Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
182. Harus begitu?


Abimana terlihat mendekati Andini yang saat ini masih sibuk membereskan semua barang-barang milik keluarga Adrian dan bersiap untuk meninggalkan rumah sakit.


Kondisi Adrian sekarang sudah semakin stabil. Bahkan dia sudah bisa bicara sedikit-sedikit. Walaupun belum terlalu lancar.


" Andini Ayo kita bicara dulu di luar. Ada hal penting harus aku bicarakan denganmu!" Abimana menarik tangan Andini untuk mengikutinya keluar dari ruangan Adrian.


Adrian hanya bisa menatap kepergian mereka berdua tanpa bisa melakukan apapun.


" Apa yang akan mereka lakukan? Kenapa Andini sepertinya tidak senang kepada pemuda itu?" bathin Adrian yang merasa terganggu dengan apa yang dilakukan oleh Abimana.


Akan tetapi Adrian tidak bisa melakukan apa-apa. Karena gerak langkahnya sekarang sangat terbatas.


Walaupun setiap hari Adrian selalu melakukan terapi untuk bisa berjalan dan berbicara secara normal. Tetapi dia masih belum bisa melakukan semuanya dengan lancar. Steven masuk ke dalam ruangan setelah menyelesaikan semua organisasi dan kepulangan mereka.


" Loh, di mana Andini?" tanya Steven pada Adrian yang langsung mengatakan bahwa Andini pergi bersama Abimana walaupun dengan suara yang terbata-bata.


" Kenapa Andini pergi bersama Abimana?? Apakah dia mengenalnya?" tanya Steven yang merasa heran luar biasa.


Adrian hanya mengedikkan bahunya. Karena dia belum bisa berbicara panjang dan lebar hanya bisa mengatakan sepatah dua patah kata sederhana saja.


Kemampuan motoriknya belum kembali secara normal dan masih harus terus dilatih dengan terapi secara rutin.


" Kakak! Tunggulah sebentar di sini. Aku akan mencari Andini dulu!" setelah berpamitan kepada Adrian, Steven kemudian keluar dari ruangan Adrian dan mencari keberadaan Andini.


Setelah bertanya ke sana kemari. Akhirnya Steven menemukan Andini dan Abimana berada di sebuah Cafe dan sedang berbicara dengan sangat serius.


Awalnya Steven ingin mendekati mereka Tetapi dia tertarik dengan apa yang sedang dibicarakan oleh keduanya.


" Katakan padaku Andini Sudah berapa lama kau mengenal keluarga Prayoga?" tanya Abimana dengan tatapan penuh pertanyaan.


" Aku hanya menjadi perawat dari Pak Adrian dan tidak lebih dari itu. Memangnya apa yang ingin kau tanyakan dariku huh?" tanya Andini yang mulai merasa jengah kepada Abimana yang tampaknya belum bisa move on dengan masa lalu mereka.


" Apakah kau memiliki perasaan kepada Steven atau Adrian??" tanya Abimana yang mulai Sendu tatapannya.


" Kamu bicara apa?" tanya Andini mulai kesal luar biasa dengan Abimana yang sepertinya ingin merecoki hidupnya.


" Dengar ya Abi! Hubungan kita sudah putus lama sekali. Aku akan dekat dengan siapapun atau pun mencintai siapapun. Semua itu bukan urusanmu sama sekali! Apa kau faham?" tanya Andini sangat kesal sekali dengan kelancangan Abi yang sudah sangat luar biasa menurutnya.


Abimana menarik nafasnya dengan dalam karena mulai merasa pening sekali..


" Bagaimana kalau Steven atau Adrian mengetahui kalau kaulah yang sudah menghack data perusahaan Prayoga Group dan hampir saja membuat perusahaan itu bangkrut?" tanya Abimana yang auto sukses membuat Andini terkejut bukan kepalang.


" Dari mana kamu mengetahui masalah itu?" tanya Andini sambil menghentakkan telapak tangan Abimana yang sekarang tersenyum penuh kemenangan kepada Andini.


" Apa yang kulakukan bukanlah urusanmu dan kau tidak punya hak untuk mengomentari hidupku!" Andini sudah bersiap untuk meninggalkan Abimana. Akan tetapi mata Andini terkesiap ketika melihat Steven yang sekarang tengah berdiri di hadapannya dengan tatapan mat yang sangat tidak biasa. Sulit untuk diartikan oleh Andini.


" Pak Steven?" tanya Andini yang benar yang benar-benar terkejut sehingga hampir saja dia jatuh kalau saja tidak ada kursi yang mampu menopang tububnya yang limbung.


