Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
genit


...Soundtrack//Scream-dreamcharter//...


...Bagaimana aku bisa mengekspresikan rasa bahagia ini?....


...-mina-...


Mas Astan sedang keluar sebentar untuk membeli sop buah, tiba tiba saja aku ingin makan sop buah.


Tidak mungkin kan aku sedang mengidam? Aku juga tak mengerti sih sejak masuk usia keberapa kandungan seorang ibu mulai mengidam.


Aku bernafas lega, mencoba meyakinkan diri bahwa semua akan baik baik saja mulai sekarang.


Orang orang pernah berkata jika selama kita hidup selalu mengalami keburukan dan rasa sakit makan setelahnya hanya ada bahagia saja.


Semoga saja itu adalah kebenaran yg nyata.


Aku sungguh was was saat ini, bagaimana jika mas Astan akan mengalami sesuatu saat berada didekatku?aku sungguh takut itu akan terjadi.


Pintu terbuka lebar memperlihatkan mas Astan yang membawa banyak sekali kantong plastik berwarna putih.


"Mas ngk lama kan sayang? " Tanya mas Astan.


Aku mengangguk tersenyum "Apa itu mas? " Tanyaku pelan.


Mas Astan duduk di kursi dekat ranjang rumah sakit yang aku tiduri itu"Pesanan kamu sayang."mas Astan.


Aku malah dibuat kaget dengan apa yang ada dihadapanku ini, banyak sekali jenis sop buah yang mas Astan beli untuk ku.


Bisa bisa aku mati kekenyangan ini nanti.


"Kenapa banyak begini mas? " Aku sungguh heran dibuatnya.


Mas Astan tersenyum "Mas ngk tau kamu suka yang mana sayang,mas pernah liat temen mas istrinya lagi hamil terus pengen ini itu tapi suaminya ngk becus nyari makanan yang ia ingin dan ia malah nangis, aku ngk mau kamu gitu sayang jadi aku beli berbagai jenis untuk kamu, jadi kamu bisa milih mana yang kamu ingin makan." Mas Astan mengelus surai hitamku.


Aku tertawa mendengar penuturan mas Astan, apa dia sungguh mengira aku sedang ngidam yah?.


"Harusnya ngk usah banyak gini juga kali mas,pemborosan itu namanya, sementang kaya kamu mas, bagi aku itu semua sop buah itu sama aja, gimana kalau mas bagi bagi aja sama pasien di bangsal lain, itung itung sedekah mas." Aku tersenyum.


Mas Astan mengangguk"Benar juga yah sayang, yaudah tunggu disini dulu mas suapin kamu makan sop nya, tapi mas kasih dulu ke suster buat dibagiin."mas Astan keluar.


Aku tersenyum lebar melihat mas Astan yang benar benar sudah berubah total.


Aku sungguh nyaman dengan mas Astan yang sekarang ini.


Semoga kami akan selalu seperti ini sampai rambut memutih.


" Kamu sudah lapar yah sayang? "Mas Astan buru buru duduk dikursi itu dan membuka penutup sop buah itu.


Aku menggeleng" Mas ngk usah buru buru gitu, aku masih belum terlalu lapar kok."


Mas Astan menyuapi ku satu suapan sop buah itu.


Rasanya sangat manis didalam mulutku.


"Gimana sayang? Enak ngk? Kamu suka ngk? Atau mau yang lain? " Tanya mas Astan antusias.


Aku tersenyum menggeleng "Mas kenapa sih?aku suka mas aku suka, rasanya manis banget" Aku tersenyum merasa puas dengan rasa sop buah itu.


Entah kenapa rasanya sangat tepat di lidahku, aku tak tau apa karena sop nya yang enak atau karena mas Astan yang sedang menyuapi ku.


"Benarkah? Mas coba dulu yah." Mas Astan.


Aku menangguk namun malah dikagetkan mas Astan berdiri dan mencium bibirku dengan sekali hisapan.


"Kamu benar sayang, rasanya sangat manis, semanis kamu." Mas Astan mengusap pelan bibirku.


