Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
47.kamu dan bibirmu(S2)


❄selamat membaca❄


    Aku duduk ditepi kasur sembari menunggu ia membersihkan kamar. Aku sebenarnya lelah berpura-pura begini tapi tetap saja ada hal yang menguntungkan bagiku juga.


Aku semakin merasakan kalau perhatian nya bertambah saat aku sedang sakit begini. Yah walaupun kadang ia benar-benar terpaksa melakukan nya. Karena aku juga sedang berpura-pura sakit saat ini.


"Saatnya kita turun kebawah untuk makan tuan," Ucapnya datang meraih tanganku untuk ia tuntun menuju kemeja makan.


Memang akhir-akhir ini aku sudah sering memakan masakannya yang jujur sangat enak. Aku sendiri tidak tau selama ini telah menolak makanan enak.


Dia dengan perlahan menuntun tubuhku menuruni anak tangga. Tubuh kecilnya sangat gemetar saat ini hingga ia tak sadar telah goyah dan kami hampir saja terjatuh.


"Dasar ceroboh, kalau saya jatuh lagi bagaimana?masih ingin yah melihat saya tidak bisa melakukan apa apa? "Aku kembali harus mengeluarkan kemampuan aktingku gara-gara ia yang ceroboh itu. Untung saja ia tak curiga saat kakiku menabrak anak tangga aku lupa meringis dan kesakitan.


"Tuan duduk sebentar saya akan ambilkan makanan dulu."ia mendudukkan ku diatas kursi lalu ia berlalu menuju tempat penyimpanan makanan yang sudah dimasak.


Aku melirik kearahnya yang terlihat mencurigakan itu. Dia seperti sedang menahan sakit.


"Sedang apa kamu? Cepatlah saya sudah lapar."


"Iya tuan,, sebentar." Ia berjalan dengan membawa makanan itu ditangannya.


Setelah ia letakkan semua jenis masakan nya ia menarik kursi tepat disamping ku dan menghadap wajahku.


Ia memang selalu menyuapiku makan hingga terkadang aku merasa lucu dengan diriku yang bertingkah seolah aku benar-benar sakit dan tak bisa melakukan apapun. Bodoh memang tapi mengasyikkan.


Satu sendok telah berhasil masuk kedalam mulutku. Aku kaget sekali dengan rasanya yang sangat berbeda dengan rasa masakannya yang sering ia masak untuk ku.


"Kamu ingin membunuh saya yah?" Kesalku.


"Kenapa tuan?"masih saja bertanya. Apa dia sengaja memasaknya begini untuk membalas kekesalan nya padaku.


"Masih saja bertanya, kamu sengaja yah membuat bubur ini sangat manis?berapa kilo kamu masukkan gula kesini? " Aku melirik malas kearahnya yang terlihat kebingungan itu.


"Benarkah tuan?biar saya coba dulu."ia terlihat bingung dengan dan aku langsung menatap kesal kearahnya.


Ia pun terlihat hendak menyendok satu sendok bubur itu namun dengan cepat ku tarik ia agar mendekat padaku dan langsung kusambar bibir menggoda miliknya itu.


Ia terlihat sangat kaget dengan ulahku itu, namun ia tak berontak sama sekali.


Dengan perlahan kul*umat bibir yang begitu lembut itu. Terasa sangat nikmat dalam pagu*tan ini. Kupaksa membuka bibirnya dan memasukkan lidahku disana, setelah itu kusatukan lidah kami hingga ia terlihat merasa geli.


Aku tak akan semudah itu melepaskan bibirnya ini. Sudah lama ini mengganggu dunia fokus ku.


Karena aku mendapatkan sinyal bahwa ia sudah mulai kehabisan nafas aku dengan penuh terpaksa menyudahi ciuman sepihak itu.


"Bagaimana?kamu tau kan apa yang saya maksud? "Aku mengusap pelan bibirku yang sedikit basah karena saliva nya.


Ia terlihat bingung diawal namun ia pun langsung mengangguk paham.


"Maaf tuan,, saya mungkin kurang fokus tadi saat memasukkan gula ke dalam buburnya."ia juga melakukan hal yang sama mengusap bekas air liur ku disana.


Kenapa kurang fokus? Pasti cuma alasan nya saja kan?.


"Selalu saja ceroboh,yasudah masak kembali lagi."


"Baiklah tuan, tunggu sebentar." Ia beranjak bangkit dan mulai memasak kembali Untuk ku. Dan hasilnya kembali seperti masakannya biasa.


Karena miska yang sejak tadi menelpon memberitahukan kalau niky membuat ulah lagi dan kali ini bukan lagi dengan pegawai indomaret itu tapi ia melupakan pekerjaan nya memilih untuk liburan.


