska sudah mulai berangkat sekolah sehingga mereka tidak bisa berlama-lama berada di kediaman.


Seperti biasa terjadilah adegan mengharukan perpisahan antara Siska dan Andrew yang mengharu biru.


" Kamu ingat Andrew? Kau hanya boleh menikah denganku dan kau harus menungguku! Paham?" tanya Siska di antara isak tangis nya yang menyayat hati.


Kedua orang tua Siska hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putrinya yang absurd bagi mereka.


" Stewards! Maafkan ya tingkah laku Putriku yang sedikit aneh itu!" ucap ayahnya Siska sambil tersenyum kepada sahabatnya yang hanya menatap adegan Hendro dan Siska yang sedang mengucapkan salam perpisahan sebelum mereka berangkat ke Indonesia.


" Tidak usah khawatir Bro! Aku mengerti kok bagaimana perasaan seorang anak di usia Siska. Nanti ketika dia sudah dewasa dan menemukan laki-laki yang dia suka, pasti dia akan lupa dengan Andrew seketika! Biarkan saja jangan mengganggu fantasi indahnya di masa kecil!" ucap Stewart sambil tersenyum kepada ayahnya Siska yang menganggukkan kepalanya.


" Kau benar Bro! Ayahku sudah mengatur perjodohan Siska dengan cucu dari sahabatnya. Ah, entahlah aku juga bingung dengan masa depan putriku sendiri!" ucap ayahnya Siska sambil membaca rambutnya sendiri sangking frustasinya.


" Biarkan saja masa depan yang akan membuktikan semuanya. Kita lihat nanti, siapa yang kelak akan menjadi suami Siska! Kita tidak usah terlalu merisaukan hal-hal seperti itu. Karena jodoh sudah ada yang mengatur. Kita sebagai manusia hanya bisa menjalaninya saja dengan keikhlasan!" ucap Stewart sambil tersenyum kepada sahabatnya yang sejak dulu selalu menjadi tempat berbagi suka dan dukanya.


Setelah terdengar panggilan untuk para penumpang yang menuju Indonesia. Mereka pun kemudian langsung meninggalkan negara itu dan kembali ke Indonesia.


Terlihat Siska yang seperti tidak rela untuk melepaskan Andrew. Dia tampak menangis matanya terus menatap rindu dari kejauhan.


Flash back off


Andrew kemudian menghapus air matanya. Setelah dia mengingat masa lalu yang indah tentang Siska.


Ya sejak kepulangan terakhir kali itu, Siska tidak pernah kembali ke rumah Andrew untuk berlibur. Karena Siska mulai sibuk dengan sekolahnya yang baru dengan teman-teman nya yang baru dan pelajaran yang baru.


Apalagi kakeknya Siska melarang Siska untuk datang ke rumahnya Andre. Sehingga akhirnya secara perlahan Siska mulai melupakan cinta monyetnya kepada Andrew hingga sekarang dan tidak mengingatnya lagi.


" Ayah benar. Bahwa Siska akan melupakan cintanya terhadapku. Setelah dia menemukan laki-laki pujaannya!" ucap Andrew yang kemudian meninggalkan ruangan Farel.


Andrew yang sekarang semakin dewasa wajahnya memang agak berbeda. Andrew yang dulu selalu klimis dan tidak memelihara jenggot dan kumis. Akan tetapi sekarang Andrew semakin matang dan dewasa karena dengan usianya yang tak muda lagi.


Di usianya yang sudah 31 tahun sampai sekarang Andrew belum pernah menikah atau pun pacaran dengan gadis manapun. Entah apa yang menahan dirinya hingga saat ini belum juga mempunyai tambatan hati.


Menelisik dari wajah tampan Andrew dan juga kesuksesannya saat ini. Tidak sedikit wanita yang berusaha untuk menarik perhatiannya. Tetapi mereka semua tidak ada yang sukses membuat Andrew jatuh cinta terhadap mereka.