Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
50.duhh hanya aku yang tau(S2)


❄selamat membaca❄


    Sejak tadi aku mendengar suara ketukan dari luar sembari memanggilku berkali-kali. Dimana sih petugas hotel ini? Kenapa mereka membiarkan orang lain mengganggu tamu lain.


Kulihat mina langsung bangkit dengan tubuhnya yang hanya mengenakan tank top itu. Pasti ia tak sadar dengan semua kejadian semalam, aku harap begitu.


Kucoba untuk tidur kembali karena mina yang akan mengurus orang yang berkali-kali memanggil namaku itu.


Namun baru kupejamkan sedikit mataku kudengar suara itu adalah miska yang langsung menuding mina. Kenapa sih mereka? Apa yang perlu diperdebatkan?.


Kudengar suara gaduh dari arah mereka semakin jelas saja dan juga kulihat mina mengepalkan tangannya dengan keras menhan marah saat menghadapi miska.


Aku merasa ini adalah hal yang sangat menarik untuk dilakukan dan diperhatikan. Aku berjalan tepat didinding dekat sekali dengan mina. Menguping semua pembicaraan mereka, ahh tepatnya sih melihat siapa yang akan menang disini.


"Ooh jadi kamu sudah berhasil menggoda astan dengan memberi tubuhmu itu?wahh baru pertama kali ini saya bertemu dengan jal*ang hina seperti mu."kudengar miska berkata seperti itu dengan wajah kesal yang terlihat dari celah pintu.


Mina langsung menampar pipi miska dengan keras karena tidak Terima dengan ucapan miska itu. Wahh ini bukanlah mina yang selama ini kukenal, hari ini dan semalam aku merasakan sensasi yang berbeda saat melihat mina. Ia seperti orang lain.


"Kurang ajar sekali kamu,berani menampar saya?lihatlah tangan hinamu itu tidak berhak menampar wajah saya, dasar wanita murahan yang rela memberikan tubuhnya ditiduri orang lain." Miska bukanlah lawan yang mudah, ia itu memiliki kepribadian yang sangat keras dan tidak akan semudah itu menyerah.


"Apa dengan matamu itu? Menantang saya yah?gadis miskin dan hina seperti mu bukan tandingan saya, lihat saja setelah mendapat tubuhmu itu astan akan membuang jauh sampah yang sudah tak berguna lagi."mina memang menatap marah kearah miska sungguh tajam sekali tatapannya kali ini.


Miska memang gadis penuh dengan amarah hingga mendorong tubuh kecil mina yang tidak sebanding dengan tubuh miska yang tinggi dan sedikit berisi itu. Tentunya mina akan langsung terhuyung dan hampir jatuh, aku dengan cepat menopang tubuh itu hingga ia sangat kaget bersamaan dengan rasa takut.


"Maaf,, tuan."ia terlihat sangat takut, padahal tadi ia sangat berani berhadapan dengan miska.


" Ada apa pagi pagi datang kesini?"kulangkahkan kakiku berjalan tepat kearah miska.


"Astan,, lihat pipiku memar begini karena wanita sialan itu. "Aku memang tau miska adalah gadis yang kasar dan keras kepala. Tapi aku tidak mengira kalau ia akan sejahat itu, ia benar-benar bukanlah wanita baik-baik di hadapan ku.


Kulirik kearah belakang melihat mina juga yang menahan sakit di pipi nya itu"Ada apa pagi pagi datang kekamar saya?"


Miska terlihat kesal karena tiba-tiba aku sama sekali tidak menghiraukan ucapannya itu"Astan,, kamu dengar ngk sih? Kenapa kamu bisa satu kamar dengan gadis hina ini?belum lagi dia sangat kasar padaku."


"Sudahlah kalau tidak ada yang perlu lagi,nanti saja kita bicara." Pintu dengan cepat kututup dan berbalik kearah mina yang terlihat panik itu.


Aku berjalan pelan menuju ia yang sedikit mundur itu. Kenapa ia sangat takut sih?.


