Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
96. Pernikahan Andrew


Setelah Amora dan David mendapatkan hukuman yang setimpal atas kejahatan mereka terhadap keluarga Siska dan Farel. Akhirnya hidup keduanya bisa tenang dan bahagia. Tidak ada lagi yang menteror hidup mereka berdua.


Aaron pun sekarang sudah semakin sehat. Setelah menjalani perawatan yang sangat intensif di rumah sakit.


Secara berangsur-angsur Aaron telah kembali seperti sehat dulu. Sebelum dia mengalami penculikan yang sangat tragis yang dilakukan oleh David dengan bantuan Amora.


" Syukurlah kalau Aaron sudah baik-baik saja Kami sekarang sudah senang." ucap Adrian ditelepon ketika Siska menelepon pamannya.


" Apakah Paman akan datang ke pernikahan dokter Andrew?" tanya Siska penasaran.


Seingat Siska, Adrian dulu suka menjodohkan dirinya dengan Andrew ketika dia masa remaja dulu. Sekarang Siska sudah mengingat tentang siapa Andrew dan juga Edward. Setelah dia mendatangi kediaman dokter Andrew yang masih dia ingat secara samar ketika dirinya di minta untuk membantu pernikahan dr. Andrew.


Maklumlah kejadian yang sangat lama. Jadi wajar kalau dia sudah melupakannya.


Entah kenapa dr. Andrew masih ingat kisah yang sudah begitu lama. Tetapi sekarang dr.Andrew sudah bisa melupakan semua perasaannya dengan Siska dan mampu untuk mengikhlaskannya yang sudah berbahagia dengan Farel.


Saat ini Farel dan Siska sedang berada di kediaman keluarga dokter Andrew untuk pernikahannya bersama dengan dokter Karina yang dilaksanakan di kediaman dokter Andrew yang megah dan mewah.


Keluarga dokter Karina semuanya berada di Indonesia. Sehingga mereka memutuskan untuk melaksanakan pernikahan di Amerika.


Tampak Ayah dokter Karina menghadiri pernikahan itu. Walaupun Ibu dr. Karina tidak ikut bersama ayahnya, karena keadaan tubuhnya yang tidak terlalu sehat untuk melakukan perjalanan jauh. Akan tetapi, secara keseluruhan pernikahan itu berjalan dengan sangat lancar dan juga sakral.


Setelah melaksanakan pernikahan, mereka dinyatakan telah resmi sebagai suami istri setelah itu dr. Andrew pun memperkenalkan dokter Karina kepada semua teman-temannya termasuk dengan Siska dan Farel.


" Selamat ya Andrew atas pernikahan kalian semoga keluarga kalian akan selalu bahagia!" ucap Siska dengan tulus.


" Karina. Ayo aku perkenalkan mereka kepadamu. Mereka adalah orang-orang yang spesial dalam hidupku. Siska dan Farel beserta anaknya yang bernama Aaron Handoyo!" ucap Andrew memperkenalkan istrinya kepada Siska dan juga Farah yang merasa bahagia sekali melihat pernikahan dokter Andrew yang berjalan lancar.


" Namaku Siska. Semoga suatu saat kita bisa menjadi teman ya?" tanya Siska saat dia bersalaman dengan dokter Karina yang tampak begitu berbahagia dengan pernikahan impiannya yang sekarang telah terwujud.


" Senang berkenalan denganmu. aku menantikan bersahabat denganmu dan semoga kita bisa melewati masa-masa saling membutuhkan dan saling menghibur satu sama lain!" ucap Karina yang terlihat sangat excited bisa berkenalan dengan Siska.


Dokter Karina sering sekali mendengarkan dokter Andrew berbicara tentang Siska di masa lalu. Makanya dia sangat senang melihat Siska secara langsung.


Dokter Karina juga mengetahui kalau Andrew sangat menggilai Siska bahkan pernah mengharapkan untuk menikah dengannya.


Karena dokter Andrew yang selalu menceritakan tentang Siska itulah yang membuat dokter Karina akhirnya tidak pernah PD untuk mendekati dokter tampan itu.


Kalau bukan Andrew yang mendatanginya ketika itu dan melamar dia. Tidak mungkin pernikahan itu bisa terjadi. Karena bagi Karina pantang seorang wanita untuk merayu seorang lelaki harga diri adalah harga mati baginya. Karina mencintai dokter Andrew dalam diam dan dia selalu menjaga perasaan cintanya dari laki-laki lain. Karena dia percaya bahwa suatu saat dirinya bisa bersama dengan Andrew sebagai pasangan.


Akhirnya keyakinan Karina pun terwujud dan mimpinya telah menjadi nyata. Sekarang dia telah menjadi istri dari Dokter Andrew yang sejak dia masih kuliah selalu dia cintai.


Walaupun secara samar Siska mengingat bahwa dulu ketika kecil dia pernah begitu mengidolakan dokter Andrew yang terkenal sangat tampan dan juga pintar. Tetapi seiring berjalannya waktu, perasaan itu sudah menghilang bahkan Siska tidak mengingat lagi. Bagaimana rasanya dulu dia menggilai seorang Andre yang dia kenal sejak kecil.


" Semoga pernikahan kalian segera diberikan momongan ya? Biar nanti menjadi teman Aaron. Biar rumah kita ramai nanti!" ucap Siska benar-benar bahagia.