Steven kemudian duduk di hadapan Abimana dan menatap sahabatnya dengan sejuta misteri membuat Abimana jadi salah tingkah sendiri.


" Jadi kalian berdua itu mantan kekasih?" tanya Steven masih dalam mode membingungkan bagi bagi Andini dan Abimana.


" Yah kami berdua memang sepasang kekasih yang tidak jadi menikah karena tidak memiliki restu kedua orang tuaku. Mereka tidak merestui hubungan kami, karena Andini hanyalah yatim piatu yang tidak memiliki apapun. Sehingga akhirnya kami berdua terpaksa berpisah demi menyenangkan orang tuaku!" ucap abimanah dengan suara bergetar terlihat kalau dia sedang menahan kesedihan di hatinya.


Andini sampai saat ini masih membeku di tempat dan tidak bisa mengatakan apapun karena saat ini dia masih merasa syok melihat keberadaan Steven di antara mereka berdua.


" Jadi kamu memiliki kerjaan sampingan sebagai seorang hacker profesional?" tanya Steven lagi sambil menatap tajam kepada Andini dan juga Abimana secara bergantian.


" Sejak dulu hobi Andini memang adalah menghack sesuatu!" jawab Abimana.


" Abi aku saat ini sedang berbicara dengan Andini. Apakah kau ini juru bicaranya dari tadi kau nyerocos terus mewakili dia!" terlihat Steven begitu jengkel melihat Abi mana yang sepertinya belum bisa move on dari cintanya kepada Andini yang sekarang terlihat lebih matang dan lebih dewasa.


Abimana hanya memutar bola matanya dengan malas mendengar ucapan dari Steven yang sedikit banyak telah menyinggung perasaannya.


Abimana hanya melipat kedua tangannya di depan dada kemudian dia menatap kepada Andini yang sampai saat ini masih belum bisa mengatakan apapun.


" Jawablah Andini! Apakah benar kalau pekerjaan sampinganmu adalah seorang hacker profesional?" tanya Steven lagi.


Andini hanya bisa mengangguk kecil karena saat ini dia betul-betul sedang kebingungan untuk menangani situasi yang di luar kendalinya.


" Baiklah Andini. Sepertinya aku harus memberikanmu bayaran lebih banyak lagi atas jasamu yang sudah menghancurkan perusahaan Mandalika dan selain itu kau juga sudah memulihkan data-data perusahaanku kembali. Jujur Andini aku benar-benar sangat berterima kasih dengan apa yang sudah kau lakukan itu. Aku akan segera membicarakannya dengan Siska untuk membayar Jasamu itu secara pantas." Andini seperti tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


" Maksud anda? Maksudku, Anda tidak marah dengan apa yang sudah kulakukan pada perusahaanmu?" Andini seperti merasa bingung sendiri dengan apa yang dikatakan oleh Steven kepadanya.


" Kenapa aku harus marah? Hey, justru aku harus berterima kasih padamu karena kau sudah membantu kami untuk menghancurkan perusahaan Mandalika group yang selalu mencari gara-gara dengan kami." Andini bahkan sampai lemes di tempatnya mendengar semua yang dikatakan oleh Steven yang diluar ekspektasinya.


Abimana bahkan tidak bisa berkata-kata saat mendengar semua yang dikatakan oleh Steven yang tidak pernah disangka sebelumnya.


" Kau malah berterima kasih kepada Andini? Alih-alih marah dengannya karena sudah berniat untuk menghancurkan perusahaan milikmu?" Abimana sampai terus menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat dari sahabatnya yang sekarang malah tersenyum kepadanya.


" Sekarang aku harus kembali ke Mansion dulu karena Kakakku sudah ingin sekali pulang dan merindukan rumah kami. Aku nanti akan mengundang kalian berdua untuk berpesta di rumah kami sebagai ucapan terima kasihku karena kau sudah membuatku bisa menemukan heacker yang sudah membantu kami untuk balas dendam kepada Mandalika Group!" Steven kemudian mengajak Andini untuk mengikutinya dan tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Abimana yang akhirnya mengikuti mereka kembali ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan mereka bertiga hanya diam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Andini benar-benar bingung sekali dengan kondisi saat ini. Bagaimana mungkin? Steven malah berterima kasih dan bahkan akan membayarnya untuk kejahatan dia yang sudah membuat kehebohan di perusahaan Prayoga Group waktu itu. Andini benar-benar bingung dan tidak percaya dengan hal itu.