Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
166. Sabar sayang


" Sabar sayang! Semuanya butuh sebuah proses. Saat ini Paman Adrian pasti sedang berusaha untuk membantu kekasihnya yang sedang mengalami kesulitan. Seharusnya sekarang waktunya kita untuk membantu dia. Bukankah dulu dia juga selalu membantu kita saat kita menghadapi begitu banyak masalah sewaktu kita tinggal di luar negeri?" tanya Farel kepada Siska yang saat ini benar-benar sedang menyesali apa yang sudah dia lakukan kepada Adrian.


" Baiklah Mas ayo kita ke Bandung dan mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya kepada Paman Adrian sekalian kita akan ziarah ke makam kakekku!" Siska akhirnya memutuskan untuk mencari Adrian yang saat ini sedang membantu kekasihnya yang sedang dalam kesulitan.


" Kita bisa sekalian refreshing. Ya, bukankah kita selama ini terlalu disibukkan dengan pekerjaan?" Farel kemudian menghibur istrinya agar mereka bisa pergi ke Bandung dan membantu Adrian yang saat ini sedang berusaha untuk membantu Jasmine.


Entah apa yang terjadi di Bandung sehingga membuat Adian tertahan begitu lama di sana dan sangat sulit untuk dihubungi.


" Aku harap Paman Steven tidak menyampaikan apa yang kukatakan kepada Paman Adrian," Siska terlihat begitu menyesali apa yang sudah dia katakan kepada Steven tentang Adrian.


" Tenanglah Sayang Tadi aku sudah menyampaikan kepada Paman Steven untuk tidak mengatakan apa yang kau katakan kepada pamanmu dan dia mengerti bahwa saat ini kau sedang stress karena perusahaan yang sedang dalam masalah," Siska sampai memeluk Farel untuk mengungkapkan rasa syukurnya karena memiliki suami yang begitu pengertian dan sangat mengerti tentang dirinya yang memang kadang terlalu terbawa emosi yang berlebihan.


" Sama-sama Sayang kita kan sebagai suami istri harus saling menutupi dan melengkapi. Ya sudah kau beristirahatlah nanti kalau kita sudah sampai aku akan membangunkanmu!" Farel dan Siska memang sengaja pergi ke Bandung dengan menggunakan mobil karena mereka sekalian ingin melakukan refreshing selain untuk meminta maaf kepada Adrian dan membantu permasalahan pamannya di sana.


" Tenanglah Paman Adrian juga kan adalah seorang yang bijaksana dan dia tidak terlalu mengambil hati apapun yang kau katakan. Paman Stevan juga tidak mungkin mengatakan yang kau katakan itu sayang. Tenanglah kau bisa beristirahat dengan baik." Farel terus berusaha untuk menghibur Siska yang benar-benar merasa bersalah dengan semua yang sudah dia lakukan kepada Adrian dan Jasmine.


Setelah perjalanan yang melelahkan Mereka pun akhirnya sampai di kediaman Prayoga yang ada di Bandung.


Steven menyambut kedatangan mereka berdua dan merasa bahagia karena ada inisiatif baik dari Siska untuk melihat keadaan kakaknya yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit.


" Maafkan Siska. Ternyata kak Adrian mengalami kecelakaan sewaktu dia mengantarkan Jasmine pulang ke rumahnya. Sampai saat ini polisi masih menyelidiki penyebab dari kecelakaan tersebut yang diduga adalah karena ulah kesengajaan seseorang," Siska dan Farel tampak begitu indah dan prihatin melihat keadaan Adrian yang saat ini masih koma di dalam ruang ICU.


Bahkan Jasmine dinyatakan meninggal di tempat akibat dari kecelakaan itu. rem mobil Adrian mengalami blong pada saat di belokan yang sangat curam sehingga akhirnya menabrak bahu jalan.


Tuhan masih sayang kepada Adrian karena dia masih diberikan kesempatan untuk hidup walaupun sampai saat ini Adrian masih belum sadarkan diri karena masih dalam keadaan vegetatif.


