
❄selamat membaca❄
Aku menunggu nya dibawah dengan alfa yang sudah rapi. Kami akan menuju tempat dimana kami akan mengadakan acara reuni satu SMA dulu. Dan aku mengajak mina kesana agar teman-teman ku tau kalau aku sudah memiliki istri hebat seperti nya.
Tapi, sejak tadi ia belum juga turun dari kamar. Apa masih lama yah? Sudah hampir satu jam aku menunggu nya pasti yang lain sudah berkumpul disana.
"Sayang,, masih lama yah? "Aku terpaksa menanyakan itu karena akan terasa canggung jika terlambat lama.
Seketika pintu kamar terbuka memperlihatkan mina yang turun dengan penampilan cantiknya.ia terlihat sangat gugup bahkan belum sampai ditempat reuni.
"Ba,, bagaimana penampilan aku mas? Malu maluin yah? "Ia selalu saja mengatakan itu setiap kami ingin keluar.
Aku tersenyum melihat kearahnya"Ayolah sayang, harus berapa kali lagi mas katakan kalau kamu digimanain pun tetap sama cantiknya,berhenti berkata kalau kamu itu malu maluin."aku mengelus pelan surai hitam terurai miliknya itu.
Bahkan saat dimobil ia tak hentinya mengusap tangannya yang berkeringat karena gugup. Apa yang membuat ia begitu gugup? Tak ada yg perlu di khawatirkan disana nantinya. Dan aku kan selalu ada disamping nya untuk apa ia se gugup itu?.
Kami turun dari mobil dan aku menggendong alfa. Sebelum pintu kubuka kucium keningnya terlebih dahulu hingga ia yang sempat melamun tadi kaget.
"Hei,, mas tau sedari tadi kamu pasti sedang merasa gugup kan?mas ingatkan sekali lagi jangan pernah merasa rendah sayang, kamu adalah wanita paling berharga yang pernah ada dalam hidup mas, mas harap ini bisa mengurangi kegugupan mu."
Ia menarik nafas dalam-dalam dan tersenyum mengangguk kearahku.
Saat pintu sudah terbuka aku menuntun nya untuk berjalan kearah kursi yang sudah disediakan untuk kami. Ku lihat ia semakin gugup saat seluruh pasang mata di ruangan itu menatap kearah kami. Aku tersenyum begitu juga dia yang tetap berusaha tersenyum meskipun ia sangat gugup sekarang.
"Kenalin semuanya ini istriku namanya mina dan putra pertamaku namanya alfa."aku langsung memperkenalkan mina saat kami sudah duduk disana.
Mina tersenyum sembari menyapa mereka satu persatu. Ku lihat bibirnya bahkan sudah mulai pucat karena gugup. Apa aku membuat ia merasa tidak nyaman yah?.
"Sudah punya anak aja yah tan."Ami teman SMA ku yang kini bekerja sebagai pemilik butik terkenal. Ia memang sangat suka menggoda ku sejak dulu.
"Dulu aja pas SMA gua pikir lu ngk bakal mau nikah karena sikap lu yang ngk mau deket cewek,sempat dikira homo hahahah."rusdi juga merupakan teman yang suka sekali mengganggu ku dulu.
Aku tersenyum mengangguk dan merasa lucu jika mengingat saat aku sekolah dulu tak pernah lepas dari buku.
"Biasalah rus, nunggu bidadari kecilku ini datang."aku mengacak rambutnya gemas hingga mereka tertawa melihat kami.
Setelah beberapa saat kami pun memulai makan bersama, seperti biasa aku akan menyuapi mina walaupun kali ini ia menolak karena malu dihadapan teman-teman ku. Aku tetap memaksanya hingga ia benar-benar pasrah.
"Oh iya astan, boleh tau ngk istri kamu kerjanya apa? Lulusan mana? "Tiba-tiba lami dari sudut bertanya tentang pendidikan mina.
Tiba-tiba saja mina jadi tersedak saat sedang minum jus hingga mengenai sedikit bajunya. Apa mina merasa tidak nyaman yah kalau aku menceritakan pendidikan nya disini. Aku sama sekali tidak keberatan dengan pendidikan mina tapi aku takut ini akan membuat ia benar-benar tidak nyaman.
Aku langsung memberikan ia air putih dan memukul punggung nya pelan"Pelan-pelan sayang,alfa kaget tuh."aku meraih alfa dari pangkuan nya.
