Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
143. Kesenangan


Alexis dan Andreas kemudian berangkat ke luar kota untuk melakukan pekerjaan mereka. Di luar Mereka terlihat layaknya artis dan manajer yang begitu profesional.


Akan tetapi kalau sedang berdua saja di dalam ruangan mereka adalah sepasang kekasih yang selalu saja maunya lengket.


Alexis atau Amora sudah berusaha untuk melupakan marah dengan kehadiran Andreas di sisinya.


Walaupun dia tidak terlalu tahu niat dari Andreas untuk bersamanya. Tetapi dia cukup bersyukur dengan pemuda itu yang selalu mengerti dan juga selalu mengutamakan dirinya di atas segalanya.


Alexis baru kali ini merasa sebagai wanita yang dihargai dan juga dicintai oleh seorang laki-laki dan Andreas selama ini selalu saja memperlakukannya selayaknya seorang Ratu.


" Kau jangan terlalu di porsir untuk bekerja terus. Ingatlah dengan kesehatanmu. Aku khawatir kalau sampai drop lagi!" ucapan rasa mengingatkan kepada Alexis ketika dia membawakan makan siang untuk kekasihnya di lokasi syuting.


" Aku tahu dengan kesehatan tubuhku sendiri. Kau tidak usah terlalu khawatir denganku sayang. Kau lakukan saja pekerjaanmu dengan baik!" ucap Alexis sambil mengecap bibir Andreas sekelas kemudian melanjutkan persiapannya untuk syuting.


Saat ini Alexis sedang berada di ruang make up dan hanya berdua saja dengan Andreas. Oleh karena itu dia berani melakukan hal intim seperti itu pada manajernya.


" Baiklah aku percaya dengan penilaianmu sendiri sayang. Sekarang juga! Ayo kita segera ke lokasi syuting. Sejak tadi para kru sudah mondar-mandir terus mencarimu!" ucap Andreas yang benar-benar merasa khawatir dengan karir kekasihnya.


Alexis hanya tersenyum dengan kekhawatiran yang diperlihatkan oleh Andreas kepadanya.


" Percayalah padaku Andreas aku bisa menjaga diriku! Baiklah sebaiknya kau kembali saja ke kantor dan menyiapkan kontrak baru dengan agency lainnya. Setelah film ini selesai diproduksi!" Alexis memberikan perintah kepada Andreas.


Seperti biasa Andreas selalu menuruti semua yang dikatakan oleh Alexis. Karena dia memang sangat mempercayai penilaian dari Alexis yang selalu pintar memilih pekerjaan dia dan selalu sukses di pasaran.


***


Adrian sekarang sudah kembali ke Jakarta karena masalah yang ada di Bandung sudah diselesaikan dengan baik.


Adrian sudah memecat orang-orang yang bermasalah di perusahaan ayahnya dan mengganti dengan orang-orang jujur yang menjadi kepercayaannya.


ibunya Adrian tanpa kecewa dengan keputusan putranya yang lebih memilih untuk tinggal di Jakarta daripada membantu dirinya mengurus bisnis yang ada di Bandung.


Sebenarnya Adrian hanya ingin menghindari para wanita yang terus saja mengejarnya tanpa merasa lelah. Padahal dia merasa tidak pernah memberikan harapan kepada mereka.


" Mama kecewa sekali denganmu Adrian! Kau lebih memilih untuk mendampingi keponakan kamu daripada mendampingi mamamu sendiri!" ucap sang ibu marasa benar-benar kecewa kepada anaknya.


Adrian hanya menatap ibunya sekilas kemudian dia langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya untuk segera sampai ke Jakarta.


Indrina yang saat ini sedang menatap ke arah Adrian yang sudah meninggalkan Bandung. Dia tampak begitu sedih hatinya karena harus berpisah dengan Adrian dan Entah berapa lama mereka tidak akan bertemu lagi.


Adrian sudah menegaskan bahwa hubungan mereka sudah putus dan ada yang tidak akan pernah mau untuk kembali kepada dirinya.


