
Begitu sampai di rumah sakit Farel langsung menemui Siska yang sudah khawatir dengan keadaan Steven.
" Bagaimana Sayang? Apakah Paman Steven ketemu?" tanya Siska ketika Farel sampai di rumah sakit.
" Aku sudah membawanya ke apartemen dan sekarang dia sedang tidur di sana. Sayang! Sebaiknya kita juga pulang. Biarkanlah Andini yang menjaga Paman Adrian. Andini juga pasti tidak akan bisa istirahat kalau kita masih di sini!" Farel melirik sekilas kepada Andini yang saat ini sedang membereskan barang-barang Adrian.
Adrian sudah sadar dan juga sudah mengerti dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Adrian hanya belum bisa berbicara secara normal.
Sedikit demi sedikit Andini melatih Adrian untuk bisa berbicara kembali.
" Baiklah, aku juga benar-benar sangat lelah dan ingin sekali beristirahat," setelah mengatakan itu Siska kemudian berpamitan kepada Andini.
" Baiklah Andini selamat beristirahat aku titip Paman Adian kepadamu. Oh ya untuk masalah Paman Steven. Maafkan dia ya?? Kalau sudah mengganggu ataupun menyinggung harga dirimu. Tapi yang jelas kau harus tahu bahwa Pamanku adalah seorang pria yang baik dia tidak punya niat jahat denganmu!" setelah menjelaskan semuanya kepada Andini. Siska pun kemudian pulang bersama dengan Farel menuju ke mantson milik mereka di mana Aaron tinggal di sana bersama dengan pengasuhnya.
" Sudahlah sayang kau tidak usah terlalu stress memikirkan Paman Adrian ataupun Paman Steven. Mereka sudah dewasa aku yakin mereka bisa mengatur hidup mereka sendiri!" Farel berusaha untuk menasehati Siska agar tidak terlalu stress dalam memikirkan mereka bagaimanapun saat ini Siska sedang hamil muda sangat penting untuk Siska bisa menjalani hidup sehat tanpa harus berpikir keras ataupun merasa pusing dengan masalah yang ada.
" Maafkan aku kalau kau berpikir bahwa aku saat ini sangat stress. Aku tidak habis pikir dengan masalah yang semakin meruncing dan tidak pernah ada penyelesaian. Aku hanys ingin beristirahat aja. Sudahlah lupakan saja semuanya!" akhirnya Siska memilih untuk menyandarkan kepalanya di bahu sang suami yang selama ini selalu menjadi tempat ternyaman untuk dirinya.
" Tidurlah sayang. Nanti setelah sampai aku akan membangunkanmu. Sudahlah sayang! Tolong jangan terlalu memikirkan tentang masalah mereka. Aku tidak mau kau benar-benar stres karena mereka!" Farel mengelus kepala istrinya dengan lembut dan berusaha untuk menenangkan sang istri yang dari tadi terus saja gelisah dan merasa tidak tenang sama sekali.
Setelah mereka sampai di Mansion keluarga Handoyo. Siska dan Farel langsung menuju ke kamar mereka namun sebelum benar-benar pergi untuk tidur, Siska mengecek keberadaan putranya yang seharian ini tidak bertemu dengannya karena dia yang terlalu sibuk berada di luar rumah.
Setelah memastikan bahwa putranya benar-benar tidur. Siska pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan menemui suaminya yang saat ini sedang berada di dalam kamar mandi.
" Sayang, apa kau ingin makan malam dulu?" tanya Siska dari balik pintu kamar mandi.
" Yah kita bisa melakukan itu sayang. Kau minta kepada pembantu untuk membawanya ke dalam kamar saja. Karena aku malas untuk turun lagi!" Farel berteriak dari kamar mandi.
Siska pun kemudian menelpon bagian dapur untuk menyiapkan makan malam dan membawanya ke dalam kamar mereka. Setelah memastikan bahwa semua kebutuhan sudah terselesaikan. Siska pun kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Sungguh hari ini adalah hari yang sangat melelahkan untuknya.
Ketika Farel sudah selesai mandi terlihat Siska Yang Sudah terlelap dalam tidurnya.
