Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
226. Pusing


Amora menyantap makanan yang dia temukan di depan rumahnya dengan penuh rasa syukur masih ada orang baik yang mau menolongnya. Di saat dia sedang membutuhkan pertolongan.


Setelah merasa kenyang, Amora kemudian membuka ponsel baru yang dia beli kemarin, sebelum dia memutuskan untuk pergi dari kontrakan lamanya karena keberadaannya sudah terendus oleh para detektif.


" Aku harus mencari tahu tentang keadaan Farel dan yang lainnya. Setidaknya aku bisa mencari cara untuk menghindari mereka." Amora kemudian mulai berselancar di dunia internet untuk mencari informasi tentang Farel maupun agensi tempat dirinya bernaung saat ini.


" Wah, Andreas benar-benar tidak mengikuti apa yang kukatakan. Kenapa dia pakai acara begitu?? Pakai acara mengundang wartawan segala tentang kepergianku. Dasar lebay!" Amora kesal setengah mati dengan kelakuan suami yang juga berstatus sebagai manager artisnya.


" Benar juga! Layak juga untuk Andreas merasa khawatir denganku. Aiya! Aku lupa begitu banyak kontrak yang sudah ditandatangani oleh kami. Sekarang Andreas pasti pusing sekali untuk menyelesaikan semuanya." Amora terlihat memikirkan Langkah apa yang harus diambil sekarang.


" Artis kami saat ini sedang sakit dan melakukan perawatan di luar negeri. Oleh karena itu semua kontrak yang sudah ditandatangani oleh pihak kami akan dipending untuk sementara sampai dia sembuh. Adapun kepada klien ataupun pihak yang tidak bersedia untuk menunggu bisa membatalkan kontrak dan menggantinya dengan artis yang lain." Ucap Andreas ketika menjawab pertanyaan dari para wartawan.


Amora benar-benar merasa terharu melihat apa yang sudah dilakukan oleh Andreas atas namanya.


Andreas tidak mengatakan yang sesungguhnya tentang dirinya yang telah kabur dari rumah tanpa kabar berita.


Akan tetapi Andreas masih menjaga nama baiknya Dengan mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang sakit dan sedang berobat ke luar negeri.


" Maafkan aku Andreas. Karena aku selalu memberikan kesulitan untukmu. Aku berharap kau segera mengurus perceraian kita dan bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri. Aku berdoa kau menemukan wanita yang menerimamu dan juga mencintaimu."


Doa suci terluncur begitu saja dari mulut Amora yang merasa terharu melihat wawancara Andreas bersama beberapa wartawan yang sedang mencari informasi tentang dirinya yang sudah lama tidak muncul di layar televisi.


***


Andreas saat ini sedang bertemu dengan detektif yang dia sewa. " Kami hampir saja menemukan keberadaan istri anda, Tuan. Akan tetapi beliau sangat licin dia kabur sebelum kami berhasil menangkapnya!" lapor kepala detektif kepada Andreas yang saat ini begitu antusias menerima laporan darinya.


Andreas menghela nafas cukup merasa lega. Setidaknya ada titik terang bahwa istrinya masih hidup hingga kini.


Andreas sudah mendatangi lokasi di mana mobil Amora yang di kabarkan oleh detektife masuk ke dalam jurang. Andreas merasa lega karena istrinya baik-baik saja.


" Syukurlah kalau istriku baik-baik saja. Bagaimana keadaannya ketika kalian menemui dia?" tanya Andreas kepada detektif untuk mengobati rasa penasaran ya tentang kehidupan Amora ketika melakukan pelarian darinya.


" Dia menyamar menjadi seorang pelayan di restoran kecil yang ada di pesisir pantai. Dia menggunakan Nama Amelia di tempat itu. Dia juga merubah penampilannya 100% menjadi gadis cupu yang jelek dan bau. Seakan-akan dia adalah gadis miskin yang tidak memiliki apapun." Andreas terus mendengarkan apa yang diceritakan oleh detektifnya.


Andreas terkesiap ketika menerima foto-foto yang diperlihatkan oleh detektif padanya.


Foto-foto itu didapatkan dari pemilik restoran yang iseng-iseng mempotret kegiatan di restorannya untuk publikasi dan juga promosi. Dan tanpa sengaja kameranya menangkap Amelia yang sedang beraktivitas.


Andreas menatap foto itu dengan mata berkaca-kaca. sudah hampir satu bulan Amora pergi meninggalkannya tanpa kabar berita apapun.


Andreas Kehilangan kata-kata setiap kali putrinya menanyakan tentang ibunya yang raib entah menghilang ke mana.


" Terima kasih atas kerja keras kalian Aku harap kalian bisa segera membawa istriku ke rumah ini. Putri kami setiap malam selalu menanyakan keberadaannya!" ketiga detektif itu saling menatap satu sama lain saat melihat Andreas yang meneteskan air matanya penuh keharuan ketika melihat foto-foto yang mereka tunjukkan kepadanya.


