Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
bagaimana mungkin


Kuy di follow ig aku


@sopiakim_


Soundtrack//congratulations-day6//


Kenapa akhir akhir ini aku sering mengalami hal aneh?


-mina-


      Aku membuka mata perlahan karena merasakan sinar matahari yang menerpa wajahku.


"Mas,, bangun" Setiap kali aku membuka mata kalimat itulah yang selalu aku lontarkan.


Karena mustahil sekali mas astan lebih dulu Bangun dibanding aku.


Aku tak mendengar sahutan dari mas astan yang biasanya saat aku bangunkan pasti akan menyahut walaupun sangat susah untuknya membuka mata dan bangkit.


Aku pun perlahan membuka mataku melirik kearah samping tempat biasanya mas astan berbaring.


Namun aku tak menemukan sosoknya disana, hanya ada guling yang masih terlihat rapi.


Aku mendengus kesal karena merasa bodoh sudah lupa kalau saat ini mas astan sedang melakukan perjalanan bisnis keluar kota.


"Huh bodoh kamu mina" Aku bangkit dan merapikan tempat tidur.


Alfa masih saja nyenyak tidurnya.


Aku perlahan mengangkat tubuh kecilnya hingga ia sedikit tersentak dan menangis.


"Cup,, cup,, sayang nya mamah bangun yah gara gara mamah ganggu? " Tanyaku padanya bahkan setelah tau tak akan ada jawaban dari si imut alfa.


Aku menggoyang goyang kan tubuhku untuk sekedar mendiamkan alfa yang rewel gara-gara aku kagetkan tadi.


"Udah pagi sayang, ngk baik tidur mulu, mamah jahat yah bangunin alfa tadi? "


Aku masih saja bersikeras mendiamkan alfa yang hingga kini masih rewel.


Aku jadi teringat dengan mas astan yang selalu berhasil mendiamkan alfa saat dibangunin pagi hari.


Aku melihat bagaimana selama ini mas Astan setiap pagi melakukan ini untuk alfa dan aku sibuk mengurus pekerjaan rumah.


Bodohnya aku yang selalu memikirkan mas Astan padahal aku tau mas Astan sedang bekerja untuk aku dan alfa.


Tapi aku merasakan ada sesuatu yang aneh saja saat bangun tadi apalagi saat memikirkan mas astan aku semakin khawatir tanpa sebab.


Oh iya, mengingat mas Astan aku baru sadar kalau sejak semalam hingga sekarang ia belum juga mengabari aku apakah sudah sampai ke tujuan atau belum sama sekali.


Kalau menurut yang mas Astan beritahukan padaku sih harusnya sudah sampai sejak subuh tapi kenapa belum juga ia kabari yah?.


Aku menggendong alfa yang sudah mulai tenang dan mencari keberadaan hapeku.


Aku tak menemukannya didalam kamar.


Aku pun turun ke bawah mencarinya dan ternyata di sofa.


Pantas saja tak ada hubungan sama sekali.


Rupanya baterai hapeku sedang tidak ada.


"Duhh pantas saja" Aku berdecak.


Kebiasaan memang aku suka lupa ngisi baterai hape, pasti mas Astan sudah berkali-kali menghubungi ku.


Aku kembali kedalam kamar dan mengisi ulang baterai hapeku.


Sembari menunggunya aku membuka perlahan baju alfa.


"Sekarang alfa mandi yah biar ganteng"


Alfa hanya terdiam menatap kearahku.


"Abis mandi kita telpon papah yah sayang" Aku berjalan menuju kamar mandi dan mulai menyibukkan diri dengan memandikan alfa.


Alfa tersenyum saat menyentuh air tidak seperti biasanya, tumben sekali.


Biasanya kalau kulitnya mengenai air ia akan kaget dan menangis keras.


"Duhh alfa udah jadi abang yah sekarang, ngk nangis lagi pas mandi" Aku tersenyum lagi lagi menggoda alfa.


"Nanti pas papah udah pulang, jangan nangis yah kalau dimandiin sama papah"


Alfa hanya terdiam tidak mungkin menjawab segala ucapanku sejak tadi.


Aku mengangkat tubuh kecil alfa dari bath up khusus nya itu.


Setelah selesai dalam memandikan dan memakaikan baju alfa aku mencoba menghubungi mas Astan karena baterai hapeku sudah terisi sebanyak 25%.


