Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
77. Menghadap Edward


Setelah penampilan Karina di rasa sudah perfect. Mereka pun kemudian menuju ruangan Edward menyampaikan keinginan mereka untuk menikah.


Edward merasa heran melihat Andrew masuk ke dalam ruangannya sambil menggenggam telapak tangan Karina yang dia tahu memang selama ini selalu memberikan perhatian lebih kepada putranya.


" What happen?" tanya Edward menatap wajah putranya yang tersenyum ke arahnya.


" Let's you know daddy, her is my fiance!" ucap Andrew dengan wajah berbinar ketika dia memperkenalkan Karina sebagai tunangannya Edward sangat terkejut mendapatkan berita tersebut.


" Are you sure?" tanya Edward mulai senang.


Edward langsung memeluk Andrew ketika melihat putranya melakukan kepala.


Karina hanya tersenyum melihat mereka berdua yang begitu akrab dan terlihat saling mencintai satu sama lain.


Karina percaya ketika seorang laki-laki menyayangi orang tuanya maka dia pun pasti akan menyayangi istri dan juga anaknya.


Edward langsung memeluk Karina dan mengucapkan terima kasih karena dia telah menarik Andrew dari kegelapan yang selama bertahun-tahun selalu melingkupi hatinya. Cinta bertepuk sebelah tangan Andrew untuk Siska yang telah mempunyai seorang suami.


Andrew hanya tersenyum melihat kelakuan ayahnya yang saat ini sedang memeluk tunangannya dengan begitu bahagia.


Mereka bertiga kemudian kembali ke kediaman mereka masing-masing untuk bersiap makan malam di restoran yang sudah di reservasi oleh Andrew dalam rangka meresmikan pertunangannya bersama dengan Karina.


Orang tua Karina saat ini tidak ada di Amerika jadi mereka hanya akan makan malam bertiga saja. Hanya sekedar formalitas untuk meresmikan pertunangan mereka.


Setelah mengantarkan Karina ke rumahnya, Andrew kemudian bersama ayahnya menuju ke rumah mereka. Karena mereka harus bersiap-siap untuk tampil yang terbaik jangan sampai mengecewakan Karina yang akan menjadi anggota baru keluarga mereka.


Sepanjang perjalanan menjemput Karina, senyum di bibir Edward tidak terlepas juga. Dia benar-benar sangat bahagia melihat putranya akhirnya bisa move on dan memutuskan untuk melupakan cinta masa lalu yang tidak terbalas kepada Siska. Karena sekarang Siska sudah memiliki suami dan seorang putra yang sangat tampan.


Edward merasa sudah cukup putranya menjaga istri dan anak orang lain selama hampir 9 bulan lamanya.


Tadinya Edward mengira bahwa Siska dan Farel akan bercerai. Oleh karena itu dia membiarkan saja Andrew menghabiskan waktu untuk selalu menjaga Siska dan memperlakukan Siska sebagai orang penting dalam kehidupan Andrew.


Akan tetapi ketika Edward melihat Farel yang kembali ke dalam kehidupan Siska. Bahkan sekarang Mereka terlihat begitu bahagia. Edward seketika mencelos dan Dia tidak rela kalau sampai putranya semakin dalam mencintai Siska yang tidak mungkin bisa dia gapai sampai kapan pun juga.


Mereka bertiga tampak begitu menikmati makan malam yang begitu syahdu di antara Andrew dan Karina yang akhirnya sama-sama menemukan cinta sejati dalam hidup mereka.


Ketika Mereka tampak begitu berbahagia. Dari kejauhan terlihat seorang wanita yang terus memperhatikan mereka bertiga.


Terlihat wajah sendu yang diperlihatkan oleh wanita paruh baya yang terlihat begitu cantik.


" Anaku kau sudah dewasa Nak!" ujarnya sambil terus memperhatikan mereka dengan begitu lekat. Tanpa dia sadari bahwa apa yang sedang dia lakukan tertangkap oleh Andrew yang mengerutkan keningnya.


Andre merasa seperti pernah melihat wanita itu. Tetapi dia tidak tahu kapan dan di mana karena ingatan itu seperti sudah samar.


Mereka pun kemudian meninggalkan restoran setelah selesai makan dan menentukan hari di mana Edward dan Andrew akan datang ke Indonesia untuk melamar Karina secara langsung kepada keluarga besarnya.


Sampai berada di rumahnya, Andrew masih terlihat memikirkan wanita yang dia lihat saat di restoran tadi. Wanita itu seakan terus saja berkeliaran di dalam pikirannya.


