Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
41.surat sialan (S2)


❄selamat membaca❄


Β  Β  Setelah mengatainya berbahaya aku langsung diam. Aku sebenarnya tak bermaksud demikian, tapi ahh sudahlah peduli amat.


Dia juga terdiam sebentar setelah itu dengan perlahan ia memperhatikan HP ditangannya itu lalu melirik kearahku dengan cepat aku berpura-pura sedang sibuk memainkan hpku dengan keadaan berbaring padahal sejak tadi aku sedang memperhatikan nya.


Kalau tidak tau yah bertanya bodoh dengan bibirmu itu. Kan aku bisa saja berbaik hati untuk mengajari nya. Kenapa malah diam bodoh seperti itu?.


Aku sedikit kaget saat ia tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya menuju kearah rak tempat ia menyimpan alat tulis yang pernah kuberikan itu. Dan membawanya ke tempat ia bisa tidur dan beraktivitas sendiri.


Setelah itu ia berbaring dilantai dengan mengerjakan aktivitas yang sangat ia sibuki itu hingga mengabaikan HP yg kubelikan untuk nya itu. Ahh sialnya aku malah kesal karena ia mengabaikan itu.


Aku dengar dengan jelas suara robekan kertas hingga aku melihat kearah nya benar Saja ia sedang merobek kertas itu dengan tersenyum senang.


"Cantik sekali, sangat cocok untuk kertas sebuah surat," Gumamnya pelan namun masih bisa kudengar dengan begitu jelas.


Apa? Surat? Kenapa ia ingin membuat surat? Apa karena kuberikan HP yah tadi? Wah seharusnya tidak perlu untuk memberikan surat hanya karena dibelikan HP, tapi tidak heran sih karena gadis bodoh ini selalu aneh saat berpikir. Untuk apa surat saat orang yang ingin disurati sedang didepan mata saat ini? Apa dia hidup dizaman dahulu yah saat belum ditemukan alat elektronik.


Atau ia terlalu malu dan tak berani untuk mengatakan nya langsung? Aku tanpa sadar tersenyum tanpa sebab.


Aku sangat penasaran dengan apa yang akan ia tulis padahal aku sudah berlagak sok tidak peduli walaupun akhirnya aku kepo juga melirik dan mendekat dari atas kasur.


"Wahhh,,, aaa," Belum juga kulihat apa yang ia tulis ia sudah berteriak saat mendongak melihat kearahku.


Wajah kami sangat dekat sekali kalau saja beberapa gerakan lagi mungkin dahi kami sudah terbentur satu sama lain.


"Kenapa setiap melihat wajah saya kamu berteriak begitu? Apa saya se menyeramkan itu?" Kesalku. Memang selalu begitu dia, orang ganteng begini diteriakin. Dasar aneh.


"Tidak tuan,, maafkan saya, saya hanya kaget tadi,"ia menggeleng dengan cepat takut Kuamuki mungkin.


"Sedang membuat apa kamu sampai terlihat sangat senang begitu? "Sebenarnya aku tidak bermaksud menanyainya langsung tapi aku akan berpura-pura tidak tau kalau ia sedang menulis Surat Untuk ku. Senyumku tertahan.


Ia terlihat ragu awalnya. Apa yang harus ia ragukan, aku tak akan marah jika ia melakukan itu. Aku pasti akan menghargai upayanya dalam menulis surat itu untuk ku.


" Eugh,, begini tuan, mas alga akan kembali ke luar kota untuk kuliah lagi, jadi saya buatkan hadiah kecil untuk mas alga karena saya tak punya uang jadi saya buatkan surat tanda Terima kasih saja."


Blank..


Apa aku salah dengar atau ia yang salah menyebutkan nama? Alga yah bukan astan? Wahh ada apa dengan gadis bodoh ini?.


Aku langsung kembali duduk diam berpura-pura memainkan hape ditangan ku padahal aku sedang kesal setengah mati saat ini. Ahh sial sial sial.


Aku mencoba untuk tetap tenang namun aku masih saja merasa kesal dengan mina. Aihhh sial.


"Mini! " Panggil ku dengan pelan.


"Ada apa tuan? " Ia dengan cepat menyahuti ku.


"Cepat kebawah, ada yang ingin saya lakukan dikamar ini, sekarang juga! "Perintahku dengan cepat.


