Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
156. Balikan?


Begitu sampai ke Jakarta Adrian langsung mengantarkan Jasmine ke kontrakan miliknya yang sangat sederhana.


Adrian mengerutkan keningnya dengan begitu dalam ketika dia melihat kontrakan yang ditempati oleh Jasmine sangat kecil dan bisa dikatakan sangat sederhana.


" Kenapa?"


" Aku tidak percaya kalau seorang Jasmine Abraham bisa tinggal di tempat seperti ini!" Adrian tanpa terkesiap melihat begitu sederhananya kontrakan yang ditempati oleh kekasihnya.


Kekasih?? Ya!! Mereka berdua sudah sepakat untuk kembali menjalin hubungan cinta di antara mereka berdua yang dulu sempat terputus karena kesalahpahaman.


" Kau tahu kan? Kalau aku sekarang sudah meninggalkan keluarga Abraham? Sekarang aku hanyalah seorang Jasmine yang berstatus sebagai sekretaris dari tuan Adrian Prayoga. Bahkan gaji pertamaku saja belum cair jadi aku harus hemat-hemat dalam pengeluaran!" Adrian kemudian mendekati Jasmine dan mencium bibir kekasihnya.


" Kau adalah kekasih Adrian Prayoga! Jangan pernah melupakan kenyataan itu!" Jasmine tersenyum mendengarkan apa yang dikatakan oleh Adrian.


Jasmine untuk beberapa saat lamanya begitu terpesona dengan semua kemesraan yang dilakukan oleh Adrian kepadanya. Sejak mereka menyepakati untuk balikan lagi.


" Ayo pindahlah ke apartemenku. Aku rasa kau akan lebih nyaman untuk tinggal di sana!" akan tetapi Jasmine langsung menggeleng kan kepalanya dan menolak keinginan Adrian untuk menempati apartemen pribadi miliknya.


" Ayolah sayang!! Kau akan tinggal di apartemen itu sendiri. Tanpa aku! Karena aku akan tinggal di mansion keluarga Prayoga bersama dengan Steven. Kau tahu bukan?? kami berdua masih single Oleh karena itu kami masih diwajibkan untuk tinggal di kediaman Prayoga oleh para tetua keluarga. Setidaknya sampai kami memiliki keluarga sendiri dan boleh untuk melangkahkan kaki kami keluar dari Mansion!" Jasmine merasa legah mendengarkan perkataan Adrian tetapi tetap saja dia tidak mau kalau sampai nanti pihak kantor mengetahui tentang dirinya yang tinggal di apartemen milik Bosnya itu pasti akan menjadi bahan perbincangan hangat para karyawan lainnya.


" Ayolah?! Tolong kau bisa menghormati keputusanku. Aku akan tetap tinggal di kontrakan ini setidaknya sampai aku mendapatkan gaji pertamaku di kantor baru tempatku bekerja!" pinta Jasmine kepada Adrian.


Adrian kemudian duduk di kursi yang hanya ada satu-satunya di dalam kontrakan Sederhana itu sementara Jasmine duduk bersimpuh di lantai tepat di hadapan Adrian.


Adrian yang merasa tidak nyaman dengan posisi semacam itu di antara mereka. Dia pun kemudian menarik tangan di Jasmine dan mendudukkannya di atas pangkuannya.


" Eh, apa yang kau lakukan?" protes Jasmine berusaha untuk melepaskan diri dari Adrian.


Tapi ada yang bersikeras untuk memangku Jasmine.


" Diamlah kalau kau tidak ingin membangun kan singa tidur yang sedang hibrinasi!" ucap Adrian yang sontak membuat Jasmine menjadi tersipu malu.


Jasmine tahu apa maksud perkataan Adrian karena dulu dia pun sering sekali mengatakan itu ketika mereka masih berhubungan dekat.


" Kenapa sejak dulu kamu tidak pernah berubah sih? Kau selalu suka memaksakan kehendakmu terhadapku!" protes Jasmine sambil mengerucutkan bibirnya.


Adrian langsung menarik kepala Jasmine agar mendekat dengannya dan langsung mencium bibir Jasmine yang kembali menjadi candunya seperti dulu.


" Adrian!! Aku mohon pulanglah ke mansion kamu. Ini sudah malam. Aku tidak mau menjadi bahan gunjingan tetanggaku yang lainnya!" Jasmine berusaha untuk membujuk Adrian dengan suaranya yang parah dan berat karena menahan sesuatu yang sejak tadi terus mengganggu otaknya.


