Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
181. Bertemu lagi!!


" Apakah kita bisa bertemu?" tanya Abimana pada Steven yang saat ini sedang sibuk di kantornya.


" Ya ampun Abi! Bukankah kau tahu kalau sejak kakakku sakit, Aku menjadi super sibuk?? Karena aku harus mengurusi semua pekerjaan yang dia lakukan." Ucap Steven sambil memijat pelapisnya yang terasa begitu sakit dan pening.


Steven benar-benar tidak menyukai pekerjaan sebagai seorang Wakil CEO. Dia sudah terlalu biasa dan menikmati hidupnya dengan diatur oleh sang kakak.


Sejak dulu Steven memang paling tidak suka berpikir keras. Biasanya Adrian yang selalu menjadi pilot project untuk segalanya dan Steven tinggal melaksanakan apa yang sudah direncanakan oleh sang kakak.


Akan tetapi sejak Adrian sakit dan tidak bisa melakukan apa-apa secara otomatis Steven menggantikan kakaknya untuk membantu Siska di perusahaan Prayoga group.


" Tadi Rossa Mandalika datang ke restoranku dan meminta untuk menunjukkan CCTV kepadanya. Waktu itu aku melihat anak buah Siska yang meletakkan ponsel di bawah meja tempat Rosa duduk saat dia makan di restoranku. Jadi aku yakin kalau hal ini pasti melibatkan kamu juga. Karena pada hari itu aku melihatmu berada di restoran ini bersama dengan Siska!" Abi mana mengatakan semua kepada Steven.


Steven menghela nafas dalam berat. " Apa yang kau katakan pada Rossa?" tanya Steven yang sekarang kepalanya semakin pening.


" Aku tidak mengizinkannya untuk mengakses CCTV di restoranku. Karena aku takut akan memberikan dampak negatif kepadamu." Steven merasa lega sekali mendengarkan kabar itu.


" Terima kasih banyak Abi atas Pertolongan kamu ini," Steven benar-benar merasa berhutang Budi kepada Abimana.


" Jadi apa bisa kita bertemu untuk membicarakan masalah ini? Karena aku rasa ini semua tidaklah sesederhana itu." ucap Abimana mendesak kepada Steven untuk bertemu dengannya.


" Baiklah ketemuilah aku nanti setelah pulang bekerja. Temui aku di Rumah Sakit tempat kakakku dirawat. Biasanya aku pulang kerja selalu menengoknya di sana!" setelah memberitahukan ruangan dan juga nama rumah sakit tempat Kakaknya dirawat Steven pun kemudian menutup panggilan telepon tersebut.


Steven langsung berlari menuju ke ruangan Siska.


" Ada apa Paman?? Kenapa kau begitu panik?" tanya Siska yang saat ini sedang bekerja di balik mejanya.


" Barusan pemilik restoran tempat kita melakukan aksi kepada Rossa, menelponku. Dia mengatakan padaku kalau Rossa meminta kepadaNya untuk menunjukkan CCTV di restorannya pada hari dia kehilangan ponselnya!" Siska benar-benar terkejut mendengarkan hal itu.


" ****!! Wanita ular itu benar-benar tidak pernah mau menyerah dengan apapun!" Umpat Siska yang benar-benar marah dan juga kesal kepada Rossa.


Apalagi setelah mengetahui bahwa Rossa terus saja mengejar suaminya membuat Siska menjadi ilfil luar biasa kepada gadis itu.


" Lalu apa yang dilakukan oleh pemilik restoran itu? Apakah dia memberikan rekaman CCTV itu?" tanya Siska benar-benar penasaran.


Steven duduk di hadapan Siska sambil meraup wajahnya dengan begitu frustasi.


" Untungnya waktu itu dia melihat anak buahmu yang meletakkan ponsel milik Rossa di bawah meja tempat Rosa makan. Jadi dia tahu kalau semua ini pasti berurusan dengan kita berdua!" Siska merasa lega mendengarkan hal itu.


" Syukurlah kalau dia tidak menunjukkan rekaman CCTV itu." Ucapnya.


" Sekarang kita harus benar-benar berhati-hati dan jangan sampai gegabah lagi. Semua yang kita lakukan harus terencana!" Steven Kemudian berpamitan dari ruangan Siska dan kembali ke ruangannya.


Siska kemudian menghubungi Abimana untuk berbicara secara langsung dengan pemuda itu dan berterima kasih kepadanya.


