
Soundtrack//menepi-ngatmombilung cover by: aldhi Rahman//
Bahkan setelah waktu terus berjalan rasa itu masih saja sama dan tak kunjung pudar
-mina-
Pagi ini terlihat sangat cerah dapat kita lihat dari sinar mentari yang menyeruak memaksa masuk melalui celah celah seisi rumah, mulai dari celah gorden dan beberapa celah pintu dan jendela.
Mata kecil itu tergerak gerak karena merasa terganggu dengan biasan cahaya yang menerpa penglihatan yang tertutup rapat itu.
Mungkin karena terlalu lama diterpa sinar itu, sang pemilik manik kecil itu memilih bangun dan melihat sekeliling tak ada siapapun disana.
"Mah,,, afa dah angun nih" Suara itu terdengar sangat imut dan terkesan belum terlalu fasih untuk sekedar dimengerti.
Tak ada sahutan dari arah manapun.Hanya saja terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi yang sedikit terbuka itu.
Karena tak ada sahutan ia pun memutuskan untuk turun dari tempat tidur dan berjalan dengan kaki kecil yang manis itu menuju kamar mandi.
Saat di depan pintu ia tersenyum melihat sang wanita kesayangannya sedang menyiapkan air di bath up.
"Mah,, afa dah angun nih" Ulangnya lagi.
Karena merasa ada suara dari celah gemercik air sang wanita yang sejak tadi dipanggil mamah itu menoleh kebelakang dan mendapati seorang anak berumur tiga tahun lebih telah berdiri sambil tersenyum mengucek mata khas baru bangun tidur.
Gadis berambut pendek itu keluar dari kamar mandi dan menghampiri putranya yang sangat tampan itu.
"Duhh pangeran mamah dah bangun yah sayang? " Tanya nya dengan nada manja seolah sedang menggoda putranya itu.
Anak itu mengangguk tersenyum dan memperlihatkan gigi putih nan rapi miliknya.
"Afa ngk ompol lagi mah hehe" Ucapnya dengan nada lucu.
Gadis itu tersenyum mengangkat tubuh yang dulunya sangat ringan dan kecil kini berubah menjadi tubuh yang sedikit lebih besar dan beratnya sudah sangat terasa baginya.
"Berarti abang udah besar dong yah? Ngk ngompol lagi tidurnya" Senyum lebar terukir disudut bibirnya.
Anak itu tersenyum lebar dan bahagia sekali dipanggil abang dan disebut sudah besar, baginya itu adalah hal yang patut untuk ia banggakan.
"Abang mandi dulu yah sayang, abis itu makan" Tidak lupa dengan nada khas berbicara dengan anak kecil.
Anak itu mengangguk tersenyum karena ia sangat tidak sabar untuk memakan masakan enak sang ibu.
Kalian pasti bertanya kan, siapa tepatnya anak dan ibu itu?.
Mungkin kalian sudah dapat menebak itu,yah.Dia adalah mina dan alfa.
Sudah dua tahun lebih semenjak kejadian dimana mereka harus menjalani kehidupan berdua tanpa seorang kepala keluarga dirumah besar ini.
Mina berubah menjadi orang yang sangat berbeda dalam dua tahun itu, mungkin karena dipaksa keadaan atau memang mina yang sudah mulai faham kalau ia bukan hanya seorang ibu tapi ia harus berperan sebagai kepala keluarga juga.
Tidak mudah baginya memang, ia harus mengalami jatuh bangun dan ditambah lagi dengan perasaan yang masih sama sesaknya seperti dulu.
Hanya waktu yang terus berjalan tapi rasa itu tak ada habisnya dan malah semakin bertambah persentasi nya.
Setiap hari ia lalui dengan perasaan kehilangan dan pengharapan semoga ia bisa melihat kaki kekar itu melangkah pulang kembali kerumah.
Ia membesarkan alfa sendirian tanpa astan disampingnya,dan saat ini alfa sudah sangat besar sudah berjalan dan berbicara walaupun belum sepenuhnya lancar.
Ia selalu berusaha menjadi ibu yang baik dan selalu ada untuk alfa, ia tak mau alfa merasa kesepian.