" Maafkan tante indrina. Kelihatannya Adrian memang sudah tidak mencintaimu lagi sebaiknya kau lupakan saja dia! Ya sudah! Tante masuk dulu ke dalam kamu hati-hatilah di jalan!" ucap ibunya Adrian yang kemudian langsung menutup pintu rumahnya dan tidak memperdulikan indrina yang terus meminta masuk ke dalam rumah nya.


Sementara itu Siska dan Farel merasa senang karena Adrian memutuskan untuk kembali ke perusahaan untuk membantu Siska.


Farel merasa senang kalau di perusahaan ada Adrian setidaknya Paman Siska itu sangat ahli dalam mengambil segala keputusan.


" Terima kasih Paman karena Paman mau kembali ke mari!" ucap Siska sambil memeluk Adrian ketika dia menyambut kedatangan pamannya kembali ke mansion milik Prayoga Group yang ada di Jakarta.


" Paman tidak bisa melepaskan tanggung jawab di sini begitu saja! Bagaimanapun sebelum kakekmu meninggal, dia sudah mewanti-wanti kepada Paman untuk kami berdua agar selalu menolongmu!" ucap Adrian memberitahukan Alasannya kenapa dia lebih memilih untuk membantu Siska daripada membantu ibu kandungnya sendiri dalam mengurus perusahaan yang ada di Bandung.


Dan tentu saja Adrian menutupi tentang kedua wanita yang terus saja membuatnya pusing kepala dengan selalu ribet dan bertengkar setiap kali bertemu.


Adrian sebisa mungkin untuk menutupi tentang mereka berdua di hadapan Siska maupun Steven.


Stefan sebenarnya sudah bisa menangkap kejanggalan sang kakak. Tetapi dia tidak mau berasumsi sembarangan. jadi Stefan hanya diam saja mendengarkan semua yang dikatakan oleh Andrian yang selama ini selalu bijaksana dalam mengambil Setiap keputusan dalam hidupnya.


Apabila kakaknya sampai menghindari sesuatu, itu pasti karena dia yang tidak merasa senang ataupun tidak merasa sreg dengan Sesuatu itu.


Walaupun Steven tidak terlalu mengetahui masalah kakaknya tetapi sedikit banyak keluhan Ibunya bisa membuat Steven mengerti tentang apa yang sedang terjadi.


" Ada apa sebenernya dengan kamu Kak? aku tahu bukan hanya masalah tanggung jawab yang saat ini sedang kau pikirkan. Akan tetapi ada hal lainnya yang tetap mengganggu pikiranmu. Apakah itu benar, kakaku sayang?" tanya Steven ketika tinggal berdua saja di kantor milik Adrian.


Adrian terlihat melirik ke arah Steven kemudian tersenyum kepada adiknya.


" Aku baik-baik saja sudahlah kau kembalilah ke ruanganmu jangan selalu berspekulasi sesuatu yang tidak penting!" ucap Adrian yang kemudian meninggalkan Steven berada di ruangan kerjanya.


Sementara itu Adrian lebih memilih untuk menenangkan dirinya di atas rootrof perusahaan Proayoga group.


Sampai saat ini Adrian masih belum bisa melupakan apa yang dikatakan oleh ibunya mengenai nasehat ibunya untuk mengambil alih perusahaan Prayoga group dari tangan Siska.


Adrian memang anak dari istri kedua sang ayah dan ayahnya Siska adalah anak pertama dari istri pertamanya sang ayah yang meninggal karena sakit. Oleh karena itu Ayahnya Siska ditunjuk sebagai pewaris dari perusahaan sang ayah yang bernama Prayoga Group.


" Apa benar kau akan selamanya mau berada di bawah dan selalu diperintah oleh Siska? ingat Adrian Kau yang selama ini sudah membangun perusahaan Prayoga group dan menjadikannya sebesar ini! Siska tidak memiliki kontribusi apapun terhadap perusahaan Dia tidak memiliki hak untuk menjadi pewaris dari Prayoga Group!" ucap sang ibu kepada Adrian ketika mereka sedang berdebat dengan sengit.