" Sungguh kasihan istriku. Dia harus berlari kesana kemari untuk mengurus segala sesuatu. Sementara Dia sedang hamil muda. Dia pasti benar-benar sangat kelelahan untuk mengurus semua itu!" monolog Farel sambil memperhatikan Siska yang saat ini masih memejamkan matanya.
Setelah mengganti pakaiannya. Farelpun kemudian membangunkan Siska untuk mengajaknya makan malam bersama. Karena bagaimanapun dia tidak mau membiarkan istrinya tidak makan atau tidur dalam keadaan lapar.
Farel berusaha untuk membangunkan Siska. Siska pun kemudian mengikuti kemauan sang suami untuk makan malam bersama. Tetapi sungguh saat ini tubuhnya benar-benar sangat lelah sehingga akhirnya dia hanya bisa terbaring lesu di atas ranjang mereka.
" Tolonglah sayang kau kurangilah sedikit aktivitasmu aku benar-benar tidak tega melihatmu begini!" Farel pun akhirnya mau menyuapi Siska agar istrinya bisa makan.
" Kalau bukan karena dalam keadaan seperti ini Kau pasti tidak mau memanjakanku bukan?" tanya Siska sambil melirik kepada suaminya yang hanya bisa tersenyum melihat wajah istrinya yang begitu bahagia.
Entahlah Apakah itu benar-benar ataukah hanya perasaan Farel saja. Bahwa saat ini Siska begitu cantik bahkan kecantikannya berkali lipat dari biasanya.
Mungkin itu adalah bawaan orok yang saat ini sedang dikandung oleh Siska. Farel pun tidak terlalu mengerti tentang hal itu.
***
Sementara itu Andini saat ini sedang menikmati makan malamnya sendiri dan ditemani oleh Adrian tentu saja yang masih hanya bisa berbaring dan menatap Andini dengan sendu.
Sebenarnya Adrian ingin sekali berbicara dan bertanya tentang kondisi perusahaan mereka. Akan tetapi rasanya mulutnya seperti terkunci dan tidak bisa mengatakan apapun" benar-benar sangat mengesalkan sekali.
Adrian juga ingin bertanya tentang Jasmine. Kenapa selama beberapa hari dia sudah siuman dirianya tidak melihatnya sama sekali.
Andini yang sudah selesai makan malam dan juga menyuapi Adrian dengan begitu telaten akhirnya memilih untuk beristirahat. Karena Dia pun melihat Adrian juga sudah memejamkan matanya.
Andini benar-benar sangat mengantuk dan Dia pun akhirnya terlelap dalam tidurnya yang pulas.
Adrian benar-benar berterima kasih kepada Andini yang sudah menemaninya saja kemarin dengan begitu telaten dan sabar.
" Andini?" Adrian berusaha untuk mengucapkan sesuatu dan belajar untuk bisa berbicara kembali.
Andini yang baru saja terlelap sekejap dia langsung loncat mendengar Adrian yang memanggil namanya dengan begitu Lirih.
" Tuan Adrian Apakah tadi anda yang memanggilku?" tanya Andini benar-benar merasa bingung dan juga tidak percaya.
" Benar aku yang telah memanggilmu. Katakan padaku Ada apa dengan dirikum?" tanya Adrian dengan suara gemetar.
" Tuan sebaiknya Anda beristirahat dulu besok saya pasti akan menjelaskan semuanya kepada anda!" setelah mengatakan itu kehadiran pun kemudian memejamkan matanya kembali.
Andini merasa bahagia sekali melihat perkembangan Adrian yang begitu besar akhir-akhir ini.
Andini benar-benar bangga dengan pekerjaannya karena hanya dalam waktu beberapa Minggu ada yang sudah mulai kembali pulih
" Aemoga saja bulan depan Pak Adrian sudah bisa pulang dari rumah sakit dan segera fokus kembali dengan pekerjaannya di kantor. Kasihan sekali Taun Steven dan Bu Siska. Dia sedang hamil tetapi masih sibuk dengan pekerjaan!" monolog Andini.