Ada apa sih dengan mas Astan? Membuatku malu saja bisanya.


"Hei,, kenapa kamu menunduk begitu?" Mas Astan.


"Mas sih buat aku malu aja tiba tiba cium bibir aku mana pake hisap hisap lagi." Aku berkata jujur.


Mas Astan tertawa mendengar ucapanku, aku tak tau bagian mana yang lucu dari itu.


"Masa sih kamu malu karena mas cium? Padahal kita udah lakuin lebih dari itu loh." Mas Astan tersenyum menggodaku.


"Sudahlah mas,aku mau sop nya lagi." Ucapku pelan mengalihkan pembicaraan.


Mas Astan bukannya menyuapiku ia malah menyuapi dirinya sendiri.


Padahal kan yang pengen sop buah itu aku, mas Astan emang yah.


Cup,,,


Mas Astan mencium bibirku lagi menyalurkan sop buah yang ada didalam mulutnya kedalam mulutku.


Awalnya aku kaget namun sesaat kemudian aku pun memakan sop buah itu dengan pelan.


Mas Astan masih saja mencium bibirku dengan lembut.


Aku menutup mata dan mengalungkan tangan di leher mas Astan.


Untung saja tanganku sudah diperban jadi tak akan masalah jika aku menggerakkannya.


Mas Astan duduk menyamping diranjangku dan memperdalam ciuman kami.


Knok,,,


Kami terkaget karena tiba tiba pintu terbuka menampakkan seorang suster yang sudah merona malu menangkap basah perbuatan kami itu.


"Ahhh maaf mengganggu Pak,, saya hanya ingin mengatakan kalau baju pasien perlu diganti." Suster itu tersenyum malu malu.


Aku sudah menunduk malu bukan main,bagaimana bisa mas Astan masih bersikap biasa seolah tidak ada yg terjadi.


Mas Astan bangkit dan berjalan ke pintu"Biar saya saja yang menukar baju istri saya, terimakasih. "mas Astan meraih baju ganti itu dari tangan suster itu.


Suster itu pun pamit dengan perasaan malu.


"Lihat deh mas,kita ketangkap basah kayak tadi, aku malu mas, mas sih suka banget main nyosor aja sama bibir aku." Aku tentu menyalahkan mas Astan.


Gara gara dia tadi main ci*pok saja.


Mas astan tersenyum melihat aku yang kesal itu "Hei sayang,, kita adalah pasangan sah, jadi wajar saja kita berciuman, dia saja yang masuk tanpa ketok dulu." Mas Astan duduk.


"Lagian kenapa kamu marah sayang? Bukannya kamu tadi juga menikmatinya yah?sampai bibir kamu juga melu*mat bibir mas, duhhh nikmat banget, ayok ciuman lagi yuk." Mas Astan mendekat ingin mencium bibirku lagi tapi sudah duluan aku tahan.


"Iihh mas mesum banget sih,udah mana bajunya tadi katanya mau gantiin." Aku kesal karena mas Astan tak hentinya menggodaku.


Mas Astan tertawa sangat lepas melihat aku yang sudah puas ia goda.


"Emang yah kalau ibu hamil itu suka ngambekan,iya sayang maaf kalau kamu jadi malu sama suster itu, salah sendiri punya bibir semanis madu, mas kan jadi ketagihan." Mas Astan lagi lagi berbicara tentang bibir.


"Ihh masih aja dibahas." Aku kesal.


"Hahahah yaudah iya mas berenti bahas bibir kamu, yaudah mas bantu kamu ganti baju yah." Mas Astan.


"Janji yah mas cuma bantu ganti doang,jangan modus yah." Aku memberikan peringatan terlebih dahulu.


Soalnya mas Astan suka pura pura khilaf dan kebablasan.


"Iya mas janji, kamu yah udah kayak mas itu genit banget kamu buat." Mas astan.


Emang gitu nyatanya.


Ngk sadar diri kamu mas.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Wkwkwkwkkw


Si genit ini yah.


🔷🔷jangan lupa like and komen yah cuyung 🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan🖤