Sudah lebih dari tujuh kali aku coba hubungi tak ada sahutan sama sekali dan malah operator yang menjawab sembari memberitahukan kalau saat ini nomor mas Astan tak aktif.


"Duhh papah kemana yah sayang? Kok nomornya ngk aktif sih? " Aku semakin khawatir saja.


Aku mencoba menghubungi lagi dan lagi tapi tetap saja hasilnya sama.


"Hmmm mungkin papah lagi capek sayang terus lupa buat ngisi ulang hapenya, nanti yah kita telponan sama papah" Aku meletakkan kembali hapeku di nakas.


Aku memilih turun kebawah untuk membersihkan rumah.


Alfa aku baringkan diatas sofa dan tentunya tetap dalam pengawasan ku.


Aku memulai ritual menyapu dan mengepel lantai sembari terus mengawasi alfa takut takut ia akan terjatuh nanti dari sofa.


"Mamah kerja dulu yah sayang, kamu tunggu bentar yah"


Aku terus terus mengajak alfa berbicara seolah ia memang bisa menjawab ku.


"Duhh pinternya anak mamah, kamu anak baik kan sayang"


Aku telah selesai menyapu lantai dan juga mengepel.


Aku malah dikagetkan lagi dengan alfa yang tiba-tiba menangis sangat keras.


Aku langsung meletakkan sapu dan perlengkapan bersih tadi ke tempatnya dan berlari menuju alfa yang sedang menangis itu.


"Duhh sayangnya mamah kenapa? "Aku mengangkat tubuh alfa dan mencoba menenangkan alfa.


Alfa masih saja menangis dalam gendonganku.


Aku duduk dan mencoba memberikan alfa asi dan barulah alfa diam.


Duhh bodohnya aku yang lupa kalau sejak tadi alfa belum pernah aku kasih asi.


Aku duduk sembari memberikan alfa asik dan menghidupkan televisi.


Aku menukar nukar saluran televisi karena merasa bosan dengan apa yang mereka siarkan.


"Kenapa semua isinya itu sih? Drakor nya ngk tayang yah? "


Hampir seluruh siaran di televisi menayangkan berita tentang kapal yang yang tenggelam.


Terpaksa aku mendengarkan nya karena sudah tidak ada pilihan lagi.


Tunggu!!kenapa nomor seri dari kapal itu sangat mirip dengan nomor seri dari tiket mas Astan yang aku baca semalam.


Tiba-tiba aku melihat tanggal kejadiannya, ternyata kejadiannya terjadi semalam.


Aku langsung panik merasa khawatir.


"Tidak,, itu tidak mungkin kapal nya mas Astan"


Aku menukar kembali saluran televisi untuk mencari berita yang lebih akurat.


Mataku langsung terbelalak melihat daftar daftar penumpang yang hilang dan disana tertera nama mas Astan.


Pernafasan ku seolah tercekat tidak percaya dengan apa yang ku lihat itu.


Aku melirik alfa yang masih tertidur dalam pangkuanku.


Aku benarkan posisi bajuku dan berjalan menaiki kamar untuk membaringkan alfa disana.


Dengan cepat aku meraih ponselku untuk menghubungi mas Astan.


Tanganku gemetar takut saat menunggu panggilanku yang sama sekali tidak ada jawaban dari mas Astan dan hasilnya masih saja seperti tadi pagi.


"Angkat dong mas, aku mohon,, aku khawatir mas,,, "


Namun tetap saja tak ada jawaban.


"Mas,, hiks,,, jawab mas" Aku masih saja mencobanya berharap mas Astan akan menjawab panggilan ku.


"Tidak mungkin,, itu pasti bukan mas Astan"


Aku berusaha menenangkan diriku yang sudah kacau balau karena panik dan tak tau harus berbuat apa apa.


"Semoga saja itu hanya nama yang mirip dengan nama mas Astan"


Aku masih saja mencoba menghubungi mas Astan yang sama sekali tak ada tanda tanda akan menjawab panggilan dariku.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhhh aku malah ikut panik sendiri ngetiknya.


Gimana gaes? Sudah rela dengan kepergian akang jahat ini?😞


Semoga aja Astan selamat.


🔷🔷jangan lupa like, komen, favorit, and rate 5 yah wan kawan🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