Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
85.dan aku cemburu (S2)


❄Selamat membaca❄


     Setelah ia benar-benar tenang dalam pelukanku aku pun mengajak nya untuk beristirahat di hotel saja. Sudah tidak mungkin untuk kembali kerumah saat ini sudah mulai menjelang maghrib.


Ia menolak karena ingin menunggu sunset seperti beberapa orang lainnya disini.


Aku pun hanya mengangguk saja karena tak ada salahnya juga. Mina dan alfa berbaring diatas kain yang melapisi pasir itu untung saja aku membawakan kain yang tebal dan lebar hingga mereka merasa nyaman saat berada diatasnya.


Aku tersenyum saat melihat mereka berdua terlihat sangat menggemaskan dengan alfa yang tak bisa diam menatap langit biru.


Aku tidak pernah menyangka akan diberikan kesempatan untuk melakukan hal seperti ini dengan mina dan alfa. Karena aku tak pernah berpikir akan memiliki keluarga sehebat ini.


Aku tersenyum mengelus surai hitam mina yang sejak tadi juga ikut tersenyum menatap langit.


Ia tiba-tiba bangkit dan datang kearahku seperti seorang anak kecil yang manis menginginkan sesuatu yang harus dipenuhi saat itu juga.


"Sayang,, aku mau kelapa muda itu."ia merengek dan terlihat sangat imut.


Kulihat sekilas tempat yang sangat ramai itu. Memang kelapa muda adalah pasangan cocok untuk melihat sunset makanya banyak sekali pelanggan nya disana.


"Yasudah mas pesan dulu yah, kamu sama alfa disini aja."aku berniat Bangkit namun mina menggeleng cemberut.


"Aku aja mas yang mesan pengen liat gimana mereka buatnya."


Aku tidak akan membiarkan itu, melihat banyak sekali pelanggan disana aku takut mina kenapa-kenapa? Bagaimana jika nanti mereka saling dorong dorong dan mina terjatuh? Wahh aku tak akan bisa biarkan itu terjadi.


Aku menolak untuk membiarkan mina pergi kesana. Aku yang akan membeli nya lalu kami akan membuat bagaimana caranya saat dirumah agar ia tidak penasaran.


"Hmmm ayolah mas, aku mau beli sendiri. Aku pengen liat cara buatnya, hmmm. " Ia terlihat sangat imut saat ia bertingkah manja seperti itu padaku.


Sial, masa karena hal seperti itu saja aku sudah tidak tahan sih? Ayolah astan kamu tidak selemah itu kan?.


"Mas,,, ayodong bolehin, aku pengen beli sendiri hmmm. " Kenapa ia terlihat sangat manis sih? Aku hampir tak bisa menahan diriku.


Cup,,


Mina tiba-tiba menarik tengkuk ku karena alfa saat ini sedang melihat langit boru. Mina tak akan berani mencium bibirku saat alfa melihat.


Minae mengecup lama bibirku dengan satu kali luma*tan pelan"Boleh yah mas hmmm. "Ia dengan menggigit bibirnya kearahku. Tadi ia bersikap imut dan sekarang mendadak seksi kenapa ia begitu lucu sih?.


"Yasudah kamu hati hati yah sayang,jangan kemana-mana setelah itu."terpaksa aku lepas pertahanan karena sebuah kecupan darinya.


Mina tersenyum mengangguk dan meraih selembar uang itu dariku.


Ia dengan semangat berjalan menuju tempat penjualan kelapa muda itu aku tersenyum melihat ia betapa sangat senang. Dia sesederhana itu bahagia hanya karena es kelapa muda.


Sejak tadi mataku terus saja menangkap seorang laki-laki yang selalu memperhatikan mina yang sedang duduk menunggu itu.


Dan setelah beberapa saat kemudian ia benar-benar mendatangi meja tempat mina menunggu. Ku lihat mina sangat tidak nyaman dengan nya. Ayolah astan jangan hiraukan itu, karena itu hanya laki-laki yang sedang mencoba mendekati mina saja. Mina tau ia adalah milikku sekarang.


