Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
94.ngisi bekal#2 (S2)


❄Selamat membaca❄


     Setelah memandikan alfa aku memakaikan ia pakaian dengan tema panda lengkap dengan topi panda yang sangat imut. Sungguh sangat cocok dengan wajah imut juga ganteng alfa.


"Duhh jagoan papah ganteng banget yah diapain juga ganteng banget, siapa dulu papahnya?" Aku terus saja membanggakan kalau alfa adalah benihku yang sangat unggul itu.


Mina yang sudah selesai mengemasi barang-barang ku pun tersenyum senang melihat kearah kami.


"Mas benar sekali, alfa ganteng begitu pasti karena keturunan mas. Ngk mungkin gen nya dari aku mah, soalnya aku buluk gini. " Ia meletakkan koper ku didekat pintu kamar.


Aku menggeleng pelan"Eh siapa bilang kalau alfa tidak termasuk dalam gen mu sayang? Imutnya tuh turunan dari kamu tau. "Aku tersenyum menggendong alfa yang kini masih saja diam memainkan mainan dari baju pandanya itu.


Mina tersenyum mengangguk" Mas ada-ada aja, pasti cuma mau ngehibur aku kan Mas. Aslinya Mah aku ngk ada imut-imut nya sama sekali."


Aku datang kearahnya sembari tersenyum smirk kemudian membisikkan sesuatu padanya "Kalau ngomong gitu lagi aku akan membuat mu mendesah sampai nanti malam sayang. "


Ia langsung bergidik ngeri ke arah ku dan langsung kubalas dengan gelak tawa yang sangat keras.


"Iihh Mas yah, aku mau turun dulu mau masak. " Ia langsung turun ke bawah meninggal kan aku dan alfa yang ikut turun ke bawah.


"Mamah kenapa? Mamah kenapa hmmm? " Aku datang kearahnya yang masih mengeluarkan alat-alat masak sembari terus menggodanya.


"Mas,, ihh jangan gitu kenapa ih? " Ia terlihat kesal tapi malu-malu kucing.


Aku tertawa "Emang Mas kenapa hmm? " Aku datang kearahnya dan mengecup pelan pipinya kemudian langsung berjalan cepat kearah sofa takut kena semburan nya hehehhe padahal mah mina kalau marah bukannya seram malah imut.


Kulihat mina yang ingin marah tapi memilih untuk diam saja dan melanjutkan urusan masaknya.


Aku dan alfa pun langsung duduk di sofa dan menonton televisi serial kartoon kesukaan kami itu.


Belum juga lama alfa sudah terlelap dalam pangkuan ku.


"Duhh alfa suka banget yah tidur? Padahal belum juga lama. " Aku mengangkat tubuh alfa menuju kamar dan membaringkan alfa diatas kasur.


Aku mencium kening alfa saat sedang tertidur pulas itu"Kalau nanti mamah nangis pas papah ngk disini karena kangen papah kamu hibur mamah yah sayang, jagoan papah tau kan tugasnya? "Aku tersenyum kemudian menutup pintu lalu turun ke bawah menghampiri mina yang hampir selesai memasak itu.


" Sayang,mau Mas bantuin ngk? "Aku datang kearahnya yang sedang sibuk menyiapkan tempat untuk hasil masakannya itu.


" Hampir selesai nih Mas, alfa tidur lagi yah? "


"Iya sayang. " Aku datang kebelakang mina dan memeluknya dari belakang.


"Sayang." Aku memasukkan wajahku ke celuk lehernya dan meniupnya pelan.


"Ih Mas kenapa sih? Aku hampir siap nih biar kita makan. " Ia hampir melepaskan pelukan ku namun aku tahan.


"Makan nya nanti aja yah sayang, Mas lagi pengen nih. " Aku berbisik ke telinga nya dengan nada sedikit mendesah.


"Ihh geli tau Mas, itu ngomong nya harus yah digituin. " Aku tersenyum mendengar itu.


"Ayo dong sayang, Mas pengen nih. " Ku gerakkan tanganku mengusap gundukan nya itu hingga ia sedikit mendesah.


