Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
menghindar


...Soundtrack//since i meet you-huh gak//...


...Kesalahan terbesar ku adalah tak pernah bisa membencimu walau bagaimana pun kamu memperlakukan ku....


...-mina-...


     Sudah berhari hari aku merasakan ada yang aneh dengan mas Astan.


Setiap kali aku berbicara dengan nya dia tak pernah mau mendengar dan bahkan langsung pergi begitu saja.


Belum lagi biasanya saat aku menyiapkan setelan baju kantornya ia pasti harus berkomentar dulu baru kemudian tetap memakai setelan itu.


Tapi beberapa hari ini mas Astan menghindar dariku tanpa alasan,apa kebenciannya semakin bertambah lagi hingga melihatku saja sudah tak sanggup lagi.


Aku telah selesai membersihkan seluruh rumah dan juga seluruh pekerjaan rumah lainnya.


Aku berjalan jalan ditaman depan rumah mas Astan.


Aku merasa sangat bosan sebenarnya,bagaimana kalian tidak bosan mulai jam 07 pagi mas Astan sudah pergi tentunya aku hanya seorang diri disini,berbicara juga tidak ada teman bicara, lama lama aku takut menjadi gila dan berbicara sendiri.


Aku duduk di bawah pohon yang sangat lebat itu, aku tak tau jenis apa pohon ini.


"Bagaimana yah kabar bapak?sudah lama sekali tidak bertemu." Aku bergumam memandangi pohon itu dari bawah sembari mengingat saat masih kecil dulu saat itu ibu masih ada dan ayah belum merantau ke kota,saat itulah saat saat aku pernah merasakan rasanya disayangi dan merasa sangat berharga.


"Aku ingin kembali kecil lagi," Ucapku menutup mataku membiarkan air mataku mengalir begitu saja.


"Aku harap ibu tenang disana, maafkan aku ibu,andai saja hari itu aku tidak egois pasti saat ini ibu juga bisa menghirup udara ini,begitu juga bapak,maaf sudah membuat bapak repot selama ini,aku harap bapak hidup tenang dan jangan memperdulikan aku disini,aku bahagia disini hiks,, bahagia," Ucapku tersenyum seolah saat ini ibu dan ayah sedang berada di hadapan ku sambil tersenyum.


"Aku,, bahagia disini,,, hiks,, jadi jangan lagi pedulikan anak pembawa sial seperti ku," Ucapku memeluk diriku.


"Astaga,, apa yang sedang kamu lakukan mina?berhenti bersikap seolah kau korban,kaulah penyebab seluruh penderitaan semua orang,ingat ini kau adalah orang jahat dan tak pantas untuk bahagia,jangan pernah harapkan kata bahagia dalam hidupmu," Ucapku bangkit berdiri dan berjalan untuk menenangkan pikiran.


"Mina!" Tiba tiba suara seseorang memanggil namaku dari pos security "eh mas Alga? " Ucapku mendekat kesana.


Aku yang bodoh lupa bahwa ada mas Alga disini, jadi aku ada temen bicara dong.


"Eh mas lagi ngapain? " Tanyaku saat melihat mas Alga sedang menulis sesuatu.


Dia tersenyum, lagi lagi senyum itu sungguh menawan"Mas lagi ada tugas nih,sebenarnya sih bukan tugas mas,mas cuma buka jasa pembuatan tugas, jadi mas akan dibayar jika membuatkan tugas, "jelas mas Alga.


Pasti dia sangat pintar yah?orang orang bahkan mempercayakan tugas mereka kepadanya,belum lagi ia juga sangat tampan.


Aku jadi teringat seseorang disekolah ku,dia sangat baik hati, pintar dan juga tampan sekali,aku penasaran bagaimana yah kabarnya sekarang?.


" Wahh aku jadi rindu sekolah kalo liat buku hhehehe."aku tertawa hambar.


Mas Alga seketika berhenti menulis tanpa alasan.


" Kamu masih memiliki tekad dalam belajar kan?"mas Alga tiba tiba berbicara seperti itu dengan wajah seriusnya.


