
❄selamat membaca❄
Sudah hampir seminggu aku tidak melihat wajahnya. Tak mendengar suaranya juga tak merasakan kehadiran nya disisiku.
Aku sungguh tak mengerti dengan jalan pikiran ku. Setelah memberikan ia harapan juga kehangatan aku malah melarikan diri seperti ini. Aku memilih untuk menenangkan pikiranku yang tak bisa berpikir jernih ini dengan melarikan diri dari hadapannya. Aku takut semakin jatuh kedalam perasaan ku ini.
Aku saat ini sedang berada di vila pribadi milikku yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah tapi hanya aku yang tau vila ini.
Aku tak menyangka dengan takdir yang begitu lucu ini. Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada seorang gadis yang sudah kutaru dendam mendalam padanya. Bagaimana bisa aku jatuh hati pada seorang gadis yang begitu kubenci dan kehadirannya adalah sumber kekesalan bagiku?.
Aku menikahinya hanya untuk menjadikan ia pelampiasan emosi dan dendam ku atas kepergian dyva. Tapi kenapa aku malah jatuh cinta padanya?.
Aku tak bisa menahan diri saat ia selalu bersabar dengan semua perlakuan juga yang bahkan terkadang tidak mencerminkan perlakuan terhadap sesama manusia. Cambukan, pukulan, tamparan juga hinaan sudah pernah kuperbuat padanya. Dan sekarang aku jatuh cinta padanya? Apakah itu masuk akal?.
Ia selalu tersenyum meskipun aku selalu mengeluarkan kata-kata kasar dan tak pantas didengar.
Ia selalu memperhatikan ku saat aku bahkan dengan sengaja menyiksa juga menganiaya nya dengan sadis.
Ia selalu berusaha memperlakukan ku dengan hangat meskipun bagaimana aku selalu memperlakukan ia dengan begitu dingin.
Aku sendiri terkadang tidak tahan melihat ia yang begitu sabar dengan perlakuan ku. Tapi terkadang dendam ku sudah membutakan mata dan hatiku hingga sampai hati menyiksanya.
Entah kenapa setiap melihat pancaran matanya aku selalu dapat merasakan kalau ia sangat kesepian, sedih juga butuh pelukan seseorang untuk membuatnya merasa aman.
Aku bingung dengan perasaan ku kini. Apakah aku harus memilih perasaan cinta ini atau dendam yang masih diambang ini?.
"Jangan sampai kamu kehilangan orang yang kamu sayang untuk kedua kalinya astan,jadi pilihlah secara bijak." Untuk kali ini amu akan memilih perasaan cinta ini. Karena aku tak ingin kehilangan seseorang yang kusayang untuk kedua kalinya.
Aku sampai dirumah saat sudah malam. Pak umar juga sedang tidak dirumah saat ini"Pasti mina merasa ketakutan sendiri dirumah."
Aku berlari memasuki rumah dengan semangat. Jujur, aku merindukan dia yang sudah lama tak ku lihat wajahnya.
"Mina! " Aku memanggil dengan keras namun tak ada sahutan sama sekali.
Kucari keseluruh ruangan tak ada juga. Kemana ia pergi malam-malam begini, aku tak yakin ia akan kabur mengingat betapa takutnya dia di luar saat malam.
Saat aku hendak berjalan kearah pintu kulit sebuah kotak. Buru-buru kulihat isi dari kotak itu.
"Tak ada apa-apa disini," Gumamku bingung namun kulihat secarik surat.
Aku kaget sekali siapa yang menjebak Mina dengan menggunakan namaku ini? Dan kenapa harus Mina? Ia tak mungkin punya musuh dikota ini.
Aku tak mau berpikir panjang lagi, aku langsung melajukan mobil menuju alamat yang mereka tuliskan di surat itu.
"Gadis bodoh itu tak pernah bisa membedakan apa-apa. Kenapa ia langsung percaya sih? Aku bukanlah tipe orang yang memberikan kejutan seperti itu." Aku kesal sekaligus khawatir dengan mina.
Sesampai di tepi jalan yang tertera dialamat itu namun tak ada dia disana.
"Akhh," Aku langsung frustasi karena tak menemukan mina.
Aku langsung mencari ke sekeliling namun sama saja aku tak menemukan kehadiran mina.