"Akh,, ih Mas jangan gitu dong. " Aku tertawa melihat nya seperti itu.


"Masa kamu ngk kasihan sih sayang sama Mas? Nanti malam Mas bakal pergi dan dua minggu Mas ngk bakal bisa huuu. "


" Mas ngk masalah ngk makan setahun pun kalau disenengin sama istri ku ini. "Aku langsung mencium bibirnya dengan lembut dan dibalas oleh nya juga dengan mengalungkan tangannya di leher ku.


Dengan perlahan aku mengangkat tubuhnya itu dan membawanya menuju kamar tamu kemudian membaringkan mina disana.


" Mas sudah ingin sejak tadi sayang. "Aku ikut menaiki tempat tidur dan langsung melu*mat bibirnya dengan penuh nafsu.


" Akhh,, akhh,, mashh. "Ia mendesah saat aku menggesekkan si junior yang berada dalam boxer ku kearea sensitif nya yang hanya dibalut oleh kain tipis transparan itu jangan tanya siapa yang memberikan celana dalam transparan itu. Pasti itu ulah ami butik langganan ku.


" Akhh,, Mas,, akhh,, "aku tersenyum senang saat ia menggigit bibirnya menahan desahan nya itu.


" Bukain baju Mas dong. "Aku tersenyum kearahnya dan ia dengan patuh melakukan itu hingga aku tersenyum sangat senang. Apa mina benar-benar sedang membantu ku mengisi bekal hingga sangat patuh dengan apa yang ku katakan.


" Sayang, turunin celana Mas juga dong. "Aku tersenyum melihat apakah mina benar-benar patuh dengan ucapanku.


Dan benar saja ia menuruti permintaan ku mendekat kearahku membantu menurunkan celana boxer ku hingga memperlihatkan si junior yg sudah tegang menonjol didalam celana dalam ku.


Aku tersenyum saat melihat mina yang bersemu malu dan melihat kearah lain tak berani melihat si junior dibawah sana.


" Makasih sayang, muahh. "Ku kecup belahan dadanya saat ku lihat bajunya turun pada bagian dadanya itu.


" Ihh Mas tutup dong itunya, aku malu. "Ia menunjuk si junior dengan malu-malu.


" Kenapa hmmm? Ngk mau yah coba megang dia? Di elus kek sayang. Dia juga butuh perhatian nih. "Aku tersenyum menggodanya.


Ia terlihat berpikir dan ragu dengan godaan ku itu" Hahaha ngk usah malu gitu sayang. "Namun tetap saja mina itu sangat pemalu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Ihh aku malu mas. "


Aku tersenyum dan menindih tubuhnya yang masih lengkap dengan pakaian itu berbeda dengan ku yang hanya dibalut oleh segitiga dibawah.


"Sayang,, akhh,, mas pengen nih. " Aku mendesah saat ku arahkan tangan mina menyentuh sesuatu dibawah sana. Mina hanya terdiam malu dan merasa ragu.


"Aku malu mas, aku ngk bisa. " Ia terlihat benar-benar bingung.


"Aku bantuin yah sayang kalau takut, biar mas yang tuntun deh. " Ku jilat lehernya itu dan kemudian ia mengangguk perlahan.


"Akhh,,, akhh,, nikmat sayang. " Ku tuntun tangan mina memasuki celana dalamku dan menggerakkan nya disana hingga aku merem melek menahan desahan.


Karena sudah diburu oleh nafsu yang sudah tak tertahan lagi aku buru-buru mencium bibir mina dengan ganas lalu melakukan aksi ku dibawah sana.


"Akhh,, mas,, sakit.. " Mina mendesah saat junior ku memaksa masuk padanya yang masih sempit itu.


Aku pun mulai perlahan lahan bergerak disana hingga ia mulai merasa nyaman dan menikmati nya.


Sampai beberapa ronde kami melakukan itu barulah kami beristirahat.


"Terima kasih sayang. " Ku kecup keningnya dalam pelukan mu.


Ia hanya mengangguk tersenyum lemah. Pasti ia sangat kelelahan.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.