
❄selamat membaca❄
Masih pagi saja mina sudah tidak mau melihat kearahku karena kesal dengan ku. Bukan maksudku untuk merahasiakan ini darinya tapi yah mau gimana lagi tidak mungkin aku akan memberitahunya saat sedang hari bahagia nya.
"Hei,, sayang, mas bisa jelasin."aku terus saja membujuk ia yang sejak tadi duduk diatas ranjang sembari Memunggungi ku tak mau berbicara.
Aku terus saja berusaha memutar tubuhnya agar bisa menghadap kearahku tapi dengan cara yang lembut agar ia tidak terluka juga kaget.
"Mas sebenarnya mau ngasih tau kamu semalam, cuma mas ngk mau aja ngerusak moment bahagia kita sayang."aku pun berhasil memutar tubuhnya dengan memegang bahunya itu.
Saat wajah kami sudah saling berhadapan air matanya mengalir lagi dengan deras"Hiks,, mas jahat, kenapa mas ngk ngasih tau aku sih? Kalau tadi aku ngk liat SMS dari karyawan mas, apa mas bakal pergi diam diam? "
Ia juga memukul dadaku dengan sedikit keras bukti ia sangat kesal sekarang.
Aku tau kenapa ia begitu kesal. Ia pasti berpikir bahwa aku sengaja merahasiakan ini darinya. Merahasiakan kepergian ku nanti malam keluar kota untuk menjalankan bisnis kantor dan urusan kali ini harus melibatkan CEO perusahaan.
Dan aku sendiri baru mendapat konformasi itu tadi malam saat menunggu mina datang ke tempat aku memberikan kejutan. Sangat tidak mungkin untuk kami membahas itu dihari istimewa mina.
"Heii dengerin mas dulu yah."aku masih berusaha menenangkan ia yang masih saja tak mau mendengar kan ku.
"Mas aja baru tau ini semalam sayang,kamu tau kan kalau saat ini yang sering ngurus kantor itu bukan mas, jadi ini juga dadakan Banget sayang, terus ngk mungkin mas ngasih tau tentang ini pas dihari bahagia kamu."aku tersenyum menghapus air matanya yang masih cemberut itu.
"Lagian mas pergi cuma dua minggu kok sayang, ngk lama."ia langsung menggeleng meski sudah ku jelaskan dengan baik.
"Hiks,, perasaan aku ngk enak mas akhir akhir ini, mas bisa kan ngk usah pergi? " Aku tidak tau apa yang ia takutkan itu. Aku juga sebenarnya berat untuk meninggalkan mereka selama itu, sedang setengah hari saja sudah membuat aku rindu berat bagaimana jika dua minggu lamanya? Aku pasti akan lebih rindu lagi hingga gila rasanya.
Aku tersenyum sembari menggeleng kearahnya yang masih saja menangis itu"Namanya juga manusia sayang pasti banyak rasa was was tanpa sebab, mas janji bakal nyelesaiin dengan cepat biar bisa pulang lebih cepat."
Berharap ia akan lebih tenang jika aku berkata begitu tapi tetap saja terlihat dari wajah nya ia sangat khawatir.
"Aku tau mas ini tuh penting banget, tapi,,, aku,, aku takut hiks,, " Ia sangat khawatir tanpa alasan. Kenapa dia sebenarnya?.
Langsung kutarik ia kedalam dekapan ku untuk sekedar menenangkan nya"Hei,, apa sebenarnya yang membuatmu takut sayang? Mas tidak sedang berperang loh hahah."aku tertawa.
"Iihh mas aku serius nih." Ia memukul punggung ku dengan kesal padahal saat ini ia masih dalam pelukan ku.
Aku jadi tidak bisa menahan tawa karena imutnya dia "Iya sayang mas juga serius, mas baik baik aja."
"Terus nanti malam berangkat naik apa mas? "Ia melepaskan pelukan kami dan menghapus sisa air matanya.
" Harusnya sih peswat sayang tapi Bandara lagi lock down, ngk beroperasi saat ini jadi terpaksa kami naik kapal laut, itung itung nambah pengalaman hehehhe."aku tersenyum padanya.
"Tuh kan! Aku makin takut aja mas."
"Apa sih yang buat istri kecilku ini takut? "Aku tersenyum mencubit pipinya itu.
