
Soundtrack//hello-chen(EXO)//
Bisakah kamu memberitahu ku kalau ini memang nyata?
-mina-
Tetesan air mata ku kian menderas dengan suaraku yang mulai lirih untuk sekedar berbicara.
Jantung ku berpacu layaknya sedang ikut lomba maraton dengan sang juara.
Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini, seperti sebuah ilusi dan mimpi yang sering menjebak aku.
Ia berjalan mendekat dengan menggendong alfa yang sangat terlihat senang itu.
Dadaku semakin sesak tak terkendali lagi, tak percaya kalau saat ini yang sedang mencoba berjalan dihadapanku adalah mas astan suamiku yang sudah lama sekali menghilang itu.
Ia terlihat kurusan dan sedikit tidak terawat namun tetap saja tak menghilangkan kesan tampan nya, dengan kumis yang mulai tumbuh sedikit lebat padahal mas astan paling tidak suka jika ia memiliki kumis.
Air mataku kian menderas dan aku berkali-kali mengerjapkan mataku mencoba melihat kembali kedepan dan bayangan mas astan masih saja ada disana menggendong alfa yang sungguh merasa bahagia itu.
"Hiks,,, " Tangisku lolos saat ia sudah benar-benar dihadapan ku dan menghapus air mataku dengan pelan.
Air matanya juga sama deras dengan air mataku.
"Hiks,,, " Aku semakin menangis hebat saat ia memeluk tubuh lemah ku yang kehabisan tenaga tanpa alasan.
"Aku kembali sayang" Ucapnya semakin membuatku tak tahan lagi dan semakin melepaskan tangisanku yang selalu kutahan itu.
"Hiks,,, " Aku hanya bisa menangis tanpa berkata-kata.
Alfa sendiri sejak tadi hanya diam memperhatikan kami berdua yang menangis satu sama lain.
"Mamah,, enapa? " Alfa tiba-tiba berbicara heran.
Aku dengan cepat menghapus air mataku dan mencoba tersenyum namun jatuhnya malah semakin menangis karena tak bisa aku paksakan tersenyum.
"Mamah,, hiks,,, ngkpp bang, abang sama papah dulu yah sayang,Katanya Kangen papah kan? " Ucapku dan alfa dengan cepat tersenyum dan memeluk mas astan dengan semangat.
Mas astan juga dengan semangat dan air mata yang kian menderas memeluk alfa.
Aku berjalan pergi meninggalkan mereka berdua dan memasuki kamar menangis sekeras yang aku bisa disana.
Aku sangat bahagia sekali dengan kedatangan mas Astan namun aku takut tanpa alasan.
Aku tak tau bagaimana cara mengekspresikan rasa bahagia ini? Aku seperti mau gila rasanya sekarang.
Aku berdiri dan membuka pintu perlahan melihat mas astan dari atas ini sedang memeluk dan menciumi alfa dengan air mata yang tak bisa berhenti keluar.
"Alfa kangen ngk sama papah? " Tanya mas astan menangis dengan rasa bersalah yang sangat jelas terlihat dari wajahnya.
Alfa dengan semangat tersenyum dan mengangguk"Tapi mamah ilang, kalau papah erja dan ulang etelah elesai erja"ucap alfa dengan susah payah.
Mas astan semakin tidak tahan menahan tangisannya namun aku masih melihat kalau mas astan sekuat tenaga tersenyum dihadapan alfa.
"Mamah bilang gitu yah sayang? Maafin papah yah ngk pernah pulang liat alfa tumbuh hingga gagah begini, papah kangen sekali sama kamu sayang" Mas astan memeluk alfa lagi dan dengan cepat alfa balas.
Aku semakin tak tahan melihat itu, aku sungguh lega karena tidak sia sia selama ini aku perkenalkan mas astan melalui foto dan video dan tadi saja alfa yang memanggilku mengatakan kalau papahnya sudah pulang.
"Maafin papah sayang hiks,, "
"Kamu jagain mamah kan sayang saat papah ngk disini? Kamu ngk nakal kan? " Tanya mas astan mengelus pucuk kepala alfa dengan sayang.
"Mamah ilang alau afa ndak akal, papah beliin afa anyak ainan" Ucap alfa tersenyum imut.