" Terima kasih atas doamu dan terima kasih atas kehadiran kalian. Aku juga berharap semoga keluarga kalian selalu bahagia. Terlepas dari semua kisah yang pernah kita lalui di masa kecil dulu, aku yakin pasti ada hikmah dibalik semua itu! Mari iklaskan semuanya dan kita buka lembaran baru agar memiliki kehidupan yang jauh lebih bahagia dari sebelumnya!" ucap dr. Andrew yang berusaha untuk bersikap dewasa dan bisa menerima kenyataan tentang dirinya yang tidak berjodoh dengan Siska.


" Tenanglah kita pasti bisa melewati semuanya dengan baik asal hati kita iklas!" ucap Siska sambil menggenggam telapak tangan Farel yang sejak tadi diam saja. Karena Farel tidak mau mengganggu reuni antara Siska dan dokter Andrew.


Farel sudah mengetahui kisah tentang dokter Andrew dan Siska di waktu kecil mereka. Hanya saja Farel terkejut ketika mendapatkan sebuah fakta kalau ternyata Siska tidak lagi mengingat tentang kisah masa kecilnya bersama dengan dokter Andrew yang sudah usang karena di makan waktu.


Farel juga tahu. Bahwa dokter Andrew pernah mengharapkan Siska untuk menjadi istrinya. Karena selama dirinya pergi meninggalkan Siska di Indonesia. Farel tetap mengirimkan mata-mata untuk selalu mengawasi Siska dan selalu tahu apapun yang dia lakukan di sana.


Setelah mengetahui kedekatan dokter Andrew dan Siska. Farel pun kemudian meminta kepada detektife itu untuk mencari tahu tentang kehidupan dokter Andrew dan akhirnya ditemukanlah kenyataan itu.


" Jadi kau tidak ingat kalau dulu kau pernah menggilai dokter Andrew dan selalu saja mengatakan akan menikah dengannya ketika kau sudah dewasa?" tanya Farel kepada Siska ketika dokter Andrew dan dokter Karina sudah meninggalkan mereka.


" Aku tidak ingat lagi tentang kejadian itu. Karena waktu itu aku begitu sibuk dengan sekolah baruku. Jadi secara perlahan aku juga mulai melupakan tentang cita-citaku untuk menjadi Istrinya dokter Andrew. Bahkan sekarang pun aku sudah tidak ingat lagi. Bagaimana perasaan itu pernah muncul di dalam hatiku. Yah udah sih, kita namakan sebagai saja cinta monyet aja ya!?? Udahlah gak usah dibahas lagi toh kita berdua juga sudah punya pasangan masing-masing dan aku percaya bawa sekarang kita sudah hidup berbahagia dengan pasangan kita masing-masing!" ucap Siska yang kemudian berpamitan kepada dokter Andrew untuk kembali ke kediamannya.


" Baiklah dokter. Putra kami sudah sangat mengantuk sejak tadi. Kami harus pulang sekarang juga. Selamat sekali lagi untuk pernikahan kalian dan semoga selalu kebahagiaan menyertai keluarga kalian!" ucap Siska berpamitan kepada Andrew dan juga Dokter Karina.


" Terima kasih Siska. Karena kau sudah melewatkan laki-laki tampan ini dalam hidupmu. Sehingga dia akhirnya menjadi suamiku!" ucap Karina yang mengundang tawa semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


Suasana di dalam ball room itu benar-benar sangat ramai dan juga penuh sesak dengan tamu undangan. Teman-teman Andrew, teman-teman Karina maupun rekan bisnis Edward. Sebagai pemilik Rumah Sakit besar yang ada di Amerika dan juga sebagai seorang dokter yang sangat hebat.


Walaupun ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati Andrew yaitu tentang ibunya yang meninggal. Setelah satu bulan menjalani operasi. Tetapi Andrew tetap merasa senang dengan pernikahannya bersama Karina.


Setidaknya dokter Karina telah membantu untuk bisa melupakan tentang kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan kepada Siska yang sekarang sudah menikah dengan Farel dan juga telah memiliki seorang anak.


Setelah kepulangan Siska dan Farel terlihat Andrew yang mengajak istrinya untuk ke kamar hotel yang sudah disewakan oleh Edward untuk bulan madu mereka berdua di hotel itu.


Besok buat pengantin baru itu akan terbang ke Belanda untuk bulan madu mereka berdua. Setelah itu mereka akan ke Indonesia untuk bertemu dengan ibunya dokter Karina yang saat ini sedang berbaring sakit di rumah sakit dan sedang menjalani proses pengobatan di ruangan VVIP sebuah rumah sakit jantung di Jakarta.


Walaupun Ibunya sudah dibujuk berkali-kali untuk berobat ke Amerika. Di tempat Putri mereka bekerja. Akan tetapi ibunya dokter Karina selalu menolak dan tidak mau melakukan hal itu.


" Aku ingin berobat di Indonesia dan juga ingin mati di Indonesia. Aku tidak mau kalau sampai nanti aku menghabiskan nafasku di negeri asing!" ucap ibunya Karina setiap kali sang suami mengajak untuk berobat ke luar negeri.


" Sudahlah daripada sibuk membujukku untuk berobat ke luar negeri lebih baik bahagiakan aku selama masih berada di rumah ini!" ucap Maya, ibunya dokter Karina.


Akhirnya mereka berdua sekarang sudah berada di dalam kamar pengantin. Terlihat dokter Karina yang begitu gugup melihat suaminya yang mulai mendekat ke arahnya.