"Yasudah kamu mandiin alfa dulu gih biar mas packing baju dulu."aku mengelus pelan rambut terurai nya itu.
"aku aja mas yang packing setelah mandiin alfa."aku mengangguk setuju saja.
Saat ia hendak bangkit untuk membangunkan alfa aku langsung menarik tubuhnya hingga kini sudah berada dibwah kendaliku.
"Ihh kenapa sih mas? Tadi suruh mandiin alfa." Ia terlihat heran.
Aku tersenyum karena merasa lucu melihat ia yang begitu bingung itu"Mandiinnya bentar lagi aja, alfa aja masih bobok tuh."aku mencoba untuk mencium bibirnya itu namun ia lagi-lagi berbicara.
"Yaudah aku packing aja dulu baju mas, abis itu baru mandiin alfa."ia juga hendak bangkit namun dengan buru-buru ku rapatkan tubuh kami.
Ia masih diam saja tak mau membalas ciuman ku. Akan kubuat kamu merasakan sensasi nikmat hingga tak bisa menolak.
"Mphhh." Saat sedang kumisan bibirnya itu tanganku asik melakukan aksinya dibawah sana mengusap area itu hingga ia mendesah tertahan dalam ciuman kami.
Aku terus saja melakukan hal yang sama saat ia masih terus menerus menggelinjang dibawah tubuhku.
Dan satu hisapan terakhir kuakhiri ciuman kami itu begitu juga dengan usapan ku langsung berhenti karena ia terlihat kesal.
"Ihh mas yah, masih pagi juga udah aneh aneh."
"Mas cuma ngisi bekal sayang, dua minggu mas ngk bisa ngelakuin ini."langsung kulahap bibirnya itu dengan nafsu yang menggebu-gebu karena tak tahan dengan gairah ku sendiri.
Dan ia lagi-lagi berontak dengan keras dalam ciuman ku hingga aku melepaskan nya lagi dengan terpaksa.
"Ihhh jangan gitu juga kali mas, aku ngk bisa nafas."
Aku tersenyum dengan gemas kearahnya"Hehehe yaudah mas lembutin yah sayang tapi kamu juga ikutan balas dong, nanti kamu juga pasti kangen ciuman aku hahaha."aku sempat sempat nya menggoda nya.
Ia kemudian mendekat kearah ku mengalungkan tangannya dan mulai membalas pagutan ku di bibir merah nya itu. Sesekali aku turun ke lehernya meninggalkan bekas cinta ku.
Tidak sampai disitu juga, masih dengan bibir yang saling menghisap tanganku menyelusup masuk kedalam bajunya dan mencari dimana kiranya pengait branya itu.
Setelah kutemukan dengan cepat kulepaskan branya itu hingga dengan leluasa kupegang dan ku remas gundukan kenyal nya itu.
"Akh,, mas,, akh,, " Ia tak bisa menahan desahannya saat aku dengan lihai meremas buah dadanya itu.
Dan saat ku tarik bajunya keatas kulihat dengan jelas gundukan itu kemudian aku mencoba untuk mencicipi nya alfa langsung menangis dengan keras.
Lagi-lagi kejadian yang lalu kembali kini. Aku lagi-lagi kehilangan kesempatan ku karena alfa menangis padahal yg dibawah sudah berdiri ingin Menggagahi mina sekarang juga.
Mina langsung bangkit dan membenarkan posisi bajunya dan menghampiri alfa yang sejak tadi sudah mulai menangis itu.
"Duhhh iya sayang mamah datang mamah datang nih pangeran tampan mamah."minat mengangkat tubuh alfa.
"Alfa ih,, suka tegaan sama papah."aku cemberut.
"Ngk boleh gitu mas sama anak sendiri."
"Padahal mau berangkat nanti malam."
Ia tersenyum kearahku padahal aku sedang kecewa kini.
"Aku mandiin alfa dulu yah mas."
"Biar mas saja yang mandiin, nanti mas pasti Kangen mandiin alfa disana."aku tersenyum meraih alfa dari gendongan mina.
Aku membawa alfa ke dalam kamar mandi dan memandikan nya dengan sesekali kuajak ia bercanda gurau.
Tanpa alasan aku merasa berat sekali meninggalkan mereka berdua.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.