
Farel mendekati Siska. Farel menatapnya dengan lekat. Menggenggam kedua tangannya dengan erat. Seakan dia mengatakan bahwa dia tidak akan pernah melepaskan tangan Siska lagi seumur hidupnya.
" Apakah kita akan menjalani LDR? Itu pasti akan sulit sekali untuk kita berdua sayang. Apa lagi pernikahan kita sebentar lagi sudah akan dilaksanakan. Apakah kau akan tega membiarkan suamimu sendirian di rumah kita?" tanya Farel sambil mendekatkan wajahnya dengan Siska.
Nafas Farel yang memburu bisa dirasakan oleh Siska. Saat ini hidung mereka beradu dan bahkan bibir mereka sudah hampir bersatu. Debaran jantung keduanya bisa dirasakan begitu cepat.
Kepala Siska tiba-tiba merasa pening melihat pesona kekasihnya yang begitu sempurna. Sekarang dia bisa mengerti. Kenapa Amora sampai menggila ketika ditinggalkan oleh Farel. ' Apakah aku juga akan menggila seperti Amora ketika laki-laki ini suatu saat bosan padaku dan meninggalkanku?' bathin Siska penuh dengan dilema.
Farel mencium bibir Siska dengan begitu lembut dan penuh perasaan cinta. Farel menyalurkan seluruh rasa cintanya lagi ciuman yang diberikan kepada Siska.
" Aku mohon sayang. Please kembalilah denganku dan kita langsungkan pernikahan kita. Aku akan mencarikan kampus yang terbaik yang ada di Indonesia untukmu! Agar kita tidak berpisah lagi!" Ucap Farel dengan nafas yang memburu. Kedua tangan Farel meraup wajah Siska yang selalu dia rindukan dengan penuh permohonan.
Siska menarik nafasnya dalam-dalam. Dia merasa kesulitan untuk mengambil keputusan. Bagaimanapun dia sudah menandatangani perjanjian penerimaan beasiswa. Bagaimana mungkin baru satu minggu dia terima lalu di batalkannya? Oh itu sungguh sangat tidak mungkin sekali!
" Maafkan aku Farel. Aku baru saja menandatangani aplikasi penerimaan beasiswa itu. Tidak mungkin kan kalau aku membatalkannya hanya dalam waktu satu minggu setelah aku menerimanya?" tanya Siska dengan menatap wajah Farel dengan penuh penyesalan.
Farel kemudian mengajak Siska untuk duduk di sofa yang ada di dalam apartemennya.
" Baiklah kalau itu yang kau inginkan. Tapi selama aku ada di California. Bisakah kau tinggal denganku?" tanya Farel memohon kepada Siska.
Siska terdiam begitu lama. Dia terus menatap Farel dengan penuh pesona. Ya, Siska akui dirinya sangat terpesona dengan ketampanan kekasihnya yang sangat sempurna.
" Dan satu lagi! Kau putuskanlah segera hubunganmu dengan laki-laki tadi siang itu! Karena selamanya Kau hanya akan menjadi milikku dan aku tidak mau kau dekat dengan dia selama kau berada di sini!" ucap Farel dengan menatap tajam Siska yang sedang tertawa melihat kelucuannya ketika dia sedang cemburu.
Melihat Siska yang tertawa, malah membuat Farel menjadi lucu sendiri dengan tingkahnya yang kekanakan.
" Oh ayolah sayang! Kau jangan tertawa di atas penderitaanku ini sayang! Kau tega sekali sayang. Aku benar-benar sangat cemburu mendengarkanmu mengatakan kalau dia adalah Kekasihmu! Aku hampir gila ketika mendengarnya!" Ucap Farel sambil mencium bibir Siska dengan penuh gairah dan hasrat yang membara, sehingga mampu menghentikan tawanya Siska seketika.
Kedua sejoli yang sedang mabuk cinta itu pun akhirnya larut di dalam gairah yang sulit terbantahkan. Akan tetapi ketika Farel hendak membuka pakaian Siska, Siska langsung menghentikan. Mata Farel yang berkabut gairah benar-benar membuat Siska merinding seketika. Darahnya berdesir sangat kencang.
Para setan sedang bergentayangan di antara mereka berdua untuk membujuk keduanya melakukan zina.
