Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
kecemburuan


Soundtrack//obsession-exo//


Aku tidak sedang cemburu hanya saja takut kehilangan kamu


-astan-


       Kami sudah selesai berkemas ingin berjalan-jalan, tidak tau kemana sih.


"Kita mau kemana sih mas?siang gini panas lagi" Komentar ku.


Mas astan tersenyum saja tanpa menjawab.


"Kebiasaan yah kamu mas kalo aku nanya bukannya jawab malah seyum gitu"


"Kan mas udah bilang kamu bakal tau kalau kita udah sampai"


Ihh suka banget sih bikin penasaran.


"Mas mau aku mati penasaran? " Kesalku.


Mas astan tertawa tapi masih terdengar seperti tawa yang ia tahan karena takut alfa kaget kalau mas astan ketawa itu keras banget alfa sering nangis karena kaget.


"Masa sabar bentar aja kamu ngk bisa sih sayang" Mas astan sedikit meledek aku.


Aku memilih untuk diam saja tak mau ambil pusing.


Mas astan kalau udah timbul sikap jahilnya ngk bakal bisa diladenin, mending diam sajah.


"Yaudah deh mas aku tunggu aja sampai kita tiba"


Mas astan mengangguk tersenyum "nah gitu dong sayang."


Aku memilih menatap keluar jendela mobil memandangi pemandangan alam luar yang sungguh indah sekali.


Dulu aku sempat berpikir tak akan bisa melihat dunia luar lagi.


Tapi semua itu sudah berlalu dan digantikan dengan hal hal yang membahagiakan untuk aku dan juga mas Astan.


Memang benar yang dikatakan soal kuantitas kesedihan dan kebahagiaan.


Apa bila kita sudah banyak melalui hal hal yang menyedihkan dan rumit makan setelah itu hanya ada kebahagiaan saja.


Aku percaya dan telah mengalami itu dengan mas astan.


Mobil berhenti tepat disebuah tempat parkiran.


Sejak tadi kami berangkat setelah sore barulah kami sampai pada tujuan kami.


Mataku terbelalak tak percaya dengan apa yang aku lihat.


Kami berada disebuah pantai yang sungguh luas dan juga pemandangan yang sangat indah sekali dalam penglihatan.


"Mas,, ini beneran pantai? Namanya pantai kan mas?" Aku menghampiri mas astan yang sedang mengeluarkan barang bawaan kami.


Mas astan tersenyum mengangguk.


Aku sangat ingin kesini sedari dulu dulu sekali.


Mulai dari SMP saat sekolah mengadakan wisata kelaut dan bermalam dihotel aku tak bisa ikut karena tak punya uang yang cukup dan takut akan membebani ayah.


Aku sungguh tak menyangka akan bisa ke tempat ini apalagi dengan mas astan dan alfa.


Mas astan sungguh tau apa yang sangat aku ingin kan.


Bagaimana aku bisa membalas semua ini?.


Alfa yang dalam dekapan ku pun melihat heran kearah ku yang sedari tadi tidak bisa diam saking girangnya.


"Mas,, ihh kok mas tau Banget kalau aku pengen banget kesini? "


Aku menghapus air mataku karena terharu sekali keinginan ku tercapai tanpa harus kuminta pada mas astan.


Punya suami pekaan dan penyayang begini sungguh membahagiakan sekali.


Aku bersyukur sekali.


Kami duduk diatas pasir yang sudah dilapisi dengan kain berukuran lebar.


"Makasih yah mas udah bawa aku kesini, aku senang sekali ini tuh tempat impian ku dari dulu" Aku girang sekali dihadapan mas astan lalu memeluk dia dengan sayang.


Mas astan membalas pelukanku dan tersenyum "syukur kalau kamu suka sayang"


Aku sejak tadi tak ada hentinya bermain pasir karena sudah sangat lama aku ingin memegang pasir pantai dan memainkannya.


Mas astan tersenyum terus memperhatikan aku sedang alfa saat ini sedang dalam pangkuan mas astan.


Aku melihat sekeliling sekilas dan aku kaget sekali orang orang hanya mengenakan pakaian minim hanya dengan bra dan juga celana dalam.


Sungguh pemandangan yang tak pantas untuk dilihat.


"Eh,, eh mas lihat apa? " Kesalku datang kearah mas astan lalu menutup matanya dengan cepat.


"Loh kenapa mata mas ditutup sih sayang?mas juga pengen liat pemandangan"


Hah? Pemandangan? Pemandangan liat cewek make bikini yah?.


