
Rossa yang merasa tidak ada pilihan lagi. Akhirnya dia mengikuti Steven dan dengan terpaksa mengikutinya ke apartemen milik Steven.
" Kau akan di sini atau aku yang akan memilihkan pakaian untukmu?" tanya Steven pada Rosa yang sejak tadi terus aja cemberut kepada Steven.
Rossa melihat pakaiannya yang dari pinggang ke lutut basah dan kotor dengan jus alpukat. Itu semua gara-gara perbuatan Steven yang sudah menjatuhkan jus itu ke pakaiannya.
" Kau benar-benar sangat merepotkan sekali!" kesal sekali hati Rosa saat ini.
Rosa tampak kebingungan. Dia ingin keluar dari mobil milik Steven dan memilih pakaiannya sendiri. Akan tetapi untuk keluar pun dia merasa malu saat dia melihat pakaiannya yang benar-benar kotor.
" Lihatlah pakaianku semuanya kotor gara-gara perbuatanmu!! Apa kau puas?" kesal hati Rosa luar biasa.
Dalam hati Steven tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Rossa yang sangat lucu menurutnya.
" Hmmmmm!! Bagaimana kalau begini saja? Kau bisa memasang jasku ini di tubuh kamu. Kita bisa masuk ke dalam butik untuk memilih pakaian kamu sendiri. Bagaimana?" tanya Steven mencoba untuk memberikan solusi kepada Rossa yang saat ini benar-benar sangat marah terhadap perbuatan Steven.
Akhirnya dengan perasaan marah dan juga terpaksa Rosa mengulurkan tangannya meminta jas milik Steven.
" Baiklah aku akan langsung mengganti pakaianku di butik saja. Setelah itu kita tidak usah bertemu lagi. Idih, malas sekali Aku harus pergi ke apartemenmu hanya untuk ganti baju!" Rosa benar-benar merasa jengkel.
Steven tidak masalah dengan apapun yang dilakukan oleh Rossa. Baginya yang penting dia sudah membuat wanita itu merasa kesal itu sudah lebih dari cukup.
" Baiklah. Ayo turunlah! Aku akan menemani kamu untuk membeli baju baru." Steven kemudian memberikan jasnya untuk bisa menutupi baju kotor yang digunakan oleh Rossa.
Terlihat Rosa dengan begitu arogannya keluar dari mobil milik Steven. Saat Steven melihat ponsel Rossa yang tertinggal di jok mobilnya. Dia pun langsung mengambil ponsel itu dan menonaktifkannya. Steven menyembunyikan ponsel itu di jok belakang mobilnya agar tidak terlihat oleh sang pemilik.
Setelah berhasil mendapatkan apa yang dia incar. Steven pun kemudian mengikuti Rossa hanya untuk sekedar menunjukkan tanggung jawabnya sebagai seorang laki-laki sejati.
" Pilihlah pakaian yang kau inginkan aku akan menunggumu di sini." Steven lebih memilih untuk duduk di kursi yang ada di dalam butik.
Rossa yang saat ini masih jengkel dan marah kepada Steven akhirnya dia masuk ke dalam dan memilih pakaian yang dia inginkan.
" Baiklah sekarang kita kembali ke restoran tadi. Gara-gara kau aku telah meninggalkan mobilku di restoran!" Stefan hanya menganggukan kepala menyetujui semua keinginan Rosa.
Setelah membayar pakaian milik Rosa. Mereka pun kemudian keluar dan pergi ke restoran yaitu tempat mereka bertemu untuk pertama kalinya.
Rosa Mandalika adalah seorang wanita muda yang baru saja kembali dari luar negeri setelah kuliah di sana. Jadi pantas saja kalau dia belum terlalu mengenal siapa-siapa saja orang-orang yang berpengaruh di dunia bisnis dan pantas kalau dia tidak mengenal Steven maupun Siska Prayoga yang baru saja suaminya dia rayu untuk menjadikannya sebagai istri keduanya.
" Baiklah kalau begitu tolong maafkan saya sekali lagi atas kecerobohan saya." Steven tersenyum kepada Rossa yang benar-benar merasa jengkel dengan kelakuannya.
Rossa pun kemudian keluar dari mobil milik Steven menuju ke mobilnya sendiri yang terparkir di restoran.
Steven langsung kembali ke perusahaan Prayoga Group. Karena sekarang Siska sudah menunggunya di sana.
" Bagaimana paman?? Apakah Paman sudah berhasil mendapatkan ponselnya?" tanya Siska pada Steven yang sudah kembali lagi ke perusahaan mereka setelah menyelesaikan misinya.
Mereka pun kemudian mulai mengaktifkan ponsel tersebut dan membuka semua pesan yang ada di dalam aplikasi hijau milik Rossa.
