Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
180. Meyakinkan diri


Andini saat ini berhadapan dengan Steven dan juga Adrian yang tadi sempat bercakap-cakap di ruang tamu.


Siska memberikan kesempatan kepada mereka bertiga untuk berbicara dari hati ke hati agar mereka bisa mengetahui perasaan masing-masing.


" Maafkan saya tuan Adrian. Saya melihat sekarang kondisi Tuan Adrian sudah membaik. Saya ingin mengundurkan diri untuk menjadi sustermu." ucap Andini sambil menundukkan kepala.


Adrian benar-benar terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Andini dia tidak percaya bahwa wanita yang hampir lebih dari 4 bulan bersamanya sekarang ingin mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut.


" Kenapa kau ingin keluar dari pekerjaan kamu? Aku sudah terbiasa dilayani olehmu. Tolonglah Andini! Lagi pula kondisiku belum baik, kalau begitu lebih baik aku tidak usah sembuh saja. Mulai besok aku tidak akan mau meminum obatku atau melakukan terapis lagi!" Andini terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Adrian yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.


Steven memilih untuk meninggalkan mereka berdua agar mereka bisa berbicara lebih leluasa tanpa merasa terganggu dengan kehadirannya di sana.


" Tuan Steven! Tolonglah untuk tetap di sini karena ada yang ingin ku bicarakan juga denganmu." Steven menjadi bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh Andini.


Tiba-tiba saja Andini berlutut di hadapan Adrian.


" Adrian aku tahu kalau ini tidaklah pantas untuk aku lakukan ini sebagai seorang wanita. Akan tapi aku benar-benar menginginkan untuk mundur menjadi sustermu, karena aku ingin menjadi istrimu mulai sekarang!" Adrian sampai terkesiap mendengar semua yang dikatakan oleh Andini yang benar-benar tidak pernah ada di dalam khayalannya sekalipun.


Siska dan Steven terkesiap mendengarkan semua yang dikatakan oleh Andini yang begitu berani melamar Adrian.


" Kau?? Bagaimana mungkin seorang perempuan malah melamar seorang laki-laki? Maafkan aku Andini seharusnya sejak dulu aku yang memberanikan diri untuk melamarmu sehingga tidak perlu terjadi hal seperti ini." Adrian langsung memeluk Andini yang sejak tadi hanya menatapnya dengan sendu.


Adrian mengeluarkan cincin yang sudah lama selalu dia bawa dan menyematkannya di telapak tangan Andini.


" Menikahlah Denganku Andini dan kita akan bersama-sama mengarungi kehidupan kita berdua dengan penuh cinta dan kebersamaan di masa yang akan datang!" Andini terkejut karena ternyata Adrian sudah menyiapkan sebuah cincin untuk dirinya.


Siska dan Steven kemudian bertepuk tangan dan memberikan Selamat atas resminya hubungan mereka berdua sekarang sebagai tunangan yang saling mencintai satu sama lain. Rosa Mandalika yang baru saja sampai di kediaman keluarga Proyogo nampak bingung melihat apa yang terjadi di sana.


" Apakah ada acara yang tidak aku ketahui di sini?" tanya Rosa Mandalika dengan menatap Steven yang sekarang malah mendekatinya.


" Rosa. Apakah kau bersedia untuk menjadi istriku?" Rosa Mandalika sontak terkejut mendengar apa yang dikatakan Steve.


Akan tetapi Steven jauh lebih terkejut lagi karena tiba-tiba saja Rosa memeluk dan jiga mencium bibirnya tanpa aba-aba.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku Rossa yang seperti tidak malu sama sekali untuk menunjukkan perasaan cintanya kepada Steven.


" Syukurlah kalau sekarang kedua Pamanku sudah memiliki pasangan mereka masing-masing. Aku sekarang tinggal menyiapkan pesta pernikahan kalian berdua." Siska hanya memeluk Farel yang sejak tadi hanya menatap semua yang terjadi di dalam ruangan itu.


Farel merasa bersyukur karena semua orang sekarang sudah bahagia dan terlihat kedamaian di wajah mereka.


Walaupun sampai saat ini Farel masih merasa kebingungan untuk bisa menemukan Amora yang belum juga ketemu.


