Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
maafkan aku mas


Soundtrack//give love-akdong musician//


Peluk aku dengan erat dan jangan kau lepas


-mina-


    Aku duduk di hadapan alfa yang sedang makan dengan lahap itu.


Ia sudah bisa melakukan banyak hal dengan sendirinya namun tetap saja kalau saat makan ia tak ingin sendirian, dan selalu minta ditemani.


"Abang makan yang banyak yah biar cepat besar kayak papah" Ucapku dengan pelan dan dibalas Anggukan senyuman dari alfa.


"Abis ini abang mau ngapain sayang? " Tanyaku pelan.


"Au ain ama papah" Ucapnya dengan semangat.


"Papah lagi capek sayang, main sama mamah aja yah" Ajak ku karena merasa tak enak dengan mas Astan yang terlihat lelah itu harus meladeni alfa nanti saat bermain.


"Iya sayang abis makan kamu main sama papah yah"


Aku langsung melihat kebelakang mas Astan sudah berdiri tersenyum dengan wajahnya yang sudah bersih kembali tanpa sehelai kumis dan mengenakan baju yang selama ini tergantung Indah dilemari tanpa dipakai.


Alfa yang makan itu pun langsung semangat saat melihat kehadiran sang papah.


"Tapi mas, kamu kan masih lelah" Sanggaku.


Mas astan berjalan sambil menggeleng lalu duduk disamping alfa yang masih sibuk dengan nasi di piring nya.


"Ngkpp sayang, mas sudah dari dulu membayangkan bermain dengan ksatria kecil kita ini"


"Nanti kita main apa bang? " Tanya mas astan menirukan bagaimana aku memanggil alfa dengan sebutan abang.


"Obot pah obot" Ucap alfa minum.


"Ooh main robot yah bang, yaudah nanti abang jangan sampai kalah yah sama papah" Ucap mas astan seolah menantang alfa yang sangat ambisius itu.


"Ote,,, apa,, atut" Ucap alfa lebih menantang lagi dengan nada lucu itu hingga aku dan mas astan sudah tak kuasa menahan tawa.


Setelah alfa selesai makan mereka berdua benar benar bermain bersama dan sesekali tertawa.


Aku sendiri yang sedang membersihkan rumah sering tertawa sendiri saat mendengar dan memperhatikan mereka berdua.


"Ah aku sampai lupa"


Aku merogoh hape dari saku ku dan menghubungi mas ken dan mas alfa bergantian memberitahukan bahwa mas astan sudah kembali pulang.


Mereka terdengar sangat kaget saat mendengar kabar itu, dan berkata akan datang sebentar lagi untuk menyambut mas astan.


"Hmmm semoga ini adalah awal yang baik untuk keluarga kami" Ucapku dengan pelan dan melanjutkan membersihkan rumah itu.


14.52pm


Benar sekali ucapan mas alga juga dengan mas ken, mereka langsung datang kerumah beramai-ramai seperti sedang berdemo saja.


"Ibu bawak makanan nih nak" Ucap Ibu ani.


Aku dengan cepat menerima bungkusan yang sama


Dibawa Ibu dengan tersenyum.


"Duhh Ibu jadi ngerepotin " Ucapku merasa tidak enakan.


Ibu ani tersenyum dan langsung berjalan menuju mas astan yang sejak tadi melirik kesana kemari seperti mencari cari seseorang.


"Ini nak astan? " Tanya Ibu dengan suara bergetar.


Mas astan juga mendekat kearah Ibu dengan mata sedikit berkaca dengan sedikit anggukan.


Ibu memeluk mas astan dengan sedikit menangis"Selamat datang nak, kami selalu merindukan kamu nak"


Mas astan hanya terdiam menangis dalam pelukan ibu.


Ibu dan pak umar sudah seperti keluarga bagi mas astan.


"Bapak dimana buk? " Tanya mas astan masih bingung dan melihat sekeliling.


Mas astan langsung faham dengan reaksi kami semua yang ada dalam ruangan itu.


Mas astan juga ikut menangis saat tau bahwa pak umar yang sangat baik itu telah pergi menghadap yang kuasa.