Mas astan tersenyum mendengar jawaban alfa itu"Papah beliin semua yang alfa mau sayang, makasih udah jaga mamah saat papah ngk ada"mas astan lagi lagi memeluk alfa.
"Papah ngk nyangka anak papah udah sebesar ini hiks,, "
Air mataku tak hentinya keluar melihat mereka berdua.
Aku sungguh merasa ini seperti mimpi dan aku takut akan kehilangan mas astan lagi.
"Papah ulu anteng anget, ndak ada ini" Alfa menarik kumis mas astan sedikit keras.
Mas astan sedikit tertawa namun air matanya lagi lagi tak bisa ia tahan"Jadi mamah kasih liat terus yah foto papah sama alfa? "Tanya mas astan dan dibalas anggukkan oleh alfa dengan cepat.
" Ata mamah papah itu ampan ilip afa, api mamah boong afa ebih ampan ali papah"
Mas astan lagi lagi tertawa dengan ucapan alfa itu.
Aku juga ikut tersenyum melihat dan mendengarkan percakapan mereka berdua.
"Alfa tunggu bentar disini yah sayang, papah mau ketemu mamah dulu" Ucap mas Astan tiba-tiba dan dibalas Anggukan oleh alfa lalu ia lanjut bermain lagi disofa.
Aku buru-buru masuk kedalam kamar dengan jantung yang berdetak sangat keras masih tidak percaya dengan semua ini.
Pintu terbuka dengan jelas tertangkap oleh indra pendengaran ku.
Aku menghadap kearah lain menahan air mataku menahan gejolak dalam dadaku.
Kurasakan tangan mas Astan memegang bahuku dengan pelan"Sayang "satu kata yang lolos ia ucapkan membuat air mataku kembali menderas.
Ia putar tubuhku agar menghadap kearahnya namun aku tetap menghadap kebawah.
" Hiks,,, "tangisku lagi lagi pecah.
" Sayang,, mas pulang,, maaf mas terlambat "
Kata itu,, kata yang selama ini aku tunggu, kata yang aku nantikan dua tahun lamanya.
Air mataku sudah tak bisa ku bendung lagi dan dengan cepat aku memeluk mas Astan seerat yang aku bisa membuktikan bahwa aku sungguh tak ingin kehilangan dia lagi.
"Hiks,, aku takut mas,,, hiks,, aku takut" Ucapku dengan terus menangis.
"Maafkan mas sudah membuatmu takut sayang,, maafkan mas sudah membiarkanmu berjuang sendirian membesarkan anak kita,, maafkan mas sudah membuatmu kesepian" Ucap mas Astan ikut menangis seperti ku.
Aku tak bisa lagi berkata kata selain menangis keras dalam pelukan hangat yang selalu kurindukan saat malam dan setiap detik yang kulalui.
Mas Astan melepaskan pelukan kami dan menghapus air mataku dengan pelan, ciuman ia daratkan dipucuk kepalaku dan sangat lama sekali.
Dapat aku rasakan air mata mas Astan yang berjatuhan menimpa tanganku.
Mungkin kalau kita hitung dengan Stopwatc mas Astan lebih dari setengah jam mencium kening ku dengan air mata yang terus menerus keluar meluncur ke tanganku.
Mas Astan melepaskan ciumannya dikeningku dan kembali memeluk tubuhku yang masih saja haus akan pelukan darinya.
"Terima kasih mas,, hiks, Terima kasih sudah mau kembali" Tangisku dalam pelukan itu.
Mas Astan juga ikut menangis dan mengelus pelan punggung bergetar ku.
Aku sangat bersyukur sekali memiliki kesempatan untuk bersama lagi dengan mas Astan.
Semoga kedepannya tidak akan ada lagi perpisahan seperti ini dan dalam bentuk lainnya.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Uwuuuu aku ikut senang dengan kembalinya Astan yang sudah lama kita tunggu 🤧🤧🤧
Semoga tidak ada lagi perpisahan yah🙂
🔷🔷jangan lupa like, komen dan rate 5 yah🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦
Cinta kalyan❤
Follow akun ig ku yah
@sopiakim_