Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
64.dasar kentang (S2)


❄selamat membaca❄


    Aku mendekat kearahnya yang sejak tadi menatap curiga kearahku. Aku pun mulai membuka kancing baju pasiennya.


"Cepet yah mas jangan aneh-aneh." Aku hanya mengangguk saja.


Saat bajunya sudah terbuka mataku Lagi-lagi terbelalak saat ku lihat gundukan itu. Serasa terpanggil akupun berpura-pura memperbaiki posisi brany.


"Sayang posisi nya salah nih. Biar suamimu yang baik ini membantu untuk memperbaiki nya yah. " Aku pun menarik sebelah sisi branya hingga putingnya muncul keluar.


Kuelus pelan dan aku sudah tidak tahan lagi untuk tidak menjamah itu. Kuremas pelan hingga mina merasa sedikit terganggu.


"Ihhh mas, sudah dong jangan modus modus gitu." Mina terlihat kesal saat aku masih saja kesmpatan memegang gundukan nya itu.


Aku tersenyum karena tertangkap basah"Heheheh maaf sayang,habisnya enak megangnya."


"Iya enak di mas, akunya kesakitan mas."


Aku pun memperbaiki posisi branya dengan satu remasan diakhir hingga mina menggigit bibir menahan desahannya. Aku tersenyum melihat ia begitu bersusah payah menahan desahannya.


Setelah menukar pakaian nya aku meletakkan pakaian kotornya diember lalu duduk disamping nya.


"Sayang kamu kok kurus banget sih?selama aku ngk ada disamping kamu, kamu makan ngk sih?"aku memegang tangannya lalu menciumnya pelan.


" Makan lah mas, mas ken sering kok datang nganter makanan."


Apa? Ken? Sering datang? Wahh pria satu itu memang sesuatu banget yah. Sudah tau mina memiliki suami ganteng seperti ku masih saja berani dekat dekat dengan mina.


"Hah? Si kentang itu datang? Dan kamu izinin? Wahhh parah aku sendiri yang suami kamu ngk kamu bolehin datang malah diusir, terus dia boleh? "Aku benar-benar kesal mendengar fakta ini.


Ia malah tersenyum saat aku sedang kesal begini" Yahh kan itu beda cerita mas,kan waktu itu yang aku hindari itu mas, yah jelas lah aku ngk bolehin mas dateng."ucapnya dengan mudah, kan bikin kesel.


" Mas ngk ngambek kan? "Ia memegang tanganku namun ku tepis untuk sekedar menggertak nya. Apakah ia pikir aku benar-benar sedang merajuk.


" Akhhh,,, sakit mas."alur langsung bangkit karena khawatir.


"Mana,,, mana yg sakit sayang?"


Ia malah tersenyum dan mengecup bibirku sekilas saat aku sedang diburu rasa khawatir.


"Mas emang lagi kesal pas tau kalau si kentang itu sering datangi kamu, tapi bukan berarti mas udah ngk peduli sama kamu,mas cuma cemburu aja."


"Maaf deh mas kalo aku buat mas kesal,tapi mas harus percaya kalau aku dan mas ken tidak ada hubungan apa apa."


Ku kecup bibirnya lembut dan ia juga tersenyum mendapat kecupanku itu.


"Mas percaya kok, tapi kalau liat cara si kentang itu mandang kamu mas jadi khawatir,kamu jangan terlalu dekat dengan dia yah, nanti dia melet kamu gimana? "


"Melet apa mas? Ada ada aja sih."ia malah tertawa. Kan kita ngk tau bagaimana orang lain berpikir siapa tau ia memiliki niat seperti itu bagaimana?.


"Ohh Iya mas,ambilin hape aku dong biar aku hubungi mas ken, nanti dia khawatir nyari nyari aku."


Aku langsung memicing kesal saat ia mengatakan itu.


"Baru aja mas bilang jauh jauh dari si kentang,kamu udah mau telponan bareng dia."


"Bukan gitu mas,mas ken itu udah baik Banget sama aku masa sih aku buat mas ken khawatir."


"Alasan saja kamu yah, biar mas saja yang nelpon."


Aku merogoh saku ku kemudian menelpon ke nomor ken yang pernah kusimpan dulu saat pemotretan.


"Halo,, ini saya cuma mau kasih tau kalau istri saya sedang dalam pelukan saya sekarang, jangan lagi ganggu ganggu dia." Aku tak perduli mau bagaimana ia menganggap aku. Aku hanya tak ingin ia dekat dengan mina.


