Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
6.gadis aneh(S2)


❄selamat membaca❄


     Aku merasa hawa semakin dingin saja, padahal air yang aku gunakan untuk mandi ini adalah air hangat. Mungkin karena hari sudah mulai larut yah.


Kututup pintu kamar mandi dengan pelan dan berjalan menuju ranjang yang disana sudah tergeletak celana dengan kemeja Navy. Dasar gadis bodoh kenapa menyiapkan kemeja malam malam begini? Sudah jelas ada lemari khusus baju kaos disana. Ladang emosi memang.


Aku tetap saja memakainya walaupn awalnya aku berdumal ini itu.


Setelah selesai memakai baju aku merebahkan tubuhku yang kelelahan itu diatas tempat tidur sembari aku melirik hapeku yang tertera wajah adikku yang tersenyum disampingku.


"Kakak Rindu," Gumamku menatap foto itu dengan hati yang nyelekit.


Aku menutup kembali ponselku dan mencoba menutup mata menahan rasa sakit didalam dadaku karena merindukan kehadiran Dyva dirumah ini. Terasa sangat sepi dan suram seolah aku benar-benar sedang sendirian didunia ini.


"Kamu pasti lebih kesepian disana kan?" Aku mencoba menenangkan diriku yang lagi-lagi larut dalam pilunya lara yang tak kunjung habis ini.


"Akhh." Dapat aku dengar dengan jelas suara teriakan dari bawah. Kalau tidak salah arahnya dari dapur.


Sedang apa gadis sialan itu disana? Kalau sampai ia berulah lagi akan aku habisi dia.


Aku berjalan dengan malas keluar dari kamar menuruni anak tangga dan dikejutkan dengan kompor yang menyala-nyala tanpa ada apa-apa diatasnya.


"Kamu bodoh yah?" Aku berteriak padanya sembari mematikan kompor yang menyala percuma itu.


Ia tidak menjawab malah tergeletak dilantai seperti orang yang lumpuh saja. Lebih baik kalau ia benar-benar lumpuh biar bertambah penderitaan untuk nya.


Ia masih saja diam dan tak bergerak dari tempat nya tadi. Sedang apasih? Aneh sekali jadi orang.


"Dasar ja*lang sialan,kamu berniat membakar rumah ini?Setelah ayahmu membunuh adik saya dan sekarang kamu juga ingin membunuh saya?Ayah sama anak sama saja, sama-sama pembunuh.Atau mungkin memang kalian adalah keluarga pembunuh?" Kesalku karena ulah ceroboh gadis aneh ini.


Apa jangan jangan benar dugaanku, dia memang berniat ingin membakar rumah ini untuk mencelakaiku. Gadis licik.


Dia perlahan menyeka air matanya dan bergerak ingin mencoba bangkit namun terjatuh lagi. Apa dia sedang akting yah? Berpura-pura sakit agar aku bantu? Ooh tidak sudi.


"Berhenti melakukan drama bodohmu itu, jangan berpikir saya akan merasa kasihan melihatmu berpura-pura menyedihkan seperti itu," Ujarku merasa sangat kesal melihat tingkah bodoh tanpa sebabnya itu. Sungguh aneh sekali. Sedang apa sih dia?.


Setelah ucapanku tadi aku mengira ia akan bangkit dan mendengarkan aku. Namun ia masih saja melakukan hal yang sama,berpura-pura seolah ia tak bisa bangkit dengan mencoba bangkit namun jatuh lagi. Wahh tidak mau mendengarkan yah?.


"Ooh, kamu tidak mau mendengarkan saya yah? Dasar wanita bi*nal pembawa sial," Tegasku dengan keras sembari menarik paksa tangannya untuk mendirikan tubuhnya dari lantai itu.


Tapi siapa sangka bahwa kakinya benar benar lemas layaknya tidak memiliki tulang. Kenapa dengan nya? Kenapa ia bisa jatuh dilantai dan kenapa kakinya tidak bisa bangkit? Dan ada apa dengan kompor yang menyala tadi? Aneh sekali.


Dia kenapa sih sebenarnya? Ada apa dengan kompor tadi?kakinya benar-benar lemas layaknya tidak memiliki tulang.


"Bugh."


Kulemparkan tubuhnya kembali ke lantai.Aku tidak peduli dengan gadis bodoh ini. Bukan urusanku.


"Lihat saja kalau sampai saya sudah dikamar kamu  belum bangkit juga, kamu akan menerima akibatnya," Ancamku meninggalkan dia yg masih saja tergeletak diatas lantai itu.