" Apakah polisi sudah menemukan petunjuk? Siapa yang sudah berbuat jahat seperti ini?" tanya Siska pada Steven.


" Untuk saat ini polisi mencurigai ibu tiri dari Jasmine yang selama ini selalu memiliki masalah dengan Jasmin. Itu semua berdasarkan kesaksian dari ayahnya Jasmine, Tuan Abraham." Siska cukup terkejut mendengarkan keterangan dari Steven mengenai ibu tiri dari Jasmine.


" Benar-benar definisi orang yang sangat tidak tahu diri! Dulu Jasmine yang telah menolong dia pada saat semua orang menolak dan tidak menerima dia sebagai siapapun. Siapa tahu malah dia merebut ayahnya Jasmine dan menjadikannya sebagai suami. Membuat ibunya Jasmine di singkirkan dari keluarga Abraham. Sekarang berani sekali dia membuat kecelakaan semacam ini dan merenggut nyawa Jasmine? Dia benar-benar seseorang yang sangat jahat sekali!" Siska benar-benar geram sekali kepada Abigail yang sudah membuat Jasmine meninggal dalam kecelakaan.


" Sudahlah sayang kau jangan terlalu berlebihan dalam membenci seseorang. Apalagi sekarang Jasmine sudah meninggal. Semoga Abigail bisa mendapatkan hukuman yang setimpal dari polisi!" Farel benar-benar merasa prihatin mendengarkan semua cerita tentang kekasih Adrian.


" Aku hanya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Paman Adrian. Ketika dia mengetahui kekasih yang dia cintai sekarang sudah meninggal karena kecelakaan saat bersama dengannya dia pasti akan sangat sedih sekali." Siska bahkan sampai menangis di dalam pelukan Farel.


Mereka pun kemudian pergi ke kediaman Prayoga untuk beristirahat.


Siska tidak terlalu menggubris apapun yang dikatakan oleh nenek tirinya yang sejak dulu tidak menyukai dirinya.


Lagi pula keberadaan dirinya di kota Bandung bukan untuk sang nenek tiri tetapi untuk pamannya yang sangat dia sayangi.


Farel terus berusaha untuk menghibur istrinya agar membuat dia bisa sabar dan terus berdoa untuk kebaikan Adrian yang saat ini masih dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.


" Istirahatlah dulu sayang tampaknya kau begitu kelelahan tidak baik untuk terlalu stress. Apalagi saat ini kau sedang hamil muda kasihan bayi kita kalau ibunya stress begitu," Farel berusaha untuk terus mengingatkan Siska agar tidak terlalu terbawa dengan pikiran yang hanya membuat diri menjadi pusing dan tidak bahagia.


Siska sama sekali tidak ingin ditinggalkan oleh suaminya karena saat ini dia memang benar-benar sudah membutuhkan support dari Farel.


Apalagi kondisi perusahaan juga semakin memburuk sejak Adrian meninggalkan perusahaan selama hampir satu minggu lebih.


Bisa dikatakan Prayoga Group tergantung kepada Adrian sebagai otak dari segala tender maupun Proyek besar yang ditangani oleh Prayoga Group.


" Tenanglah aku pasti akan membantumu untuk menyelesaikan semua masalah di perusahaan kita akan saling membahu sampai bisa menemukan titik terang dan bisa keluar dari krisis!" seharian ini Farel terus menghibur sang istri yang terlihat begitu frustasi dengan semua masalah perusahaan.


Siska benar-benar tidak mengerti apa yang harus dia lakukan ketika Adrian masih saja terbaring di rumah sakit untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.


" Berdoa dan terus berdoa agar Paman Adrian segera sadar dan segera sembuh jadi kita bisa mencari solusi untuk semua masalah yang sedang terjadi!" Siska hanya mengangguk dan menuruti semua yang dikatakan oleh suaminya.