
❄selamat membaca❄
Aku dan mina duduk ikut bergabung dengan adin juga ken, kulihat sejak tadi mina tidak tenang saat makan karena alfa berada dalam pangkuan adin. Mina pasti merasa tak enak dan sungkan saat ia makan dan alfa dititipkan pada orang lain, ia pasti takut mengganggu adin.
Padahal sejak tadi adin sudah berkata kalau ia sedang tidak ingin makan karena diet untuk mempersiapkan pernikahan mereka, tapi tetap saja mina orangnya suka ngk enakan apalagi sama orang lain.
"Kak kalau kakak udah capek ladenin alfa kasih ke aku aja kak hehehe ngerepotin yah Kak, maaf yah Kak." Lihatlah wajah memelas nya itu. Apa sih yang harus ditakutkan kalau orang nya sudah mengatakan tidak apa-apa.
"Kamu cuma ngk tau aja gimana sebenarnya kak adin ini, dia paling ngk tahan liat anak kecil apalagi seimut alfa, mau seharian juga dia ngk bakal kewalahan."ken tersenyum menceritakan bagaimana adin yang sebenarnya.
Adin langsung mengangguk tersenyum"Aku ngk bakal bosen deh liat alfa, soalnya imut gini."
Aku tersenyum merasa ada peluang untuk menghabiskan waktu berdua dengan mina seharian.
"Yasudah kalau begitu bisa nitip alfa bentar ngk? Kita berdua ada urusan soalnya."aku langsung berdiri dan menarik mina untuk melakukan hal hal menyenangkan hari ini.
Adin juga ken langsung mengiyakan ucapanku dengan cepat.
"Aduhh maaf yah Kak, mas Astan memang suka kelewatan kalau minta tolong sama orang, mas ihh."mina merasa tidak enak dengan ucapanku tadi. Ia juga mencubit lenganku.
Aku memekik sedikit kesakitan karena cubitan darinya"Apa sih sayang? "
Mina terlihat kesal kearahku, aduhh lucu sekali sih dengan nya.
"Ngkpp kok mina,kakak memang lagi ngk mau pisah dari alfa sekarang, kita bakal jagain alfa kok yah kan mas? "Adin dan dibalas anggukan oleh ken. Baguslah kalau begitu aku berterima kasih sekali.
"Yasudah nitip alfa yah, kita pergi dulu."aku menarik tangan mina dengan cepat karena merasa tidak sabar.
"Mas,, jangan buru buru gitu, aku ngk bisa ngejar, mau kemana sih? " Aku mendengar itu saat kulihat kebelakang mina sangat kewalahan mengikuti langkahku yang besar itu.
Astaga, saking semangatnya aku sampai lupa kalau istri kecilku itu memiliki langkah yang kecil dan imut.
"Maaf yah sayang mas lupa kalau langkah kamu kecil."kulihat ia cemberut hingga pipinya itu menggembung. Astagah,, aku takut tidak bisa menahan diriku saat ini.
"Kita mau kemana sih mas? Itu alfa ngkpp ditinggal gitu? " Ia terlihat bingung dengan suasana ini.
Aku tersenyum menahan tawa melihat nya"kita kencan dong😌"
Ia terdiam dan berpikir sejenak, apa sesusah itu yah untuk memikirkan kencan?.
"Mas aneh deh, mana ada kencan kencan lagi, anak kita mas titipin buat kencan? " Ia terlihat bingung.
Aku tersenyum kearahnya "Memangnya kenapa kalau kita kencan? Ada yang ngelarang yah? Lagian mas tau kamu belum pernah kan ngerasain kencan? Mas bakal buat kamu ngerasain rasanya kencan soalnya mas juga belum pernah sih Heheheh, dulu mas sibuk kerja jadi ngk sempat."aku memegang tangannya lalu tersenyum.
Ia masih terlihat berpikir, aku tak tau apa sebenarnya yang membuat ia begitu ragu, kalau masalah alfa aku sejak tadi mendapat kabar dari ken kalau alfa sama sekali ngk rewel.
"Aku mau banget sih mas, tapi kan kasian kak adin direpotkan sama alfa nanti."aku tak habis pikir dengan kepolosan mina yang sangat suka merasa tidak enak dengan banyak hal.
"Sst, kamu ngk peka sekali sih sayang, adin itu benar-benar sedih kalau harus kami pisahin sama alfa sekarang juga, jadi kita manfaatin dong waktu luang ini, karena kita tidak tau kapan lagi punya waktu seperti ini, kencan bertiga kan sudah sering kencan berdua belum pernah sama sekali." Aku berpura-pura cemberut untuk membujuknya agar bersedia.
"Ayo dong sayang,masa kamu nolak ajakan kencan suamimu sendiri sih, jahat." Ia kemudian mengangguk tersenyum.
Dengan cepat aku langsung membawa mina keberbagai ikon menarik dan paling populer diantara para pasangan yang berkunjung hari ini.
