
❄selamat membaca❄
Pikiranku sudah bisa lagi kugunakan dengan benar. Semua terasa samar dan aku sudah kacau saat ini.
Air mataku terus saja mengalir, aku tak menginginkan semuanya.
Mengingat semua kata-kata yang keluar dari bibir mina membuatku merasa benar-benar sudah kehilangan semangat. Aku tau ia tak sungguh-sungguh mengatakan itu. Tapi semua yang keluar dari bibirnya adalah fakta yang nyata.
"Akhh." Aku menubruk kan kepalaku ke kaca mobilku.
Dengan cepat kulajukan mobilku seperti biasa, saat aku sedang stress aku akan menjadi gila dijalanan. Menabrakkan diri dan kecelakaan adalah hal yang biasa kulakukan saat sedang banyak pikiran.
Namun, Tiba-tiba wajah mina yang selalu tersenyum membuatku sadar kemudian memperlambat laju mobilku.
"Kenapa kamu mengatakan hal mengerikan tadi sayang? " Aku masih saja merasakan kebingungan namun terasa sangat sakit.
Aku memasuki rumah dengan malas dan lesu. Bayangan mina yang selalu tersenyum menyambutku kini perlahan-lahan menghilang. Aku pernah menjadi sangat enggan untuk memasuki rumah ini karena kepergian dyva. Namun, saat mina menjadi salah satu orang yang spesial bagiku aku menjadi sangat suka berada didalam rumah ini. Tapi mengingat saat ia berkata aku menjadikannya seperti tahanan aku merasa buruk dan mebenci diriku.
Aku terus saja kepikiran dengan apa yang terjadi hari ini. Kenapa mina bisa berubah sebegitu cepat?.
Aku sadar betapa tidak pantasnya perlakuan ku dulu, tapi jujur aku sedang mencoba untuk menebus itu. Saat ini dan seterusnya mina adalah prioritas ku. Aku hanya mencintai dan menyayangi dia.
Tapi lagi-lagi hatiku ragu. Aku sedikit percaya dengan semua yang mina katakan tadi. Bagaimana bisa dia mencintai pria kejam seperti ku? Aku menyiksa, memukul dan menghinanya setiap saat dulu belum lagi aku yang telah melarangnya untuk bertemu ayahnya hingga ayahnya tiada pun ia tak bisa melihatnya disaat terakhir nya.
Ku ingat dengan jelas wajahnya yang tersenyum saat sedang melihat kearah ku, saat ia sedang memberikan kejutan ulang tahun untuk ku. Semua terasa tulus benar-benar ia terlihat sangat mencintai ku.
Air mataku mengalir begitu saja saat mengingat itu semua" Rasanya baru semalam semua masih baik baik saja. "Aku memegangi hapeku dan melihat casing couple pemberian darinya.
Saat ini aku sedang berada dalam perjalanan menuju rumah mina, aku sungguh tak ingin jauh darinya berlama-lama. Aku merindukan nya aku sungguh merindukannya.
Aku melajukan mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi, belum lagi hujan sangat lebat kini untung saja jalanan sepi karena malam sudah semakin larut saja. Aku tak perduli bahkan subuh pun aku masih akan tetap menemuinya.
Aku turun dari mobil tanpa payung hingga seluruh tubuhku basah kuyup. Aku tak peduli, karena saat ini yang kupikirkan hanya mina dan mina.
"Mina,,, sayang,,, kamu di dalam kan? Buka pintunya kita bicarakan baik baik."ku ketuk pintu dengan pelan sembari terus saja memanggilnya.
Namun tak kunjung ada sahutan dari dalam. Apa ia sudah tertidur yah? Aku sangat yakin kalau ia masih saja belum tidur karena ia memiliki kebiasaan tidur bisa tidur saat ia sedang memiliki masalah.
"Sayang,,, buka pintunya, aku minta maaf sudah jahat kepadamu selama ini, aku janji bakal berubah sayang,mari kita bicarakan baik baik."