Siska benar-benar terkejut melihat semua pesan yang diberikan oleh Rosa kepada suaminya yang benar-benar tidak tahu malu.
" Wanita ini benar-benar seorang racun!" Siska tampak begitu geram membaca semua pesan-pesan tidak senonoh yang diarahkan kepada suaminya.
" Syukurlah kalau suamimu sudah memblokir dia!" Steven benar-benar bangga dengan seorang Farel yang masih bisa mempertahankan kesetiaannya setelah mendapatkan godaan yang begitu bertubi-tubi dari Rossa yang secantik foto model internasional.
Mereka pun kemudian menemukan nomor telepon seorang hacker yang telah disewa oleh Rossa untuk melumpuhkan sistem perusahaan mereka.
Siska pun kemudian menuliskan pesan sebagai Rossa kepada hacker tersebut.
" Tolong batalkan semua serangan yang sudah Aku perintahkan kemarin kepadamu. Karena saat ini polisi sudah mengawasi kegiatan kita. Setelah selesai melakukan apa yang aku minta. Segeralah pergi dan menjauh dari Indonesia. Supaya polisi tidak bisa mendeteksi keberadaan kamu!" pesan itu kemudian dikirimkan oleh Siska kepada sang hacker yang langsung menjawab pesan tersebut.
" Siap bos!! Saya tunggu hasil pembayaran dari pekerjaan ini!" jawabnya
" Tenanglah setelah semua pekerjaanmu beres aku pasti akan mentransferkannya!" ucap Siska dengan senyum bahagianya.
" Siap!! Sekarang juga saya akan menarik semua serangan yang saya lancarkan kepada Prayoga Group!" ucapnya.
Hanya dalam waktu setengah jam kemudian. Semua sistem Prayoga Group yang tadi lumpuh total. Data-data yang tadi menghilang tiba-tiba sudah kembali lagi seperti sedia kala dan tidak ada kerusakan sama sekali.
" Saya sudah melaksanakan perintahmu! Segera kau kirimkan pembayarannya. Kalau tidak, maka aku akan menghancurkan Mandalika grup hanya dalam satu kali klik!" ancam hacker tersebut pada Rossa.
Ya, heacker tersebut berpikir bahwa saat ini dia sedang berbicara dengan Rossa. Dia tidak tahu kalau saat ini dirinya sedang berbicara dengan Siska pemilik perusahaan yang saat ini sedang dia ganggu atas perintah Rossa.
Siska langsung memblokir nomor tersebut. Setelah dia melihat bahwa semua sistem sudah kembali seperti sedia kala.
" Syukurlah paman kita melemparkan satu batu dan membunuh 2 sampai 3 ekor burung sekaligus. Sekarang kita hanya tinggal menunggu kehancuran Mandalika group yang akan dilakukan oleh hacker itu mewakili kita untuk menghukum kejahatan Rosa. Paman! Segera sembunyikan atau buang ponsel ini yang jauh. Sehingga tidak ada yang akan mendeteksi apa yang sudah kita lakukan ini!" perintah Siska kepada Steven yang langsung memberikan dua jempolnya kepada keponakan yang cerdas dan pintar.
" Tenanglah Siska. Aku akan menghapus semua jejak chat yang tadi kamu lakukan dengan pria itu." Steven kemudian mengambil ponsel dari tangan Siska setelah itu dia mengantonginya di dalam jasnya.
Mereka sangat senang sekali karena masalah perusahaan akhirnya bisa terselesaikan dengan begitu mudah tanpa banyak kerepotan sama sekali yang harus mereka lakukan untuk melawan Rosa Mandalika yang sangat jahat dan berhati culas.
Stevan saat ini sedang berusaha untuk membuang ponsel milik Rossa di sebuah tong sampah yang ada di dekat Mall yang tadi dia lewati sebelum kembali ke rumah sakit.
" Semoga kau beristirahat dengan tenang di tempat ini!" ucap Steven sambil tersenyum ketika dia meninggalkan ponsel milik Rossa di tong sampah mall yang dia kunjungi untuk makam malam dan membeli beberapa kebutuhan untuk dirinya selama menjaga Adrian di rumah sakit.
Steven tertawa senang. Ketika dia melihat berita tentang Mandalika group yang saat ini perusahaannya lumpuh total servernya akibat serangan seorang hacker yang handal sekali.
Terlihat Rosa Mandalika yang saat ini sedang melakukan konferensi press dengan wajah yang begitu panik dan cemas. Hal itu telah membuat Steven benar-benar terhibur.
" Itulah hukum karma untuk orang jahat yang suka menyakiti orang lain dan Ingin mencuri sesuatu yang bukan milikmu!" ucap Steven dengan senyum penuh kemenangan dan nyaris tidak merasa kasihan sama sekali kepada Rossa yang sedang panik karena perusahaan keluarganya yang sedang terkena masalah besar.