
❄Selamat membaca❄
Aku mendengar suara dari arah dapur, pasti ibu sedang melakukan sesuatu disana seperti memasak dan menyiapkan bekal untuk dibawa ke pasar nantinya.
Aku terbangun karena itu lalu mencoba duduk dan mengucek mata khas baru bangun tidur, sekilas aku berharap bahwa saat aku membuka mata aku akan melihat mina disamping ku sembari tersenyum hangat seperti biasanya. Tapi tetap saja harapan ku terlalu jauh hingga ke kota sedang saat ini aku sedang berada jauh di pedesaan.
"Hah? " Aku kaget saat aku menggerakkan kakiku rasanya tidak kaku dan sakit.
Aku lagi-lagi menggerakkan nya dengan pelan dan benar saja aku merasa nyaman seperti saat kakiku sehat dulu.
Perlahan aku mencoba bangkit dan benar saja aku bisa bangkit sendiri tanpa bantuan bapak dan sebuah tongkat yang sering kugunakan dalam waktu yang lama itu. Ini benar-benar terasa mimpi bagiku. Ini keajaiban, aku bisa berdiri dengan benar tanpa bantuan apapun.
Aku mencoba untuk bersikap biasa saja dan mencoba untuk melangkahkan kakiku sedikit demi sedikit, masih terasa kaku memang tapi alhamdulillah sama sekali tidak sakit.
"Buk,ibu." Aku dengan senang memanggil ibu hingga ia dengan cepat keluar dari arah dapur.
Ia langsung menjatuhkan sebuah keranjang berisi kain itu dan menatap tidak percaya dengan apa yang ia lihat kini. Dengan perlahan aku berjalan kearahnya hingga ia semakin kaget saja.
"Astan sudah bisa berjalan normal buk. Ini keajaiban. " Aku tersenyum senang begitu juga dengan ibu yang tersenyum senang dan air matanya juga ikut mengalir.
"Syukur lah nak, kesabaran mu membuahkan hasil kini, kamu bisa pulang dan bertemu dengan anak dan istrimu. Mereka pasti akan sangat senang dengan kedatangan mu nanti. " Ibu tersenyum namun air matanya terus saja mengalir.
Aku mengangguk tersenyum mendengar itu dari ibu. Aku sangat dan sangat tidak sabar ingin pulang dengan cepat kerumah, tapi aku tidak mungkin langsung pergi setelah sembuh seperti ini. Terlalu egois jika aku pergi dengan cepat sebab aku sudah banyak merepotkan mereka selama aku sakit dan saat sehat aku langsung pergi? Rasanya sangat tidak pantas sekali dilakukan.
"Bapak, lihatlah kaki nak astan sudah bisa berjalan dengan normal kini. " Ibu berteriak senang saat bapak sudah tiba dengan kayu bakar ditangan nya.
Bapak yg mendengar itu langsung membuang asal kayu bakar itu dan berlari menuju kearahku sembari memeluk ku dengan terharu "Syukur lah nak, kamu memang laki-laki hebat. Kesabaran mu akhirnya berhasil kini. " Bapak menepuk pelan bahuku dan aku benar-benar sangat bahagia dengan keajaiban ini.
"Saat aku bangun aku menggerakkan kakiku dan aku kaget saat ku gerakkan tidak ada rasa sakit sama sekali. Dan saat aku mencoba untuk berdiri tanpa tongkat aku bisa dan bahkan bisa melangkah juga pak, ini pasti keajaiban. " Aku sangat senang sekali bisa menerima keajaiban ini.
Ini pasti jalan agar aku bisa kembali berkumpul dengan keluarga ku.