Aku lagi-lagi mengatakan hal yang sama, berharap ia membukakan pintu untuk laki-laki kejam ini. Aku sungguh tidak ingin jauh darinya.
"Aku akan tunggu sampai kamu mau membukakan pintu ini untukku, kita bisa mulai dari awal lagi."
Aku masih saja menunggu nya didepan pintu dengan sesekali mengetuk nya. Belum lagi hawa dingin terus saja menusuk kulitku membuat ku semakin tidak berdaya.
Aku tak menyangka ia akan membukakan pintu untuk ku. Aku sangat lega.
"Sayang,, syukur lah kamu mau membuka pintunya."aku mencoba memperbaiki penampilan ku agar ia tak khawatir.
"Tolong tuan, jangan lagi mengganggu saya,apalagi ribut seperti tadi,kalau sampai tetangga saya ikut terganggu bagaimana? " Lagi-lagi bukan ini yang kumau, kenapa ia seperti ini? Aku sungguh tak mengerti.
"Sayang kamu kenapa? Kenapa berbicara seperti itu? Kita bisa bicarakan baik baik."
"Sebaiknya tuan pergi sekarang dan jangan pernah lagi datang kesini,sebelum saya panggil seluruh warga untuk mengusir tuan."
Tidak, ia pasti hanya sedang butuh waktu untuk berpikir. Aku tau ia tak sungguh-sungguh mengatakan itu.
Akupun mengangguk terpaksa"Aku tau kamu saat ini sedang berpura-pura, jadi aku anggap kamu hanya butuh waktu sendiri sekarang, baiklah Mas pergi, tapi pikirkan baik baik kalau aku butuh kamu aku mencintai kamu dan aku akan terus berusaha agar kamu bisa kembali padaku."kusempatkan mencium keningnya dengan lembut namun segera kuakhiri karena mina menolak.
Setelah itu aku berjalan pergi dengan perlahan. Aku tau saat ini ketenangan adalah hal yang sangat ia perlukan. Jika aku terus saja mengusiknya itu malah akan memperburuk keadaan.
"Halo pak, nanti tidak usah menunggu saya karena saya ada urusan mendadak." Kumatikan panggilan itu meskipun pak umar masih saja ingin berbicara. Aku tau itu tidak sopan tapi aku sungguh tidak bisa berpikir dengan jelas saat ini.
Aku enggan untuk pulang malam ini. Aku tak mau sendirian disana, aku benci sendirian dan benci mengingat ingat kenangan.
Aku pun melajukan mobilku ke vila dimana aku pernah melarikan diri dari mina. Aku sungguh mengingat dengan jelas kebodohan ku saat itu hingga menempatkan mina dalam bahaya untung saja ia tak sempat diapa-apakan oleh para baji*ngan sialan itu.
"Setelah kita berbaikan aku akan mengajakmu kesini sayang." Aku memasuki vila dengan pelan kemudian berjalan menuju kamar untuk menukar pakaian ku.
Aku langsung menidurkan diriku diatas ranjang dengan pikiran yang kosong entah sedang memikirkan apa tapi yang jelas aku sungguh merasa frustasi saat ini. Aku sungguh ingin mina berada disini saat ini dengan senyum nya yang hangat itu.
Aku telah salah selama ini padanya, apakah aku masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki semuanya dan menebus semua kesalahanku yang selama ini Aku perbuat padanya?.
Aku mulai merasakan hilang kesadaran hingga aku mulai tertidur karena lelah.
Selamat malam sayang.
BERSAMBUNG...
Wahhh roda kehidupan itu benar-benar nyata yah gaes. Ada saatnya semua terjadi dan ada saatnya kita harus berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang sudah kita perbuat itu. Jadi marilah jalani hidup dengan baik😅sok bijak banget yah aku nih.
Jangan lupa like, komen dan juga vote nya❤