Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
bisakah aku menyerah?


Soundtrack//i miss you-soyou (sistar) //


Aku ingin menyerah dengan mu, tapi lagi lagi aku mencoba kuat


-mina-


    


       Aku pamit kepada kak adin dan menitip alfa disana.


Aku melihat sekilas alamat yang dikirim oleh anonym yang menyatakan menemukan seseorang yang mirip dengan mas astan.


Aku tidak terlalu berharap sih dengan ini, karena ini sudah kesekian kalinya aku dibodohi dan bahkan dimanfaatkan untuk kesenangan mereka yang tak punya perasaan menjadikan kesedihan orang lain sebagai ajang main main.


Aku melaju dengan cepat menuju tempat itu.


Kakiku aku langkahkan menuju sebuah cafe dimana kami akan berjanji bertemu dan aku melihat sebuah meja yang tadi ia kirimkan gambar bahwa ia sudah menunggu dari tadi.


Aku sekilas melihat kearahnya dan aku tebak ia masih terlihat muda dan hanya berjarak beberapa tahun diatasku.


"Kepada saudara dion? " Tanyaku pelan dan dibalas anggukan olehnya tidak lupa dengan senyuman namun senyuman itu sedikit membuatku merasa kurang nyaman.


"Langsung saja, dimana tepatnya saudara melihat suami saya? " Tanyaku dengan cepat.


Ia tersenyum aneh lagi"wiuw,, selow mbak, kita bisa bicara secara perlahan dan sepertinya kita akan lebih nyaman berbicara bila kita pesan makanan dulu "ucapnya seolah merasa ini sangat tidak penting.


Aku menghela nafas dengan pelan dan mencoba bersabar" Maaf saudara, saya tidak punya waktu banyak dengan itu, jadi mohon segera beritahu saya dimana saudara melihat suami saya dan apa buktinya agar saya percaya dengan ucapan saudara "tuturku dengan tegas.


Ia tertawa" Wahh kamu tidak semudah yang saya pikirkan"


"Berhenti bermain-main, saya tidak sedang dalam waktu yang tepat untuk itu" Ucapku sedikit kesal.


"Siapkan dulu uang sebanyak-banyaknya dan saya akan memberitahu dimana suamimu berada" Ucapnya lagi dengan senyuman itu lagi.


Aku tersenyum miring mendengar itu, sepertinya ia mengira aku belum berpengalaman dengan ini.


Aku mendekatkan sedikit wajahku tidak lupa dengan senyuman seolah aku merasa lucu dengan ucapannya barusan. Dan aku menangkap wajah bingung darinya.


"Sekedar informasi saja saudara, ini kali ke 98 saya menerima tawaran bahwa suami saya akan ditemukan dengan menyiapkan uang sebanyak yang saya bisa"


Ia terlihat sedikit bingung dengan ucapanku "Intinya gimana?kamu sungguh tidak ingin menemukan suamimu? " Tanya nya lagi seolah ucapanku tadi hanya angin lalu.


"Saya akan menemukannya tanpa harus melalui tipu daya saudara, saya peringatkan pada saudara bahwa hal seperti ini tak akan bisa membahagiakan anda,berhenti memanfaatkan duka orang lain untuk menemukan sukamu,saya mungkin diam saja setelah tau niat busuk saudara, tapi orang lain saya tidak akan jamin diam saja dan tunggulah saat yang tepat untuk menerima ganjaran perbuatan jahatmu"


Aku berdiri dan langsung berjalan meninggalkan nya yang sungguh terlihat kesal karena tidak berhasil memperdaya ku.


"Dasar ja*lang sok pintar, kau tak akan menemukan suamimu " Sekilas aku dapat mendengar ia memaki dan Menyumpahiku.


Aku memukul dadaku yang sesak saat tiba di dalam mobil.


Benar benar sangat susah untuk menjadi berani seperti tadi, hingga kini tanganku masih saja gemetar menahan gejolak jiwa lemahku yang sempat kupaksa untuk menjadi lebih tegas.


Aku memang tidak sekuat yang terlihat, hanya saja aku sudah tidak tahan dengan kelakuan tak bermoral mereka.