"Ampun tuan,, maafkan saya. "Ia langsung bersujud meminta ampun padahal ia tidak melakukan kesalahan. Aku lah yg salah.


Apa ia sudah ingat dengan kejadian semalam yah? Mati aku.


"Apa yang kamu minta maafkan?. "Aku berjongkok dihadapannya menatap wajah itu.


Tanganku beralih ingin memeriksa itu tapi ia terlihat sangat takut tanpa alasan.


" Kenapa kamu takut sekali dengan saya?"ku angkat wajah nya yang menunduk itu dengan perlahan dan memegang sudut bibirnya yg terluka itu hingga ia meringis dan hampir seperti sebuah desahan.


"Akhh, " Ia menahan sakit.


Aku langsung mengingat kejadian tadi malam dimana seorang mina mendesah nikmat dibawah tindihanku. Aku hampir saja meniduri nya jika aku tak bisa mengendalikan diriku.


Langsung kulepaskan tanganku dari bibir mina, aku tak sanggup melihat Bibirnya karena aku langsung teringat dengan cumbuan kami tadi malam dimana mina juga ikut membalas ciuman ku meskipun masih terasa kaku sekali.


Saat aku menggelengkan kepala mu mencoba menghilangkan ingatan itu kulihat banyak sekali tanda kemerahan diarea lehernya dan itu adalah ulahku yang sungguh bersemangat tadi malam. Duhh mati aku bisa gila.


Kenapa aku bernafsu sekali kepada mina? Jelas-jelas ia bukanlah tipeku. Kenapa aku begitu mesum padanya dengan memberikan banyak sekali tanda hisapan disana.


"Tuan,, tuan kenapa?" Mina mendekat kearahku dengan menempelkan tangannya didahiku hingga tanpa sengaja aku melihat dengan jelas belahan dadanya dari atas sini.


"Uhuk, " Aku seketika terbatuk karena tak tau harus bagaimana.


Aku sangat ingat dengan kejadian semalam. Aku bahkan sempat meremas dadanya itu dengan lembut, sangat kenyal untuk diremas dan ukurannya juga sangat pas digenggaman ku. Aku tak menyangka ia memiliki dada sebesar itu. Ia juga sempat mendesah tertahan karena kuremas gunung indah itu.


Apa hanya aku yang tidak nyaman sekarang?apa gadis bodoh ini tidak sadar apa yang hampir kami lakukan semalam? Hanya aku yang sadar? Sial.


"Bagaimana tuan? Apa tuan baik baik saja?."ia mendekat lagi kearahku. Apa ia tak takut yah kalau tiba-tiba aku benar-benar lepas kendali dan merenggut semua miliknya.


"Siapkan air untuk saya mandi, dan kenapa kamu berkeliaran hanya dengan tank top sialan mu itu? " Aku berdiri mendorong tubuhnya itu.


Setelah ia siapkan air aku langsung memasuki kamar mandi meninggalkan ia yang terlihat bingung dengan sikapku.


"Bisa gila aku lama-lama jika terus seperti ini, kenapa hanya aku yang sadar? Akhh gila, " Ucapku memulai mandiku dengan kesal.


Saat aku mengusap tubuhku aku lagi-lagi mengingat kejadian semalam. Sungguh sangat menyenangkan kalau boleh jujur tapi aku merasa jahat karena memanfaatkan mina yang mabuk.


"Kenapa aku hanya memikirkan itu sih? Kamu bukanlah laki-laki mesum astan. Kenapa kamu goyah dan tergoda hanya karena gadis bodoh itu? Kamu punya tipe yang berbeda dengan dia, kamu hanya menyukai gadis yang pintar, cantik, terawat, memiliki tubuh bagus, dan tidak suka membuat jengkel. Bukan gadis seperti mina." Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa mina bukanlah gadis yang aku cintai.


Tapi kenapa aku sangat tidak bisa mengontrol diriku saat berada di sekitar mina? Aku terkadang seperti seorang anak anak dan bahkan seperti orang tidak waras.


Ahhh bisa gila aku.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