
❄Selamat membaca❄
Ia masih saja melakukan hal yang sama,mencium, menjilat dan menghisap ****** ku yang berukuran kecil sangat berbeda dengan miliknya itu. Aku tidak akan tinggal diam saja. Tanganku pun berlibur mengelus surai hitamnya saat ia masih saja setia melakukan itu.
"Akhh,, akhh,, lagi sayang akhh. " Aku melenguh menahan hasrat saat ia kembali memasukkan tangan nya kedalam boxer milikku mengusap lembut dan pelan si junior yg semakin mengeras itu.
"Akhh,, ni'mat sayang." Aku merem melek saat tangannya kini berani meremas nya hingga aku tak bisa lagi menahan hasrat mu.
Ku balikkan tubuhnya yang tadi berada di atas ku kini berada dibwah dan langsung ku tarik kemeja itu hingga terlepas dari tubuhnya yang putih mulus dan menggoda itu.
Ia kini telah polos tanpa busana dihadapanku, sedangkan aku sendiri masih lengkap dengan boxerku hingga ia sedikit cemberut kearahku.
"Ihh, mas nya curang. Aku udah ngk pake apa-apa masnya masih make boxer tuh. " Ia memanyunkan bibirnya dengan pelan hingga aku tak tahan melihat itu karena merasa ia sangat imut kini.
Ku jilat bibirnya itu dengan lembut dan ku kecup berkali-kali hingga ia ikut membalasnya dengan tangan yang ia kalungkan dileher ku.
Kulepas pagutan bibir kami itu dan mencium matanya sekilas.
"Hhahaha kamu manis sekali sih sayang, yaudah deh mas buka deh. " Aku tersenyum kearahnya.
" Akhhh,, akhhh,, mas,, akhhh."desahnya panjang saat aku mulai mengusap kembali area sensitif miliknya itu.
"Akhh,, ih mas, katanya mau buka kok malah usap sana usap sini sih?" Aku tersenyum melihat ia yang tak tahan menahan desahan itu.
"Iya sayang, mas buka deh tadi masnya mau buka tapi liat anu kamu bikin mas pengen pegang aja hehehe soalnya terlihat sangat imut. " Aku tersenyum dan mengusapnya lagi.
"Akhh,, mas,, akhh,, akhhh. " Minat lagi-lagi mendesah saat aku melakukan hal yang sama.
"Mas,, jangan digituin dong akhh. " Ia menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan desahan lagi.
Aku tersenyum sembari menurunkan boxer ku hingga menyisakan segitiga pelindung junior ku yang kini terlihat menonjol itu.
"Nih sayang, mas udah buka tuh. " Aku tersenyum hingga ia langsung melihat kearah lain. Untuk apa ia menyuruhku membuka nya kalau ia tak berani untuk melihat nya? Padahal ini masih dibungkus kain loh bagaimana kalau ia lihat secara langsung? Hahah manisnya.
"Mas ayo ciuman lagi dong. " Ia berbicara manja seperti itu membuat ku lagi-lagi tersenyum. Kenapa ia berubah-ubah sih sifatnya? Tapi sangat manis ku lihat.
Akupun tersenyum dan menarik ia hingga kini berada diatas tubuhku sembari kucium bibirnya itu dengan penuh perasaan dan dibalas olehnya dengan penuh kenikmatan juga. Kami saling beradu disana hingga ia mulai kehabisan nafas dan dengan terpaksa kulepas tautan bibir kami itu hingga menghasilkan benang-benang saliva.
"Kita masuk ke intinya gimana sayang?. " Aku melihat kearahnya yang langsung memerah itu karena kutanya demikian. Apa ia masih malu? padahal kami sudah melakukan nya bahkan semalam juga kami melakukan itu.
"Mas udah tegang nih sayang, pengen dilemesin. " Aku tersenyum lagi-lagi ia merona karena mendengar ucapanku itu.
"Kenapa bertanya segala sih? Biasanya juga langsung tancap pedang aja dia, kenapa sekarang malah bertanya? Membuat malu saja. " Batin mina.
Aku tau saat ini ia sangat malu karena tubuh polosnya yang ada diatas tubuhku. Masih saja malu padahal kan sudah sering ku lihat berkali-kali.
Aku pun berinisiatif membalikkan badannya itu kembali hingga kini ia berada tepat dibawah ku dengan wajah pasrah dan penuh keringat karena pergulatan kami tadi.
Aku mencium dahinya dengan pelan turun ke matanya, mengecup kiri dan kanan secara bergantian lalu turun ke hidung nya dan bibirnya juga. Seperti biasa aku akan sedikit lama bermain disana karena itu merupakan candu bagiku.