Kulajukan mobil menuju pelabuhan dimana terakhir kalinya mas astan diketahui keberadaannya.


Aku parkirkan mobil itu dan berjalan dengan pelan menuju pantai yang sangat sepi itu.


Aku berhenti tepat ditepi pantai dan duduk disana memandang lautan luas tak berujung itu.


Merindukan mas astan tak pernah berkurang,karena kerinduanku semakin bertambah seiring waktu berjalan.


"Mas, hari ini anak kita alfa menanyakan kapan kamu akan pulang? " Tanyaku pada laut kosong itu seolah sedang berbicara dengan mas astan.


"Aku juga kembali dipermainkan oleh orang yang memanfaatkan kabar hilang mu untuk mencari keuntungan" Ucapku lagi curhat.


"Aku sudah pandai mengemudi loh mas, kalau mas sudah kembali aku janji bakal bawa mas jalan jalan, jadi aku mohon mas cepat pulang yah"


"Aku juga sudah mengajarkan banyak hal kepada anak kita, ia sangat pintar seperti kamu sayang,syukurlah ia tampan seperti mu juga pintar seperti kamu juga mas,aku sampai sering mengira alfa adalah hasil copy an mas" Ucapku tertawa sendiri karena mengingat saat dimana aku sering kagum sendiri melihat kemiripan alfa dengan mas astan.


"Mas pasti tidak lupa kan jalan menuju rumah?kami selalu menunggu kehadi,, di,, hiks,,, " Aku tiba-tiba menangis lagi tak sanggup lagi melanjutkan kata kataku.


Aku menahan tangisku dan menghapus air mataku dengan cepat "hiks,, aku sudah janji tidak cengeng lagi tapi entah kenapa hari ini sungguh membuatku ingin menangis saja hiks" Aku menghapus lagi dan lagi bulir bening yang menderas dipipiku.


"Hiks,, aku lelah mas, aku lelah dengan harapanku sendiri, maaf terkadang aku sampai merasa kalau sudah tak ada harapan lagi untuk mas kembali pulang, aku sendiri tidak tau alasannya apa hingga aku masih terus menunggu sampai sekarang, padahal tak ada satupun bukti tanda bahwa kamu akan kembali mas" Tuturku dengan air mata yang masih saja sama derasnya.


Aku berdiri dan berjalan pelan menuju tepi pantai hingga kakiku terkena air laut.


Hari ini begitu panas namun aku merasakan aura dingin dari air laut itu.


Mataku terpejam dengan air mata yang masih saja jatuh tak bisa aku tahan meskipun sudah aku coba tahan.


Angin laut dan suara suara yang berasal dari segala arah aku dengarkan dengan seksama.


"Kembalilah mas,, hiks,, " Teriakku sekeras mungkin sampai beberapa orang yang lewat kaget mendengar teriakan ku itu.


"Aku capek mas hiks,, aku capek dengan harapanku sendiri"


"Kau tau!!!aku sampai pernah berpikir kalau kamu tak akan pernah kembali dan aku sudah bertekad kalau mas tak kunjung pulang, selamanya aku akan menjanda dan membesarkan anak kita sendirian hiks,,, "


Aku tak sanggup lagi setiap membayangkan kalau seandainya mas astan sungguh tak ada kabar dan tak kunjungan datang.


Rasanya sungguh sesak bahkan hanya dengan membayangkan nya, namun mengingat dalam dua tahun ini yang tak ada sedikitpun tanda mas astan akan ditemukan membuatku merasa takut kalau mas Astan sungguh tak akan kembali.


Aku sungguh takut itu akan terjadi dan bagaimana dengan alfa ku yang malang itu? Ia bahkan belum pernah bertemu langsung dengan ayahnya sendiri.


Hanya foto yang sering aku perlihatkan padanya agar ia tau rupa tampan papahnya itu.


Menunggumu sejak dulu hingga kini mas.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhhh kasian mina yah.


Ngk kebayang aja gitu kalau jadi dia.


🔷🔷jangan lupa like komen dan rate 5 yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga yah♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