
Farel mendekati Siska kemudian dia pun menggenggam tangan wanita yang telah Dipilihkan oleh kedua orang tuanya untuk menjadi calon istrinya di masa depan.
Memang sebelum mengenal Siska secara dekat, ada ambisi di dalam hati Farel untuk merebut dan menguasai perusahaan Prayoga group yang sekarang diserahkan kepada Siska sebagai CEO barunya.
Akan tetapi lambat laun ketika Farel dekat dan bergaul bersama Siska Ambisi tersebut semakin menipis di dalam hati Farel.
Farel benar-benar menyukai Siska dan menginginkan wanita itu untuk menjadi istrinya sesuai harapan kedua orang tuanya.
" Percayalah padaku sayang. Aku pasti bisa mencintaimu melebihi siapapun. Akan ada seseorang yang akan menerimamu walaupun kau dalam keadaan jelek maupun cantik. Walaupun kau dalam keadaan sehat ataupun sakit. Walaupun kau dalam keadaan sukses maupun terpuruk. Orang itu adalah aku! aku akan selalu di sini dan menerimamu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu! Jadi please sayang! Kamu jangan pernah lagi mengatakan kalau kamu tidak pantas untuk menjadi calon istriku! Di mataku Kau adalah orang yang paling pantas untuk aku perjuangkan di dalam hidupku saat ini!" Ucap Farel sambil menggenggam tangan Siska yang terasa sangat dingin.
" Please kamu jangan melakukan hal seperti ini kau benar-benar raja gombal! Aku hampir saja meleleh gara-gara mendengarkan semua gombalan receh mu! Aku yakin kalau di luar sana, Kau pasti memiliki banyak penggemar dan kekasih kan?" tanya Siska sambil memalingkan wajahnya dari Farel.
Farel meraup wajah Siska agar menghadap kepadanya.
" Aku hanya mengatakan ini kepadamu sayang. Kau bisa bertanya kepada para fansku maupun para wanita yang pernah masuk ke dalam hidupku sebelum kehadiran kamu dalam hidup aku!" Ucap Farel.
Siska menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia pun bangkit dari duduknya dan berniat untuk meninggalkan Farel untuk kembali ke rumahnya. Siska merasa sangat lelah dan ingin istirahat.
" Kau mau pergi ke mana sayang?" tanya Farel mengikuti Siska keluar dari ruangannya.
" Aku ingin pulang ke rumahku. Masa kamu ikutin aku juga sih?" tanya Siska merasa frustasi dengan tingkah laku Farel yang terus mau menempel dengannya sejak tadi siang.
Farah langsung menggenggam tangan Siska dan berjalan beriringan dengan wanita yang baru saja lulus SMA tersebut.
" Aku heran sekali loh sayang. Kenapa aku bisa tergila-gila kepada gadis urakan sepertimu ya? Katakan padaku sayang. Apakah kau telah memberikan magic kepadaku? Hmmm? Kau tidak mengirimkan pelet untukku kan sehingga aku tergila-gila denganmu?" tanya Farel menatap Siska yang auto melotot.
" Ya ampun kau ini bicara apa sih? Kalau ada yang mendengarnya dikira nanti benar-benar, kalau aku melakukannya!" protes Siska Sambil mencubit pinggang Farel sehingga dia merasa kesakitan di buatnya.
" Sakit sayang! Kau tidak boleh terlalu kejam padaku!" ucap Farel sambil menaruh kepalanya di bahu Siska sehingga membuat Siska menjadi salah tingkah dibuatnya.
" Ih kau ini apaan sih? Tolonglah berlaku seperti usiamu! Ya elah!" ucap Siska merasa frustasi melihat kelakuan Farel yang sangat kekanakan di matanya.
" Kelakuanmu ini benar-benar sangat berbanding terbalik saat kau menghadapi semua anak buahmu. Aku heran deh, kau ketika berada di ruang rapat memiliki aura yang sangat dingin dan menakutkan. Tetapi kenapa ketika dekat denganku, Kau seperti anak kecil yang sangat menyebalkan sih?" tanya Siska sambil menggelengkan kepalanya.