" Aku mohon Farel. Tolong kita hentikan semua ini di sini. Aku harus segera kembali ke apartemenku Besok pagi-pagi aku harus berangkat kuliah!" ucap Siska dengan nafas yang memburu dan ngos-ngosan.
Bagaimanapun godaan setan memang sangatlah berat untuk di lawan. Akan tetapi untungnya Siska masih memiliki iman yang cukup kuat sehingga dia menarik diri dari cengkraman Farel yang hendak menyentuh tubuhnya yang masih belum halal untuk Farel miliki seutuhnya.
Farel kemudian menarik dirinya dan menjauh dari Siska. Siska menarik nafasnya dengan lega Dia merasa bahwa semuanya sudah mulai terkendali.
Farel meraup wajahnya dengan kasar dan berusaha untuk menepis bayang-bayang yang membuat otaknya bertravelling kemana-mana sehingga membuat kepalanya terasa pening seketika.
" Aku akan kembali ke Indonesia dan akan menunggumu untuk melangsungkan pernikahan kita berdua. Selama hari menunggu itu, aku mohon kau untuk menjaga hubunganmu dengan laki-laki lain. Jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain yang akan membuatku merasa cemburu denganmu!" ucap Farel memberikan ultimatum kepada Siska yang langsung tersenyum bahagia mendengarkan penuturan kekasihnya.
Sangking bahagianya tanpa disadari Siska langsung menubruk tubuh Farel dan Siska mencium bibir dengan begitu bersemangat.
Siska tanpa sadar, Dia sedang menggali kuburannya sendiri dengan melakukan hal seperti itu. Sehingga membuat Farel yang tadi sudah sempat turun gairah kelelakiannya, kini kembali naik lagi gairah dan hasrat bercinta di dalam dirinya karena begitu berdekatan dengan sang kekasih yang benar-benar mengguncangkan imannya sebagai laki-laki dewasa yang normal.
Farel semakin mendalami ciuman mereka berdua dan tanpa terasa tangannya sudah mulai bergerilliya di atas tubuh mulua Siska yang merasa seakan tersengat listrik. Siska sadar bahwa dirinya dalam keadaan bahaya ketika dia melihat mata Farel yang kembali berkabut seperti tadi. Siska langsung kembali pergi menjauh dari Farel. Farel sangat frustasi karena perbuatan Siska yang dari tadi terus menggoda dirinya.
" Baiklah sayang. Aku pulang dulu ya?" ucap Siska menjauh dari Farel
Farel mengambil kunci mobilnya dan berniat untuk mengantarkan Siska kembali ke apartemen miliknya. Tetapi Siska langsung menggelengkan kepalanya.
" Matteo sudah menungguku di bawah. Aku akan pulang dengannya kau istirahatlah! Aku pergi dulu!" mendengar Siska menyebutkan nama Mateo seketika Farel hatinya merasa panas dibakar rasa cemburu.
" Pulang denganku atau kau tidur denganku di sini!" ucap Farel memberikan pilihan kepada Siska tanpa mau dibantah sama sekali.
Siska menatap Farel dengan lekat. Sungguh! Siska benar-benar tidak mengerti bagaimana harus berkomunikasi dengan Farel yang super posesif dan selalu mau mengekang dirinya.
" Bukankah aku tadi sudah mengatakan padamu, jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain selain aku! Kenapa kau tidak bisa juga mengerti apa yang aku katakan huh?" tanya Farel sambil memukulkan kepalan tangannya ke dinding hingga darah segar mengalir dari telapak tangannya.
Melihat hal itu membuat Siska menjadi gemetar ketakutan. Dia langsung mencari kotak obat untuk mengobati tangan Farel yang terus mengalirkan darah segar.
" Kamu ini apa-apaan sih Farel? Kenapa kamu harus melakukan hal yang berbahaya seperti ini?" tanya Siska khawatir sambil memberikan pertolongan pertama kepada telapak tangan Farel yang terus mengalirkan darah segar.
Siska merasa ngeri melihat telapak tangan Farel yang darahnya tidak mau berhenti.
" Kita harus ke rumah sakit Farel. Ini harus dijahit sekarang. Kalau tidak di jahit, kau akan kehilangan darah semakin banyak lagi!" ucap Siska merasa khawatir.