
^^^Soundtrack//bad liar-cover by Emma hamilton//^^^
...Dihari yang indah itu aku hanya ingin menghilang saja...
...-mina-...
Aku berkali kali berjalan keluar dari pintu dan masuk lagi,kalau kuhitung sudah lebih dari enam kali lamanya.
Aku tak berani datang ke pos untuk menemui mas Alga,aku takut sekali memberitahu kalau buku yang ia pinjamkan sudah rusak dan usang.
Bagaimana kalau mas Alga marah?ia membatalkan niatnya mengajariku layaknya les privat.
Bagaimana ini?.
Aku bolak balik namun masih terasa gemetar.
Ayolah Mina,hadapi sekarang,bagaimana pun juga mas Alga lambat laun akan menanyakan buku itu lebih baik jujur saja diawal.
Aku berjalan pelan dengan kaki yang gemetar dan tangan yang memegang buku itu kearah pos security.
Disana terlihat mas Alga sedang duduk memandang langit,apa hari ini mas Alga tak mengerjakan tugas yah?.
"Khem,, pagi menjelang siang mas," Ucapku takut takut.
Dan dijawab senyuman dari mas Alga, apa nanti ia akan tetap tersenyum setelah aku mengatakan bahwa bukunya telah rusak.
"Eh mina,pekerjaan rumah sudah selesai yah?" Tanya mas Alga ramah.
Aku mengangguk pasti"iya mas sudah,"ucapku lesu.
Mas Alga mengeluarkan beberapa buku keatas meja dihadapan kami.
Bagaimana ini? Apa aku memberitahunya nanti saja?.
"Eugh,, be,, begini mas,maafkan aku mas,semalam mas Astan tak sengaja menjatuhkan teh diatas buku ini hingga rusak begini," Ucapku menunduk takut.
Aku tak mendengar respon dari mas Alga,sudah pasti dia marah dan kesal karena aku tak bisa dipercaya dan diamanatkan.
Aku menunduk menunggu reaksi apa yang akan mas Alga berikan padaku, apa dia akan menampar?dan menghakimi ku?.
Aku melirik kearah depan dan mas Alga tengah menatapku dengan wajah tersenyum.
"Apa yang mebuatmu setakut itu?bagaimana pun setiap manusia sudah kodratnya membuat kesalahan,kamu tau saya bangga kamu mau jujur kepada saya,"ucap mas Alga mendekat kepadaku dan mengelus rambut hitamku.
Kenapa rasanya sangat nyaman?.
Rasanya seperti menerima kehangatan dari keluarga.
" Terimakasih mas,kalo suatu hari aku sudah punya uang aku akan ganti mas,"ucapku dengan sungguh sungguh walau tau aku tak akan pernah memilikinya.
Mas Alga tersenyum "Baiklah kalau kamu maunya begitu," Ucapnya lagi.
"Yasudah kita mulai pelajaran pertama,coba kamu kerjakan bagian 1A dahulu," Perintah mas Alga memberikan sebuah buku tulis dan beberapa alat tulis lainnya.
Kenapa mas Alga baik sekali sih?aku tau kalau semua ini masih baru,kenapa ia mau mengeluarkan uangnya hanya untuk orang seperti ku yang bukan siapa-siapa baginya?
"Tunggu apa lagi?ayo dicoba kerjakan." Mas Alga memberikan semangat dengan tangan ia kepal dan berkata semangat.
Aku menarik nafas dan meraih buku dan juga alat tulis itu begitu juga dengan buku berukuran tebal yang diberikan lagi oleh mas Alga.
Aku melihat kearah mas Alga kembali dan dia hanya tersenyum menganggukkan kepalanya.
Aku membaca soal pertama dan syukurlah sedikit mudah untuk aku fahami,dan memang seperti nya aku tak terlalu bodoh.
Mas Astan saja yang bertanya tidak pernah tepat pada hal hal yang aku ketahui,selalu saja menyebut aku gadis bodoh.
Oh iya bagaimana yah kabar mas Astan di kantor? Entah kenapa aku teringat kepada mas Astan,tanpa alasan aku ingin melihat wajahnya,padahal saat ia ada dirumah ini aku tak akan bisa duduk setenang ini.
"Mina!" Tiba tiba aku tersentak saat mas Alga memanggil namaku.
"Eh iya mas, ada apa yah? " Tanyaku
"Kamu kenapa melamun? " Tanya mas Alga.
Astaga Mina,bisa bisanya kamu memikirkan pria jahat itu saat belajar begini,ayo fokus fokus trullalala.
Aku kembali membaca setiap soal di buku itu dan tak kusangka aku dengan mudah bisa menjawab semuanya.
Wahhh tidak disangka Mina memang pintar,harusnya mas Astan melihat semua jawaban ini agar ia berhenti memanggilmu gadis bodoh (∵)?
Aku memberikan buku yang sudah aku jawab kepada mas Alga.
"Sudah selesai yah?wahh cepat sekali yah?" Mas Alga saja sampai kagum dengan kemampuan ku.
Aku mengangguk dengan semangat dan bangga.
"Baiklah mari kita periksa jawaban kamu dulu yah," Tutur mas Alga mulai membaca jawabanku.
Aku menunggu bagaimana hasilnya,harusnya sih itu tidak akan mengecewakan.
Aku melihat raut wajah mas Alga berubah,apa maksud dari raut wajah itu?.
Mas Alga memberikan lembar jawaban ku
Dengan cepat aku meraih dan melihat hasilnya.
Blank....