Aku langsung menganggukkan kepala ku dengan semangat "Yajelas lah mas,bahkan saat menonton televisi aku menulis hal hal yang baru aku tau." Aku bercerita dengan semangat.


"Kamu mau tidak kalau mas bawa buku bekas SMA mas,trus pas kamu luang mas ajarin kamu,kayak les gitu," Ucap mas Alga.


Siapapun pasti akan langsung bilang iya, tapi kembali lagi aku tak memiliki uang sepeserpun itu,aku bekerja disini tanpa gaji, karena aku bekerja seolah untuk menebus dosa.


"Tapi mas,,aku ngk punya uang," Ucapku lesu.


Mas alga tidak tersenyum tapi tiba-tiba saja dia mengelus rambutku "Mas ngajarin nya ikhlas,lagian kan mas ngajarin nya pas waktu luang." Mas Alga tersenyum.


Aku langsung mengangguk"Iya mas aku mau aku mau,"ucap ku dengan semangat.


"Baiklah untuk tugas pertama mu, kamu perlu membaca ini terlebih dahulu." Mas Alga memberikan buku padaku.


Aku tidak tau apakah mas Alga ini manusia atau bukan?sungguh berhati mulia, sejak aku pertama bertemu dengan nya ia sudah banyak berbuat kebaikan kepada-Ku,membantuku tanpa aku minta dan dia juga sangat murah senyum.


"Terima kasih mas," Ucapku langsung membaca halaman pertama buku itu.


Dan mas Alga juga kembali bekerja mengerjakan pekerjaan belajar sambil menghasilkan uang.


18.30pm


Astan baru saja sampai di dalam rumah,ia sengaja pulang terlambat.


Astan berjalan pelan tanpa sebab.


"Tunggu!! Kenapa aku seperti ini?kenapa aku terasa seperti menghindari gadis bodoh itu setelah kejadian waktu aku menciumnya?" Astan bergumam bingung.


"Niat awalnya adalah untuk membuat dia menderita dan merasa sakit hati,kenapa malah aku yang terus terbayang bayang dengan ciuman itu dan dia bersikap biasa saja,bahkan untuk melihat dirinya saja aku merasakan getaran aneh dalam diriku sedang ia masih bisa tersenyum dan berbicara ini itu, ayolah astan kenapa kamu menjadi begini?jangan lengah jangan lalai,jangan sampai kamu sendiri yang jatuh bukan dia." Astan bergumam lagi.


"Baiklah karena sudah terlanjur membuat dia seperti itu,mari lanjutkan permainan ini,sepertinya akan semakin menyenangkan dan sudah cukup beberapa hari ini aku memberikan kelonggaran dan kebaikan terhadapnya,mari kembali ke saat saat dimana ia pertama kali datang kerumah ini." Astan tersenyum miring berjalan menuju kamar.


Disana sudah ada Mina yang sedang duduk di dekat balkon sambil membaca buku yang tidak Astan ketahui buku apa itu.


"Mini!!" Teriak Astan dengan sangat keras hingga mina tersentak dan langsung berdiri berjalan cepat menuju Astan.


"Aa,, ada apa tuan," Tanyaku dengan cepat.


"Saya mau mandi," Tukasnya dengan jelas.


Air sudah aku siapkan yah tinggal mandi saja apa susahnya sih mas.


"Air sudah saya siapkan tuan, jadi tuan sudah bisa langsung mandi," Ucapku berjalan lagi menuju balkon.


"Wahhh siapa yang menyuruhmu pergi begitu saja?saya bilang saya mau mandi," Tutur mas Astan lagi.


Ada apa sih dengan nya? Setelah mendiami ku selama beberapa hari ada apa dengan sikap kasar ini lagi?.


Aku berjalan mendekat "Maaf tuan, air sudah saya siapkan," Ucapku pelan.


"Saya lelah seharian bekerja,untuk bergerak saja saya merasa lelah, jadi cepat mandikan saya," Perintah mas Astan tanpa kuduga.


Apa aku tidak salah dengar?bagaimana bisa mas Astan berbicara seperti itu?memandikan dia?apakah ada hal lain yang lebih gila dari ini?.