Ia masih ingat dengan semua perlakuan pak umar yang selalu memberikan ia nasehat dan juga selalu menjadi tempat astan untuk mengadu selama ini.


Saat almarhumah dyva juga masih hidup pak umar lah yg selalu bersama dyva saat astan sedang sibuk sibuknya menjaga kantor dan urusan kerja.


"Banyak sekali yang berubah selama dua tahun ini" Ucap mas astan menuntun ibu untuk duduk dengan mata yang masih memerah.


"Sudahlah kita sama-sama merasa kehilangan dan sama-sama harus kuat dalam menghadapi semua ini" Ucap mas alga tiba-tiba.


Mas astan mengangguk dan mencoba untuk tetap tegar meskipun ia masih tidak percaya dengan kenyataan ini.


Pantas saja saat ia pertama kali kesini ia sudah heran kenapa tidak ada pak umar digerbang dengan senyum hangatnya menyambut siapapun yang datang.


Ternyata pak umar sudah kembali kepada-Nya.


22.15pm.


Keadaan rumah sudah sangat sepi karena keluarga mas ken juga mas alga sudah pergi dan alfa juga ikutan nginap dirumah mas alga karena ibu sangat ingin tidur dengan alfa.


Sudah sangat lama ibu mengajak alfa untuk menginap namun alfa tak pernah mau dengan alasan takut aku pergi saat ia tak ada dirumah, karena ia tak mau aku juga pergi seperti mas astan saat itu.


Dan tadi tanpa dipaksa ia sendiri yang mengajukan diri untuk menginap karena saat ini aku sudah ada ada teman dirumah yaitu mas astan jadi alfa tidak takut lagi aku akan pergi.


Sangat bangga sekali dengan pengetahuan alfa yang masih umur tiga tahun itu sudah tau bagaimana cara menjaga ku.


Mas astan sudah tertidur disofa mungkin karena merasa lelah sebab hari ini ia tak sempat istirahat karena harus meladeni semua pertanyaan mereka, mulai dari dimana mas astan selama ini, kenapa bisa kembali, dan semacamnya.


Dan aku sendiri masih merasa sangat bersalah karena tidak tau betapa banyak nya penderitaan yang telah mas astan lalui untuk bertahan hidup demi kembali pulang kerumah.


Mas astan bercerita mulai dari saat ia ditemukan di tepi Bebatuan pantai dengan luka serius di lengan dan bahunya bahkan ia sempat hampir divonis dokter akan meninggal dalam waktu dekat.


Namun dengan kekuatan mas astan yang selalu mencoba kuat ia bisa berhasil melalui masa sulit itu.


Aku sungguh merasa jahat karena tak ada disaat masa sulitnya.


Dan aku sangat berterima kasih kepada orang yang berbaik hati yang telah menemukan mas astan dan mau merawatnya.


Aku ingin menemuinya bagaimana pun itu, dia adalah malaikat hebat yang sungguh mulia hatinya.


Aku berjalan pelan menuju sofa dan memandangi wajah penuh rasa lelah itu.


Air mataku terus saja mengalir karena rasa yang nano-nano, mulai dari senang, sedih, terharu dan juga merasa bersalah.


"Hiks,,, hiks,,, maafkan aku mas, maaf karena tak ada saat kamu mengalami hal menyakitkan selama ini" Tangisku pecah.


Dan mas astan yang tertidur itu langsung terbangun panik melihatku menangis dihadapannya dengan tangisan yang sungguh sudah tidak bisa lagi aku tahan.


"Sayang kamu kenapa? " Tanya mas astan.


Mulutku sungguh tak bisa lagi untuk berucap karena aku sungguh merasa bersalah kepada mas astan.


Hanya air mataku yang bisa berbicara saat ini.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhhh aku juga masih merasa kalau astan tuh udah banyak ngelaluin banyak hal🤧🤧


Welkam akang astan 😍


🔷🔷jangan lupa like komen dan rate 5 yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga yah♦♦


Cinta kalyan 🖤


Follow ig aku yah@sopiakim_