Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
Bab 246


" Istirahatlah di kamar paman. Kami saat ini sedang berusaha untuk mencari tahu siapa yang sudah melemparkan surat kaleng ini ke rumah kita." Siska meminta kepada Steven untuk beristirahat karena dia melihat wajah pamannya yang begitu kusut dan tampak begitu lelah.


" Tidak apa-apa. Kenapa main juga ingin tahu apa yang sedang kalian bicarakan!" Steven mengulas senyum kepada Siska yang walaupun dalam keadaan belum terlalu Fit tetapi masih tetap semangat untuk mendukung keluarga.


" Apakah tidak terlihat di CCTV Siapa yang melemparkan surat ini?" tanya Steven yang sangat penasaran tentang identitas pengirim surat.


" Surat ini tidak dilempar Paman. Tapi diberikan oleh seorang anak kecil kepada security di rumah kita yang katanya disuruh oleh seorang pemuda yang sangat tampan. Entahlah Paman! Kami juga bingung karena tidak ada bukti apa-apa.Keterangan itu hanya berdasarkan pengakuan dari anak kecil itu!" Farel menjelaskan segalanya kepada Stevan yang baru saja pulang dari luar kota.


Semua orang yang ada di dalam ruangan Itu tampak berpikir keras tentang surat itu. Apa ada sesuatu yang lain selain surat itu?" tanya Steven yang benar-benar sangat penasaran.


" Entahlah kelihatannya hanya surat ini saja. Tadi kepala security memberikan surat ini pada pembantu dan sampai kepadaku hanya surat saja yang amplopnya agak terbuka sedikit." mereka mengurutkan keningnya mendengar pengakuan dari Farel.


" Coba kita putar CCTV yang ada si seluruh rumah ini. Kenapa aku merasa ada sesuatu yang hilang disini? Pasti ada sesuatu selain surat ini yang dikirimkan oleh orang itu. Karena tidak mungkin dia hanya mengirimkan surat peringatan macam ini, tanpa memberikan bukti yang jelas kepada kita supaya kita percaya." Steven memberitahukan apa yang dia pikirkan.


Semua orang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Steven. " Baiklah kita coba untuk mengecek semua rekaman CCTV. Oh ya, ayo kita semua masuk ke ruang kerjaku. Andi tolong tutuplah semua pintu dan jendela. Agar tidak ada siapapun yang melihat ke dalam ruangan kerjaku selain kita semua yang ada di sini." perintah Adrian kepada Andi.


Andi dengan sikap kemudian menutup semuanya dengan cepat. Mereka semua kemudian masuk ke dalam ruang kerja Adrian dan mulai memeriksa CCTV yang ada di semua ruangan dan setiap sudut yang ada di rumah mereka.


Dengan sangat teliti Mereka melihat semua rekaman CCTV dari mulai datangnya surat kaleng itu yang di berikan oleh seorang anak kecil kepada kepala security lalu security memberikan surat kaleng itu kepada pembantu mereka.


Tidak ada keganjilan sama sekali Dari semua proses itu yang terekam di CCTV sampai pada masa sang pembantu yang mulai mengendap-ngendap memasuki suatu ruangan yang di ketahui oleh Steven tidak ada CCTV di sana.


" Apa yang dilakukan oleh pembantu itu kenapa dia masuk ke dalam ruangan itu? Bukan memberikan surat itu langsung kepada kita?" tanya Steven terlihat mengerutkan keningnya.


" Kita lihat setelah dia keluar dari sana. Apa yang dia lakukan." mereka semua matanya tertuju kepada pembantu itu yang kemudian keluar dari ruangan itu secara sembunyi-sembunyi.


Setelah dia rasa aman dari siapapun dia pun kemudian masuk ke dalam rumah dan memberikan surat itu kepada Farel. Setelah memberikan surat, terlihat pembantu itu menelpon seseorang di taman. Mungkin pembantu tidak tahu kalau di taman itu ada sebuah kamera tersembunyi yang disembunyikan oleh Steven dan tidak terlihat oleh orang luar selain yang memasangnya sendiri.


" Kita dengarkan apa yang dikatakan oleh pembantu itu di dalam teleponnya." Mereka kemudian menghidupkan suara CCTV dengan volume max agar suara pembantu itu bisa didengarkan secara jelas dan tidak kabur suaranya.


" Nyonya!! ada seseorang yang datang ke rumah ini memberikan sebuah surat kaleng yang memperingatkan kepada keluarga untuk berhati-hati karena Tuan Farel dan Nyonya Siska telah menjadi target pembunuhan berikutnya. Dia juga memberikan sebuah USB di dalam surat itu." ucap sang pembantu memberikan laporan kepada seseorang yang dia panggil Nyonya.


" Di mana USB itu?" tanya seseorang yang belum diketahui oleh mereka semua.


" Sudah saya amankan Nyonya. Nyonya tenang saja. Oh ya, datanglah kemari Nyonya agar saya bisa memberikan USB itu kepada anda secara langsung. Saya merasa bahwa USB Itu adalah sebuah bukti dari pernyataan orang yang mengirimkan surat kaleng itu agar dipercaya oleh mereka!" pembantu itu terlihat begitu frustasi.