"Ta,, tapi tuan,bagaimana mungkin," Elakku tak bisa menerima perintah itu.


"Kenapa tidak?bukankah tugasmu dirumah ini adalah segala perintah ku, bagaimana pun kamu harus bisa melakukan apapun yang aku perintah kan." Lanjut mas Astan langsung menarikku menuju kamar mandi.


Sampai disana"Tunggu apa lagi?cepat buka baju saya,"perintah mas Astan.


Aku sungguh tak berani,bagaimana bisa mas Astan melakukan ini?kenapa ia sangat ingin aku melakukan itu?.


"Ayo cepat,lihatlah jam sudah mulai larut,kamu tau kan malam ini sangat dingin?jadi jangan bersikap bodoh seperti itu,jangan sampai saya kedinginan," Kecam mas Astan.


Tanganku dengan gemetar membuka kemeja putih yang ia kenakan, jantung ku berdetak sangat keras,aku tak tau kenapa kenapa aku sungguh sangat gerogi dihadapan mas Astan.


Mas Astan masih saja diam memperhatikan aku yang mulai menanggalkan kemeja putih nya itu dan meletakkannya ke ember dekat pintu.


Setelah itu aku diam tak tau apa lagi yang harus aku lakukan "Tidak mungkin kan saya mandi menggunakan celana besar ini? Tunggu apa lagi ayo buka," Mas Astan memerintahkan aku untuk membuka celananya?.


"Cepat!!!" Bentak mas Astan hingga aku langsung membuka ikat pinggang nya dengan pelan.


Dan saat membuka resleting celananya aku tak sanggup lagi, bagaimana bisa aku melakukan ini?aku tak berani.


Aku mencoba lagi membuka resleting celana mas Astan tapi saat celana mas astan turun aku langsung berbalik.


Jantung ku berdetak tak karuan,aku tidak siap melihat hal hal seperti itu.


Air mataku jatuh, aku sungguh takut.


"Kenapa berbalik?cepat menghadap kemari," Perintah mas Astan.


Ada apa dengan mas Astan? Kenapa dia menyiksaku dengan cara seperti ini?.


Aku terus menangis membelakangi mas Astan,aku tak tau apa yang aku tangiskan tapi aku tetap menangis.


"Gadis bodoh,kalau saya suruh berbalik yah berbalik,berapa kali saya katakan agar mendengar,Menjawab dan mematuhi segala ucapku." Mas Astan menarik rambutku dengan keras.


"Akhh" Aku meringis menahan sakit"hiks,, maafkan saya tuan,saya,, saya tak sanggup melakukan ini,"ucapku menagis semakin keras saja.


"Bagaimana yah?tolong tanyakan kepada pria sialan itu bagaimana ia masih sanggup bertahan hidup saat dia telah menghilangkan nyawa seseorang,kamu kan keturunan dari pria baru*jingan itu,jadi mungkin melakukan hal hal seperti ini bukan masalah besar," Ucap mas Astan masih menarik keras rambut ku.


Aku masih terus menangis"Kenapa kamu bersikap seolah kamu itu suci?mungkin kamu sudah banyak memberikan tubuh kamu kepada banyak laki laki,jadi hal seperti ini bukanlah masalah besar untukmu kan? "Tanya mas Astan.


Apa maksud dari ucapan mas Astan tadi?aku sudah banyak memberikan tubuhku kepada banyak laki laki?aku tak mengerti.


Aku terus menangis" Dasar gadis ja*lang sok Suci,keluar sekarang juga,membuat emosi saja."mas Astan melepaskan tarikannya di rambut ku lalu mendorong tubuhku dari pintu hingga tersungkur dilantai.


Aku tak tau lagi ada apa dengan nasi Astan?.


Yang pasti aku dapat merasakan kalau mas Astan kembali menaruh kebencian terhadap ku.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


duhhh ngk kebayang jadi mina, siapapun itu tak akan sanggup harus diperlakukan seperti itu.


Aatan kudu disadarin nih.


🔷🔷jangan lupa vote anda komen yang tayang tayang🔷🔷


♦♦jangan lupa untuk follow author ♦♦


Laffyouall buanyakk buanyak ❤