Farel hanya tersenyum mendapatkan protes dari Siska. Farel langsung membuka pintu mobilnya ketika Siska sudah berada di samping mobil pribadi.
" Bapak pulang saja saya akan menyetir sendiri!" Ucap Farel yang menyerahkan uang Rp100.000 kepada sopirnya untuk dia pulang ke rumahnya menggunakan taksi.
' Ah, aku benar-benar telah jatuh dalam pesona gadis urakan ini! Dan rasanya akan sangat sulit untuk keluar dari sana!' batin Farel ketika dia melihat Siska yang sudah mulai terlelap dalam tidurnya ketika mereka dalam perjalanan menuju kediaman Prayoga.
Dengan tatapan lembut Farel terus saja memperhatikan Siska yang tampaknya begitu lelah. Sehingga dia bisa begitu cepat terlelap dalam tidurnya. Padahal mereka baru 10 menit meninggalkan kantor Prayoga group.
Setelah sampai di kediaman Prayoga Group, Farel yang merasa tidak tega untuk membangunkan Siska dia pun langsung menggendong gadisnya untuk masuk ke dalam kamarnya kemudian meletakkan Siska di atas ranjang milik gadisnya yang telah memberikan warna baru dalam hidupnya setelah menganalisis kah yang begitu periang dan juga selalu ceria.
Sejak menganalisis kah hidup Farel terasa berwarna dan dia selalu tersenyum penuh kebahagiaan.
Tidak ada lagi Farel yang dingin mencekam seperti sebelumnya Ketika Dia memiliki hubungan dengan Amora yang seorang model internasional yang memiliki kepribadian serius dan seorang wanita perfeksionis yang selalu mengutamakan penampilan dan kecantikannya.
Bersama dengan Siska, Farel bisa menjadi dirinya sendiri. bersama dengan Siska Farel bisa memakan apapun yang dia inginkan tanpa merasa takut untuk diprotes oleh pasangannya yang takut dirinya gemuk ataupun berubah menjadi jelek.
" Selamat tidur ya kesayangku! Semoga kau bermimpi indah denganku di sana!" ucap Farel sambil mengejutkan dengan Siska sebelum dia meninggalkan kamarnya.
Setelah Farel meninggalkan kamar Siska. Siska pun tampak membuka untuk kelopak matanya. Siska tersenyum bahagia setelah Farel keluar dari kamarnya.
" Boleh juga, dia lulus dari tes ku!" ucap Siska sambil mesem-mesem sendiri karena merasa senang ternyata Farel bukanlah seorang laki-laki b******* yang memanfaatkan situasi dan kondisi di saat dirinya terlelap dalam tidurnya.
Jadi yang sebenarnya adalah Siska pura-pura tertidur di dalam mobil Farel. Itu adalah untuk mengetes bagaimana perilaku seorang Farel ketika dia sedang tidur bersama laki-laki itu.
" Dia lulus 100%!" gumam Siska merasa sangat bangga dengan Farel yang telah berhasil melewati ujiannya.
" Siapa yang lulus 100%?" tanya Farel sambil mendongakkan kepalanya di depan pintu kamar Siska.
Siska yang terkejut setengah mati seketika melemparkan bantal di tangannya ke arah Farel yang langsung tertawa melihat Siska yang tampak begitu lucu dan menggemaskan di matanya.
" Ponselku ketinggalan sayang. Makanya aku balik lagi! Bagaimana kau ingin makan malam dulu atau mau tidur lagi?" tanya Farel sambil duduk di samping Siska yang saat ini sudah bangun dari tidur pura-puranya.
" Aku sebenarnya lapar Apakah kau mau membelikanku makanan? Hmmm?" tanya Siska sambil bergelayut manja di lengan Farel yang langsung mengelus pucuk kepalanya dengan penuh kasih sayang.
Farel mengecup kening Siska dengan lembut.
" Aku akan memasak untukmu! Ayo sayang, kau ikutlah dengan ke dapur. Kau nanti bisa membantuku di sana!" Ucap Farel sambil menarik tangan Siska yang langsung terkejut dengan kelakuan dia yang suka membuat dia jantungan mendadak.