" Belum Nyonya. Entahlah di mana Tuan Farel menyembunyikan kotak musik itu. Saya sudah berusaha untuk mencarinya tapi tidak pernah melihat siapapun pernah memegang kotak musik itu. Saya sudah putus asa sekali Nyonya. Memangnya untuk apa kotak musik itu?" tanyanya yang merasa sangat penasaran dengan perintah tersebut yang sudah diberitahukan begitu lama tetapi sampai saat ini belum berhasil dia tuntaskan.


" Kamu kerjakan saja tugasmu kenapa begitu banyak bertanya?" terdengar orang itu yang sangat kesel.


" Baiklah Nyonya. Saya akan berusaha untuk mencari kembali kotak musik itu." setelah itu orang itu pun berpamitan kepada orang yang dihubungi.


" Oh ya Nyonya. Kapan Nyonya kemari untuk mengambil USB yang ada di tangan saya?" tanya pembantu itu yang ternyata adalah mata-mata aku yang dikirimkan oleh Silvia di kediaman Farel.


" Aku akan segera ke Jakarta untuk mengambil USB itu. Kamu harus menjaga USB itu! Jangan sampai hilang dari tanganmu! Apa kamu mengerti?" tanya wanita itu dengan keras sehingga terdengar begitu lantang di kamera.


" Mama??" tanya Adrian yang sontak mengenal suara ibunya di dalam panggilan telepon tersebut.


Semua orang menatap Adrian. " Apakah itu artinya orang yang ada di balik Ini semua adalah mama kita?" tanya Steven yang merasa pening kepalanya.


Semua orang yang ada di dalam ruangan terlihat saling menatap satu sama lain mencoba untuk mencerna semua isi pembicaraan yang terekam di rekaman CCTV.


" Kita tunggu saja. Apakah benar besok mama kita akan datang kemari dan menemui pembantu itu. Ingatlah! Mata kita semua harus tertuju kepada pembantu itu, jangan sampai lepas!" Adrian memberikan peringatan kepada seluruh anggota keluarga yang ada di dalam ruangan kerjanya.


Terlihat semua orang yang begitu tegang dengan penemuan yang sangat diluar dugaan mereka.


" Kenapa Mama kita harus melakukan ini semua? Farel, hal apa yang dia maksud dengan kotak musik yang ada padamu?" tanya Adrian sambil menatap kepada Farel.


Farel kemudian mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah kotak musik dan sebuah kalung kepada semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


" Kotak musik ini aku temukan di kamar ayahnya Siska sebelum kami menikah. Kotak musik ini adalah peninggalan kakekku. Di dalamnya ada cincin pernikahan kita berdua yang sekarang kita gunakan. Ada juga sebuah kalung yang menjadi kunci harta karun yang sudah dipersiapkan oleh kakekku di Bengalow yang ada di Bali. Kakeku menyiapkan itu semua untuk hadiah pernikahanku bersama Siska. Aku melupakan tentang kotak musik itu dan juga tentang bengalaw yang di maksud oleh kakekku juga belum pernah aku kunjungi. Begitu banyak masalah yang terjadi di keluarga kita yang membuat kepalaku hampir meledak sehingga melupakan tentang itu semua." Farel menjelaskan kepada mereka semua tentang kotak musik yang dimaksud oleh wanita yang ada di dalam telepon tersebut.


Adrian dan Steven saling menatap satu sama lain sekarang mereka mengerti apa yang sedang terjadi di sana. " Melihatannya Mamah kita yang memang benar-benar sedang merencanakan hal keburukan di keluarga ini. Aku pernah mendengar satu kali Mama pernah membicarakan tentang kontak musik itu dengan Papa kita saat beliau masih hidup." Steven Kemudian menceritakan Semua yang dia lihat pada hari itu ketika ibunya begitu antusias bertanya tentang kotak musik kepada suaminya.


" Waktu itu aku tidak ngeh tentang kotak musik yang dibicarakan oleh mereka dan aku pikir itu hanyalah kotak musik biasa dan tidak penting sama sekali." mendengar apa yang dikatakan oleh Steven seketika Farel mengingat tentang kejadian ketika dirinya dikejar-kejar oleh beberapa mobil sampai akhirnya ada seseorang yang harus mati masuk jurang karena menyalip dirinya.


Sementara Farel sendiri berhasil menyalakan diri ke area perkampungan setelah berusaha sangat keras untuk terbebas dari kejaran mobil-mobil hitam itu.


" Jadi mama Silvia sudah mengejarku sejak 10 tahun yang lalu? Karena perihal kotak musik itu?? Aku bisa memastikan mama Silvia pasti tertarik dengan harta karun yang dibicarakan olehku dengan kakeknya Siska yang tersembunyi di dalam kotak musik" ucapan Farel cukup mengejutkan Adrian dan Steven.