Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
Reuni


Soundtrack//beautifull-baekhyun(EXO)//


Aku memang sangat jauh dari kata sempurna dan serba ada, tapi aku merasa lebih sempurna dari segalanya saat ada seseorang yang menganggap aku istimewa.


-mina-


Sejak tadi aku merasa bimbang dan tak bisa tenang karena memikirkan bagaimana nanti aku harus bersikap diacara reunian mas astan.


Aku sudah selesai berkemas dan seperti biasa mas astan dan alfa pasti sudah menungguku dibawah.


Aku meminum pil pereda gugup tapi rasanya masih sama gugupnya dengan yang tadi.


"Sayang,, masih lama yah? "


Aku mendengar suara mas astan dari bawah.


Sudah hampir satu jam aku duduk dan berdiri tak tau harus bagaimana, apa aku tidak usah ikut saja?.


Tapi mas Astan pasti akan kecewa padaku nantinya.


Aku dengan satu tarikan nafas berjalan menuju mas astan dan alfa yang menungguku dari tadi.


Aku dengan kikuk berjalan kehadapan mas astan.


"Ba,, bagaimana penampilan aku mas? Malu maluin yah? "


Mas astan tertawa dengan senyum yang menampakkan deretan gigi rapi dan bersihnya.


"Ayolah sayang, harus berapa kali lagi mas katakan kalau kamu digimanain pun tetap sama cantiknya,berhenti berkata kalau kamu itu malu maluin"


Mas astan mengusap pelan rambutku.


Aku masih sama nervous nya walaupun mas astan sudah mencoba menenangkan aku dengan pujian pujian itu.


Di dalam mobil aku tak hentinya me-lap tanganku yang berkali-kali berkeringat.


Reunian rasa bertemu dengan calon mertua saja greget nya.


Kami berhenti tepat dihadapan sebuah gedung megah dengan desain sederhana namun terkesan mewah sekali.


Mas astan membuka pintu mobil dengan senang dan alfa yang ada dalam gendonganku ia raih.


"Biar aku aja mas ngkpp"


Mas astan menggeleng dan mendekap alfa lalu mengulurkan tangannya kearah ku.


Aku meraih tangannya dengan pelan lalu mengikuti langkah mas astan memasuki gedung itu.


Lagi lagi aku merasa kesulitan dalam bernafas saking gugupnya.


Mas astan berhenti sebelum memasuki pintu.


Ia mencium kening ku dengan pelan.


"Hei,, mas tau sedari tadi kamu pasti sedang merasa gugup kan?mas ingatkan sekali lagi jangan pernah merasa rendah sayang, kamu adalah wanita paling berharga yang pernah ada dalam hidup mas, mas harap ini bisa mengurangi kegugupan mu"


Aku menarik nafas dalam dalam dan mengangguk tersenyum kearah mas astan walaupun aku masih saja sama gugupnya.


Kami memasuki ruangan yang mungkin itu adalah ruangan yang mereka booking untuk acara reunian mereka.


Saat kami memasuki ruangan itu dengan langkah yang setara mas astan menggendong alfa dan tangannya satu lagi Menggenggam erat tangan kecilku.


Seluruh mata yang ada dalam ruangan itu menatap kearah kami.


Mataku langsung merasa silau dengan accessories yang digunakan oleh beberapa gadis diruangan itu.


Sungguh indah berkilau dan tentunya pasti sangat mahal harganya.


Riasan mereka sungguh indah bak model kecantikan dengan kulit yang sungguh terawat.


Sungguh aku sangat insecure sekarang.


Tanganku sudah mulai berair lagi saking gugupnya.


Mata mereka belum juga terlepas dari kami sampai kami benar-benar duduk bergabung dengan mereka semua.


Mas astan tersenyum kearah mereka begitu juga dengan ku.