Pak umar mengantarkan kami menuju perusahaan ku itu dengan menaiki mobil yang biasa kami gunakan.


" Cepat lah turun bodoh, setelah itu bantu saya turun."apa dia sedang melamun lagi? Duhh suka sekali sih melamun seperti orang bodoh begitu.


Kami berjalan pelan mengitari sepanjang jalan menuju lift dengan semua karyawan yang tak hentinya menunduk hormat padaku dan bingung siapa gadis disampingku ini.


"Tuan, kenapa mereka semua membungkuk kepada tuan? "Tanya gadis bodoh itu sembari mendekatkan bibirnya ke telinga ku seolah sedang berbisik.


Aku melirik kearahnya dan tidak sadar tersenyum karena melihat ulahnya itu"Orang bodoh sepertimu tidak akan faham seberapa berwibawah nya saya."ia langsung terlihat kesal seakan ingin menjatuhkan ku saja.


Miska datang dengan penampilan nya yang sangat terbuka dan ketat. Kulihat mina yang heran dan tidak suka bahkan saat melihat miska.


"Astan, sudah datang? " Miska menarik tanganku dari mina hingga mina terjatuh ke lantai. Aku hendak menolongnya kemudian kuurungkan karena ingin melihat apakah ia benar-benar kesal karena ku dan miska. Kalau ia pasti ia sedang cemburu.


Kami berjalan duluan menuju ruanganku masih dengan kondisi miska menggandeng tanganku setelah itu kami membicarakan bagaimana perihal niky bisa berulah seperti itu.


Kulirik gadis bodoh itu yang sejak tadi merengut cemberut didepan pintu melihat tidak suka ke arah kami berdua.


Aku sudah mulai yakin kalau dia memang sedang cemburu, kenapa ia cemburu?.


Seperti biasa miska akan selalu mengambil kesempatan untuk menggodaku disetiap pertemuan kami, biasanya aku akan menjauh saat ia mendekatkan dirinya padaku saat kami sedang melakukan sebuah diskusi tapi kali ini aku akan biarkan untuk melihat apakah gadis bodoh itu peduli.


"Hmm mas astan duduk dulu, nanti kakinya malah sakit lagi." Ia tiba-tiba datang ketengah kami dan membantuku duduk dikursi. Seperti dugaan mu kalau ia tak akan tinggal diam. Fiks dia cemburu.


Tunggu!apa barusan ia memanggilku dengan panggilan"Mas."wahh sesuatu sekali yah dia.


"Siapa dia?"tanya miska tiba-tiba melihat tidak suka kearah mina. Begitu juga dengan mina yang menatap kesal kearah miska.


Minat terlihat bingung mau menjawab dia siapa"Embh,, saya,, saya."bodoh si tukang gugup ini.


"Sudahlah,, jadi bagaimana? Niky tetap bersikeras tak mau melakukan pemotretan ini? " Aku mengalihkan pembicaraan hingga mina terlihat kesal karena merasa diabaikan olehku.


"Aku udah hubungi dia berkali kali, tapi dia tetap bersikeras ingin jalan jalan, ini karena kamu terlalu memanjakan gadis nakal itu tan, bagaimana sekarang?ken sudah ingin pergi dia ada urusan dan katanya tidak ada lain kali lagi." aku mengangguk mengerti dengan penjelasan dari miska.


"Yasudah bawa saya menuju ken."miska hendak meraih tanganku namun dengan cepat diembat oleh mina.


"biar saya saja, kita mau kemana? "Mina dengan cepat berulah seolah sedang menjagaku dari gadis lain. Kenapa dia imut sekali sih.


Kami mengukuti miska yang berjalan pelan menuju sebuah ruangan tempat tamu saat sedang berkunjung.


Saat sampai didalam ruangan itu tiba-tiba tangan mina yang sedang menggandeng erat tanganku tadi tiba-tiba terlepas, kulirik ia sekilas dan ia sedang menatap lurus kedepan dengan wajah penuh harus. Kenapa dia?.


" Mas ken? "Mina berjalan pelan.


Hah? Mas ken? Dia mengenal ken? Kenapa bisa? Dan panggilan itu sangat membuatku kesal mendengar nya.


Gadis bodoh itu berlari kearah ken dan memeluknya erat dan begitu juga dengan laki-laki yang bernama ken itu.


Sebenarnya apa hubungan mereka berdua? Kenapa aku merasa kesal saat ini?.


BERSAMBUNG...


jangan lupa yah vote, like dan komen nya.


Saat ini ranknya 900-an guys tapi masih berubah-ubah setiap hari. Aku mau minta tolong sama kalian buat nge-vote dan ngasih poin cerita ini dan semoga masuk ranking yah😣😣aku senang banget jika itu terkabul 😣.