
" Tolong bahagiakanlah Karina. Karena aku tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan itu. Aku tidak beruntung untuk menjadi suami dia!" ucap Heru yang menatap sendu ke arah Karina yang hanya bisa cuek dan terlihat tidak bahagia.
" Tenanglah aku pasti akan membahagiakan istriku. Walaupun kau tidak memintanya!" ucapinru sambil menggenggam telapak tangan Karina dan menciumnya dengan begitu lembut di hadapan Heru.
Heru tampak terpanjang melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Andrew kepadanya.
" Aku sangat mencintai istriku jadi aku pasti tidak akan membiarkan dia menderita!" Karina menatap Andrew dengan begitu lekat.
Andrew tersenyum menatap Karina yang seperti tidak percaya dengan kata-katanya.
Memang selama ini Andrew tidak terlalu mengobral tentang perasaannya terhadap Karina. Oleh karena itu Karina cukup excited melihat suaminya yang saat ini sedang mengatakan cinta kepadanya di hadapan sang mantan yang telah menorehkan begitu banyak luka di hatinya di masa lalu.
" Udah pergi sana! Kau urus itu, Anak dan istrimu. Ngapain kau menghabiskan waktumu di sini dan mengganggu kami berdua?" tanya Karina dengan wajah kecut dan penuh permusuhan kepada Heru.
Heru menatap kepada Andrew kemudian berpamitan kepada suami Karina dengan senyuman yang hangat.
" Saya permisi Bro. Tolong bahagiakan Karina. Jangan pernah menyakiti dia!" Heru pun kemudian meninggalkan Karina dan Andrew.
Karina yang terus menetap tajam penuh kebencian pada Heru langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun pada Andrew. Andrew hanya melihat kepergian Heru dan Karina dengan tatapan sejuta pertanyaan yang ingin dia tanyakan kepada Karina.
Akan tetapi Andrew bisa mengerti sedikit banyak. Hal apa yang sedang terjadi di hadapannya saat ini mengenai Karina dan Heru yang dapat dia tebak pasti memiliki kisah yang pahit dalam hubungan asmara.
Setelah membayar harga makanan yang tadi mereka pesan, Andrew pun kemudian pergi dari sana dan langsung mengejar Karina yang sekarang sudah berada di dalam mobilnya.
Sementara itu Heru dan Amelia hanya memperhatikan kepergian mereka.
" Maafkan aku ya Mas. Gara-gara aku dan anakku, hubunganmu dengan dokter Karina menjadi sangat buruk. Aku benar-benar telah berdosa kepada kalian berdua!" ucap Amelia yang tampak menangis sambil memeluk putranya yang saat ini sedang tertidur di dalam pelukannya.
" Saat itu kau sedang hamil anak kakakku yang telah memperkosa kamu. Sementara kakakku harus menikah dengan tunangannya yang merupakan wasiat dari kakekku yang sudah meninggal Bagaimana mungkin aku akan membiarkan keponakanku hidup tanpa seorang ayah?" tanya Heru berusaha untuk tersenyum di hadapan Amelia. Walaupun sebenarnya di dalam hatinya, saat ini dia sedang menangis sedih setelah mengetahui karena sudah menikah dengan laki-laki sebaik dan setampan Andrew.
" Sudahlah Ayo kita pulang kasihan kalau Herry harus kepanasan berada di jalan." Hero pun kemudian mengangkat tubuh Heri dan membawa anak kecil yang tampan itu di dalam pelukannya.
Walaupun Herry bukan anak kandungnya, akan tetapi Heru sangat menyayangi keponakannya itu yang benar-benar sangat mirip sang kakak ketika masih kecil dulu.
Kakaknya sekarang tinggal di Jepang bersama dengan keluarganya dan hidup bahagia di sana.
Sementara Amelia dan Heru hanya menjalani pernikahan di atas kertas. Selama pernikahan mereka, Heru tidak pernah menyentuh wanita itu dan memperlakukan dia seperti istrinya.
" Padahal kita bisa menjelaskannya kepada dokter Karina waktu itu. Akan tetapi Mas Heru lebih memilih untuk membiarkan semua kesalahpahan dan itu semakin meruncing. Hingga Dokter Karina akhirnya lebih memilih untuk meninggalkan Indonesia dan tidak pernah kembali ke mari!" Amelia tampak merasa begitu bersalah karena telah menghancurkan hubungan cinta antara Karina dan Heru yang dia tahu sangat dalam.