' Tampaknya Tuan Andreas sangat mencintai istrinya. Publik benar-benar telah ditipu oleh sosok artis yang mengaku sebagai single tetapi ternyata dia memiliki suami dan juga anak. Aih, dunia entertainment memang penuh dengan strategi dan juga intrik.' batin kepala detektif saat memperhatikan Andreas yang masih asyik melamun mengingat tentang Amora yang hampir bisa ditemukan oleh detektif yang dia sewa.


Mereka pun kemudian bangkit dan berpamitan kepada Andreas yang langsung masuk ke dalam kamarnya.


Setelah kepergian para detektif. Terlihat Andreas menghubungi putrinya yang ada di Australia.


" Sayang?"


" Daddy?? Di mana Mommyku?? Apakah sudah ketemu?" tanya gadis kecil itu dengan suara cedalnya. Ketika menanyakan tentang Amora yang sudah lama tidak pernah menghubunginya.


Biasanya walaupun Amora tidak memperdulikan putrinya, seminggu sekali Amora selalu mengusahakan untuk menghubunginya. Sekedar say Halo dan mendengar suaranya akan tetapi putri kecilnya begitu bahagia walaupun dengan hal sederhana itu yang dilakukan oleh ibunya.


" Kimberly Mommymu masih dalam perawatan. Doakanlah semoga Mommymu segera sehat dan segera menemuimu." Andreas terpaksa membohongi putrinya demi menjaga hati Sang Putri agar tidak sedih memikirkan ibunya yang menghilang.


" Bolehkah aku menengok mommy?? Aku sangat merindukannya Daddy!" hati Andreas seakan terhiris sembilu mendengar ucapan putrinya yang merindukan istrinya.


Andreas sangat mencintai Amora. Walaupun dirinya selalu diremehkan dan tidak dihargai sebagai seorang suami. Akan tetapi Andreas selalu menganggap Amora sebagai satu-satunya orang yang penting dalam hidupnya dan itu lebih dari cukup baginya. Obsesi Amora terhadap Farel tidak pernah menghalangi perasaan cinta Andreas kepada istrinya yang dia tahu sangat menderita dengan perasaan itu.


Semampunya Andreas berusaha untuk menolong Amora agar bisa terbebas dari perasaan yang menyiksa sang istri siang dan malam.


" Daddy akan mengabari kamu sayang. Kalau Mami sudah diperbolehkan untuk dijenguk oleh dokter yang merawatnya. Doakanlah Mommymu segera sembuh dan kembali ke sisi kita." Andreas pun kemudian berpamitan kepada Kimberly karena saat ini perasaannya benar-benar tidak sanggup lagi untuk berbohong kepada putri kecilnya.


***


Farel dan Siska sekarang sedang berada di ruangan kerja Farel. Terlihat mereka sedang berdiskusi begitu.


" Kenapa sulit sekali untuk kita menemukan Amora? Aku benar-benar penasaran sekali dengan wanita siluman itu. Sungguh Pandai dia menyembunyikan dirinya!" terlihat Farel yang begitu geram ketika membicarakan tentang Amora yang sudah menghilang dari cycle kehidupannya bertahun-tahun lamanya.


Siska berusaha untuk menenangkan suaminya yang tampak begitu marah.


" Sudahlah sayang. Jangan mengotori hatimu untuk sesuatu yang tidak penting seperti Amora. Ada baiknya kalau kita melupakan saja tetapi ya agar hidup kita jauh lebih damai dan lebih bahagia." Siska memberikan nasehat kepada suaminya.


Farel menggelengkan kepala dan menolak apa yang dikatakan Siska padanya.


" Tidak mungkin sayang. Kau jelas tahu sekali seperti apa sifat Amora. Dia adalah seorang wanita yang sangat jahat dan memiliki banyak sekali ide gila untuk menyakiti keluarga kita. Sebelum aku memasukkannya ke dalam penjara aku tidak akan tenang!" Farel terlihat begitu kesal dan khawatir.


Siska bisa memahami semua yang dikatakan oleh Farel. " Tapi sayang aku benar-benar merasa cemburu melihatmu memikirkan wanita lain. Apa kau tidak bisa hanya memikirkanku dan anak kita saja?" tanya Siska dengan raut wajah kesedihan yang membuat Farel seketika membeku karena telah diingatkan sesuatu yang dia lupakan.


Farel langsung menarik Siska ke dalam pelukannya. Farel berusaha untuk menyalurkan cinta dan kasih sayangnya untuk Siska. Memberitahukan kepada Siska bahwa Siska adalah orang yang terpenting dalam hidupnya.


" Sayang! Bagiku kau adalah segalanya. Jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi. Aku memikirkan tentang Amora bukan karena aku mencintainya tapi aku ingin memasukkan dia ke dalam penjara agar tidak mengganggu keluarga kita lagi!" ucapnya.


Farel berusaha menjelaskan segalanya kepada sang istri agar tidak terjadi kesalahpahaman di sana.


Siska mengerti semua yang dikatakan suaminya adalah sebuah kebenaran. Hanya saja, sebagai Seorang Istri Siska merasa tersiksa melihat suaminya memikirkan wanita lain. Walaupun itu di dasari karena kebencian yang mendalam di hatinya atas Amora yang selalu menyakiti keluarga mereka karena cinta bertepuk sebelah tangan kepada suami tercintanya yang dulu pernah menjadi tunangannya.