"Abang udah bisa kan buka baju sendiri? "
Anggukan kepala yang alfa berikan terlihat sangat lucu hingga mina tak hentinya tersenyum melihat itu.
Alfa benar benar anak yang sangat cerdas dan juga penurut,atau mina yang sangat hebat dalam mendidiknya?.
"Abis itu baju kotornya ditaruh kemana yah bang? Mamah lupa nih? "Mina berpura-pura lupa untuk sekedar menguji daya ingat alfa yang sudah ia ajarkan banyak hal.Mulai dari menempatkan baju kotor kedalam keranjang, mandi tidak boleh bermain air, makan harus berdoa dulu dan tidak boleh berbicara lantang kepada orang yang lebih besar dibanding kita.
" Matukin ketini mah"ucapnya imut sekali.
Mina bertepuk tangan dengan tertawa ringan "Duhh abang pinter banget yah, nanti mau hadiah apa dari mamah? " Mina memegang tangan kecil itu dan menuntunnya memasuki kamar mandi.
"Es lim" Ucap alfa dengan penuh semangat sembari mengikuti langkah mina dengan sedikit pelan karena langkah nya begitu kecil.
Alfa sangat menyukai es krim dan setiap sore mereka akan berjalan jalan ditaman sembari menunggu maghrib.
Alfa naik keatas bath up dan menunggu mina memandikan tubuhnya.
Alfa menyikat giginya sendiri tapi masih dalam pantauan mina, takut takut belum bersih sudah alfa udahin.
"Mana mamah liat dulu gigi abang, udah bersih apa belum? "
Dan alfa langsung membuka mulutnya dengan lebar memperlihatkan giginya yang sudah bersih itu.
"Wahhh abang hebat banget yah, giginya udah bersih tuh" Mina tersenyum dan alfa langsung semangat mendengar pujian terus menerus dari ibunya.
Setelah mandi mina membiarkan alfa memakai baju sendiri dan sesekali membantu saat alfa sedikit kesusahan dalam memakainya.
"Mamah udah masak makanan kesukaan alfa loh" Mina mendudukkan alfa dikursi tempat dimana astan biasanya duduk.
Alfa dengan semangat bergerak gerak seolah sedang menari karena tak sabar ingin makan.
"Nati goleng kan mah pake elol" Ia sangat senang.
Mina tersenyum saat menyendok nasi goreng itu keatas piring teringat dengan astan yang sangat suka dengan makanan itu.
Dan alfa memang sangat mirip dengan suaminya itu, mulai dari selera makanan dan juga minuman.
Mina seolah melihat astan kecil saat memperhatikan alfa.
"Mah,, apan,, papa atang? " Alfa lagi lagi menanyakan hal yang sama sejak ia mulai bisa berbicara dan terus saja mencari papahnya.
Mina tak bisa memungkiri rasa sakit dihatinya membayangkan perasaan alfa yang terus terusan penasaran tentang papahnya.
"Tunggu abang besar dan jadi anak yang baik, papah bakal datang kesini buat bawa abang jalan jalan terus beli banyak mainan,papah lagi kerja sayang" Ucapku terus saja berbohong pada alfa.
Aku selalu menekankan harapan pada alfa kalau mas astan pasti akan kembali walaupun terlambat.
Alfa mengangguk tersenyum dan menerima suapan dariku.
Alfa sungguh sangat mudah untuk minat atur, tak banyak tingkah atau karena alfa tau yah menjadi ibu sekaligus kepala keluarga itu tidak mudah bagi ibunya yang dipaksa dewasa itu.
"Enak ngk bang? " Tanya mina dan langsung dibalas Anggukan oleh alfa.
Minat tersenyum melihat itu dan membersihkan sudut bibir alfa yang terkena kecap dari nasi goreng itu.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Duhhh alfa udah gede gaess😞🤧🤧🤧🤧tapi sampai kini belum juga jumpa sama papahnya, kebayang ngk sih kalian? Apa masih ada harapan untuk astan kembali pulang?.
🔷🔷jangan lupa like, komen, dan fav and rate 5 nya yah 🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan 🖤
🌿follow akun instagram saya juga yah gaes🌿
@sopiakim_