Mereka kemudian kembali ke apartemen mereka dan menidurkan Heri di kamarnya.
" Sekarang bagaimana dengan pernikahan kita Mas? Dokter Karina sudah menikah dengan laki-laki lain." tanya Amelia menatap tajam kepada suaminya yang sedang duduk di tepi ranjang yang ada di kamar Herry.
" Katakan padaku Amelia. Apakah kau pernah mencintaiku?" Amelia terkejut mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Heru.
Serasa jantungnya hampir mau copot saja. Karena selama pernikahan mereka yang sudah hampir 9 tahun, Heru tidak pernah menanyakan hal-hal seperti itu kepadanya.
" Katakanlah padaku. Apakah kau pernah mencintaiku?" tanya Heru lagi dengan tatapan semakin dalam.
visualisasi Heru dan Amelia.
" Ah, sudahlah Amelia. Lupakan saja semua pertanyaan bodohku itu. Kau Istirahatlah bersama dengan Herry!" ucap Heru tampak lesu dan kemudian meninggalkan Amelia.
" Mas!!" ucap Amelia dengan suara gemetar memanggil Heru.
Heru yang tadinya berniat hendak keluar dari kamar Herry pun kemudian membalikkan tubuhnya dan menatap Amelia dengan sejuta pertanyaan di hatinya.
Selama pernikahan mereka 9 Tahun Lamanya kali ini baru Heru melihat sisi lain seorang Amelia yang ternyata sangat lihai dalam berciuman dan membuatnya kesulitan untuk mengimbangi Amelia.
Maklum saja selama 9 tahun itu Heru libur dari mencumbu seorang wanita. Bisa di pahami, jika kemampuannya menyenangkan hati wanita tampaknya mulai tumpul dan berkurang. Sehingga dia hanya bisa pasrah menerima servis yang diberikan oleh Amelia kepadanya.
Nafas mereka berdua tampak terlihat ngos-kosan setelah ciuman panjang yang begitu menggairahkan di antara mereka.
" Aku mencintai kamu Mas. Aku sangat mencintai kamu. Tetapi selama ini Aku selalu menahan rasa cintaku itu kan aku tidak mau membebanimu dalam perasaanku. Karena aku tahu kalau kau masih berharap untuk bisa bersama dengan dokter Karina setelah surat perjanjian pernikahan kita berakhir!" ucap Amelia yang menatap Heru dengan sendu.
Heru menahan gerakan Amelia yang hendak meninggalkannya.
" Jangan pernah tinggalkan Aku. Aku tidak tahu bagaimana akan hidup tanpamu dan juga Herry. Kau tahu bukan? Kalau aku sangat menyayangi Heri seperti Putraku sendiri?" tanya Heru menahan tubuh Amelia dalam pelukannya dan tidak mengizinkan Amelia untuk pergi darinya.
" Aku tidak akan pernah pergi dari hidupmu selama kau masih menginginkan kami berada di sisimu!" ucap Amelia dengan suara serak.
Bagaimanapun Amelia masih menghormati Heru sebagai laki-laki bebas. Walaupun di atas kertas mereka adalah suami istri yang sah baik sekedar agama maupun negara.
Waktu mereka sepakat untuk menjalani pernikahan itu. Karena Heru yang murni ingin menolong seorang gadis desa yang kebetulan mengalami nasib malang karena telah diperkosa oleh kakaknya yang saat itu sedang mabuk di sebuah klub malam. Hingga akhirnya Amelia hamil. Mereka tidak memiliki ikatan cinta sama sekali. Jadi Amelia merasa tidak memiliki hak untuk mengikat Heru sebagai suaminya untuk selamanya bersama dengannya dan putranya.
" Apakah kau mau, kalau kita berdua mulai sama-sama menjalin pernikahan ini dari nol dan kita bentuk keluarga kita seperti keluarga normal lainnya?" tanya Heru sambil membingkai wajah Amelia yang cantik dengan kedua tangannya.
Ketika melihat Amelia yang menganggukkan kepala dengan air mata yang berderai di kelopak matanya, Heru pun langsung menggendong Amelia untuk menuju kamar pribadinya yang selama ini hanya dimasuki oleh Amelia apabila membereskan kamarnya dan juga memasukkan pakaian Heru yang sudah dia cuci ke dalam lemari milik Heru.
