
Status Farel sebagai CEO dari perusahaan Handoyo Group saat ini sedang dicerca oleh Abian yang merasa iri dengki terhadapnya.
" Apakah kau merasa iri denganku?" tanya Farel sambil menatap kepada Abian yang menatapnya dengan sinis dan penuh amarah.
Farel tahu kalau sejak dulu Abian selalu merasa iri dengannya. Karena nasibnya yang selalu lebih beruntung daripada Abian.
Abian memang telah ditunjuk sebagai pewaris dari kerajaan bisnis milik Handoyo Group oleh sang kakek maupun sang ayah sehingga membuat Abian menjadi marah.
" Kau tidak usah jumawa Farel! Karena aku tahu kau mendapatkan statusmu hanya karena ayahmu yang menjadi pendiri dari Handoyo group bukan karena kemampuanmu sendiri!" ucap Abian dengan begitu sengit.
Kalau tidak dihalangi oleh Farel Alex pasti sudah menghajar Abian sejak tadi.
" Tuan kita tidak usah terlalu banyak bicara dengan manusia b******* seperti dia. Kita langsung seret saja dia ke kantor Polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan jahat dia!" ucap Alex yang sudah benar-benar murka dengan kelakuan Abian yang tidak merasa bersalah sama sekali. Setelah dia mengakibatkan ketimpangan di perusahaan Handoyo grup. Gara-gara dia yang telah mencuri dana perusahaan sebesar 200 milyar sampai hari ini baru di kembalikan oleh Axel sebesar 10 M, hasil dari penjualan kediaman keluarga Abian.
Uang itu digunakan oleh Farel untuk meng gaji para karyawan yang sudah beberapa bulan tidak gajian.
" Kau hanya menjadi pemegang saham saja sudah sombong sekali. Kau kira kau bisa menyentuhku? Jangan terlalu bermimpi Alex!" ucap Abian yang tiba-tiba saja memencet sebuah tombol di bawah mejanya dan dari arah pintu tiba-tiba masuk sekitar 5 orang pengawal yang langsung menyeret Alex dan Farel ke sebuah ruangan kosong di kantor milik Abian.
Alex dan Farel benar-benar sangat terkejut mendapatkan perlakuan tersebut dari Abian.
" Brengsek kau Abian! lepaskan kami berdua kau sudah mencuri hidup perusahaan kami dan sekarang kau mau berbuat anarkis terhadap kami? Apa kau tidak malu huh?" tanya Alex dengan amarah yang memuncak di hatinya.
Farel menggelengkan kepala kepada Alex. Karena dia tahu melakukan itu hanya buang-buang tenaga.
Abian hanya tertawa terbahak-bahak melihat Alex yang begitu marah terhadapnya.
Mereka kemudian mengikat kaki dan tangan Abian dan Farel di sebuah kursi saling membelakangi satu sama lain.
" Baik-baiklah kalian di sini. Nanti setelah karyawanku pada pergi dari sini, baru aku akan mengirim kalian ke akhirat! Hahaha!" ucap Abian dengan tawa yang menggelegar di ruangan kosong yang saat ini ditempati oleh Alex dan Farel.
Setelah kepergian Abian, Farel terlihat menarik nafasnya dalam-dalam.
" Kita berdua benar-benar sangat ceroboh. Cepat hubungilah seseorang untuk datang membantu kita di sini. Sebelum Abian benar-benar membunuh kita!" ucap Farel.
Alex tampak berpikir, " Bos siapa yang akan kita hubungi di Amerika? Kita kemari hanya berdua saja tidak membawa pengawal ataupun siapapun!" ucap Alex mengingatkan Farel tentang situasi mereka saat ini.
Farel terlihat berpikir. Siapa kira-kira yang bisa dia hubungi untuk meminta pertolongan.
" Hubungi dokter Andrew! Dia adalah temanku di sini dan kenal juga dengan Siska! Aku yakin dia bisa menolong kita berdua di sini. Cepatlah Alex ambil ponsel di saku celanaku!" ucap Farel dengan suara lirih karena dia takut anak buah Abian mendengarkan ucapan mereka barusan.
Untung saja ponsel mereka tidak disita oleh Abian. Jadi Alex bisa mengirimkan pesan dan lokasi kepada dokter Andrew untuk meminta pertolongan padanya.
" Hati-hati Alex. Aku yakin Abian pasti tidak akan secara serampangan membiarkan kita di sini begitu saja!" ucap Farel mengingatkan kepada Alex.
" Tenang Bos. Saya pasti akan berhati-hati. Ayo sekarang kita usaha untuk melonggarkan ikatan ini. Supaya ketika mereka membawa kita keluar dari tempat ini Kita bisa memlepaskannya dengan mudah!" ucap Alex yang kemudian mulai berusaha untuk melonggarkan ikatan mereka.