" Steven sudah menceritakan semuanya kepadaku. Terima kasih karena kau sudah menolong kami berdua!" Siska mengucapkan rasa terima kasihnya dengan tulus dan Abimana merasa senang karena bisa berbicara dengan CEO Prayoga group yang sangat terkenal cantik dan baik.


" Dia memang layak untuk mendapatkan itu. Dia jahat sekali karena ingin menghancurkan perusahaan kalian." Abimana tiba-tiba mengingat seseorang yang memiliki hobi sebagai seorang hacker yang sangat terkenal.


Akan tetapi sampai saat ini tidak ada siapapun yang mengetahui tentang identitas hacker tersebut.


' Apa jangan-jangan Hacker itu yang sedang bekerja saat ini untuk menghancurkan Mandalika grup?' bathin Abimana.


Setelah Siska menutup panggilan teleponnya Abimana pun kemudian bersiap-siap untuk menemui seseorang.


" Aku harap heacker itu bukan kamu!" monolog Abimana ketika dia masuk ke dalam mobilnya dan menuju sebuah tempat yang biasa dia kunjungi ketika dia merindukan seseorang yang sudah lama dia cintai.


Abimana langsung masuk ke dalam rumah sakit tempat Andini bekerja. Loh?? Ya!! Abimana adalah mantan kekasih Andini yang sudah lama tidak bertemu.


Dulu mereka pernah hampir menikah tetapi tidak direstui oleh orang tua Abimana. Karena mengetahui Andini yang hanyalah anak yatim piatu tak berharta.


" Aku harap kau masih bekerja di sini," monolog Abimana sambil terus berjalan menuju ruangan para suster tempat Andini bekerja di sana.


Pada saat Abimana hendak masuk ke dalam ruangan para suster terlihat Steven yang berjalan ke arahnya.


" Kau disini?" tanya Steven merasa terheran.


" Aku rasa kalau kita bertemu sekarang mungkin jauh lebih baik," dusta Abimana kepada Steven yang saat ini sedang mencari Andini karena Adrian yang sejak tadi meminta untuk pulang kepadanya.


" Sebentar dulu Abi. Aku harus mencari suster yang mengurus kakakku. Karena kakakku dari tadi terus saja meminta pulang!" Steven pun kemudian meninggalkan Abimana yang masih membeku di tempat.


Abimana sampai tidak bisa berkata-kata ketika melihat Andini yang ternyata saat ini sedang bertemu dan berbicara dengan Steven.


" Apakah itu artinya Andini yang merawat Kak Adrian?" monolog Abimana begitu frustasi.


" Semoga saja keluarga Prayoga tidak mengetahui kalau kau yang sudah mencoba untuk meng-hack perusahaan mereka." monolog Abimana yang hanya dalam satu kali pandang bisa mengetahui kalau pelaku yang telah menghecker perusahaan Rosa Mandalika adalah Andini mantan kekasihnya yang sangat cerdas dan pintar.


Andini hanya melewati saja ketika dia melihat Abimana yang berdiri tidak jauh dari tempat dirinya sedang berbicara dengan Steven tadi.


Abimana hanya mengikuti mereka berdua ya saat ini sedang berjalan menuju ke ruangan Adrian.


Abimana sampai lemas tubuhnya ketika melihat Adrian yang saat ini benar-benar sudah bisa bangun dan sudah bisa berbicara dengan pelan-pelan.


" Abi. Bisakah kau duduk dulu di sofa itu? Karena aku harus mengurus prosedur kepulangan kakakku. Kakakku sudah terlalu bosan tinggal di rumah sakit terlalu lama!" Abimana hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian mengikuti apa yang dikatakan oleh Steven.


Setelah Steven pergi. Terlihat Andini yang saat ini sedang membereskan semua barang-barang milik Adrian dan juga keluarganya yang selama hampir lebih dari 2 bulan tinggal di ruangan itu.


Andini sejak tadi berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak terpengaruh dengan keberadaan Abimana yang sejak tadi hanya menatapnya dalam diam dan tidak mengatakan apapun.


' Ya ampun! Kenapa Abimana bisa ada di sini? Apakah dia mengenal Tuan Steven? Gawat kalau sampai Abi menceritakan kepada Steven tentang pekerjaan sampinganku sebagai seorang hacker.' bathin Andini benar-benar merasa ketakutan dengan apa yang akan terjadi kalau sampai Abimana menceritakan segala tentang dirinya.