
❄selamat membaca❄
Aku dan mina perlahan memasuki hotel yang telah ku reservasi tadi, untuk pulang kerumah sudah tidak mungkin sekarang karena aku takut mina juga alfa akan masuk angin melakukan perjalanan malam seperti ini.
Mina tersenyum saat memasuki hotel itu. Padahal ini bukan pertama kalinya kami menginap dihotel iaasih saja segirang itu saat melihat hal yang indah.
Aku jadi teringat saat kami menginap dihotel dulu saat mina tak sengaja meminum beberapa kaleng biru hingga ia mulai mabuk dan membuatku menahan diri setengah mati karena nya. Kini jika aku ingin aku tinggi minta heheheh.
"Aku mandiin alfa dulu yah mas bentar abis itu baru mas mandi."lamunan ku ter buyarkan dan segera ku anggukan kepalaku lalu berbaring diatas tempat tidur.
Aku merasa lucu dengan kami berdua hari ini, siapa sangka kami sama-sama memiliki rasa cemburu yang sama saat seseorang orang mendekati kami.
"Duhhh kaget yah sayang? Maafin mamah yah cup,, cup,, " Samar-samar kudengar suara mina yang terus saja berusaha mendiamkan alfa yang sejak tadi sangat rewel itu. Pasti ia kelaparan sekarang soalnya sejak tadi ia belum juga mendapatkan asi karena tak ku izinkan mina memberinya asi disana, bagaimana jika ada yg lihat? Wah aku tak akan biarkan itu.
"Mungkin alfa laper sayang, kamu susui aja dulu." Aku duduk disamping mina yang mulai selesai memakaikan alfa baju. Alfa masih saja rewel saat mina memakaikan ia pakaian.
"iya mas, alfa mungkin lagi lapar, ya kan sayang? "
Mina duduk disamping ku lalu perlahan ia mengeluarkan sebelah gundukan nya itu kemudian menyusui alfa yang langsung diam mengenmut putingnya yang memerah itu. Aku tersenyum saja melihat alfa yang sudah mulai tenang itu.
"Mas mandi duluan gih, aku mau bobok in alfa dulu."aku menurut saja dengan perintah mina dan memasuki kamar mandi untuk mandi.
Setelah semua pakaian ku terbuka aku langsung mengguyur tubuhku dengan air hangat dari shower itu namun beberapa ide terlintas dalam benakku.
"Sayang,,, sini bentar deh kedekat pintu, mas mau minta tolong."aku tersenyum seolah sedang memberikan umpan dan tinggal menunggu mina memakan umpan itu.
"Ada apa mas? Mau aku ambilkan apa buat mas? "
Saat kudengar suaranya sudah ada di depan pintu aku langsung menariknya masuk kedalam kamar mandi, wahh kebetulan sekali ia juga sudah membuka pakaian dan Hanya memakai handuk saja menutupi tubuhnya. Wahh semakin mudah nih acaranya.
"Akhhhh."ia berteriak dan berbalik saat melihat tubuh polos ku yang sedang berdiri dihadapannya itu.
"Ihhh mas yah, aku ngk suka yah dikagetin kek gini."ia berteriak kesal sedang aku masih saja melanjutkan acara mandiku.
"Ihhh biar aku aja mas."ia terlihat sangat gugup saat mencoba untuk melepaskan handuk yang ia pakai itu. Aku tersenyum saat ia mulai melepaskan handuk nya itu hingga terpampang jelas dihadapanku kedua aset kenikmatan itu.
Ia pun meletakkan handuk itu lalu beralih menutupi nya dengan kedua tangannya. Hahahha dia tutup pun aku masih bisa melihat nya. Aduhh polos sekali sih kamu sayang. Bikin pengen aja.
Aku langsung menarik mina hingga kini kami sangat dekat dan langsung diguyur air shower itu. Aku ingin langsung menerkam nya kini tapi aku takut ia akan kesal karena kelelahan hari ini. Jadi aku harus menahan diriku lagi.
Ia hanya diam saja dihadapanku yang terus saja melanjutkan mandiku itu. Dengan perlahan kuusap tubuhnya dengan sabun agar ia bisa segera keluar dari kamar mandi ini aku takut ia masuk angin jika kelamaan disini.
" Akhh,, "ia mendesah saat aku tak sengaja mengusap are basahnya dibawah sana. Aku tersenyum saat melihat itu.
Aku lagi-lagi melakukan itu hingga ia tak bisa diam menahan desahannya itu.
" Akh,, jangan akhh,, jangan gitu mas. "Aku tersenyum melihat wajahnya yang terlihat frustasi.
"Bagaimana menurutmu sayang kalau kita berbulan madu saja disini? "Aku tersenyum menggoda melihat kearahnya.
Ia dengan cepat menggeleng karena aja kan ku itu terdengar tidak masuk akal menurutnya mungkin.
"Mas ngomong apa sih? Ngk jelas banget."
Ia terlihat buru-buru membersihkan dirinya pasti ingin keluar dari kamar mandi ini lebih dulu karena tak tahan dengan godaan ku itu.
Kuusap lagi area itu hingga ia menahan desahannya lagi namun kalau aku belum mendengar desahannya tak akan Kuhentikan usapan itu. Ku usap lagi dan lagi hingga ia benar-benar frustasi. Namun akulah yang sangat tegang kini hingga aku benar-benar semakin ingin melakukan lebih.
"Ihh mas ngapain sih? Aku kedinginan nih."aku langsung menghentikan kegiatan ku itu dan membiarkan ia terlihat buru-buru memakai handuk nya lalu keluar dari kamar mandi dengan wajah kesalnya.
Aku tersenyum melihat itu namun aku mendengus pelan saat harus menyelesaikan jni sendirian di dalam kamar mandi. Sabun adalah pelarian karena minat tak ingin melakukan itu malam ini, pasti ia sangat lelah hari ini jadi aku tak ingin memaksanya melakukan itu saat ia sedang kelelahan.
BERSAMBUNG...
jangan lupa yah like, komen dan vote❤.