"Baiklah nak, kamu mandi sekarang dan ibu akan siapkan pakaian yang bagus untuk mu kembali ke kota agar kamu bisa secepatnya bertemu dengan keluarga mu. Mereka sudah menunggumu disana. " Ibu berjalan pelan menuju dapur namun dapat kutangkap sirat kesedihan dari matanya itu. Ia seperti tidak rela dengan kepulangan ku. Aku juga tidak tega meninggalkan mereka berdua setelah aku sembuh. Tapi bagaimana lagi? Aku juga merindukan mina dan alfa dirumah. Sudah dua tahun lamanya. Dua tahun bukanlah waktu yang sedikit.
Aku menahan tangan ibu hingga ia berbalik kearahku, dengan cepat aku menggeleng dan tersenyum "Bisa tidak buk aku pergi besok saja? Aku sangat ingin ikut ibu dan bapak kepasar. Aku juga ingin melihat ladang yang bapak rawat dan ingin membantu juga disana. "
Aku sangat berat juga untuk meninggalkan mereka, tapi tetap saja ada mina dan alfa yang butuh kehadiran ku. Bagaimana jika mereka sudah lupa padaku?.
" Setelah aku kembali ke kota aku akan sering melihat ibu dan bapak kesini. Aku juga tidak tega pergi dari sini tapi ada mina dan alfa yang membutuhkan ku disana buk. "
"Sudahlah nak, bapak faham betul bagaimana perasaan mu. Maafkan kami yang sudah membuat mu merasa tak nyaman. "
Aku menggeleng dengan cepat dan berjalan menuju bapak"Terima kasih pak sudah membuat aku menjadi laki-laki yang kuat, aku banyak belajar dari bapak. "
Saat aku masih terpuruk dulu, kakiku tak bisa ku gerakkan dan lenganku masih terluka parah aku sempat drop dan ingin mengakhiri segalanya karena merasa tak berguna sama sekali, bagaimana bisa aku kembali kerumah dengan keadaan seperti itu? Itu akan membuat mina kesusahan hingga aku berpikir mengakhiri segalanya adalah jalan terbaik. Tapi bapak datang dengan Sabar menguatkan aku hingga bisa bertahan sampai saat ini.
Bapak tersenyum mengangguk kearahku.
"Sudahlah, mari makan terlebih dahulu nanti kita kesiangan saat berangkat kepasar. " Ibu mengalihkan pembicaraan dengan mata masih terus saja mengeluarkan bulir air mata.
Aku dan bapak menurut duduk dilantai dan menerima piring yang sudah diisi dengan nasi dan lauk pauk khas pedesaan.
Aku pasti akan merindukan masakan ini. Selama dua tahun sudah kujalani disini dan aku pasti akan merindukan semua hal tentang tempat ini.
Air mataku tak bisa kutahan lagi saat mengingat kepergian ku besok, aku benar-benar tidak tega meninggalkan tempat ini tapi aku sudah sangat merindukan mina juga alfa yang kini aku tidak tau bagaimana keadaan mereka, apakah mereka sehat? Apakah mereka masih ingat dengan ku?.
"Kenapa nak? Kenapa menangis begitu? Apa makanan nya tidak enak yah?. " Ibu menghapus air matanya yang masih mengalir sama dengan ku.
Aku dengan cepat menggeleng"bukan begitu buk, aku hanya takut akan merindukan masakan ibu ini. Pasti aku akan sangat merindukan tempat ini. "Aku dengan cepat menghapus air mataku dan memakan makanan itu dengan lahap hingga tersedak.
Bapak menepuk punggung ku dengan pelan dan memberikan air putih padaku" Pelan-pelan nak. "
"Saat kamu merindukan makanan yang ibu buatkan, datang lah kesini karena pintu ini akan selalu terbuka lebar untuk mu juga keluarga mu nak. Ibu dan bapak pasti akan selalu menanti kedatangan kalian. " Aku tersenyum membalas itu meskipun air mataku masih saja mengalir.
Pagi ini aku mengalami dua hal sekaligus, aku bahagia dengan kesembuhan ku tapi merasa sedih karena besok aku akan meninggalkan mereka yang sudah kuanggap sebagai orang tua ku sendiri.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.