Aku rebahkan kembali tubuhku diatas kasur. Sungguh meladeni gadis sialan itu menguras tenaga saja. Aku berkali-kali dibuat emosi olehnya. Sudah bodoh aneh lagi.


Mendengar suara pintu yang dibuka aku bangkit dan menatap malas kearahnya yang baru saja tiba. Aku tidak peduli kenapa dia bisa tiba-tiba bangkit sekarang.


"Dasar lamban," Tudingku kearahnya yang menunduk sejak tadi.


Ia terlihat berpikir dan merasa heran"Kamu pikir saya mau kemana sekarang? Matamu buta atau rusak? Ada banyak baju kaos disana dan kamu memilih ini?"ucapku dengan keras.


"Ma-maaf tuan, saya kira tuan tidak suka memakai baju kaos," Ucapnya dengan pelan sembari terus menunduk. Tidak capek apa menunduk terus begitu?.


Apa? Dia mengira aku tidak suka memakai baju kaos? Lantas untuk apa aku membelinya kalau tidak suka? Dasar bodoh untuk membuat alasan saja tak becus.


"Punya mulut kan? Kalau punya kenapa tidak bertanya?" Kesalku.


Dia mengangguk sembari menunduk.


"Tu-tuan, boleh saya bertanya?" Tiba-tiba saja dia langsung bertanya setelah apa yang aku katakan tadi.


Hanya aku balas saja dengan deheman"Eumm, soal baju saya tuan. Boleh tidak saya kerumah sebentar untuk menjemput baju saya?"


Wah, tak ada takutnya sama sekali yah? Bisa-bisa nya dia masih berpikir untuk kembali kerumah sialan itu dengan beralasan menjemput baju?.


Apa aku terlalu baik yah padanya? Dia terlihat tidak takut sama sekali.


"Ooh, sepertinya saya terlalu baik yah? Sampai kamu lancang mencari cara agar bisa bertemu dengan pria sialan itu. Berpura-pura menjemput baju yah? Dasar gadis rubah, licik."ku dorong tubuhnya hingga terpental lagi kelantai. Tak peduli dengan rasa sakit yang ia rasakan karena niatku menikahinya kan untuk memberikan ia rasa sakit.


Ia menggeleng panik"Ti-tidak tuan,saya hanya ingin menjemput baju saja, saya tidak punya baju disini." Ia menunduk.


Kuperhatikan dia yang menunduk dilantai dengan baju yang ia kenakan saat kami menikah tadi. Baju itu terlihat sudah mulai kering padahal aku tadi sudah menyiramnya dengan keras dengan air shower.


"Kamu masih tidak mengerti juga dengan ucapan saya tadi?Sekali tidak tetap tidak.Jangan harap kamu bisa menginjakkan kakimu kedunia luar! Selamanya kamu akan tetap disini. Berani keluar,nyawa pria sialan itu dalam bahaya," Ancamku dengan keras lalu berjalan menuju lemari untuk mengambil sebuah kemeja putih lalu melemparkan nya tepat mengenai wajahnya.


"Pakai itu dan jangan beralasan pakaian untuk bertemu pria ja*lang itu. Ayah yang kamu rindukan itu adalah pria sialan yang sangat ingin saya habisi sekarang juga." Aku menaiki tempat tidur setelah berkata hal seperti itu padanya. Persetan dengan perasaannya, aku yang lebih sakit disini.


Ia berjalan menuju kamar mandi dengan membawa kemeja putih itu. Aku lebih memilih untuk tidur saja.


Sungguh hari ini benar-benar melelahkan menurutku. Menghadapi gadis aneh ini menguras banyak sekali energi karena dia adalah sumber emosi.


Perlahan kesadaran ku mulai hilang dan aku benar-benar terlelap kealam mimpi.


02.35 tengah malam🕛


   Aku sedikit haus dan terpaksa aku bangkit dari tidurku dan meraih segelas air putih yang tertutup rapi tepat diatas nakas disamping tempat tidur itu.


Aku yang sedang minum itu terbatuk melihat pemandangan dihadapan ku itu.Gila sih, Pikiran ku udah travel kemana-mana hanya karena melihat celana dalam gadis sialan itu.


Dengan cepat aku lempar selimut yang ada di tubuhku untuk menutupi area yang tak sewajarnya kulihat.


Bagaimana pun juga aku adalah laki-laki normal yang langsung bereaksi saat melihat hal-hal seperti itu.


Dasar gadis sialan, saat tidur saja masih saja meresahkan.


BERSAMBUNG...


Duhh ngakak 😅😅itu pemandangan yang diharapkan para lelaki loh astan, kok disia-siakan sih? Wkwkwk


Jangan lupa vote, komen dan sukai yah wan kawan.


Cinta kalyan ❤