Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
80.Jatahku(S2)


❄selamat membaca❄


   Seperti kataku tadi aku akan mandi dengan cepat karena aku tidak sabar ingin melakukan itu dengan mina. Sudah lama sekali aku tidak melakukan itu dengan nya karena kesibukan ku dan terkadang saat kami sedang melakukan itu alfa malah rewel dan alhasil kami pun berhenti.


Aku keluar dari kamar mandi mengenakan handuk saja dan melihat mina sudah berbaring diatas tempat tidur. Menunggu ku bukan sih? Tapi dia kelihatan sudah tertidur.


Aku buru memakai boxer ku, aku memang sengaja mengenakan boxer saja dan kaos oblong agar lebih mudah dan cepat. Karena terakhir kami sedang bermain saat aku sedang membuka ikat pinggang dan hendak mengeluarkan si junior disitulah alfa rewel. Kali ini aku sungguh harus mendapatkan jatahku bagaimana pun itu.


Kunaiki tempat tidur dan berbaring di samping mina yang sedang menghadap ke arah lain. Apa dia sudah tidur yah?.


"Hmmm kamu tega sekali sih sayang,main  tidur aja."aku berbisik tepat ditelinga nya.


Ia kemudian berbalik kearahku dengan wajah yang sedikit bingung dan juga seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kenapa hmmm? " Kucium keningnya.


Ia menggeleng dengan lesu tapi wajahnya menyatakan kalau saat ini ia sungguh memiliki banyak pikiran.


"terlihat sekali ada sesuatu yang mengganjal dalam benakmu, apa itu sayang?"aku masih tidak mau menyerah agar ia menceritakan apa yang membuat hatinya mengganjal.


Ia sedikit menarik nafas dan melihat kearahku lagi"Hmmm gini Mas, tapi Mas janji jangan marah atau apapun itu yang berhubungan dengan emosi? "


Aku tersenyum dalam hati, kenapa ia begitu waspada sih? Apa seserius itu hingga aku harus marah?.


Aku hanya mengangguk sebagai balasan"Mas sih iya iya aja asal bukan disuruh kencan lagi hahahaha."aku tertawa menyindir dia yg pernah menyuruh ku untuk berkencan dengan perempuan lain. Aku sungguh sangat jengkel dengan itu kalau di ingat.


"Gini Mas, Mas tau kan Mas alga? Di,, "


"Dia gangguin kamu yah?" Apa alga lancang menggangu istri ku? Tapi alga bukan tipe laki-laki yang seperti itu seingat ku.


"Iss denger dulu Mas aku ngomong, kebiasaan suka motong motong."ia terlihat sangat kesal karena aku memotong pembicaraan nya dan hanya kubalas dengan cengiran saja.


"Mas alga tadi sore datang kesini."


"Kan emang biasanya dia suka datang kesini bantuin pak umar, apa salahnya dia datang? Dia gangguin kamu yah sayang? "Aku masih saja memotong perkataan nya hingga ia hanya terdiam tanpa melanjutkan ceritanya dan menatap kesal kearah ku.


"Hahahah yaudah aku janji ngk motong omongan kamu lagi sayang, emang alga kenapa? "


Aku tertawa.


"Mas alga tadi ngelamar aku Mas."


Aku terdiam sejenak lalu melihat kearahnya dengan wajah biasa saja"Terus,,,? "


"Hah? Terus doang nih Mas? Mas ngk marah atau cemburu gitu? "Ia terlihat kesal dengan slow respon yang aku berikan itu.


Dengan cepat ku geleng kan kepala ku"Biasa aja tuh."


Dan seketika ia benar-benar kesal lalu menarik selimut agar menutupi seluruh tubuhnya bahkan wajahnya juga ditutup olehnya.


Aku hampir saja tertawa lepas namun kutahan takut alfa terbangun. Ia sangat mudah terganggu saat sedang tidur.


Kucoba tarik selimut yang menutupi tubuhnya itu namun ia menahannya"Hei,, kamu berharap Mas marah gitu?ayolah."aku hampir saja tertawa karena merasa ia sangat imut kini.