Amora adalah wanita yang benar-benar sangat berbahaya oleh karena itu Farel benar-benar waspada dengan keberadaan wanita itu di manapun juga.


" Sayang sebaiknya kita pulang saja. Biarkanlah pasangan baru itu berbahagia dan kita sebaiknya tidak usah mengganggu mereka untuk menghabiskan waktu mereka bersama." Siska kemudian mengikuti Farel untuk pulang ke kediaman mereka.


Di dalam mobil tidak ada hentinya Siska mengucapkan syukur dan kebahagiaannya atas kebahagiaan kedua pamannya yang telah bertemu dengan pasangan mereka.


" Syukurlah kalau kedua Pamanku sekarang sudah bertemu dengan cinta mereka." ucap Siska penuh dengan kebahagian.


Farel mencium bibir Siska dengan lembut.


" Sayang, sekarang aku bersyukur sekali dengan kebahagiaan mereka semoga mereka segera menikah dan hidup berbahagia seperti kita berdua!" Doa Farel untuk Adrian dan Stevan yang selama ini sudah banyak membantu keluarganya dalam setiap kesulitan maupun penderitaan.


" Karena Ibu kandung dari Paman Steven dan Paman Adrian sudah tidak mau peduli dengan mereka. Di sini kita berdua yang akan berperan sebagai orang tua mereka dan menyiapkan acara pernikahan untuk mereka. Apa kau tidak keberatan?" tanya Siska kepada Farel yang langsung menganggukkan kepalanya.


Siska merasa bahagia sekali melihat suaminya yang selalu mendukung apapun yang dia lakukan.


" Syukurlah sayang kalau begitu. Nanti aku akan berunding dengan paman Adrian dan sama Steven untuk mempersiapkan lamaran untuk kekasih mereka masing-masing dan kita bisa menyesuaikan waktunya dengan jadwal mereka." Farel menggenggam telapak tangan Siska dan menciumnya dengan lembut.


" Aku cuma berpesan padamu untuk berhati-hati. Jangan terlalu lelah dan jangan terlalu memaksakan diri. Bagaimanapun saat ini kau sedang hamil muda!" Farel tidak ada lelahnya untuk mengingatkan istrinya agar selalu menjaga kandungannya yang masih muda dan belum terlalu kuat.


Siska hanya menganggukkan kepalanya kemudian menganggukkan kepala di bahu sang suami tercinta.


" Terimakasih sayang. Karena kau selama ini selalu memberikan yang terbaik dan juga cinta yang begitu banyak untukku!" Siska benar-benar sangat bahagia dengan kebahagiaan mereka.


Saat di tikungan tajam, riba-tiba ada sebuah mobil yang berjalan ke arah mereka. Sopir dalam keadaan panik dan langsung membanting setir ke pinggir agar tidak tertabrak oleh mobil tronton tersebut.


Farel benar-benar mengkhawatirkan kondisi Siska dia langsung menggerakkan tubuhnya untuk menolong sang istri agar bisa keluar dari mobil yang sudah terbalik.


Farel berusaha untuk membangunkan sopir yang tampaknya jatuh pingsan karena mengucur darah dari kepalanya.


" Pak, bangun Pak! Ayo kita keluar dari mobil ini. Karena mobilnya sebentar lagi akan meledak!" Farel berusaha untuk menarik keluar sopirnya setelah tadi dia berhasil menyelamatkan Siska untuk keluar dari mobil yang ditumpangi oleh mereka.


Farel merasa lega setelah usaha kerasnya akhirnya dia bisa menarik keluar sopir pribadinya yang saat ini masih dalam keadaan pingsan dan belum sadarkan diri sejak tadi.


Sengan susah payah Farel menghubungi pihak paramedis agar bisa menolong Mereka bertiga yang saat ini benar-benar sudah kepayahan gara-gara kecelakaan fatal itu.


Sebelum Farel jatuh pingsan bareng melihat ada dua orang yang mendekat ke arahnya Sambil tertawa terbahak-bahak.


" Amora? Kau kenapa ada di sini?" tanya Farel yang kemudian tidak sadarkan diri.