
Farel sudah mendengar tentang kaburnya Abian dan dia sudah mengerahkan anak buahnya untuk menemukan keberadaan sepupunya yang telah membawa lari buang perusahaan sebanyak 200 milyar.
Farel sudah menemukan ke mana saja uang yang di curi oleh Abian di gunakan. Ternyata selain menggunakan untuk berjudi dan bermain perempuan Abian juga membangun sebuah perusahaan di Singapura.
Abian sekarang berada di sana untuk mengurus perusahaan tersebut bersama dengan Amora. Abian dan Amora ternyata berhubungan. Selama ini, teror yang di lakukan oleh Amora terhadap keluarga Farel adalah atas perintah dari Abian.
Abian yang merasa tidak terima selalu saja di perintah oleh Farel. Sementara Dia merasa bahwa dia juga memiliki hak atas perusahaan Handoyo yang juga dibangun oleh ayahnya. Ayahnya bekerja keras untuk membangun perusahaan itu juga. Abian tidak terima kalau perusahaan Handoyo hanya dinikmati oleh Farel sebagai pewarisnya.
Oleh karena itu, sedikit demi sedikit Abian mulai mengambil alih perusahaan dengan cara menyedot dana perusahaan dengan mengirimkannya ke rekening pribadi miliknya.
" Aku akan pergi ke Singapura untuk mengejar Abian dan Amora. Kau baik-baiklah di sini. Aku akan memerintahkan Bodyguard untuk selalu menjaga kalian berdua!" ucap Farel pada Siska sebelum dia meninggalkan Indonesia dan bertolak ke Singapura.
" Hati-hatilah sayang. Mereka berdua adalah orang-orang yang licik dan jahat. Kau tidak boleh lengah terhadap mereka! Ingat sayang!! Kau harus kembali dengan selamat demi aku dan juga Aaron!" ucap Siska dengan mata berkabut penuh kesedihan.
Farel memeluk Siska dengan begitu erat dan menciumnya dengan begitu lembut. Bibir yang akan dia rindukan selama kepergiannya untuk mengejar Abian dan juga Amora.
" Tenanglah Sayang aku pasti akan kembali demi kalian berdua! Doakanlah semua urusanku di sana lancar dan bisa segera kembali dengan membawa kemenangan!" ucap Farel sambil mencium kening Siska.
Entah kenapa hati Siska rasanya benar-benar tidak tenang untuk melepaskan Farel. Seakan ada sesuatu yang hilang di dalam hatinya. Akan tetapi Siska tidak mau melemahkan semangat Farel yang hendak berjuang demi perusahaan, demi karyawan mereka yang menggantungkan hidup kepada mereka.
" Tenanglah Sayang. Aku pasti akan baik-baik saja. Aku hanya mengharapkan doamu agar bisa kembali dengan selamat. Aku titip perusahaan Handoyo kepadamu. Setidak hanya sampai aku kembali." ucap Farel setelah itu mencium bibir Siska yang akan dia rindukan untuk waktu yang lama.
Farel akan mencari keberadaan Abian dan Amora di Singapura. Mereka berdua adalah orang-orang yang licik dan juga licin. Farel tahu tidak akan mudah untuk dirinya bisa menangkap keduanya.
Tetapi demi perusahaan dan juga karyawan yang sedang menunggu gaji mereka. Farel harus berjuang untuk mendapatkan kembali uang perusahaan yang telah di curi oleh Abian. Penghianat keluarga itu harus dihukum sesuai dengan perbuatannya yang sudah membahayakan perusahaan keluarga Handoyo yang sudah susah payah dibangun oleh leluhur mereka.
Farel sudah mengetahui kalau sekarang Zaenal sedang terbaring di rumah sakit. Karena memikirkan Abian yang lari begitu saja dari tanggung jawabnya dan tidak mau mengembalikan uang yang sudah dia curi kepada perusahaan.
" Aku harus segera menangkap Abian. Sebelum dia mengalihkan kembali perusahaan yang dia beli di Singapura ke tempat lain! Akan sangat sulit untukku bisa menangkap dia dan Amora kalau sudah berpindah-pindah seperti itu." ucap Farel bermonolog sendiri.