Aku membawa mina menaiki mobil mobilan pasangan dan saling tabrak menabrak dengan pasangan lainnya yang bahkan tidak kami kenali.
Setelah lelah dengan mobil-mobilan itu kami melihat sebuah mesin capit yang beroperasi jika kita memasukkan koin kedalamnya.
Aku tersenyum dan memasukkan koin kedalamnya lalu dengan keahlianku yang teliti aku langsung mendapatkan boneka itu ditambah sebuah boneka pororo yang dengan cepat ia peluk senang. Lalu ia juga dengan satu lompatan melompat memeluk ku dengan girang.
"Lihatlah dia, tadi dia susah sekali diajak kencan, giliran udah kencan lupa sama anak sendiri, masih saja merasa kalau dia anak anak."aku bergumam pelan tanpa mina dengar.
"Mas kita main itu yuk." Mina menunjukkan sebuah keranjang basket mini.
Akupun mau menuruti kemauan mina membawanya ke tempat basket itu.
Aku memeluknya dari belakang dan mengarahkan tangannya yang sedang memegang bola itu kearah ranjang hingga bolanya berhasil masuk kedalam ring.
Mina langsung tersenyum kegirangan"wahh,, lagi mas lagi. "Ia terus saja melompat lompat senang hingga dilihat beberapa pasangan yang ada disana. Aku tersenyum mengangguk padanya.
Aku dan mina terus saja memasukkan bola kedalam keranjang hingga mina mulai kelelahan namun senyum tak pernah lepas dari bibirnya.
Setelah itu kami pun duduk di taman dekat mall itu sembari memakan es krim sambil melihat sekeliling yang sangat ramai dikunjungi banyak orang.
"Mas,, mas yakin kalau ini kencan pertama mas?"kulihat ia merasa curiga dan bertanya demikian.
"Loh? Kenapa? " Aku malah merasa heran dengan pertanyaan itu.
"Alahh mas jujur aja deh ngkpp, mas pasti udah sering kan kencan gini sama banyak gadis,mantan mas berapa sih? Aku kepo pake banget mas."bibirnya berkata kepo tapi ekspresi nya berkata ia tak mau tau sama sekali dan malah terlihat kesal.
Aku tak tahan menahan tawaku karena melihat ia yang kesal tanpa sebab, jangan bilang kalau aku berkata punya mantan ia akan marah dan kecewa.
"Mas,, bukannya dijawab malah ketawa gitu sih." Ia benar-benar kesal.
Aku tersenyum lagi tanpa menjawab pertanyaan nya, aku malah beralih menjilati es krim yang ada ditangan nya yang mulai mencair itu. Ia memasang wajah kesal karena aku tak menjawab nya sama sekali.
"Kamu lucu sekali sih sayang, untuk apa mas berbohong dalam hal hal seperti itu? Kamu masih saja tak percaya sama mas?mas tegaskan yah sekali lagi, selama ini mas sibuk kerja dan tak sempat melakukan hal hal ini, dan mas juga sudah pernah kan ngasih tau kamu kalau kamu itu ciuman pertama mas, dan kencan ini juga pertama kali buat mas." Aku mencolek hidungnya kecil dengan gemas.
"Aku tau kok sayang kalau aku itu ganteng banget tapi ngk usah dipandangi seperti itu,aku jadi salah tingkah. " Aku menggodanya dengan pelan karena sejak tadi ia tak hentinya memandang wajahku.
" Es krim nya meleleh tuh sayang."aku dengan cepat menjilat lagi es krim nya yang meleleh itu.
"Ihh mas kok ambil es aku sih."
"Kamu sih ngelamun mulu mandang mandang wajah mas,daripada sayang nanti meleleh jatuh mending mas makan saja."
mina langsung memakan es krim ku hampir semuanya.
"duhh,, curang Banget yah sayang, mas cuma ambil yg meleleh doang ini kamu ambil semua krimnya heheheh imut banget sih mmuahh."
Aku dengan cepat menarik wajahnya agar dekat dengan ku lalu kucium bibirnya dengan cepat dengan satu luma*tan nikmat disana dan segera ku akhiri saat tau kami saat ini sedang berada di taman dan banyak sekali pasang mata menatap kami.
Mina juga yang sadar sedang diperhatikan banyak orang langsung membenamkan wajahnya didadaku karena malu.
"Duhh kamu kalo mau lengket lengketan jangan disini sayang, nanti yah dirumah pas alfa lagi bobok."aku berbicara begitu untuk menggodanya lagi.
Ia dengan cepat memukul bahuku dengan keras"Ngomong gituan lagi aku tendang kamu mas."
Aku sangat puas menggodanya sejak tadi. Untung saja saat ini kami sedang berada di luar kalau dirumah aku sudah habis menerkam nya hingga terus mendesah dibawah kendali ku.
BERSAMBUNG...
jangan lupa like, komen, dan vote. ❤