
❄selamat membaca❄
Ku tarik nafas dengan besar dan ku hembus kan dengan keras pula. Saat ini aku sudah sampai didepan rumah yang selama dua tahun ini belum pernah kulihat dan belum pernah ku injak kan kakiku disana.
Dengan hati yang berdebar karena tak sabar aku melihat sekeliling tidak ada yg berubah hanya saja beberapa tanaman disekitar rumah sudah mulai tua dan terlihat berbeda dari yang kutinggalkan dahulu. Kulihat pagar terbuka setengah.
Biasanya di jam segini pak umar sudah berada di pos sembari memperbaiki beberapa barang yang khusus ia bawa untuk ia perbaiki. Pak umar memang sangat senang melakukan hal-hal berguna seperti itu ketimbang beristirahat menunggu perintah dariku.
Tapi kali ini aku tak melihat pak umar disana sama sekali, pos terlihat sangat sepi juga seperti sudah lama tak ditempati, tak ada barang yang pak umar pajang lagi disana seperti beberapa alat yang khusus ia sediakan jika perlu dan biasanya ia sudah menggantung topinya disana. Kenapa dengan pak umar? Apa sesuatu telah terjadi padanya?.
Dengan pelan ku langkah kan kakiku mendekat kearah pagar lalu berjalan masuk. Saat memasuki pekarangan rumah benar saja tak ada pak umar disana dan posisi parkir mobil sangat berbeda dengan cara pak umar melakukan nya.
Telinga ku menangkap suara anak kecil yang sedang berbicara dan sedikit berteriak. Mataku langsung menuju kearah suara itu.
Kulihat seorang anak laki-laki yang sedang bermain sepak bola dengan semangat dan terus saja berlatih seolah ia adalah salah satu anggota timnas.
Dadaku berdebar keras saat ia juga melihat kearahku, apakah dia anakku? Apakah dia alfa pangeran kecil yang sering ku gendong dulu?.
Aku berjalan pelan kearahnya dengan air mata yang sudah tak bisa kutahan, selama dua tahun aku tak pernah lagi melihat wajah kecilnya itu dan saat aku tiba sekarang ia sudah tumbuh dengan baik, ia sangat sehat juga tampan. Aku sangat bersyukur dan tak bisa lagi memendam rasa harus ini.
Ia juga berlari dengan cepat kearahku dengan senyuman yang sangat kembang, apa dia mengenaliku? Apakah dia tau kalau aku adalah Ayah nya yang sudah lama pergi tak pernah kembali?.
"Papah,,. " Ia melompat ke dalam gendongan ku hingga air mataku yang masih menganak sungai dipelupuk mataku langsung melebur jatuh tak bisa ku bendung lagi.
Bayangan ku selama ini sangat jauh dari kenyataan yang saat ini kuhadapi, aku sangat takut saat kembali pulang anakku tak bisa mengenaliku, aku takut ia tak mau menerima kalau aku adalah ayahnya.
Namun, saat bibir mungil itu memanggilku dengan sebutan itu rasa sesak itu hilang perlahan dan digantikan dengan rasa harus yang tak bisa membuat ku berhenti menangis.
"Mah,,, mamah,, "panggil nya kearah rumah dan masih dalam gendongan ku kini.
Jantung ku berdebar tak karuan saat alfa memanggil ibunya. Aku merasa seolah dunia terhenti Saat ini.
"Iya sayang bentar yah,, "aku mendengar sahutan dari dalam rumah.
Suara itu, suara yang sangat kurindukan selama dua tahun lebih terakhir ini. Aku sungguh sangat merindukan suara itu, suara lembut penuh kasih sayang darinya. Ini terasa seperti mimpi. Aku pernah hampir mengakhiri hidup karena rasa sakit yang kualami tapi mengingat mereka aku mencoba untuk tetap bertahan hingga bisa sampai disini saat ini.
"Mamah,,, papah."alfa terus saja memanggilnya dengan rasa bahagia dan ia memeluk ku dengan erat seolah ia benar-benar takut kehilangan ku.
Aku juga membalas pelukan alfa dengan erat pula. Rasa syukur ku melihat ia tumbuh dengan baik sudah membuat ku lega.
"Mamah,,, papah." Alfa lagi-lagi mengulangi ucapannya karena tak melihat kedatangan mina.
Dan, jantung ku seolah sedang berhenti berdetak saat kulihat wanita yang selama ini kurindukan sedang berdiri didepan pintu dengan wajah tak percaya.
Kain lap yang ia pegang itu jatuh ke lantai dan kulihat air matanya mengalir deras layaknya air mataku saat ini.
Ia terlihat sangat kurusan, dengan rambut yang dulunya panjang kini sudah pendek hingga diatas bahunya hingga memberikan kesana dewasa pada wajahnya itu.
Air mataku juga mengalir deras karena melihat mina saat ini sudah berada didepan mataku.
Alfa yang dalam gendongan ku hanya diam saja. Ini masih terasa mimpi bagiku.
Selama dua tahun aku hanya melihat bayangan mina dalam hari-hari ku, dalam dua tahun terakhir aku hanya bisa menangisi mina karena tak ada disamping ku.
Kini ia benar-benar berada di hadapan ku sembari memandang kearahku dengan tatapan yang mengatakan kalau ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Sama seperti ku, aku merasa ini bagaikan mimpi yang begitu nyata. Karena mina dan alfa saat ini berada didekatku seolah aku sedang bermimpi saat ini.
Terima kasih sudah bertahan dengan kuat. Maafkan aku yang terlambat datang.
Maafkan mas yang terlambat datang kerumah ini. Maafkan mas karena sudah mengingkari janji mas untuk cepat pulang.
Banyak sekali kata yang ingin ku ungkapkan saat ini. Banyak sekali kata yang ingin terujar dari bibirku Tapi entah kenapa rasanya sangat kelu untuk ku katakan kini.
Hanya air mata yang berbicara. Kami saling memandang harus satu sama lain.
Terima kasih sudah memberikan kami kesempatan ini. Aku berjanji akan menjadi lebih baik lagi bagi mina dan alfa.
Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah kau berikan ini. Aku akan selalu berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untuk mereka.
BERSAMBUNG...
Duhh sampe kini greget nya masih sama. Aku masih aja ngerasa haru gitu saat astan pertama kalinya menginjakkan kakinya dirumah selama dua tahun lamanya.
Mina juga pasti kaget banget, kebayang ngk sih kalau kalian diposisi mereka berdua. Selama dua tahun saat kalian hampir aja nyerah dan ngk sanggup lagi untuk bertahan disaat itulah keajaiban datang menghampiri kalian.
Tak ada yg tak mungkin di dunia ini yah, setiap masalah ataupun keadaan pasti ada hikmah nya karena Allah tak akan menguji kalian melebihi batas kemampuan kalian. Kita hanya perlu berpikir positif saja dan tekun dalam menjalankan nya niscaya kita akan menemukan titik terang nya nanti.
Duilahh aku ngomong udah kayak siapa aja. Sok bijak banget kan yah. Maaf kalau kurang nyaman yah, aku memang tipe orang yang suka bacot pemirsah hehehe jadi harap maklum yah. Kalau ngk suka skip aja ngk PP kok demi kenyamanan bersama.
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.