Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
109.pak umar pergi (S2)


❄selamat membaca❄


    Mina menyiapkan beberapa gelas dimeja tamu karena mereka sudah memberitakan kalau mereka akan segera sampai dirumah.


Aku tidak sabar ingin bertemu dengan pak umar ibu ani dan yang lainnya. Apalagi saat mendengar cerita mina kalau mereka lah alasan mina bertahan hingga kini membuat ku ingin mengucapkan banyak Terima kasih pada mereka.


Saat kami mendengar suara mobil memasuki pagar kami langsung berjalan mendekat kearah pintu dan kulihat ke juga adin yang datang dengan adin menggendong seorang anak perempuan. Apakah itu anak mereka yah?.


Aku melihat kearah mobil alga dan disana kulihat ibu keluar dengan sebuah bungkusan ditangan nya. Begitu juga dengan alga yang datang sembari menggandeng seorang perempuan yang saat ini tengah hamil. Apakah itu adalah istrinya alga? Apa ia sudah benar-benar melupakan perasaan nya pada mina? Syukur lah kalau begitu.


Ibu dan yang lainnya sudah datang mendekat kearah kami berdua. Tapi sampai kini aku masih belum melihat kedatangan pak umar, kemana dia? Aku sungguh sangat merindukan nya.


"Ibu bawak makanan nih nak."ibu memberikan bungkusan itu mina dan mulai berjalan mendekat kearahku yang masih saja mencari sosok Pak umar.


"Ini nak astan? "Tanya ibu tidak percaya setelah ia benar-benar dihadapan ku.


Aku mengangguk dengan pelan dan mataku sudah berkaca-kaca Karena merindukan sosok ibu seperti ibu ani.


Ia memeluk tubuhku dengan erat dan menangis disana begitu juga dengan ku yang menangis membalas pelukan nya.


"Selamat datang nak, kami selalu merindukan kamu nak."aku menangis saat mendengar itu. Ibu dan pak umar sudah seperti keluarga bagiku dan dyva.


"Bapak dimana buk? "Tanya ku melihat sekeliling dan melihat kearah alga juga yang lain.


Kenapa pak umar tidak ikut kesini? Apakah pak umar ada urusan lain?.


Ibu tidak menjawab ku dan malah menangis keras dalam pelukan ku begitu juga dengan mina yang ku lihat ikut menangis. Yang lain juga ikut menangis menunduk.


Apa pak umar sudah pergi? Melihat reaksi mereka aku langsung faham kemana arah pembicaraan ini.


Air mataku langsung meluncur deras. Mengingat wajah pak umar membuat ku merasa sakit hati.


Beliau sangat baik dan berperan banyak dalam hidupku. Ia sudah seperti seorang ayah bagiku. Saat dahulu dan sekarang ia masih saja bagaikan seorang ayah untuk ku.


Ia akan selalu menjadi tempat ku mengadukan keluh kesahku, dan juga selalu memberikan nasehat saat aku sedang membutuhkan nya.


Saat aku sibuk dulu dyva selalu bersama pak umar. Ia sudah menjaga dyva dengan penuh ketekunan dan kasih sayang.


"Banyak sekali yang berubah selama dua tahun ini." Aku merasa terpukul dengan kenyataan ini. Terasa sangat menyesakkan.


Aku menuntun ibu untuk duduk disamping ku. Aku memegang tangannya dengan lembut.


"Sudahlah kita sama-sama merasa kehilangan dan sama-sama harus kuat dalam menghadapi semua ini."alga berbicara dengan lembut dan langsung kubalas dengan anggukan.


Aku masih belum percaya dengan kenyataan ini. Aku sangat merindukan pak umar, bahkan disaat terakhir hidupnya aku tak bisa melihat nya pergi. Mengingat banyak nya kesalahan ku dahulu padanya.


Pantas saja saat aku datang kesini tak ada pak umar yang menyambut kedatangan ku dengan senyuman hangat nya.


"Kamu sangat beruntung nak, kamu diberikan kesempatan untuk hidup lebih baik lagi oleh Allah. " Ibu menghapus air matanya dengan pelan.


Aku mengangguk kearah ibu"Aku juga sangat bersyukur dengan keajaiban ini bukan, aku sangat menyesal karena terlambat untuk kembali. "Aku menunduk merasa bersalah.


Ibu dan yang lain menggeleng karena ucapanku itu.


" Dengan kedatangan mu saat ini, kami sudah sangat bersyukur nak. "Ibu mengelus pelan bahu ku.


Setelah sekian lama kami berbincang-bincang hari sudah gelap dan ibu juga yang lain sudah pamit pulang.


Alfa yang baru bangun tadi meminta ikut untuk menginap kerumah alga Katanya ingin tidur dengan nenek. Padahal aku masih merindukan nya. Tapi mendengar penjelasan mina selama ini ia tak pernah mau menginap dirumah orang lain Karena takut mina akan merasa sendirian.


Tapi setelah kedatangan ku ia pun langsung menyodorkan dirinya untuk menginap karena saat ini ada aku yang menemani mina. Bagaimana aku tidak bangga dengan pengetahuan nya yang sungguh dewasa itu. Ia sungguh sangat tau bagaimana cara menjaga ibunya saat aku sedang tidak ada dirumah.


Rumah langsung terasa sepi saat semua orang sudah pergi, aku membaringkan tubuhku sebentar diatas sofa sedang mina mulai membereskan semua barang-barang yang ada diatas meja tamu itu.


Aku merasa lega saat ini karena sudah berada dirumah. Merasa lega saat ini aku benar-benar sudah bersama dengan anak dan istriku. Rasanya dunia yang selama ini runtuh kurasa kembali indah bersemi lagi.


Aku mengingat kembali bagaimana saat ibu dan bapak didesa, merindukan mereka yang selalu tersenyum hangat. Besok aku akan mengajak mina dan alfa kesana untuk diperkenalkan dengan ibu dan bapak.


Pasti mereka akan sangat senang jika dipertemukan. Membayangkan nya saja sudah membuat ku senang.


Mungkin karena terlalu lelah hari ini, mulai dari meladeni alfa bermain dan menanggapi segala pertanyaan ibu juga yang lain aku merasa sedikit lelah dan mulai mengantuk.


Hingga kini aku sudah kehilangan kesadaran dan tertidur.


Aku yang baru tertidur itu langsung terbangun saat kudengar suara tangisan Samar dari depan ku. Dan suara itu adalah suara mina. Dengan sangat jelas kudengar.


Aku langsung bangkit dan melihat panik kearahnya yang sedang menangis hebat di hadapan ku.


"Sayang kamu kenapa? " Aku bertanya kearahnya yang masih saja menangis itu.


Aku sangat panik bukan main karena melihat ia menangis begitu hebat saat ini, aku Sunghee tidak tau karena apa ia menangis.


Aku ikut merasa pilu saat ia menangis seperti itu dihadapan ku. Aku benar-benar tidak tau apa yang ia tangiskan hingga terlihat sangat menyakitkan. Aku dapat merasakan itu dari sorotan matanya yang terlihat pilu itu.


"Sayang kamu kenapa? Mas buat salah yah? Maafkan mas. Mas minta maaf sayang. " Aku kembali bertanya kearahnya yang masih menangis itu namun tak ada jawaban sama sekali malah ia semakin menangis hebat dihadapan ku.


Aku sungguh tak tau apa yang membuat ia menangis seperti itu.


BERSAMBUNG...


jangan lupa yah like, komen dan vote❤.