Berdekatan dengan Adrian merupakan suatu cobaan berat bagi Jasmine yang sangat sulit untuk dihadapi. Apalagi pada malam minggu seperti itu. Di mana besok mereka tidak perlu berangkat ke kantor.


Suara lenguhan Jasmine bahkan terdengar begitu syahdu di telinga Adrian. Sampai akhirnya Jasmine bangkit dan meminta kepada Adrian untuk segera meninggalkan kontrakan miliknya.


" Aku mohon Adrian tolonglah aku!" pinta Jasmine sambil meraup wajahnya dengan kedua tangan berusaha semaksimal mungkin untuk meminta Adrian segera pulang.


" Kenapa?"


" Karena kita belum halal untuk melakukan itu. Dulu kita pernah salah karena melakukan hal itu. Tapi sekarang aku benar-benar tidak mau mengulangi lagi. Sebelum kita benar-benar halal di mata Allah! Aku mohon Adrian kau bisa mengerti perasaanku sekarang!" ucap Jasmine sambil membuka pintu kontrakannya dan mempersilahkan Adrian untuk pulang.


" Ini malam minggu sayang. Besok kita tidak usah ke kantor. Bagaimana kalau kita menghabiskannya sampai pagi?" tanya Adrian seperti nyanyian merdu yang menggoda Iman seorang Jasmine.


Jasmine terus menggelengkan kepalanya dan menolak semua rayuan yang diutarakan oleh Adrian kepadanya.


" Please Adrian! Pulanglah aku mohon padamu!" Jasmine benar-benar sudah putus asa untuk membujuk Adrian.


Ketika Adrian kembali mendekatinya Jasmine langsung mundur dan berusaha untuk menghindarinya.


" Baiklah aku pulang dulu kau beristirahatlah!" setelah mengatakan itu Adrian pun kemudian memberikan kecupan kepada Jasmine di keningnya.


Jasmine meresapi kasih sayang dan juga kemesraan yang diberikan Adrian kepadanya. Semenjak mereka sepakat untuk balikan lagi setelah berpisah lebih dari 5 Tahun Lamanya.


" Selamat malam," terlihat Adrian yang begitu lesu karena diusir oleh Jasmine begitu saja.


Padahal sepanjang perjalanan tadi, Adrian sudah membayangkan bahwa dirinya malam ini akan menghabiskan malam bersama Jasmine sampai pagi.


Tapi apalah daya, Jasmine menolaknya dan tidak menginginkan hal seperti itu terjadi dalam hubungan mereka dan Adrian berusaha untuk menghormati prinsip Jasmine.


" Setelah berpisah 5 tahun lebih aku seperti tidak mengenali Jasmine lagi! Apakah benar dia adalah Jasmine yang dulu aku kenal? Dulu Jasmine yang selalu menggodaku untuk naik ke atas ranjangnya tapi sekarang dia mati-matian untuk menolakku. Apakah sekarang Jasmine sedang mencoba metode lain untuk menjerat ku sehingga aku mau menikahinya?" monolog Adrian begitu frustasi ketika dia memikirkan tentang Jasmine yang selama beberapa hari ini benar-benar tidak dikenali lagi olehnya.


Begitu sampai di mention milik keluarga Prayoga Adrian langsung masuk ke dalam kamarnya dan berendam di bathtub dengan air dingin. gara-gara Jasmine yang menolak keinginannya sekarang Adrian bersusah payah untuk menidurkan kembali singa miliknya yang bangkit gara-gara berdekatan dengan Jasmine.


Adrian benar-benar tidak mengerti kenapa dirinya mudah sekali terpancing setiap kali dia berdekatan dengan Jasmine.


Padahal selama ini pun dia banyak berhubungan dengan wanita tetapi tidak separah itu reaksinya.


Indrana juga sering merayunya tetapi tidak pernah berhasil untuk membuat dia segila itu. Kebanyakan Adrian malah mengusir Indrana ketika wanita itu datang untuk menggoda dirinya dan meminta jatah ranjang padanya.


Adrian benar-benar sangat frustasi dengan jalan hidupnya saat ini.


" Satu wanita dengan prinsip hidup yang berbeda. Entah lah mana yang lebih menarik. Yang aku takutkan itu hanyalah triknya untuk menjerat ku. Ah, ****! Jasmine!!!!! Kenapa sih kamu harus melakukan hal-hal yang tidak seperti kamu yang dulu? Apa kau tahu? Kau benar-benar membuatku sangat frustasi!" Adrian terus memukulkan tangannya ke air bathtub untuk melampiaskan emosinya sekarang.