Sekitar 3 jam lebih mereka berusaha untuk melonggarkan ikatan di kaki maupun di tangan mereka. Sampai akhirnya Abian dan anak buahnya masuk ke dalam ruangan.
" Hahahaha! aku senang sekali melihat kalian berdua sekarang menjadi sandraku! Cepat kau tandatangani berkas-berkas itu sekarang! Kalau kau masih ingin hidup dan kembali ke pangkuan istrimu dan kekasih kamu yang cantik!" ucap Abian sambil melemparkan berkas ke wajah Farel yang langsung memejamkan matanya karena malas melihat kesombongan Abian.
Abian yang merasa tersinggung dengan Farel, dia langsung menampar Farel hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.
" Manusia kurang ajar!! Kau adalah definisi manusia yang tidak tahu diri!" ucap Alex benar-benar merasa marah karena Abian sudah berani bermain fisik kepada Farel.
Abian tergelap mendengarkan ucapan Alex yang terlihat begitu membela Farel.
" Aku heran dengan kamu Alex. Kau adalah anak dari konglomerat di negeri ini. Akan tetapi kenapa kau sampai rela menjadi anjing dari Farel? Apa kau tidak merasa kalau kau itu adalah manusia yang sangat menyedihkan!" ucap Abian mengejek Alex.
Alex yang benar-benar merasa marah dengan kelakuan Abian yang jahat, dia hanya menatapnya dengan perasaan benci dan amarah yang begitu besar di hatinya.
" Perhatikan kelakuanmu Alex! Sebelum aku memutuskan akan mengirimmu ke akhirat ataukah mengampunimu!" ancam Abian sambil menampar wajah Alex hingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
Farel dan Alex sekarang dalam situasi yang sama. Bibir mereka sama-sama mengalir Darah segar karena perbuatan Abian yang sudah menamparnya dengan sangat keras.
Akan tetapi Farel dan Alex yang memiliki kekuatan batin yang hebat. Mereka tidak meringis sama sekali ataupun kesakitan. Mereka malah menetap Abian dengan tatapan yang sangat tajam dan berusaha untuk mengintimidasi Abian yang sudah berlaku sangat keterlaluan terhadap mereka.
" Kau pikir aku takut dengan tatapanmu itu hah? Cepat kau tandatangani berkas-berkas ini sebelum Aku membunuh kalian!" ancam Abian sambil melemparkan pulpen ke arah Farel yang hanya menatap sinis sekarang ya membuat Abian benar-benar sangat marah.
Akan tetapi Farel dan Alex tidak takut sama sekali dengan amarah yang ditunjukkan oleh Abian kepada mereka berdua.
Abian benar-benar sudah kehabisan kesabaran dengan Alex dan Farel. Abian kemudian memerintahkan kepada anak buahnya untuk menghajar keduanya sampai babak belur dan berdarah di sekujur tubuh mereka. Farel benar-benar menyesali dengan tindakan cerobohnya yang pergi begitu saja dari apartemennya, tanpa memberitahukan siapapun tujuan dia meninggalkan apartemen miliknya yang ada di Amerika.
Abian yang benar-benar marah melihat Alex dan Farel yang begitu keras hatinya tidak juga mau menandatangani berkas-berkas yang tadi dia sodorkan kepada Farel, kini sudah mulai menggila. Dia bahkan sampai menginjak tubuh Farel yang sudah terluka di sana-sini dengan kakinya.
" Cepat kau tanda tangani berkas ini kalau kau masih sayang dengan nyawamu!" ulang Abian. Akan tetapi Farel hanya memalingkan wajahnya dan tidak sudi untuk memandang Abian yang menurutnya benar-benar sangat rendah akhlak dan tidak bermoral.
" Kau bunuh saja aku kalau kau mau! Akan tetapi, kau jangan pernah berharap akan mendapatkan apa yang kau inginkan!" ucap Farel dengan tatapan sinis ke arah Abian yang sontak mengamuk dan menghajar Farel.
Alex yang benar-benar tidak tega melihat Farel yang terus dihajar tanpa henti oleh Abian. Alex pun langsung mengerahkan seluruh tenaganya hanya untuk menendang Abian sehingga dia jatuh.
" Kurang ajar kau benar-benar sudah bosan hidup Alex!" ucap Abian benar-benar sudah naik darah menghadapi kedua pria tampan itu yang sekarang sudah babak belur wajahnya. Karena dihajar terus oleh Abian yang tidak punya perasaan sama sekali terhadap keduanya yang dianggap pembangkang.