"Kenalin semuanya ini istriku namanya mina dan putra pertamaku namanya alfa"


Aku yang diperkenalkan pun hanya tersenyum Kikuk karena tak sanggup melihat mereka satu persatu.


Sungguh mereka semua terlihat sangat elegan danas astan tentunya termasuk sekali.


Hanya aku yang seorang rakyat biasa ditempat ini.


Mereka menyapaku satu persatu meskipun ada beberapa yang hanya acuh tak acuh dengan ku.


"Sudah punya anak aja yah tan" Ucap seorang wanita cantik berambut pendek tersenyum ramah.


Mas astan mengangguk tersenyum.


Ucap seseorang lagi dari arah berlawanan menceritakan tentang mas astan dahulu.


Aku sedikit senang saat tau kalau mas astan memang tidak berbohong soal dia belum pernah dekat dengan gadis lain selain aku.


"Biasalah rus, nunggu bidadari kecilku ini datang" Mas astan mengacak rambutku gemas.


Mereka tertawa menanggapi ucapan mas astan.


Ternyata mereka tidak semengerikan yang aku bayangan.


Aku sempat berpikir kalau aku tak akan bisa bernafas dihadapan mereka.


Kami makan beberapa hidangan yang sudah dipesan oleh mereka.


Seperti biasa mas astan akan menyuapiku padahal aku sudah menolak.


Tak jarang aku menangkap beberapa pasang mata melihat kearah kami.


Yang sudah berpasangan tak hanya kami tapi hanya kami yang melakukan hal hal romantis seperti ini.


Dan mataku sedari tadi tak hentinya menangkap tatapan tak suka dari seorang gadis berambut panjang disudut meja.


Awalnya aku berpikir kalau itu hanya perasaan tak nyaman ku saja.


Namun aku semakin melirik dia semakin Memelototi ku dan benar-benar memperlihatkan ketidak sukaanya padaku dengan jelas.


Aku pun memilih tak usah melihat kearahnya saja.


"Oh iya astan, boleh tau ngk istri kamu kerjanya apa? Lulusan mana? "


Jantung ku langsung berdetak kuat saat gadis yang kusebutkan tadi menanyakan itu.


Aku yang semula sedang minum pun langsung tersedak hingga bajuku kena jus sedikit.


Mas astan langsung memberikan aku air putih dan menampar pelan punggung ku.


"Pelan-pelan sayang,alfa kaget tuh"


Mas astan meraih alfa dariku.


"Mas aku ke kamar mandi dulu yah bentar buat bersihin baju aku"


Mas astan menatap khawatir kearahku.


Aku tau itu dari tatapan matanya.


Mas astan pun mengangguk mengiyakan permintaan ku.


Aku berjalan pelan menuju kamar mandi dengan dada yang sesak.


Aku tak tau kenapa saat mereka menanyakan itu aku sangat takut.


Aku takut mas astan malu memiliki istri yang hanya lulusan SMP seperti diriku.


Aku memasuki kamar mandi dan mencuci wajahku dengan cepat agar aku sadar dan tidak terlalu nervous.


Tapi tetap saja tak ada bedanya dengan yang tadi.


Aku mengusap wajahku dengan tisu yang ada didalam kamar mandi itu.


Aku melihat sekilas diriku didalam cermin dihadapan ku.


Aku memang sangat jauh berbeda dengan mereka semua.


Tak ada sedikit pun yang bisa dibanggakan dari diriku.


Apa sekarang mas astan sadar kalau aku ini memang memalukan?.


Apa mas astan akan meninggalkan aku?.


Aku takut sekali.


Kenapa aku harus seperti ini? Alur ingin seperti mereka semua agaras astan tak perlu malu memiliki istri seperti diriku ini.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhh suka insecure memang kalau dekat yang bening bening.


Pas liat doi dekat yang bening tak ada hak untuk cemburu.


🔷🔷jangan lupa like dan komen yah gaes buat nambah nambah semangat akuh🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga lets make a friends ♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan🖤