Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
111.memuaskan rindu#2 (S2)


❄selamat membaca❄


     Aku masih saja menciumi bibirnya dengan penuh gairah dan kini ia mulai membalas ciuman ku dengan ganas seperti halnya tadi.


Ku ku*lum bibirnya dengan satu lulusan besar dan kuhisap juga dengan penuh nafsu hingga ia pun membalas melakukan hal yang sama.


Suara decapan bibir kami saat sedang bercumbu itu terdengar sangat jelas di penjuru ruangan. Untung saja saat ini hanya ada kami berdua didalam rumah ini, kan tidak enak saat ada alfa ia akan heran saat mendengar suara aneh itu nantinya.


Belum lagi bibir mina yang sudah basah karena terkena air liur ku begitu juga dengan bibirku yang juga sudah basah karena air liur mina. Ciuman basah seperti ini adalah salah satu ciuman paling kusuka dari semua jenis ciuman yang pernah kami lakukan. Mendengar suara cipo*kan kami membuat ku semakin bergairah saja.


Aku masih saja setia melu*mat bibirnya yg sudah memerah itu, aku tak akan pernah bosan dengan bibir manis itu.


"Akhh,, " Ia mendesah keras saat aku turun ke lehernya mencumbu lehernya dan sesekali kuhisap hingga menyisakan tanda cinta ku disana. Sungguh indah sekali mahakarya buatan ku itu. Kujamin tak ada yg bisa membuat nya seindah itu. Hanya astan seorang yang bisa.


" Akhh,, akhh."ia tak bisa menahan desahannya saat aku juga menghisap belahan dadanya itu dengan pelan, apalagi saat ini bajunya terlihat sangat longgar hingga mudah bagiku untuk melihat belahan dadanya itu.


Aku memang sengaja membiarkan ia masih memakai pakaian lengkap, dan menjilat belahan dadanya itu dengan nikmat hingga ia menahan desahannya itu.


" Akhhh."lenguhan nya lepas saat aku lagi-lagi menyisakan tanda merah-merah diarea dadanya yang masih dibalut oleh kain pelindung berwarna hitam pekat itu.


Langsung ku bungkam bibir penuh desahan itu dengan bibirku yang masih saja haus akan ciuman darinya itu.


Ia juga mulai ikut berpartisipasi dengan ciuman itu sembari mengalungkan tangan nya dileher ku. Kami saling melu*mat penuh nafsu seolah sedang berada siapa kah yg paling rakus saat sedang berciuman. Tentunya aku adalah pemenangnya karena bibir candu ini tak akan pernah membuat ku lelah untuk terus menikmati nya dengan penuh kenikmatan.


Dengan bibir yang masih saja mengecup bibirnya tangan ku mulai melakukan aksinya.


Aku memasukkan tanganku ke dalam baju tidur terusan yang ia pakai tadi, setelah mereka pergi ia sempat nya mengganti baju tadi dengan pakaian pendek ini. Hmm pasti ia juga memikirkan hal yang sama dengan mu tadi.


Ku raba-raba setiap inci dari tubuhnya. Awalnya tanganku berada diatas pahanya dengan bibir yang masih saja terus bercumbu ku rasakan ia tak memakai celana selain celana dalam dan ku rasakan juga ia tak mengenakan tank top hanya mengenakan bra saja.


Aku tersenyum saat mengetahui lampu hijau darinya. Jujur aku juga sangat merindukan bercumbu begini setelah sekian lama kami terpisah, aku tau bagaimana perasaannya kini. Karena aku juga merasakan hal yang sama.


Aku tersenyum dalam ciuman kami dan tangan mu sudah mulai membuka kancing bra nya dan langsung saja dia gunung kembar itu sudah aku mainkan layaknya sebuah mainan. Kuremas dan kuelus dengan pelan hingga ia langsung merem melek dalam ciuman kami itu.


"Akhhh."ia tak bisa lagi menahan desahan nya saat aku dengan gencar meremas kedua gundukan itu dengan kedua tanganku.


" Akhh,, akhh,, mashh. "Masih dengan pakaian lengkap nya ia mendesah berkali-kali karena ulah tanganku didalam pakaian nya itu. Aku sungguh tersenyum senang karena itu.