Tunggu apa ini?wahh tidak mungkin, aku percaya dengan kemampuan ku, apa mas Alga salah periksa yah?.
Bagaimana bisa satu soal pun tak ada yg ia ceklis dan malah menyilang nya.
Apa mas alga kalau meriksa soal itu yang silang tanda benar yah?.
Mas alga tersenyum "Kamu harusnya membaca soal lebih teliti lagi,jangan tergesa-gesa, waktu kita masih banyak dan kita selesaikan dengan pelan pelan saja," Jelas mas Alga dengan lembut.
Jadi intinya adalah aku memang tak menjawab satu soal pun dengan benar,apa aku memang sebodoh itu yah?.
Aku kembali membaca soalnya dari soal pertama.
Mas Alga tiba tiba mendapat sebuah panggilan masuk.
"Ada apa tuan?" Tanya mas Alga dapat aku dengar kepada orang yang menelponnya.
Tuan?apa itu mas Astan yah?.
"Kami sedang belajar tuan, mungkin karena itu mina tidak mendengar panggilan tuan," Ucap mas Alga.
Ada apa ini? Apa tadi mas Astan manggil yah?dari telepon rumah? Ada apa yah?.
"Baiklah tuan," Ucap mas Alga menutup panggilan.
Aku langsung melihat dengan wajah penuh tanda tanya kearah mas Alga.
"Kita sambung besok saja yah belajarnya?kamu kerjakan saja soal soal itu lalu kalau ada yang tidak kamu fahami coba tanyakan kepada mas besok disini," Tutur mas Alga.
Aku tak mengerti kenapa tiba tiba begini setelah mas Astan menelpon.
"Kenapa tiba tiba sekali mas? Apa ada sesuatu yang terjadi? " Tanyaku heran.
Mas Alga menggeleng tersenyum "Tidak ada,tuan Astan meminta mas menyudahi dulu pembelajaran hari ini,katanya kamu masih memiliki pekerjaan rumah yang lupa kamu kerjakan," Jelas mas Alga.
Ada masalah apa sih mas Astan? Pekerjaan mana lagi yang ia maksud? Tidak bisakah dia membiarkan aku belajar tenang dengan mas Alga.
Sudah tak mengijinkan aku bersekolah dan sekarang dia juga tak mengizinkan aku belajar dengan tenang.
"Baiklah mas,Terima kasih untuk hari ini," Ucapku dengan lesu.
Aku berjalan kembali kerumah membawa buku yang mas Alga berikan kepada ku.
Aku duduk disofa ruang depanbaca kembali soal yang ada dibuku dengan seksama.
Kenapa malah merasa ngantuk begini sih?tadi pas diluar dengan mas Alga aku tak merasa ngantuk sama sekali.
Kring... Kring..
Siapa lagi sih memanggil jam segini? Aku lagi belajar padahal.
"Halo," Jawabku setelah mengangkat panggilan.
"Wahh sudah berani yah mengabaikan panggilan saya yang berkali-kali tadi? " Langsung saja mencari cara untuk menindasku.
"Maaf tuan, saya tidak tau kalau tuan menghubungi dari tadi,saya sedang belajar diluar dengan mas Alga," Jelasku.
Dia tertawa tanpa sebab dari seberang telepon "wahhh jadi maksud kamu saya mengganggu kamu yah? " Ucap mas Astan.
Ada apa sih dengannya?siapa yang menuduh Dia mengganggu?
"Maaf tuan bukan maksud saya begitu,ada apa tuan menghubungi saya?" Tanyaku
Dia terdengar Berdehem tanpa menjawab pertanyaan ku.
"Tuan...? " Tanyaku lagi.
"Kamu sudah yakin mengerjakan seluruh pekerjaan rumah?jangan jangan kamu malah bermain main diluar dengan Alga lalu tidak mengerjakan satupun pekerjaan rumah." Curiga mas Astan.
Kenapa sih dengan pikirannya itu? Selalu saja tentang hal negatif kalau itu menyangkut diriku?
Bermain? Seperti nya sudah jelas sekali kalau aku menyebutkan kata belajar bukan bermain.
"Sudah semua tuan," Jelasku.
"Kenapa firasat saya mengatakan kalau kamu sedang berbohong agar bisa bermain main," Tuduh mas Astan.
Berarti firasat mas Astan yang bermasalah.
Untuk apa aku berbohong kepada manusia bertemperamen buruk seperti mas Astan?
Aku menarik nafas mencoba bersabar"Sudah seluruhnya tuan,"ucapku lagi.
"Baiklah kalau begitu,, saya tutup saja telepon nya saya masih punya banyak urusan, dasar kamu mengganggu saja, kamu tau tidak kamu sudah membuang waktu saya." Apa lagi ini?.
Dia yang telah menelpon aku dan berbicara ini itu lalu sekarang ia menyalahkan aku karena sudah membuang waktunya? Semakin aneh saja mas Astan ini.
Mas Astan menutup panggilan dari seberang lalu aku pun kembali membaca soal soal itu.
Kenapa dengan ku? Hanya dengan mendengar suara dari gadis bodoh itu saja sudah membuat getaran aneh dalam diriku,aku merasa mood ku semakin membaik setelah berbicara dengan nya, kenapa dengan diriku?
Astana bingung dengan dirinya yang hanya mendengar suaranya saja ada sedikit rasa tenang dalam dirinya.
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Yo yo yo yo kenapa dengan astan yah?
Alga baik banget yah?
🔷🔷jangan lupa vote anda komen yah tayang tayang 🔷🔷
♦♦jangan lupa follow author yah♦♦
Laffyouall buanyak buanyak ❤