Bahkan sampai mina sudah mendapatkan kelapa muda itu ia masih saja belum menyerah mencoba mendekati mina dengan lancang memegang tangan mina dan memegang bahu mina. Wahh kali ini aku tak akan bisa tinggal diam karena itu. Dia pikir dia siapa sampai berani menyentuh istriku? Bahkan satu helai rambut pun tak ku izinkan untuk ia sentuh.


"Hei,,, apa yang kamu lakukan pada istriku? "


Laki-laki itu heran dan kaget saat aku datang kearah mereka dengan wajah marah ku.


"Mas,, kenapa datang? Aku mau balik padahal."


Aku hanya melirik sekilas kearah mina dan terus melihat marah kearah laki-laki sialan itu.


"Saya bertanya apa yang hendak kamu lakukan pada istriku?jangan macam macam yah."aku benar-benar kesal karena kelancangan tangannya tadi.


"Mas mungkin salah faham, dia dari tadi udah bantuin aku mas." Mina tidak tau sama sekali niat lain laki-laki itu saat sedang berbuat baik. Karena ia terlalu polos untuk tau itu.


"Kamu tidak mengerti." Aku sampai tidak sadar kalau aku sedang membentaknya hanya karena rasa cemburu sudah mengendalikan emosiku kini.


Kulihat mina kaget dan berjalan pergi dengan kesal. Aku ingin menahannya Tapi aku tak akan membiarkan laki-laki sialan ini begitu saja.


Aku terus menginterogasi nya hingga sangat takut dan meminta maaf padaku. Enak saja dia berani-beraninya mendekati mina yang berstatus istriku itu.


Aku berjalan kembali kearah mina yang kini kulihat sedang batuk-batuk. Aku dengan cepat menepuk punggung nya hingga batuknya hilang.


Namun setelah itu ia menjauh dari posisi ku duduk dan ia juga membuang wajah kesal dariku. Kenapa dia? Apa karena ku bentak tadi yah?.


"Hei kamu kenapa?"namun ia tak mau mengindahkan pertanyaan ku itu. Pasti dia benar-benar kesal nih.


"Kenapa kamu habiskan sendiri kelapanya tanpa menunggu mas? "Ia masih saja tak mau menjawabnya bahkan melihat kearah ku pun tidak tuh.


Aku tersenyum melihat nya, dia begitu perasa dan mudah sakit hati.


" Hei, lihat kearah mas dulu.Maafkan mas tadi sempat membentak mu sayang." Ku peluk ia dari arah belakang hingga ia terdiam saat berontak tadi.


"Mas tadi ngk sadar udah bersuara keras sama kamu karena mas terlalu terburu rasa cemburu sayang."ia berbalik heran dan melihat kearahku.


"Mas cemburu karena apa? " Ku tarik bahunya agar wajah kami bisa berhadapan dengan jelas.


"Mas cemburu kalau kamu dekat dekat dengan laki-laki tadi, mas tau kalau kamu tidak ada niat lain dan bahkan tak akan memiliki niat seperti itu, tapi mas kesal liat dia begitu gigih ingin mendekatimu mulai dari memegang tanganmu, itu membuat mas marah."aku menjelaskan semuanya dengan jelas hingga mina tersenyum merona dan memegangi dadanya.


"Maafin aku mas kalau aku buat mas marah."ia memeluk ku dengan erat dan juga mencium sekilas pipiku.


Tersenyum membalas pelukan nya " Mas hanya takut kehilangan kamu sayang. "Ku kecup dahinya.


Dan hari ini kami benar-benar bisa melihat sunset bersama sama. Aku sungguh bahagia dengan ini semua.


Benar kata orang saat melihat hal sederhana pun akan terasa hebat saat sedang bersama dengan orang yang kita sayang.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa yah like, komen dan vote ❤.