"Akhhh,, sakit mas,, akhhh."ia mendesah mengatakan sakit tapi bibirnya terus saja mendesah kenikmatan.


Aku tersenyum karena itu" Nanti juga akan enak sayang. "Aku melepaskan tanganku dari gundukan itu.


Aku beralih membuka bajuku sendiri dan membuka celana ku hingga hanya menyisakan segitiga ku saja dibawah sana. Aku dapat melihat pipi minat memerah saat melihat sesuatu telah menonjol tegang disana.


"Akhhh."ia langsung mendesah saat aku melakukan aksi nakalku dibawah sana. Menyentuh setiap inci dari tubuhnya hingga pada bagian ter sensitif yang ia miliki sudah kusentuh dengan lembut hingga ia melenguh berkali-kali.


"Akhhh mas,, akhhh." Aku tersenyum saat melihat ia dengan susah payah menahan desahan nya.


"Jangan ditahan sayang. " Aku tersenyum dan mengusap lagi area sensitif nya.


"Akhh mas,, ih,, jangan digituin. " Aku lagi-lagi tersenyum merasa senang karena berhasil menggodanya.


"Terus digimanain sayang, maunya digimanain hmmm? " Ku elus lagi itunya hingga ia menggelinjang tak tahan lagi.


Dengan cepat ia mencium bibirku lalu melum*atnya dengan pelan namun terasa nikmat.


Aku juga membalas ciuman nya dengan pelan dan menikmati setiap pergerakan bibirnya itu.


"Akhhh.. " Lagi-lagi ia mendesah tertahan saat aku melakukan aksi ku dibawah sana.


"Akhh sakit mashh. " Memang sampai kini ia masih saja merasa sakit saat aku mulai memasukinya. Karena ia masih sangat sempit sekali.


"Tahan sayang, aku akan melakukan nya dengan pelan dan lembut. " Aku pun mulai bergerak dengan pelan hingga ia yang awalnya mendesah langsung melenguh kenikmatan.


Setelah kami melakukan nya beberapa kali barulah kami brhenti. Kulihat minat sudah terkulai lemah dan mulai terlelap. Selelah itukah ia hingga tak sempat untuk memakai pakaian.


Aku meraih kemeja ku yang sudah lepas kancing itu karena ku hempas dengan paksa tadi. Lalu kupakai kan padanya kemudian memeluknya dengan erat.


"Terima kasih sayang, Terima kasih sudah menyambut kedatangan ku dan memberikan segalanya untuk ku. " Ku kecup pelan dahinya kemudian turun ke mata, hidung, pipi dan terakhir bibirnya ku kecup lembut dan sedikit luma*tan hingga ia merasa sedikit terganggu dengan ulahku itu.


Ku hentikan sekilas hingga ia kembali tidur dengan tenang, bukan aku namanya jika langsung diam, Lagi-lagi ku kecup pelan bibirnya itu dengan sebuah hisa*pan hingga ia benar-benar terganggu dan aku terpaksa harus menyudahinya karena takut mina yang sudah kelelahan itu.


"Selamat tidur sayang. " Kupeluk ia dan tersenyum karena merasa bahagia dengan apa yang sudah kumiliki saat ini. Aku bahagia karena diberikan kesempatan untuk bersatu dengan keluarga ku. Melihat wajah mereka saja sudah membuat ku merasa menjadi orang paling beruntung didunia ini.


Aku berjanji akan menjadi kepala keluarga yang bijaksana dan membuat mereka bahagia. Karena mereka adalah alasanku untuk terus hidup hingga kini, aku bahagia saat aku sudah memiliki alasan untuk terus berjuang dalam menjalani hidup ini.


Aku sayang kalian keluarga ku.


BERSAMBUNG...


eh serius mau nanya nih para pemirsah, menurut kalian cerita ku ini terlalu vulgar atau bagaimana? Aku sendiri kurang nyaman nulisnya karena aku masih volos eakk.


Serius nanya yah, biar bisa jadi bahan referensi ke cerita yang lebih baik lagi.


Jangan lupa yah like, komen dan vote nya❤.