Setelah itu aku turun mencium lehernya mencium setiap bekas yang kuberikan disana hingga ia sedikit melenguh karena itu.
Aku pun semakin turun ke dadanya menghisap ****** nya dan sesekali meremas kedua gundukan itu secara bergantian hingga ia pun mendesah tertahan karena ulahku itu. Dan aku semakin dekat dengan area basahnya itu.
Aku sudah berada di depannya kini, ia sedikit mengimpitnya karena merasa malu.
"Kamu sudah basah sayang. " Aku tersenyum hingga ia menahan malu bukan main.
"Ihh kan, aku ngk mau yah kalau masnya gitu. " Ia benar-benar malu lalu menutup area nya dengan kedua tangannya.
Aku tersenyum kecil dan melepaskan tangannya dari area itu. Aku mendekat dan menciumnya beberapa kali kemudian menjilat dan menghisap nya hingga ia mendesah tak karuan karena ulahku itu.
"Akhh,, mashh,, akhhh nikmat akhh. " Aku sendiri kaget saat mendengar itu darinya. Ia benar-benar menikmati permainan bibir ku dibawah sana.
Aku tersenyum saat melihat ia merem melek karena ulahku itu.
"Akhhh sudah mas,, aku,, akhhh,,tidak tahan lagi." Ia berkata seperti itu saat aku lagi-lagi mengusap area itu.
Aku tersenyum mencium bibir penuh desahan itu hingga ia mulai terbuai dengan itu. Saat ku lihat ia menikmati ciuman itu aku pun mulai mengeluarkan si junior dari sarangnya dan melakukan aksi ku dibawah sana hingga ia terus saja mendesah dibawah tindihan ku.
Kami melakukan itu sampai tiga ronde dan ku lihat ia sudah terkulai lemas disamping ku dengan kututupi tubuhnya dengan selimut.
"Kamu capek ya sayang? "Aku bertanya tapi tanganku tak bisa diam ingin meremas gundukan empuk itu hingga ia sedikit mendesah keras.
"Akhhh,, udah dong mas, aku capek banget." Ia terlihat kesal.
Aku tertawa melihat itu"Mas suka denger desahanmu sayang, terdengar seksi sekali ditelinga mas."tanganku turun dibawah dan mengusap area itu hingga ia mendesah lagi.
"Akhhh,, akhhh,, akhhh."
"Udah dong mas, alfa belum kita jemput loh."ia bangkit dan meraih kemeja ku yang sudah rusak Kancing itu.
Saat ia sedang berusaha menutupi tubuhnya dengan kemeja itu, aku langsung mengangkat tubuhnya dengan tubuh polos ku menuju kamar mandi. Aku tau ia masih lelah karena ulahku semalam dan pagi ini, asal kalian tau sekarang pun aku masih turn on karena melihat wajah seksinya itu. Akhh padahal mina sedang lelah.
"Kita mandi bersama yah sayang."aku memasuki kamar mandi dan meletakkan mina didalam bath up yang sudah diisi air aku pun ikut masuk kesana karena ukuran nya juga besar.
"Heii,, kamu kenapa menunduk begitu sayang? " Tanya ku karena ku lihat iaasih saja menunduk malu melihat junior ku yang mulai tegang kembali itu.
Sungguh aku tidak tau siapa yang lebih dulu mengawalinya. Kini kami sudah berciuman panas diatas bath up dan mina sudah ada diatas pangkuan ku.
Aku terus mencium nya dan turun ke leher nya dan meninggalkan kembali tanda-tanda merah disana.
"Aku capek mas,, akhhh." Ku lihat ia benar-benar lelah karena meladeni nafsuku yang tak kunjung habis itu.
Dan dengan terpaksa ku tarik kembali si junior itu hingga ia pun merasa lega, aku tau saat aku meminta ia akan berikan meskipun ia lelah sekali pun.
Aku tersenyum mengelus surai hitamnya dengan sayang"Maafkan mas yah sayang suka lupa daratan kalau sudah begini." Aku menurun kan nya dari pangkuan ku dan mulai menyabuni tubuhnya dengan pelan. Ku lihat ia menggigit bibir takut kudengar ia mendesah saat aku sedang tekun menyabuni tubuhnya. Aku memang terpancing saat mendengar itu tapi aku mencoba menahan diri. Mina terlihat sangat lelah.
"Kamu keluar duluan yah sayang biar mas juga mandi dulu."
Tentunya aku harus nyolo gara-gara tegang kembali tadi. Mina pun setuju dan keluar lebih dulu.
Aku menyelesaikan nya didalam kamar mandi.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.