Akhirnya, setelah 9 tahun pernikahan mereka berdua. Untuk pertama kalinya, mereka berdua melakukan hubungan suami istri dengan keikhlasan tanpa paksaan siapapun.
Mereka berdua pun akhirnya sepakat untuk menjalani pernikahan mereka secara normal tanpa embel-embel pernikahan kontrak di antara mereka berdua.
Setelah selesai melakukan kewajiban mereka sebagai suami dan istri untuk pertama kalinya. Heru dan Amelia pun kemudian sepakat untuk menyobek surat kontrak pernikahan mereka yang sebenarnya akan berakhir pas ulang tahun Hery yang ke 9, tepatnya tinggal beberapa minggu lagi.
Untung saja Karina dan Heru bertemu. Sehingga Heru mengetahui tentang status Karina yang sekarang sudah menjadi istri Andrew. Kalau tidak mereka berdua pasti akan bercerai dan kemudian Heru mencari Karina untuk mengejar cinta mereka berdua yang belum usai. Karena Heru yang memilih untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh kakaknya.
Yah begitulah misteri jodoh yang sudah diatur oleh Tuhan kepada orang. Banyak rupa-rupa jalan menuju cinta sejati yang akan mampu membahagiakan hidup mereka yang iklas menerima takdir hidup yang datang kepada mereka.
Mereka pun kemudian memutuskan untuk merayakan pernikahan mereka yang telah memasuki awal baru dalam hubungan mereka saat ini.
" Kau menginginkan kita makan malam di luar atau kita makan malam di rumah saja dengan masakan lezat kamu tentu saja?" tanya Heru sambil mencium kening Amelia yang saat ini masih berada dalam pelukannya.
Terlihat Amelia yang terdiam sejenak saat dia mendengarkan pertanyaan dari Heru.
" Tampaknya kalau kita melakukan makan malam di rootrop sambil menatap bintang dan juga rembulan yang saat ini sedang purnama, itu pasti akan sangat romantis!" ucap Amelia dengan mata yang berbinar-binar.
Heru kemudian menelpon pembantu yang bekerja di rumahnya. Kemudian dia pun meminta kepada mereka untuk menyiapkan apa yang diinginkan oleh Amelia.
" Biarkan pembantu saja yang menyiapkan semuanya. Kau cukup beristirahat di sini dan menemaniku sampai aku puas!" ucap Heru yang tersenyum nakal kepada Amelia.
Amelia yang merasa sangat bahagia karena ternyata suaminya memiliki sisi seperti itu. Dia pun akhirnya menuruti apapun yang diinginkan oleh Heru.
Amelia yang pada dasarnya memang sudah mencintai Heru sejak dulu. Akan tetapi dia tidak berani untuk mengungkapkan perasaan cinta itu. Pada saat ini, ketika Heru mulai mencumbu rayu dirinya dan menyatakan ingin membangun rumah tangga bahagia bersamanya, Amelia pun menyambut semua hal yang dilakukan oleh Heru kepadanya dengan penuh Sukacita dan kebahagian.
" Terima kasih karena selama 9 tahun ini kau telah menjaga dirimu dan selalu bersabar dengan semua hal buruk yang pernah aku lakukan kepadamu. Maafkan aku!" ucap Heru yang benar-benar merasa berdosa karena sudah menyakiti Amelia selama ini.
Padahal niatnya menikahi Amelia adalah untuk menolong wanita itu dari rasa malu dan juga penderitaan karena hamil di luar nikah gara-gara kakaknya. Akan tetapi Heru tetaplah seorang manusia biasa.
Kadang Heru berada pada titik merasa marah kepada Amelia yang sudah membuatnya harus melepaskan cinta yang sangat dia idam-idamkan selama ini.
Ya, Heru sangat mencintai Karina pada waktu itu bahkan banyak mimpi yang sudah dia bangun dengan wanita yang sangat dia cintai. Tetapi semuanya hancur berkeping-keping ketika dia memutuskan untuk bertanggung jawab atas kesalahan kakaknya yang sudah membuat hamil anak gadis orang lain yang celakanya adalah anak dari pembantu kekasihnya sendiri.
Keadaan dilema di dalam hati Heru saat itu sangatlah besar. Tetapi dia pun tidak bisa mundur dari keputusannya.