
Siska saat ini sedang berkunjung ke Mansion keluarga Prayoga group setelah mendengar dari Stevan bahwa pamannya sudah kembali dari rumah sakit.
" Syukurlah Paman! Akhirnya Paman sudah bisa kembali lagi ke rumah!" Siska memeluk Adrian yang saat ini sedang duduk di kursi roda dan tersenyum kepada nya.
Siska melirik ke arah Andini yang sejak tadi hanya berdiri saja di samping Adrian.
Siska sudah mendengarkan semua cerita dari Steven tentang Andini yang merupakan seorang hacker profesional yang telah menghancurkan perusahaan Mandalika group. Hingga saat ini masih belum bisa beroperasi kembali setelah database perusahaan mereka yang hilang dan raib entah ke mana dan mereka mengalami kesulitan untuk memulihkannya kembali.
" Paman aku pinjam dulu Andini. Aku ingin bicara dengan dia!" Siska meminta izin kepada Adrian untuk bisa berbicara dengan Andini yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya. Sejujurnya Andini merasa bersalah kepada perusahaan Prayoga group yang pernah hampir saja dihancurkan atas perintah dari Rosa Mandalika yang menjadi kliennya pada saat itu.
" Pergilah!" Adrian tahu bahwa mereka akan membicarakan hal yang sangat penting karena sudah beberapa kali Steven berbicara dengan Andini di hadapannya.
Siska kemudian memberikan kode kepada Andini untuk mengikutinya.
Andini berpamitan kepada Adrian kemudian dia pun mengikuti Siska ke ruang keluarga.
Adrian saat ini sedang berjemur di depan rumahnya untuk menyerap vitamin D untuk kulitnya yang selama berapa bulan hanya ada di dalam ruangan.
Andini sampai saat ini masih belum percaya diri untuk bisa berbicara dengan Siska secara terbuka soal profesi sampingannya yang menjadi seorang hacker profesional.
" Aku sudah mendengar cerita dari Paman Steven tentang pekerjaanmu. Terima kasih banyak karena kau sudah menghancurkan perusahaan Mandalika Group yang selama ini selalu menjadi musuh perusahaan kami. Oh ya aku mempunyai tawaran bagus untuk kamu. Bagaimana kalau kau menjadi tim IT di perusahaan kami? Aku akan menjadikanmu sebagai ketua di dalam tim itu." Andini benar-benar terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Siska.
" Maafkan saya Nyonya. Tapi saya sudah nyaman untuk bekerja menjadi seorang suster. Bagi saya hacker hanyalah pekerjaan sampingan yang tidak akan saya prioritaskan selama hidup saya." ucap Andini pelan.
Andini sebenarnya tidak mau untuk membuka identitasnya sebagai seorang hacker Tetapi semuanya sudah terbongkar percuma juga kalau dia berbohong malah akan membuat sesuatu menjadi tidak nyaman di antara mereka.
Siska menghela nafasnya dengan berat. Tetapi dia tidak kehabisan akal untuk bisa membujuk Andini agar mau menerima tawarannya.
" Kok bisa bekerja di rumah. Kalau kami membutuhkan bantuanmu, maka kami akan memanggilmu ke perusahaan. Lakukanlah semuanya sesuai dengan kemampuanmu sendiri. Kami tidak akan memaksamu untuk selalu stand by di kantor!" Siska genggam telapak tangan Andini yang sejak tadi terus di mainkan oleh Andini.
Andini menatap tajam kepada Siska yang saat ini sedang menatapnya juga.
" Percayalah kami mempercayai kemampuanmu dan menghargainya. Oh ya, aku sudah membeli sebuah apartemen yang bisa ditempati olehmu dan juga keluargamu. Paman Steven sudah menjemput adik-adikmu dan juga pembantumu dan sekarang mereka sudah tinggal di sana. Nanti kalau kau ingin menjenguk mereka. Mintalah untuk diantarkan oleh sopir Paman Adrian yang ada di mansion ini. Anggaplah apartemen itu sebagai hadiah dari kami atas pekerjaanmu yang sangat bagus sudah menghancurkan Mandalik group yang keji itu!" Andini benar-benar terkejut Mendengar hal itu.
Perasaan Andini saat ini benar-benar berkecamuk luar biasa dia tidak menduga kalau ternyata Siska dan Steven memikirkan hal tersebut dengan begitu serius bahkan menghadiahkannya sebuah apartemen.
" Nyonya. Apa yang saya kerjakan hanyalah karena saya marah. Nyonya Rosa Mandalika mempekerjakan saya tetapi dia tidak mau membayar saya secara layak sesuai dengan perjanjian yang sudah kami sepakati. Saya sama sekali tidak ada niat untuk membantu kalian menghancurkan perusahaan itu!" Andini mengatakan yang sesungguhnya apa yang saat ini sedang dia rasakan.