" Bos sepertinya akan sangat sulit untuk kita bisa menemukan Abian. Kabar terbaru dari anak buah kita yang mengawasi dia di Singapura, dia telah menjual perusahaan itu ke pada orang lain. Dia telah menempatkan uang perusahaan di tempat lain!" ucap Alex asisten Farel yang baru.
Farel menarik nafasnya dalam-dalam dia sudah bisa menebak hal tersebut karena dia sangat kenal Abian adalah orang yang benar-benar sangat licik dan picik otaknya.
" Mintakan lokasi yang tepat keberadaan Abian dan Amora sekarang. Agar kita bisa menangkapnya secara akurat!" perintah Farel kepada Alex yang langsung menganggukan kepala untuk menyetujui perintah Farel.
" Bos baru saja saya mendapatkan kabar terbaru bahwa Abian sekarang sudah terbang ke Amerika lagi dan dia sudah membeli perusahaan baru di sana. Dia ke Singapura hanya untuk mengelabui kita. Aslinya dia memang membeli perusahaan di Amerika bukan Singapura!" ucap Alex.
Farel menatap Alex dengan lekat. " Siapa yang pertama kali melaporkan Abian membeli perusahaan di Singapura?" tanya Farel yang terlihat begitu kesal.
" Amjad Bos. Saya juga tidak tahu kenapa dia melaporkan hal itu kepada kita!" ucap Alex yang bisa menangkap kemarahan di mata Farel yang telah diberikan laporan palsu oleh anak buahnya.
" Untung saja kita belum terbang ke Singapura. Kalau tidak, kita pasti akan kecewa di sana. Karena ternyata orang yang kita kejar tidak ada di sana!" ucap Farel sambil memijat pelipisnya yang terasa begitu sakit dan berdenyut sejak tadi.
Urusan Abian dan Amora benar-benar telah membuat Farel merasa sangat terbebani. Bagaimanapun Mereka berdua adalah orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan Farel. Apalagi Abian adalah sepupunya yang sejak kecil selalu saja bersaing dengannya untuk mendapatkan segala hal yang terbaik.
" Baiklah kita menggunakan jet pribadi saja. Sepertinya kalau menggunakan pesawat komersial kita malah akan ketinggalan lagi. Jangan-jangan Abian sudah pergi lagi dari Amerika. Kita pasti akan kesulitan untuk menemukannya kalau dia sudah mulai berpindah-pindah seperti itu." ucap Farel akhirnya memutuskan untuk menggunakan jet pribadi milik keluarga Handoyo.
Alex kemudian menghubungi pilot mereka untuk bersiap segera terbang ke Amerika.
Mobil mereka segera menuju ke bandara dan bersiap untuk terbang ke Amerika. Mereka akan mengejar Abian dan Amora.
Sepanjang perjalanan Farel terlihat terus merenungkan apa saja yang sudah terjadi di dalam hidupnya gara-gara perbuatan kedua orang itu yang sekarang sedang dia kejar dengan sepenuh hati.
" Selidiki. Apakah David juga berhubungan dengan Abian?" tanya Farel pada Alex.
" David adalah teman main Abian bos." ucap Alex menundukkan kepalanya.
Alex tahu bahwa David dan Abian adalah dua nama yang sangat sensitif untuk Farel.
David dulu hampir saja membunuh Aaron dengan perbuatannya yang sangat biadab. Saat David menculik Aaron yang masih bayi.
Setiap mengingat kejadian itu Farel tubuhnya pasti selalu gemetar karena menahan emosi. Masih terekam dalam ingatan Farel dengan begitu jelas. Ketika David menendang tubuh mungil anaknya hingga sampai terjatuh ke pangkuannya. Jerit tangis Aaron yang ketakutan saat itu sampai sekarang masih terngiang di telinga Farel dan sampai saat ini hati Farel masih belum mampu untuk menangani rasa sakit itu.
" Bos, Apakah perlu saya mengirimkan seseorang ke penjara untuk memberikan pelajaran kepada David?" tanya Alex pada Farel yang terlihat masih terdiam.
" Tidak usah repot! Biarkan saja b******* itu menerima hukumannya di penjara. Kita tidak usah mengotori tangan kita untuk menyentuh bajingan seperti dia! Aku tidak sudi!" Uca Farel dengan emosi yang begitu kentara dalam nada bicaranya.