Ia awalnya heran namun dengan cepat ia sadar dan ingin membereskan barang itu terlebih dahulu.


"Tidak usah dibersihkan sekarang, nanti saja,saya sedang buru buru nih,"ucapku dengan nada seolah sedang perlu.


Setelah gadis bodoh itu pergi aku langsung mengunci kamar dan meraih surat itu dengan cepat.


Dengan kasar kubuka kertas yang sudah ia lipat kecil itu dan mulai membacanya perlahan.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Dari: mina


Untuk: mas alga.


Maaf mas aku hanya bisa memberi surat ini untuk hadiah perpisahan seperti yang mas katakan.


Terimakasih banyak sudah menjadi teman dan guru yang baik untuk mina,kalau tidak ada mas mungkin mina akan selamanya jadi orang yang tak pernah punya teman.


Terimakasih sudah memperbaiki tali jemuran sehingga aku bisa dengan mudah menjemur tanpa harus terjatuh lagi hingga kepalaku sering terluka.


Terimakasih sudah mau berteman dengan orang seperti ku,rasanya memiliki teman seperti mas alga sangat berharga buat mina,aku merasa diperlakukan layaknya manusia dan aku seperti merasakan hangatnya sebuah keluarga dari mas alga.


Terimakasih sudah mengajari mina banyak hal,mas adalah guru yang bijak dan baik.


Mas bilang kalau mas telah selesai belajar akan datang lagi untuk menemuiku, aku sarankan mas tidak usah lagi datang menemuiku.


Aku sangat tidak pantas mendapat kebahagiaan dan teman,aku takut mas akan terkena masalah jika terus terusan berada disekitarku,aku adalah manusia pembawa penderitaan kepada semua orang, jadi sebelum mas terkena masalah itu, lebih baik kita jangan pernah bertemu lagi setelah ini.


Mas pernah mengatakan kalau kita akan menjadi sebuah berlian jika kita menghargai diri kita sendiri,itu tidak berlaku untuk orang seperti ku mas, hanya saja mas tidak tau siapa aku yang sebenarnya,mungkin kalau mas tau, mas akan menjauh dan tak akan mau berteman dengan ku lagi, aku bahkan tak menginginkan kelahiranku ini, apa gunanya orang pembawa derita seperti ku ini.


Terimakasih banyak sudah pernah menjadi teman terbaik untuk mina,semoga mas berbahagia dikehidupan selanjutnya dan dijauhkan dari hal hal buruk.


Terimakasih mas alga


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Aku yang awalnya sangat marah malah merasa sedikit iba dengan gadis bodoh itu. Apa kehidupannya sekelam itu hingga sangat membenci dirinya sendiri?.


Tapi tetap saja aku masih merasa kesal dengan nya yang dengan bodohnya menulis surat pada laki-laki lain sedang aku suaminya mana pernah.


"Apa apaan gadis itu? Dia sedang curhat atau berterimakasih?" Kesal ku saat melihat isi surat itu lagi.


"Kenapa aku merasa kesal setelah membaca surat sialan ini?kenapa dia banyak sekali memuji si alga alga itu? Sudah jelas sekali kalau aku lebih baik dari dia cih." Kulempar surat itu dengan kasar dan kembali membuka pintu dan kembali ke tempat tidur.


"Apa aku kurang baik yah?aku memberikan dia tempat untuk menumpang,membelikan ia baju dan juga mengizinkan ia makan makanan dirumah ini, apa itu kurang baik juga? "Kesal ku lagi.


"Kita lihat siapa yang lebih baik aku atau si alga Alga sialan itu,baru mengajarkan sedikit pelajaran anak SD saja sudah ia sebut guru yang baik,aku bahkan bisa lebih dari itu."tak ada habisnya rasa kesalku ini padahal sudah kucoba tahan.


"Apa?dia baik hanya karena memperbaiki tali jemuran?terus aku yang mengobati luka luka ditubuh gadis itu apa? Belum baik juga?heran."


Dan akulah penyebab semua lukanya itu. Aku tidak sedang berbuat baik tapi sedang bertanggungjawab dengan perbuatan ku.


"Berani sekali gadis itu telah bersuami masih saja dekat dekat dengan pria lain."


Aihh rasa kesalku semakin meningkat ke ubun-ubun.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa yah like komen dan vote❀πŸ˜