Wahh jadi ini alasan mas astan membawaku kesini?.


Aku akuin sih tubuh aku ngk bagus bagus amat mungkin mas astan bosan dengan ku lalu ingin melihat gadis gadis bertubuh bagus.


"Aku ngk mau buka mata mas, nanti masalah nakal liat liat cewek cewek make bikini disini" Kesalku terdengar dari namaku berbicara.


Mas astan tertawa sedikit keras namun masih terasa ditahan.


"Apa maksud kamu sayang? "


"Jangan pikir aku tidak tau yah mas kalau mas bawa aku kesini pasti biar bisa liat itu kan? Aku sadar kok tubuh aku ngk sebagus mereka semua, jadi mas pengen liat yg seksi seksi kan? "


Aku bahkan hampir menangis Tapi aku tahan.


Mas astan ingin membuka tanganku di wajahnya.


Tapi aku tahan karena aku Sungguh tak mau mas astan melihat mereka semua.


Aku cemburu.


"Hei buka dulu mata mas, mas janji ngk bakal liat liat mereka sayang"


Aku dengan terpaksa membuka mata mas astan namun aku masih kesal.


Aku menatap kesal kearah laut.


Mas astan mendekat kearahku dan memegang wajahku namun kutepis karena aku benar benar kesal sekarang.


"Hei,, kamu kenapa kesal begitu sayang? Tadi kamu semangat sekali saat sampai kesini"


Aku sungguh tak habis pikir, pasti ini memang alasan mas astan membawaku kesini.


"Hei,, kenapa hmm? " Mas astan menarik wajahku agar lebih dekat dengan nya.


Aku membuang muka dengan kesal sekali.


"Aku tau kenapa mas bawa aku kesini, apa aku juga kurang menarik yah mas sampai mas pengen banget liat liat cewek seksi disini? "


Aku perlahan membuka kancing kemejaku dengan kesal.


Mas astan menahan tangan ku"Apa yang kamu lakukan hei? Bukan begitu sayang kamu salah mengerti dengan maksud mas"


Namun aku menepis tangan mas astan lalu kembali membuka kemeja ku hingga kancing terakhir memperlihatkan belahan dadaku dengan bra berwarna hitam yang aku kenakan itu.


Saat aku ingin menarik kemeja itu mas astan menahan tanganku lagi"Hei jangan lakukan itu"


"Kenapa aku tidak boleh berpakaian seperti itu disini mas? Apa mas sudah benar benar bosan yah melihat tubuhku ini?wahhh pantas saja mas melarang ku melakukan ini"


Mas astan memegang tanganku dengan lembut"Bukan gitu sayang, kamu salah faham sama mas, mas cuma ngk mau kalau aset mas dilihat oleh orang lain"


Aku terdiam menunggu ia melanjutkan kata katanya.


"Kamu pasti salah sangka dengan mas, memang begitulah sayang orang orang saat berkunjung dipantai, kita tidak bisa melarang mereka karena itu hak dan privasi mereka, tapi percayalah mas tidak ada sedikit pun niat ingin melihat lihat mereka, niat mas bawa kamu kesini karena mas tau kamu sangat ingin kesini,mulai dari siaran yang sering kamu tonton dan bahkan wallpaper hape kamu semua menunjukkan itu"


Aku langsung terdiam mendengar itu dari mas astan.


Apa aku sungguh bodoh yah? Selalu saja salah faham kepada mas astan.


Selalu saja mencurigai dia yg tidak tidak.


Aku menunduk merasa bersalah, aku memang belum dewasa tak tau diri.


Mas astan sudah memiliki niat baik ingin mengabulkan keinginan ku Tapi malah aku tuduh yang tidak tidak.


Air mataku mengalir karena merasa bodoh dan berdosa sekali sudah menuduh suamiku yang baik itu.


"Hiks,, maafin aku mas udah nuduh yang bukan bukan hiks,, aku emang masih labil dan bumi dewasa hiks,, aku emang ngk berguna"


Mas astan mendekat padaku dan menggeleng"tidak sayang, mas mengerti, itu buktinya kamu benar mencintai mas dan takut kehilangan mas"


Mas astan menganncing kembali kemejaku yang sempat aku buka tadi.


Sungguh aku masih belum cukup dewasa padahal sudah menjadi seorang ibu.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Wkwkwkkw ada yang cemburu gaes🙂🙂


🔷🔷jangan lupa like dan komen yah gaes🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga ♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