" Aku harus bertanya kepada Ayahku. Mungkin dia mengenal wanita itu!" Andrew kemudian terlihat menggambar di kertasnya. Sebuah sketsa wajah yang dia ingat tentang wanita yang tadi dia lihat di restoran yang terus memperhatikan ke arah mereka dengan air mata yang berlinang di pipinya.


Setelah selesai menggambar sketsa itu, Andrew kemudian menemui ayahnya dan dia pun menunjukkan sketsa itu kepada beliau.


Edward benar-benar terkejut melihat wanita yang ada di dalam sketsa yang digambar oleh Andrew dengan begitu jelas dan tajam.


" Bagaimana caranya kau menggambar sketsa ini?" tanya Edward sambil menatap putranya yang terus melihat ke arahnya.


" Siapa dia Pah?" tanya Andrew benar-benar penasaran.


Terlihat Edward meraup wajahnya dengan kasar. Seakan melihat hantu yang hidup kembali dan sekarang berdiri di hadapannya.


" Katakan padaku Andrew! Bagaimana caranya kau bisa menggambar sketsa ini huh? Jawab yang jujur!" ucap Edward seperti kehilangan kesabaran.


Andrew seketika menundukkan kepalanya. Dia merasa bingung dengan ekspresi ayahnya yang terasa begitu berlebihan dan sejak tadi tidak juga mau menjawab pertanyaannya.


" Aku melihat wanita ini berada di restoran tadi Pah. Dia tepat berada di belakang papa! Dia terus saja memperhatikan kita makanya aku merasa heran dan mengingat-ingat kembali wajahnya!" ucap Andrew menerangkan segalanya kepada sang ayah agar ayahnya tidak marah lagi.


Edward menelan salivanya dengan susah payah tampak air mata mengalir di pipinya yang sudah mulai keriput.


" Wanita itu adalah Ibu kandungmu!" ucap Edward dengan suara bergetar membuat Andrew benar-benar terkejut luar biasa.


" Ibu kandung? Bagaimana mungkin Pah? Jangan bercanda bisa? Bukankah Ibu kandungku sudah meninggal sangat lama sekali Pah? Ibu kandung yang mana yang Papa maksud?" tanya Andrew mulai bingung.


Edward Kemudian menceritakan segalanya kepada Andrew tentang dirinya yang pernah bermain gila dengan seorang wanita di sebuah klub malam sehingga akhirnya wanita itu pun mengandung seorang anak laki-laki.


Setelah melahirkan wanita malam itu kemudian memberikan bayi yang baru saja dia lahirkan ke tangan Edward.


Edward yang memang merindukan sosok bayi yang tidak pernah bisa diberikan oleh istrinya yang mandul. Edward akhirnya memutuskan untuk mengangkat Andrew sebagai Putra mereka.


Hingga akhirnya wanita yang berstatus sebagai ibu kandung atau Ibu biologis Andrew pun pergi dan meninggalkan mereka.


Dia kembali ke negaranya setelah diberikan kompensasi yang sangat besar oleh istri sah Edward yang merasa bahagia sekali ketika dia melihat bayi mungil tersebut yang sangat tampan dan menggemaskan.


Mulai saat itu, bayi mungil itu dirawat oleh mereka berdua layaknya anak kandung dari istri pertama Edward.


Segala yang terbaik diberikan oleh istrinya Edward untuk bayi yang mereka namakan Andrew. Mereka menyekolahkan Andrew ke sekolah terbaik. Mereka selalu memberikan apapun yang diinginkan oleh Andrew tanpa berpikir dua kali demi membahagiakan Andrew yang sangat mereka sayangi.


Andrew benar-benar terkejut mendengarkan cerita kisah hidupnya dari mulut sang ayah yang ternyata telah menyimpan rahasia begitu besar tentang kehidupan Andrew yang sesungguhnya.


" Aneh kenapa aku merasa pernah melihat dia ya? Padahal seingatku aku tidak pernah bertemu dengan beliau!" Andrew mencoba untuk mencerna semua hal yang terjadi di dalam hidupnya.


Akan tetapi berita yang dia dengar hari ini benar-benar sangat membuat Andrew shock total. Dia tidak pernah menyangka kalau ternyata dirinya mempunyai ibu yang lain selain ibu yang dia ketahui sekarang sudah terbujur kaku di dalam kuburan.


Setelah merasa puas merenungkan segala yang terjadi dalam hidupnya Andrew langsung naik ke kamarnya dan meninggalkan ayahnya sendiri yanh sedang memikirkan kembali semua masa lalunya.