"Mas aku ke kamar mandi dulu yah bentar buat bersihin baju aku."bibirnya terlihat sangat pucat. Aku pasti telah membuat ia tidak nyaman.
Memang sejak tadi siang pun ia terlihat sangat gugup dan aku sama sekali tidak memperhatikan hatinya yang kini pasti tersinggung dengan perlakuan teman-teman ku. Aku memang suami yang tak becus.
Bagaimana yah aku akan mengahadapi mina? Kalau aku pergi menemui ia sekarang pasti teman-teman ku akan tau kalau ia tengah gugup saat ini.
Aku sangat ingin mngatakan nya langsung sekarang tapi akan lebih baik mina ada disini agar aku bisa dengan bangga memberitahu mereka.
"Ayolah astan,, kenapa kamu malah tersenyum saat kami benar-benar penasaran dengan pendidikan istrimu itu?kami hanya ingin tau kenapa dia bisa mendapatkan laki-laki seperti kamu yang bahkan tak pernah melirik seorang gadis." Rusdi memang selalu paling tidak bisa sabar.
Mina juga tak kunjung datang, apa dia baik-baik saja yah?"Baiklah kalau kalian memang ingin tau,Istriku adalah lulusan SMP."
Mereka seketika shock dengan perkataan ku itu, apa salahnya jika hanya tamatan SMP? Kalian tak akan bisa mendapatkan istri hebat seperti mina. Aku benar-benar beruntung memiliki nya.
"Seorang laki-laki hebat seperti mu memilih seorang gadis lulusan SMP untuk kamu jadikan istri?berhentilah bercanda astan."ledek mereka.
Aku sebenarnya tidak suka mereka merendahkan pendidikan istri ku seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, itu adalah pendapat mereka dan aku hanya bisa tersenyum kearah mereka. Aku sangat bangga memiliki mina disisiku.
" Dia memang hanya lulusan SMP tidak seperti kita yang bahkan sudah sampai kejenjang tinggi dalam dunia pendidikan,tapi aku bangga memiliki istri seperti dia,dia melengkapi apa yang tidak ku punya,menjadikan aku lebih berharga dan dia adalah istri hebat, rela melakukan apa saja demi aku dan anak kami."aku tersenyum dengan senang mengingat wajahnya yang selalu tersenyum hangat itu. Aku sungguh sangat bangga memiliki mina.
"Aku memang memiliki pendidikan tinggi namun setiap berada di dekatnya aku malah seperti orang bodoh hahaha dia berusaha mendidik anak kami dengan benar dan baik, aku bangga memilikinya."
Seketika mereka semua terdiam setelah mendengar cerita ku.
"Aneh yah kalau si tuan kutub berbicara tentang perasaan hahahah." Aku ikut tersenyum kearah mereka.
Tak lama dari itu mina masuk dan tersenyum kearahku. Apa dia Sungguh baik-baik saja? Aku harap ia tak tersinggung dengan kejadian hari ini. Untuk kedepan aku akan lebih berhati-hati dalam memahami perasaan nya. Aku tak ingin ia terluka karena kebodohan ku.
Setelah acara reuni kami pun sudah berada dirumah dan selesai membersihkan diri masing-masing.
"Kamu capek yah sayang?"aku menaiki ranjang dan memeluk tubuhnya dengan sayang.
Ia menggeleng dan berbalik kearahku sembari tersenyum"Aku sangat senang sekali hari ini mas."ia juga mengeratkan pelukan nya dipinggang ku.
"Benarkah? Syukurlah kalau begitu, mas sampai takut kamu tidak merasa senang hari ini."aku benar-benar khawatir saat ia terlihat sangat pucat tadi.
Ia menggeleng"Aku senang sekali mas,Terima kasih banyak mas."ia mencium pipiku lembut.
Kenapa dengan nya? Bukankah tadi ia terlihat sangat tidak nyaman.
"Terima kasih sudah memperkenalkan aku dengan bangga dihadapan teman teman mas."
"Kenapa tidak? Sebab istri Hebat seperti mu hanya ada satu di dunia dan aku harus dengan bangga menunjukkan itu pada semua orang."
Kami saling mengeratkan pelukan dan mendekatkan wajah masing-masing hingga bibir kami menyatu dengan lembut.
Aku mencintaimu sayang.
BERSAMBUNG...
jangan lupa yah like, komen dan vote❤.