" Saya waktu itu berniat untuk membuatmu menghancurkan Mandalika Group. Dengan berpura-pura menjadi Rosa karena itu saya sengaja mencuri ponsel milik Rossa dan menghubungimu untuk penari kembali semua virus yang kau berikan ke perusahaan kami yang melumpuhkan sistem dan server yang dimiliki oleh perusahaan kami!" Andini sudah mengetahui itu semua dari Steven dari dia tidak terlalu terkejut mendengarnya kembali dari Siska.
" Terimalah tawaranku untuk menjadi tim IT perusahaan kami. Aku akan memberikan gaji yang besar kepadamu. Sehingga kau bisa menyekolahkan adik-adikmu dan hidup dengan layak. Kau tidak akan lagi dihina oleh siapapun karena dipandang tidak berharta." Siska menatap tajam kepada Andini.
Siska sudah mengetahui kisah cinta Andini dan abimanah yang terpaksa harus kandas karena kedua orang tuanya yang tidak merestui pernikahan mereka.
Andini sampai saat ini masih belum bisa memutuskan. Apakah dia akan menerima ataukah menolak tawaran itu.
" Andini Terimalah penawaran dari keponakanku aku yakin kalau kau bisa melakukannya sambil merawatku di sini!" tiba-tiba saja Adrian sudah berada di antara mereka berdua.
Dengan suara terpatah-patah dan hampir tidak terdengar jelas. Adrian membujuk Andini untuk menerima tawaran Siska untuk bekerja di perusahaannya sebagai ketua tim IT di Prayoga Group.
Andini menatap Adrian. Selama beberapa bulan ini mereka berdu sudah menjadi sahabat. Adrian sudah menjadikan Andini sebagai sahabatnya, bukan hanya sebagai susternya saja.
Selama ini Andini selalu telaten saat mengurus segala kebutuhan Adrian yang masih bergerak dengan secara terbatas dan membutuhkan bantuan orang di sekitarnya.
" Terimalah tawaran pekerjaan itu. Selain Kami memang membutuhkan keahlianmu. Saya yakin kalau kau juga membutuhkan ke gaji yang sudah ditawarkan oleh keponakan aku yang baik dan cantik itu untuk dapat membesarkan adik-adikmu!" Adrian tetap tidak menyerah untuk membujuk Andini agar menerima tawaran tersebut.
Steven yang baru saja pulang dari kantor ikut bergabung dengan mereka bertiga.
" Terimalah tawaran kami Andini agar kau bisa memberikan pendidikan yang layak untuk adik-adikmu tanpa harus merasakan kesulitan. Kami membantumu bukan karena menghinamu tetapi karena kami memang melihat potensimu sendiri dan keahlian yang kau miliki. Tolong jangan selalu merasa rendah diri hanya karena keterbatasan yang kau miliki. Tidak semua orang yang membantu itu adalah karena menghina kamu!" Steven berusaha untuk menasehati Andini agar bisa legowo dalam menerima bantuan seseorang.
" Kau bekerja kepada kami dan kami memberikan gaji untukmu. Itu adalah sebuah hubungan timbal balik yang saling menguntungkan satu sama lain. Tidak ada yang dirugikan di dalamnya. Jadi saya rasa apa yang kami lakukan terhadap keluargamu adalah sesuatu yang benar dan sesuatu yang baik." Steven tidak menyerah sama sekali untuk membujukkan ini agar menerima tawaran tersebut.
Andini meraup wajahnya dengan kedua tangannya sungguh dia benar-benar merasa diberkati karena berkenalan dengan orang-orang hebat seperti keluarga Prayoga group yang walaupun memiliki kekayaan tak berseri tetapi hati mereka sangat baik dan menghargainya sebagai manusia selama dirinya bekerja di rumah itu.
" Baiklah aku akan menerima pekerjaan itu. Tapi tetap pekerjaan sebagai suster adalah yang utama untukku!" Siska Steven dan Adrian merasa senang sekali mendengar keputusan dari Andini.
" Terima kasih Andini Yakinlah bahwa kita akan menjadi tim yang sangat baik dan Kami tidak akan mengecewakanmu!" Siska kemudian memeluk Andini dengan begitu erat sebagai ungkapan rasa syukurnya karena Andini mau bergabung dengan perusahaan mereka.
Perusahaan Prayoga Group yang bergerak di bidang investasi dan juga properti memang membutuhkan kehandalan tim IT-nya agar perusahaan mereka tidak mudah dibobol oleh orang-orang jahat yang mempunyai niat buruk terhadap perusahaan mereka.
Steven dan Siska sudah melihat sendiri cara kerja Andini yang sangat hebat. Hanya dalam hitungan jam, Andini berhasil melumpuhkan perusahaan Mandalika Group yang terkenal hebat tim IT-nya.