Namun saat aku hendak berbalik ingin mencari ketempat lain aku mendengar suara teriakan dari sebuah bangunan yang pintunya tertutup.
Aku mencoba untuk membuka pintu itu namun tidak bisa dibuka. Karena rasa khawatir ku yang kuat aku langsung mendobrak pintu itu hingga terbuka.
Saat pintu terbuka seluruh wajah diruangan itu terperangah melihat kearahku. Kulihat Mina yang semakin menangis sakit saat melihatku.
Pemandangan apa yang saat ini ada didepanku? Mina hampir telanjang, dengan wajah penuh lebam dan mata memerah bengkak karena kebanyakan menangis.
Aku langsung mengepalkan tanganku dengan kuat lalu membantai satu persatu preman yang berperilaku seperti bintang itu. Aku tak akan memberikan ampun pada mereka yang sudah menyentuh bahkan sehelai pun rambut gadis yang kucintai.
Mulai hari ini aku sudah memutuskan untuk menjaganya tak peduli dengan niat awalku lagi. Aku sudah meyakinkan hatiku bahwa aku memang mencintainya.
Air mataku hampir saja jatuh karena melihat ia begitu rapuh saat ini. Karena kebodohan ku yang pergi seperti anak Abg yg sedang kasmaran. Ia jadi mengalami hal mengerikan ini.
Seluruh preman itu sudah terkapar tak berdaya kuhabiskan. Setelah itu aku berjalan kearah miska. Aku tak menyangka miska sekeji itu pada Mina.
Aku memang tau kalau ia bukanlah gadis baik-baik tapi, aku tak pernah berpikir kalau ia akan sekeji itu sebagai seorang perempuan.
Ia berniat melarikan diri saat melihat aku yang berjalan kearahnya namun aku tak ada akan semudah itu membiarkan nya pergi setelah apa yang ia perbuat pada Mina istriku.
"Plak,,. "Aku menampar wajahnya sekeras yang aku bisa. Aku sangat ingin membunuhnya saat ini tapi aku tak ingin mengotori tanganku untuk menghabisi manusia hina ini.
"Astan,, apa yang kamu lakukan?."
"kamu bertanya? Harusnya saya yang bertanya kenapa kamu melakukan hal bodoh ini? " Ku tarik pipinya dengan keras lalu kutekan sekeras yang aku bisa. Aku ingin merobek bibir nya hingga ia tak bisa bahkan untuk berbicara.
"Astan, kamu nampar aku hanya karena gadis kampung itu?"
Ku tampar lagi pipinya dengan keras hingga ia semakin kaget dengan perbuatan ku. Aku bahkan bisa membunuhmu gadis rubah.
"Tutup mulutmu ja*lang,dia istriku kamu pikir aku akan diam saja saat kamu berkelakuan keji seperti itu kepada istri ku,apa hak mu melakukan itu? " Aku berjalan pelan menuju Mina dan membantunya berdiri.
Ia berdiri dengan susah payah dengan air mata yang semakin mendengar terdengar sangat perih dan lirih.
Kubuka kemeja yang kupakai dan memakaikan ia kemeja itu. Tubuhnya bergetar menahan tangisnya.
"Istri? Hahahha kamu pikir aku akan percaya dengan ucapanmu itu?bagaimana mungkin gadis kampung ini adalah istrimu? " Miska masih saja tak tau diri berdiri disana dengan argumen nya.
Aku mendekat kearahnya tepat didepannya kucium lembut dan kulu*mat bibir Mina dengan penuh perasaan bersalah karena telah gagal menjaganya.
"Bagaimana? Masih tidak yakin? Apa kami harus berhubungan dihadapanmu dulu?"
"Dasar wanita ja*lang, " Ucapnya seraya kesal.
"Berhenti memanggil istri saya dengan namamu itu,saya kecewa sekali, dan juga menyesal pernah bekerjasama dengan hewan sepertimu,kamu akan saya tuntut karena telah membuat istri saya seperti ini,kalaupun kamu berniat lari saya akan temukan kemana pun itu."
Kudorong tubuh miska hingga jatuh dan ia berteriak kesal karena ucapanku.
Kubawa Mina berjalan menuju mobil.
BERSAMBUNG...
jangan lupa like, komen dan vote❤