"Mas ngomong apa sih?kok main matiin aja panggilannya, kasian mas ken-nya."mina terlihat heran dan bingung dengan ulahku itu.


"Mas gitu kali yah sama aku,aku mana ada mau selingkuh dari mas,kan aku udah bilang kalau aku sama mas ken itu ngk ada hubungan apa, mas jangan curigaan gitu dong, jahat banget ngk percaya sama aku."ia cemberut karena tuduhanku tadi.


"Maaf deh sayang,bukan curiga cuma takut aja kehilangan kamu." Aku pun mulai menaiki ranjang dan menangkap wajah heran dari mina.


"Sayang kamu ngk Kangen gitu sama mas? "Aku berbaring disamping nya dan memulai aksi modus ku itu dan aku berterima kasih pada pihak rumah sakit karena membuat tempat tidur seluas ini hingga kami bisa berbaring disini.


Kalau menurutku sih kamar rumah sakit rasa hotel😅.


"Kangen lah mas, tapi kan kita udah jumpa gini."aku kurang puas dengan jawaban nya itu.


"Iya mas tau, tapi mas masih kangen sama kamu."kupeluk erat pinggang nya itu sebagai kode. Semoga ia faham dan mau mengabulkan nya.


"Gimana hmmm? "Aku sudah tidak tahan nih.


"Gimana apa mas? "Aku berdecak sebaliknya karena ia masih juga tidak faham dengan maksud ku itu. Padahal sudah sangat jelas sekali tadi.


"Kamu suka banget ngk pekaan, masa kamu ngk tau sih kalo mas kangen gituan."aku mencoba untuk bersabar.


"Gituan apa mas?aku ngk ngerti." Ia masih juga belum faham.


Aku berdecak kesal lagi karena mina yang masih tak bisa faham dengan perkataan ku itu"Masa kamu ngk ngerti sih? Ituloh enak enak."


"Ooh makan yah mas,tapi kan aku baru aja makan sop buah, jadi udah kan enak enak nya."kenapa lari ke sop buah sih? Mulai malam ini aku benci sop buah.


"Ya ampun, masih aja ngk faham." Lama-lama aku bisa frustasi nih.


"Mas kan tau kalo aku itu otaknya susah nangkep, makanya kalo ngomong yang jelas mas."


Aku langsung menyambar bibirnya dengan penuh nafsu karena sejak tadi aku sudah menahannya.


"Mphh hhh." Mina tak bisa mengikuti gerakan bibirku yang sangat buas itu melahap bibirnya. Nafsuku sudah tak bisa kutahankan.


Aku pun mengakhiri nya dengan luma*tan dalam dan nikmat dibibirnya lalu kulepaskan.


"Kamu masih tidak faham?" Kalau masih belum faham lihat saja akan kubuat kamu faham.


Ia mengangguk pelan "iya mas belum faham. "


"Akhh,, maksud mas itu, mas kangen keringat bareng sama kamu, kalo masih belum ngerti mas biar mas praktekin aja biar ngerti."aku langsung masuk kedalam selimut itu dan membuka satu persatu pakaian yang ia kenakan.


Ia hanya diam saja saat aku melorot kan celananya dan hanya menyisakan bra juga celana dalamnya saja.


" Ini yang mas maksud sayang."kuelus pelan **** * nya itu hingga ia mendesah tertahan di dalam selimut itu.


"Kenapa ditahan sayang? Keluarkan saja desahan nikmat mu itu, panggil namaku." Aku lagi-lagi mengelus lubang kenikmatan miliknya itu hingga ia menggelinjang mendesah pelan.


"Aahh mas,, ini dirumah sakit, aaahh aku ngk mau orang diluar denger, akhhh,, mas,,, akhh,, " Ia menahan tanganku dan mencium bibirku.


Aku pun membalas ciuman nya itu namun tanganku menjelajahi tubuhnya itu.


"Yasudah kalau kamu takut yang lain dengar kita masuk ke intinya aja sayang.


Aku pun langsung mencetak gol kembali dibawah saja hingga ia meremas ranjang dengan kuat dan malam ini kami melakukannya dirumah sakit.


Ahh nikmat sekali.


BERSAMBUNG...


Wahh bukan main si astan ini. Sangat kotor kamu astan.


Jangan lupa yah like komen dan vote❤.