Aku menahan senyum saat mendengar itu darinya. Dia pikir aku akan marah jika alfa datang melamarnya saat tau kalau ia hanya mencintai ku saja. Aku tak akan marah untuk hal seperti itu, tapi kalau ia menerimanya sih baru aku akan marah besar.


Dengan cepat ku tarik selimut yang menutupi wajah juga tubuhnya itu membuang asal dan langsung ku tindih tubuhnya hingga kini ia berada dibawahku dengan Kutumpuhkan kaki juga tannganku agar tidak jatuh keatas tubuhnya yang kecil itu. Bisa-bisa penyok dia ku tindih lama-lama.


"Karena Mas tau kamu akan melakukan itu, untuk apa Mas marah ataupun cemburu sedangkan Mas tau bagaimana istri Mas akan bijak melakukan itu."


Aku dengan lembut mencium bibirnya yang sejak tadi menggodaku ingin mengecupnya dan bermain basah disana.


Ia pun tersenyum disela ciuman kami lalu membalas ciuman ku itu dengan melu*mat bibirku dengan nafsu yang sama dengan ku.


Ku kecup berkali-kali lagi bibirnya terus-menerus hingga ia merasa geli.


"Mas tau kamu benar-benar mencintai Mas seperti Mas mencintaimu sayang, jadi Mas percaya kamu tau apa yang harus kamu lakukan saat mendapati hal seperti itu, sudah lama Mas tau kalau alga punya rasa lebih padamu sejak dahulu."kuputar tubuhnya yang tadi berada tepat di bawah ku kini sudah diatas tubuhku hingga sesaat kurasakan sesuatu sudah mulai tegang dibawah sana.


Mina terlihat bingung dengan dahi mengernyit saat mendengar kata-kata ku tadi.


"Sejak kapan Mas tau?aku saja tidak tau Mas."ia sangat imut saat sedang bingung begitu.


Aku langsung tertawa melihat nya begitu imut dan langsung kucium bibirnya dengan nikmat.


"Sudahlah tak perlu lagi dibahas sayang, kita lanjutkan saja yang tertunda tadi mumpung alfa ngk rewel."aku memutar kembali tubuhnya hingga kini berada dibawah ku lagi.


Langsung kubuka baju kaos ku dan membuka bajunya yang terusan itu hingga hanya menyisakan bra juga segitiga pelindung area basahnya itu.


Ia hanya pasrah saja dihadapanku dengan menggigit bibirnya saat aku lagi-lagi mengusap area kenikmatan nya itu dengan pelan dan memasukkan satu jariku disana.


" Jangan ditahan sayang desahan nya, aku ingin mendengar nya saat ini, akhh,, akh,, "aku malah mendesah saat si junior tiba-tiba menyentuh pahanya.


Aku pun mengelus lagi bagian itu dan menarik celana nya kebawah kemudian mengecup juga menjilat area basahnya itu.


" Akh,, akh,, mas,, akhh,,, jang,, akhh,, jangan gitu, akhh,,"ia menggelinjang dengan hebat meremas sprei dengan kuat.


Aku tersenyum melihat itu, sudah kubilang akan kulakukan apapun agar bisa mendengar desahan kenikmatan nya itu.


"Bagaimana sayang? Kita langsung intinya saja atau kita pemanasan dulu? " Aku bertanya namun langsung membuka pengurung gundukan itu kemudian menghisap nya.


"Terserah,, akhh,, akh,, mas,, akkhh, saja. " Ia mendesah hebat saat aku lagi-lagi turun kebawah mengecup area itu lagi dan memasukkan lidah ku ke dalam.


"Akh,   mas,, akhh,, jangan gitu. " Ia benar-benar frustasi karena ulahku.


Aku sungguh merasa puas dengan permainan kami malam ini. Wajahnya yang menggoda itu membuat ku ingin terus menggoda nya. Tapi aku takut alfa rewel dan menggagalkan rencana ku.


"Akhh,, " Ia masih saja kesakitan saat aku mencoba memasukkan si junior ke area sensitif nya.


Dan malam ini aku berhasil mendapatkan jatahku dengan berkali-kali masuk kedalam tubuhnya hingga ia lemas dibawah tindihan ku.


BERSAMBUNG...


jangan lupa yah like komen dan vote ❤.